Melepas Komitmen

Melepas Komitmen
Bahagia


__ADS_3

Malam nya.


Resepsi di gelar dengan megah di hotel bintang lima. Aura bahagia terpancar di keduanya. Meskipun jujur hati keduanya tidak tenang karena masih takut dengan peristiwa tadi pagi.


"Kenapa tangan mu dingin? Apa kamu sakit?" tanya Satrio yang merasakan tangan Dewi dingin melebihi salju.


"Aku tidak sakit, tapi aku takut," jawabnya.


"Takut apa?"


"Aku takut kalau ada orang jahat lagi yang mengacaukan pesta resepsi kita malam ini." Dewi menggenggam erat jari Satrio.


"Kamu tenang saja, pengamanan ketat malam ini. Berbeda dengan tadi pagi, papa memang kecolongan. Kamu tenang ya," pinta Satrio kepada istrinya.


Belum sampai Dewi pulih dari rasa takut yang mendera nya. Tiba-tiba ada keributan terjadi di tengah-tengah pesta resepsi mereka.


Dua orang tamu undangan saling melayangkan bogem mentah pada lawan. Membuat sebagian orang berteriak histeris karena takut. Semua berkerumun melihat aksi pukul antar pria berjas tersebut. Namun itu tidak terjadi lama. Anggota polisi yang berjaga dengan cepat mengamankan mereka.


Dan setelah keduanya diinterogasi, nama Gaston lah ternyata dalang nya. Gaston marah, karena mengapa bisa anak buah nya tertangkap. Padahal mereka sudah bermain halus supaya tidak di curigai lantaran membayar mahal dua tamu undangan pria yang disuruh menciptakan keributan.


"Tapi aku yakin hidupmu tidak akan tenang Dewa. Aku akan selalu mengusik mu. Okay ... resepsi pernikahan adik mu tidak terjadi kekisruhan besar. Namun itu akan membuat pelipis mu berdenyut setidak nya." Gaston yang setelah mendapat kabar jika dua anak buah nya tertangkap di kota nya Dewi.


Rasanya kurang puas dengan kekisruhan kecil yang anak buah nya ciptakan. Gaston masih berencana dengan membuat onar lagi di acara berikutnya yang akan diselenggarakan di kota ini. "Kita tunggu saja Dewa. Sampai detik ini Sheila murung dan semua gara-gara kamu. Kamu telah membuat wanita ku bersedih. Terlebih beberapa hari kamu siksa dia dengan tidur di lantai keras dalam penjara," imbuh Gaston berbicara pada dirinya sendiri.


.


.

__ADS_1


Sedangkan acara resepsi, sudah di tangani dan semuanya kembali aman terkendali.


"Kakak minta maaf untuk kekacauan yang sejak tadi pagi mengganggu pernikahan kalian. Semua karena Gaston. Dan itu semua karena kakak mengenal Sheila." Dewa yang menyesali semua perbuatan nya. Dia sangat merasa bersalah atas rentetan peristiwa yang terjadi karena nya.


"Kakak tidak perlu khawatir. Semuanya sudah aman. Dan lihat saja, acara berjalan seperti semula." Satrio yang kemudian memeluk kakak nya.


Namun berbeda dengan Dewi, Dewi mencebik dan kemudian menjatuhkan air mata. "Aku sebal dengan kakak ipar. Akad ku hampir berantakan dan itu susah aku lupakan. Misal tadi pagi akad tidak terlaksana. Kaulah orang yang akan aku hajar habis-habisan," canda nya yang kemudian mencubit gemas dada Dewa hingga tercipta riak tawa pada ke empat nya yang akhirnya Dewi memeluk Dewa.


Sementara Mega, dalam sekali pesan nya hingga Satrio terharu mendengar nya. "Kamu harus jadi pria dewasa, pria yang mencintai Dewi dengan sepenuhnya. Jangan biarkan ada nama wanita lain yang sedikit pun engkau tempatkan di hati mu. Dan kamu harus janji itu. Jaga perasaan Dewi. Hati wanita itu lembut dan jangan sekalipun kamu kasar kepada dia."


"Iya, aku usahakan untuk itu." Satrio yang memeluk Mega. Dewa dan Dewi bisa memaklumi semuanya, karena keduanya pernah memiliki rasa yang dalam dan itu tidak lah mudah bagi Satrio mengingat kakak nya sendiri yang menikahi kekasih nya.


Mega melepas pelan pelukan nya. Berganti pada Dewi dan menyampaikan untaian kata untuk nya. "Selamat ya Dewi." Mega tidak ingin banyak kata kepada wanita itu. Dia tidak terlalu mengenal Dewi namun bisa menerka jika Dewi memiliki cinta yang besar untuk Satrio.


"Terimakasih Mega." Keduanya juga berpelukan. Dewi bahkan sangat cemburu dengan Mega, karena wanita dalam peluknya lah yang membuat Satrio mengabaikan nya bertahun-tahun lama nya. Hingga mungkin saat ini hati Satrio telah lelah dan lebih tepatnya sudah ikhlas melepas komitmen nya dengan Mega. Membuat laki-laki itu akhirnya melabuhkan hati nya pada Dewi yang dengan hati terbuka dan sangat menanti pria itu memilihnya apalagi hingga detik malam ini. Terikat pada tali pernikahan yang sebelumnya saja tidak pernah terbayangkan.


Setelah mengucapkan kata selamat pada mereka berdua. Dewa dan Mega turun dari pelaminan keduanya. Acara berlanjut dengan berdansa. Diiringi musik klasik romantis yang tentunya semua para tamu undangan hanyut di dalam suasana dansa tersebut.


Dewi dan Satrio pun berdansa tentunya mengikuti rangkaian acara hingga puncak nya. Terlihat sekali mereka bahagia. Mata Mega bahkan sering mencuri pada keduanya dan itu membuat nya tidak bisa berkata-kata.


Bahkan saat bibiir Satrio mencium bibir Dewi di depan para tamu undangan dan keduanya berdansa. Mata Mega berkaca-kaca, penggalan-penggalan peristiwa dengan pria itu berputar satu persatu di kepala nya.


Setelahnya Mega bahkan uring-uringan tidak jelas yang membuat Dewa bahkan bingung di buat nya.


Sementara Akhyar yang mendatangi Arsyla pada acara tersebut. Semua yang dikatakan Zahrin bertolak belakang dan anak manis yang tumbuh besar dan sekarang duduk di kelas satu sekolah dasar itu tetap manja dan tetap meminta gendong pada nya.


"Arsyla turun sayang," pinta Zahrin kepada putrinya yang dari dulu cemburu karena Arsyla menyayangi Akhyar lebih dari dirinya dan Regi.

__ADS_1


"Aku rindu sama papa A mom. Boleh ya mom aku dansa dengan papa A? Please..." Arsyla yang merengek jika dirinya ingin berdansa seperti orang dewasa.


Sementara Zahrin dengan lirikan tajam tidak suka nya. "Kamu nggak ada rencana menunggu Arsyla besar dan menikahi nya kan, mas? Aku nggak mau kamu bertindak bodoh hingga kamu jadi duda lapuk mas," cetus Zahrin dengan pikiran buruk nya, tentu dengan ketus dan terlihat sekali tidak suka nya saat Arsyla lebih manja pada Akhyar melebihi mommy dan Daddy nya.


"Hahahaha..." Akhyar tertawa lepas setelah mendengar apa yang disampaikan mantan istrinya itu. Terpingkal-pingkal hingga sakit perut. "Kamu gila Rin," bisiknya dekat dengan telinga Zahrin.


"Aku takut aja mas. Kamu nggak bisa dapat kan aku. Lalu kamu menikahi anakku. Seperti pada romance fantasi twilight. Jacob yang tidak bisa mendapatkan cinta nya Bella lalu mencintai putri nya. Idih ... Amit-amit," cetusnya lagi yang membuat Akhyar geli dengan apa yang dikatakan mantan istrinya.


Kamu masih sama Rin, ucap Akhyar pada batin.


"Aku nggak segila itu Rin. Kamu tenang aja. Aku masih berpikir waras dan tidak mungkin menyayangi Arsyla terlewat batas keluar jalur."


"Takut aja mas, ngeri soalnya."


Akhyar dibuat geleng-geleng kepala dengan pemikiran Zahrin yang berlebihan. "Kamu kok gendutan? Kamu hamil?" tanya Akhyar yang memperhatikan tubuh mantan istrinya baik-baik apalagi di bagian perut.


"Matanya, jangan jelalatan," cetus Zahrin karena risih, Akhyar melihati nya seperti itu. "Ingat, mantan istri kamu itu sudah bersuami. Punya anak lagi. Jangan bilang kamu pulang dari Jerman tidak mempersiapkan pernikahan. Dan jangan bilang lagi..."


Zahrin yang belum usai bicara, Akhyar memangkasnya. "Jangan bilang lagi aku masih mencintai mu, Zahrin. Begitu kan lanjutan nya?" tanya Akhyar.


"Tuh, kamu tahu." Zahrin yang kemudian melipat tangan nya di dada.


Akhyar menggigit bagian bawah bibirnya. Sedari tadi dibuat tersenyum dengan Zahrin yang membuat nya tertawa dan lupa arti kata sepi. Biar pun acara resepsi mewah dan meriah yang tentunya banyak manusia. Tidak pada Akhyar yang tetap merasa sepi di tengah-tangah acara ini. Maka dari itu dia menghampiri Arsyla, dimana membiarkan Zahrin berdansa dengan Regi. Sementara Akhyar berdansa asyik dengan Arsyla biarpun musik nya tidak sejalan dengan mereka.


Zahrin bahkan di buat tidak percaya dengan mantan suami nya. Betah menyendiri dengan waktu yang cukup lama dan sekarang seolah bahagia berdansa dengan Arsyla.


"Papa A tidak punya pacar gitu?" tanya polos Arsyla saat keduanya memilih dengan duduk-duduk santai di taman hotel. "Kata mama papa A itu duda? Apa itu duda papa A?" tanya Arsyla yang menggelitik perut Akhyar.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2