Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
menghindar


__ADS_3

Malam berlalu berganti pagi yang cerah hari ini, Mayra tersenyum menatap dedaunan hijau kicauan burung bersahutan seakan menghibur gadis yang sedang menatap mentari.


'' ahhhh disini udara masih sangat segar,aku ingin lebih lama disini, tapi sebelumnya aku harus menghubungi pak Soni untuk meminta cuti, aku belum siap jika harus bertemu dengan mereka. '' ujar Mayra lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi soni.


'' menghindari mereka lebih baik untuk ku saat ini '' batin Mayra lagi


'' bik apa Mayra sudah bangun '' tanya Rayan


'' bibik belum tau nak, nanti bibik panggil kan ''


'' tidak usah bik, biar aku saja, bibik lanjutkan saja membuat sarapan nya ''


'' baiklah nak Rayan ''


Rayan pun pergi ke kamar mayra, ia ingin tahu apakah Mayra akan kembali ke kota hari ini atau ia masih ingin disini bersama sang kakek.


'' Mayra...., apa kamu sudah bangun '' panggil Rayan sambil mengetuk pintu kamar


'' Rayan, ada apa dia sepagi ini memanggil ku '' gumam Mayra, Mayra telah mengirimkan pesan kepada Soni bahwa i ingin mengambil cuti dengan alasan belum pulih.


namun Mayra belum mendapatkan balasan dari soni, ia memutuskan untuk menemui Rayan


'' ada apa Rayan '' tanya Mayra saat pintu kamar nya sudah terbuka


'' ah tidak ada apa-apa, aku akan kembali ke kota pagi ini, karena ada pekerjaan yang harus aku lakukan. kamu bagaimana??'' tanya Rayan


'' aku masih ingin disini, tapi aku mohon kamu cepat kembali ya, aku akan kesepian disini '' ucap Mayra sedikit memelas


'' kamu tidak akan kesepian, habis kan lah waktu mu bersama kakek, beliau sudah lama sekali menanti kehadiran mu '' Rayan tidak bisa berjanji karena memang tugas hari ini yang cukup banyak


'' jadi kamu tidak bisa kembali hari ini ''


'' hmmm aku akan usahakan, tapi aku tidak bisa janji ''


'' baiklah, memang pekerjaan kamu lebih penting daripada aku '' Rajuk Mayra


'' ehh kok kamu ngomong nya gitu, dengerin aku Mayra, kamu adalah yang terpenting bagiku saat ini mau pun besok dan besok-besok nya lagi kamu paham '' ucap Rayan serius sambil menangkup wajah Mayra


Mayra terdiam, hatinya menghangat mendapatkan perhatian dari Rayan, dan kata-kata yang diucapkan Rayan barusan seperti angin segar yang mengobati lukanya yang disebabkan oleh Aldo dan Riko.


lama pandangan mereka terkunci hingga suara kakek mengagetkan keduanya.

__ADS_1


'' pagi-pagi udah mesra aja '' goda sang kakek


Mayra dan Rayan menunduk malu karena ucapan kakek, '' eh kakek udah bangun '' sapa Rayan


'' kakek sudah dari tadi disini, kamu saja yang tidak tahu, ayo kita sarapan ''


ajak lelaki tua itu pada keduanya.


'' baiklah kek '' sahut Mayra dan Rayan bersamaan


'' wah kelihatannya kalian berjodoh '' ujar kakek sebelum meninggal Mayra dan Rayan yang masih menunduk malu.


'' ayo bibik masak banyak hari ini, kakek tidak akan sanggup menghabiskan nya sendiri ''


Rayan pun menarik tangan Mayra menyusul kakek yang sudah berjalan lebih dulu.


Mayra pun mengikuti langkah Rayan yang sedikit tergesa '' Rayan... pelan-pelan dong, nanti kalo aku jatuh gimana ''


'' eh maaf Mayra '' seru Rayan melepaskan tangannya dari genggaman Mayra


'' ayo kita susul kakek,''


'' hem... '' sahut Mayra mengangguk, ia merasa geli sendiri saat melihat perlakuan Rayan terhadap nya, namun tak bisa Mayra pungkiri beberapa bulan ini melalui kebersamaan dengan Rayan membuat dirinya nyaman.


💃💃💃


Pagi ini Aldo sudah siap untuk berangkat ke kantor, Soni pun sudah siap dibalik kemudinya menunggu kedatangan bos nya itu.


Aldo menaiki mobilnya, '' selamat pagi bos '' sapa Soni


'' pagi Soni '' sahut Aldo singkat


Soni pun tak banyak lagi bertanya ia langsung melajukan kendaraannya untuk segera sampai dikantor.


'' bagaimana hubungan Mayra dan Rayan '' tanya nya namun pandangan tetap lurus ke depan, pikiran Aldo kini tengah merangkai kata yang tepat untuk ia sampai kan pada Mayra nanti.


'' ehmmm sejauh ini Mayra dan Rayan hanya berteman bos tidak lebih, namun tidak dipungkiri bahwa mereka semakin dekat '' ujar Soni


'' bagus lah kalau begitu '' Soni merasa bingung dengan sikap Aldo, bukankah seharusnya Aldo merasa cemburu mendengar kedekatan Mayra dengan pria lain namun Soni hanya bisa menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan Aldo yg saat ini justru tampak acuh bahkan tidak peduli dengan mayra.


wajar saja karena Soni tidak mengetahui bahwa Aldo sudah memiliki kekasih bahkan hampir bertunangan.

__ADS_1


Aldo sengaja menyimpan rapat-rapat masalah pribadi nya, tentang rencana ia akan bertunangan pun hanya kedua keluarga saja yang tahu.


ia tidak ingin Mayra terluka karena mengetahui hal itu dari mulut orang lain.


tapi untuk jujur pada Mayra pun ia belum siap hingga terus saja bersembunyi menghindar dari mayra.


sesampainya dikantor Aldo menghela nafas panjang untuk menyiapkan dirinya. jujur ia juga meras sakit saat Mayra tahu tentang kebenaran ini, namun ia tidak punya pilihan lain.


'' ayo bos '' ajak Soni saat sudah membuka pintu namun Aldo masih saja diam


tanpa menyahuti Soni Aldo pun keluar dari mobil lalu melangkah masuk ke dalam gedung yang sudah beberapa bulan ini ia tinggalkan.


semua karyawan terkejut dengan kedatangan Aldo karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa ia akan datang hari ini.


mereka menyapa hormat Aldo pun hanya mengangguk menjawab nya.


Aldo tidak melihat Mayra hari ini ia sedikit lega namun juga bertanya-tanya kemana Mayra.


sesampainya diruangan Aldo langsung saja bertanya pada Soni, '' dimana Mayra ''


tanyanya singkat


'' mungkin saja ia belum datang bos, karena semalam ia mendadak tidak enak badan ''


'' tidak enak badan?, kenapa kamu tidak memberi tahu ku ''


'' bukan kah bos sendiri yang meminta untuk tidak menyampaikan apa pun yang terkait Mayra, ada apa bos dulu anda tidak seperti ini '' tanya Soni akhirnya


'' ah.... sudah lah tinggalkan aku sendiri '' ujar Aldo sedikit frustasi


Soni pun tak banyak bicara ia langsung meninggalkan ruangan itu, Soni pun pergi dengan sedikit kesal melihat kelakuan bos nya itu.


'' gadis sebaik Mayra anda sia-sia kan bos, bahkan sampai saat ini ia enggan menerima Rayan padahal ia lelaki baik dan sangat cocok untuk Mayra '' gumam Soni kesal


setelah Soni memasuki ruangan nya ia mengambil ponselnya, saat baru saja ia membuka ponsel nya Soni melihat ada panggilan masuk dari mayra dan beberapa pesan.


Soni pun membaca pesan tersebut disan Mayra mengatakan ingin meminta cuti selama satu minggu ke depan karena keadaan yang belum pulih.


'' untuk apa Mayra meminta cuti selama ini, apakah ia sakit parah '' ujar Soni bingung


'' aku harus tanyakan hal ini pada Rayan, ia pasti tahu karena ia yang mengantar Mayra pulang semalam '' gumam Soni sedikit khawatir, karena sudah beberapa bulan ini mereka selalu menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


dari sana juga Soni bisa menilai bahwa Rayan memiliki perasaan khusus terhadap mayra.


__ADS_2