Mask

Mask
Bagian 31


__ADS_3

Arsy berjalan menjauh dari rombongan. Langkah kakinya yang tegas membawa gadis itu ke dalam sebuah kamar berukuran cukup besar. Kamar dengan nuansa emas yang mampu membuat setiap mata yang melihatnya terperanga.


Mata Arsy menajam ketika mendapati seorang pemuda yang tengah menikmati segelas bir ditemani oleh beberapa wanita yang tengah bergelayut manja di kaki pemuda itu.


“Hy, Baby. Lama nggak ketemu,” sapa seorang pemuda tampan yang membuat arsy muak. Sejak tadi gadis itu sudah menahan diri agar tidak menghabisi pemuda tampan yang banyak dipuji kaum hawa yang saat ini tengah menatap dirinya dengan penuh puja.


“Nggak usah basa-basi. Apa maksud lu ngelakuin semuanya?” tanya Arsy.


“Sayang, kenapa lu jadi marah begini? Kan gue cuma ngajak lu main kayak biasa. Biasanya lu nggak pernah semarah ini,” tutur Xander yang membuat Arsy terdiam.


Gadis itu memilih membuang napas kasar, kemudian merebahkan dirinya di atas kasur empuk berukuran besar yang biasa di gunakan Xander untuk tidur. Bau harum dari tubuh pemuda itu sedikit membuat nyaman dan membuat Arsy sedikit melupakan kegundahan yang ada dihatinya.


Xander memberi isyarat kepada para wanita yang menemaninya untuk pergi dari kamarnya. Pemuda itu berjalan menghampiri Arsy dengan sebotol wine yang akan membuat gadis itu merasa lebih baik.


“Ingin minum?” tanya Xander sembari memberikan botol yang ia pegang kepada Arsy. Tanpa banyak basa-basi gadis itu langsung duduk dan menegak minuman yang Xander berikan. “Apa kau sedang melakukan pekerjaan sebagai siswa bodoh, jelek dan tidak terkenal? Tompelmu sangat lucu. Aku hampir tidak mengenalimu, Sayang.”


“Tutup mulutmu!” peringat Arsy. Gadis itu kembali meneguk minuman yang ada di tangannya. Xander yang melihatnya hanya tersenyum, pemuda itu sudah cukup terbiasa dengan sikap dan mulut gadis di depannya. “Apa perusahaan lu bangkrut sampai lu nggak bisa beli pakaian yang layak,” sindir Arsy pedas.


Xander hanya tersenyum sekilas. Pemuda itu berkata bahwa ia nyaman dengan apa yang ia pakai, pemuda itu juga mengatakan kalau ia ingin menggoda Arsy agar gadis itu mau menemani malamnya yang sunyi.


“Gue nggak tertarik.”


“Apa lu beneran nggak tertarik? Padahal gue sengaja cuma pakai handuk mandi sama boxer biar lu tergoda.” Jawaban menohok dan cukup menyakitkan diterima oleh Xander karena berani menggoda Arsy secara terang-terangan.


“Tergoda nggak, yang ada gue mual pengen muntah lihat elu kayak gini.” Arsy kembali menegak minumannya yang tersisa sedikit. Gadis itu benar-benar hebat kalau soal urusan minum.


“Bagaimana kalau gue telanjang sekarang?” tawar Xander.


“Coba aja,” ucap Arsy sembari mengarahkan botol wine yang ujungnya sudah pecah ke arah Xander yang berdiri tak jauh darinya. Pemuda itu hanya membalas dengan tarikan napas kasar dan sebuah senyuman yang dipaksakan.

__ADS_1


“Apa lu udah tau kalau hari ini bakalan ada pertemuan penting antara dua bos?” tanya Xander sembari menghisap tembakau yang sudah menjadi candu baginya. Arsy kembali duduk di kursi kamar Xander setelah mengambil botol wine yang kedua, dan beberapa cemilan yang memang tersedia di kamar pemuda tampan yang diam-diam menaruh hati pada Arsy.


“Nggak tau. Dan gue nggak peduli soal itu,” ucap Arsy sembari menikmati wine di kamar Xander.


***


“Kenapa mereka lama banget? Sebenarnya apa yang gadis bodoh itu lakukan,” gerutu Axelle sejak setengah jam yang lalu. Pemuda itu marah besar setelah sadar dari pingsan karena perbuatan Aileen. Ia bahkan menghajar Devan dan yang lainnya karena membiarkan Aileen pergi seorang diri bersama dengan seseorang yang tidak mereka kenal.


“Lu ngamuk di sini juga percuma, Xelle. Lagian kan Aileen bilang kalau itu pertemuan antara dua teman, jadi lu nggak perlu khawatir.”


“Nggak perlu khawatir kepalamu! Bagaimana kalau terjadi apa-apa sama si bodoh? Lu tau kan, selain bodoh dia juga ceroboh. Dia....”


“Hai semuanya,” sapa seseorang yang membuat Axelle memalingkan wajahnya. “Kenalin gue Xander. Gue yang punya kapal pesiar ini,” ucap Xander yang langsung dihadiahi geplakan di kepalanya oleh Aileen.


“Jangan bicara aneh-aneh, atau gue bakalan habisin lu!” ancam Aileen yang hanya dibalas senyuman. Pemuda itu berpamitan kepada teman-teman Aileen, ia mengatakan akan memberikan sambutan kepada para penumpang khususnya dari sekolah Aileen.


“Dia siapa? Kenapa lu nggak pernah cerita apa pun soal dia?” tanya Catty dengan suara berbisik. Meskipun Nic dan yang lainnya sudah tau tentang indentitas asli keduanya, tapi Axelle masih belum tau apa pun dan mereka harus tetap diam sampai Axelle tahu yang sebenarnya.


“Selamat malam semuanya. Saya Xander, pemilik kapal pesiar sederhana ini.”


“Wah, dia sangat tampan.”


“Kau benar. Dia juga sangat rendah hati,”


“Aku pikir pemilik kapal pesiar ini orangnya udah tua dan berperut besar. Ternyata dia sangat tampan dan masih kecil,”


Begitulah kira-kira pendapat beberapa orang yang melihat Xander. Pemuda itu tersenyum manis menanggapi beberapa ucapan tidak sopan penumpang yang mengajaknya tidur bersama, bahkan ada yang terang-terangan ingin memiliki anak darinya.


“Mereka bahkan tidak lebih dari seekor lalat yang menjijikkan,” gerutu Xander dengan wajah yang tersenyum bahagia.

__ADS_1


“Saya di sini ingin memperkenalkan seseorang yang sangat berarti buat saya. Dia juga salah satu pemilik kapal ini, karena dulu kami membelinya bersama sebagai hadiah anniversary hubungan kami yang ke satu tahun.”


Aileen memberi kode kepada Xander agar pemuda itu menghentikan kegilaan yang akan membawa gadis itu pada masalah yang akan membuatnya pusing. Namun bukan Xander namanya jika ia langsung mengiyakan apa yang diinginkan oleh Aileen dengan mudah.


“Saya yakin kalian semua sudah banyak yang kenal sama dia, karena dia salah satu murid dari sekolah yang SMA TARUNA BANGSA. Silahkan bergabung dengan saya, Aileen Arsyana.”


Semua mata memandang Aileen yang berdiri di dekat Devan. Gadis itu bahkan terlihat bersembunyi di belakang pemuda tampan yang jadi incaran banyak gadis karena ketampanannya yang bisa dibilang tidak manusiawi.


“Come on, Baby. Tunjukkan sama semuanya pesonamu yang sebenarnya,” panggil Xander.


“Arsy? Di mana Arsy?” tanya Axelle saat mendengar Xander memanggil nama calon pacarnya yang sudah sangat ia rindukan.


Mata pemuda itu memicing saat melihat Aileen berjalan ke arah Xander. “Kenapa dia yang ke sana? Bukannya orang itu manggil Arsy?”


“Selamat datang kembali, Baby. Ini sambutan yang sangat cocok untuk menyambut wanita cantik sepertimu,” tutur Xander dengan senyuman yang tidak pernah luntur dari wajahnya, dan hal itu cukup membuat Arsy ingin menguliti pemuda itu hidup-hidup.


“Sela....”


“Tunggu, Baby. Ada kotoran di wajahmu yang membuat kecantikanmu tertutup,” ucap Xander sembari mengambil tompel palsu yang ada di wajah Arsy membuat semua orang terkejut. Axelle bahkan sampai tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Bagaimana bisa?” tanya Axelle entah pada siapa. Pemuda itu masih sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, dan ekspresi pemuda itu sama dengan ekspresi para sahabatnya saat pertama kali melihat Arsy.


“Apa benar dia Aileen?”


“Ternyata dia sangat cantik.”


“Bukannya dia saudara angkat Axelle? Yang pernah datang ke sekolah waktu masalah Axelle dan Adelia.”


“Kau benar. Dia orangnya,”

__ADS_1


Arsy hanya menundukkan kepalanya. Gadis itu bersumpah dalam hati akan membunuh Xander karena sudah membongkar rahasia yang ia simpan rapat selama beberapa bulan terakhir.


__ADS_2