
Pagi telah datang setiap orang terlihat memulai kesibukan mereka dengan kegiatan masing-masing.
Ada yang mengantarkan anak kesekolah, ada yang berangkat bekerja, ada juga ibu-ibu yang sedang bergosip ria sambil menunggu Abang sayur dan berbagai kesibukan lainnya.
disebuah ruko sederhana terlihat Mayra dan kedua adiknya tengah berpamitan pada sang ibu, karena mereka akan berangkat ke sekolah mereka masing-masing.
'' hati-hati dijalan ya nak... '' pesan Maya pada ketiga anaknya.
mereka pun menyahuti perkataan Maya serentak lalu berjalan keluar halaman rumah untuk mencari angkot yang bisa mengantar mereka.
tak menunggu lama angkot yang ditunggu akhirnya datang mereka pun naik bersama.
setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit sampai angkot tersebut sampai di sekolah fali dan fiko, mereka pun turun bersama setelah sebelumnya menyalami kakaknya.
tinggal lah Mayra sendiri menuju campus nya yang berada cukup jauh dari sekolah kedua adiknya itu.
dibutuhkan waktu sekitar dua puluh menit lagi untuk sampai disana.
setelah kepergian anaknya Maya langsung masuk kerumah mengambil kue pesanan dan dia berniat ingin mengantarkan nya.
'' lebih baik aku antar pagi ini saja, kasian anak-anak kalau harus mengantar kan ini lagi jika sepulang sekolah nanti. '' seru Maya
maya mengunci ruko nya terlebih dahulu baru kemudian ia meninggalkan rumahnya.
namun saat Maya baru keluar dari perkarangan rumah ia melihat sebuah sepeda motor mendekati nya.
Maya melihat lekat pada pengendara motor itu, namun karena ia memakai helm dengan kaca gelap Maya tak bisa mengenali pemotor itu.
Aldo mematikan kontak motor nya terlebih dahulu sebelum membuka helm yang menutupi seluruh wajah nya.
'' nak Aldo '' sebut Maya saat Aldo sudah membuka helm nya.
'' iya tante, saya aldo ''
'' ada apa kamu kemari, apa kamu tidak ada jadwal kuliah '' tanya Maya heran karena Mayra sudah berangkat setengah jam yang lalu.
'' apa kamu mencari Mayra?? ''
'' tidak Tante, aldo hanya ingin memesan kue, tadi malam saat mami dan adik saya mencicipi kue yang satu Tante bawain, mereka ketagihan bahkan adik saya serli merengek minta dipesan kan kue buatan Tante '' ucap Aldo menjelaskan maksud kedatangan nya
'' oh jadi begitu, Alhamdulillah Tante senang jika orang tua dan adik Aldo menyukainya ''
'' Aldo mau pesan kue nya tan, apa aldo bisa mengambil nya sore ini '' tanya Aldo memastikan
__ADS_1
'' bisa, bisa nanti sepulang nya Tante dari tempat buk Rahma Tante akan langsung buatin kue pesanan kamu ''
'' terimakasih ya Tante, oh iya Tante mau kemana biar Aldo antar sekalian ''
'' apa tidak merepotkan kamu ''
'' tidak tante, ayo naik tan ''
Maya pun menaiki motor Aldo untuk mengantarkan pesanan buk Rahma.
Riko yang baru saja sampai masih dapat melihat jelas motor Aldo yang membonceng maya. '' ngapain tuh anak pagi-pagi udah kesini aja, atau jangan-jangan dia mau barengan sama Mayra '' pikir Riko
'' ini ga boleh dibiarkan, jangan sampai dia nikung aku '' sebut Riko sambil melajukan kembali mobilnya karena ia melihat rumah Mayra yang sudah sepi. ia berpikir bahwa Mayra sudah berangkat ke campus.
Riko pun mencoba mengikuti motor yang dikendarai oleh aldo, namun tak berapa lama motor yang dikendarai Aldo berhenti disalah satu rumah.
riko melihat Maya yang berbicara dengan Aldo sebentar lalu ia kembali menjalankan motor nya itu.
riko pun langsung menjalankan kembali mobilnya, ia tahu jika Aldo pasti akan ke campus selanjutnya.
sementara Mayra sudah sampai di gerbang sekolah ia melangkah masuk ke area campus, sepanjang jalan ia terus saja digoda oleh para mahasiswa namun Mayra tidak pernah menanggapi hal itu.
ia hanya fokus pada jalan yang ia lalui, sebelum mayra sampai didalam kelas.
tangan Mayra dicekal oleh seseorang '' mau kemana kamu Upik abu '' sebut Ririn sambil menekan kan kuku panjangnya ditangan mulus Mayra
'' rasain '' seru Mayra lalu meninggalkan Ririn dengan kesal, niat hati ia ingin menyakiti Mayra tapi sekarang malah dia yang jadi korban.
Mayra pun berjalan acuh pada orang yang sedang memperhatikan dirinya.
'' awas kamu Mayra '' teriak Ririn kesal
Mayra tak menggubris ancaman yang diberikan oleh Ririn ia terus saja berjalan memasuki kelas nya.
sesampainya diruang kelas Mayra lebih memilih duduk di bangku yang lain karena ia tidak ingin terus sebangku dengan riko.
mayra sadar perbuatan yang dilakukan oleh Ririn terhadapnya adalah bentuk kekesalan nya pada Mayra karena Riko lebih memilih duduk di sampingnya.
untuk menghindari kejadian yang serupa Mayra lebih memilih untuk menjauhi masalah disekolah ini, ia tahu Riko adalah sang Casanova campus ini. hari ini Ririn ia tidak tahu siapa lagi yang mengusiknya besok. karena sebentar lagi ia akan wisuda. ia tidak ingin semua pengorbanan ibunya menjadikan sia-sia.
'' aku boleh duduk disini ga '' tanya Mayra pada seorang mahasiswi disana ''
'' silahkan '' sebut saja namanya Dewi
__ADS_1
'' ah terimakasih '' sebut Mayra senang karena ia sudah tak sebangku dengan Riko
'' kenal kan nama ku Dewi '' ucapnya sambil mengulurkan tangannya pada Mayra
'' Hem... nama ku Mayra '' sahut Mayra singkat
'' aku senang lo, karena bisa kenal dan dekat dengan kamu Mayra ''
'' aku juga '' sahut mayra
tak berselang lama Ririn dan beberapa lelaki yang mengikuti nya masuk kedalam kelas.
Ririn melihat meja Mayra yang masih kosong, ia bingung kemana perginya Mayra bukankah tadi ia masuk ke kelas. Ririn mengedarkan pandangannya keseluruh area kelas didapati nya Mayra tengah berbincang dengan Dewi.
Ririn lalu mendekati meja yang diisi oleh Mayra dan Dewi.
'' syukur deh kalo kamu tahu diri, jangan coba dekati Riko karena kamu dan dia itu ga selevel kamu paham '' seru Ririn saat ia sudah dihadapan Mayra
'' aku ga pernah dekati Riko '' sahut mayra acuh
'' bagus deh, tapi kalau kamu berani mendekati Riko aku akan buat perhitungan sama kamu '' ancam Ririn lalu pergi dari meja itu
Mayra sama sekali tak terganggu dengan ancaman yang diberikan oleh Ririn terhadapnya.
karena memang ia tidak pernah mendekati Riko, Riko saja yang terus mengejar nya.
tanpa diketahui oleh Mayra dan Ririn Aldo mendengar semua ancaman Ririn terhadap mayra.
'' berani sekali gadis ini mengancam Mayra '' Aldo menggenggam kedua tangannya menahan marah.
tanpa diketahui oleh Aldo Riko melihat semua gerak-gerik nya.
'' aku tahu kamu juga menyimpan rasa padanya Aldo, tapi mengapa kamu menyembunyikannya hal itu. kita lihat saja siapa yang bisa mendapatkan Mayra aku akan menyingkirkan kamu, dan aku yakin aku akan mendapatkan Mayra '' gumam Riko
setelah menetralkan rasa nya Riko mengahapiri Aldo yang masih berdiri didepan pintu kelas tanpa berniat masuk kedalam kelas.
'' hey sob... ada apa hah? kenapa kamu ga langsung masuk '' tanya Riko basa-basi
'' eh kamu! bikin kaget aja " sahut Aldo kesal
"lagian ngapain juga kamu berdiri di depan pintu, kenapa nggak langsung masuk atau kamu takut ya kalau Mayra lebih memilih duduk bersamaku lagi"
"aku tidak ada masalah dengan hal itu " ucap Aldo dingin dan langsung masuk kedalam kelas.
__ADS_1
sesampainya di dalam kelas Aldo dan riko terkejut karena Mayra sudah tidak ada ditempat duduknya semula.
terimakasih sudah mampir 👣👣👣