Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
kerumah Riko


__ADS_3

Setelah jam pelajaran usai Aldo berniat untuk menemui Genta dan Didi yang beda kelas dengan nya.


mayra tak sengaja memperhatikan Aldo yang terlihat buru-buru pun merasa heran, '' ada apa dengan dia, kelihatannya buru-buru sekali '' ucap Mayra


'' kamu ngelihatin siapa mayra... '' tanya Dewi teman sebangkunya


'' ah ga kok, aku ga lihat siapa-siapa'' elak mayra, namun terlambat karena Dewi sudah tahu kemana arah tatapan mata mayra.


Dewi pun berinisiatif untuk memanggil aldo, '' Aldo... kamu mau kemana '' tanya Dewi sambil melambaikan tangannya


Aldo menoleh melihat Dewi yang memanggilnya. '' ada apa '' tanya nya singkat.


'' gw tidak ada apa-apa, Mayra ingin memanggil mu '' sebut Dewi tiba-tiba merasa kaku saat melihat tatapan mata Aldo yang tajam.


Aldo menautkan alisnya heran, padahal semalam Mayra jelas-jelas mengatakan jangan mendekati dia lagi tapi kali ini Mayra manggilnya.


'' ada apa dengan nya '' batin Aldo bingung


'' kamu apaan sih Dewi '' kata Mayra sambil menepuk bahu teman sebangkunya itu.


'' hehe maaf mayra... '' sebut Dewi cengengesan


'' ada apa '' tanya Aldo lagi karena ia ingin segera menemui Genta dan Didi, tapi ia juga ingin tahu ada apa Mayra memanggil dirinya.


'' ah itu kamu mau kemana kok kelihatan nya buru-buru sekali '' tanya Mayra pada akhirnya. jujur ia juga merasa bersalah karena bersikap seperti itu kepada Aldo semalam.


namun Mayra bukan tidak mau berteman dengan Aldo ia hanya ingin menjaga dirinya dari yang namanya laki-laki.


karena ia masih ingat saat ayah nya dulu berkhianat kepada ibunya. walaupun akhirnya ibu dan ayahnya sudah saling memaafkan namun tetap saja Mayra merasa trauma dengan kejadian itu.


Aldo mematung disana mendengar Mayra berbicara kepadanya, Mayra yang tidak mendapatkan jawaban pun menghampiri aldo.


namun saat Mayra baru sampai didepan Aldo, Ririn juga akan melewati pintu tersebut. Ririn sengaja mendorong tubuh Mayra agar ia jatuh dan mencium lantai.


diluar dugaan Ririn Aldo dengan sigap langsung menangkap tubuh Mayra yang hampir saja terjatuh.


'' sial '' batin Ririn


''ups... maaf aku sengaja '' ucap Ririn sambil berlalu meninggalkan Aldo dan mayra.


'' dasar cewek ga ada adab '' teriak Mayra saat ia sudah berdiri tegak kembali.


Ririn yang mendengar umpatan dari Mayra pun menghentikan langkahnya dan berbalik.


'' apa kamu bilang hah..! ga tau adab"


seru Ririn sambil mengepalkan kedua tangannya


" memang benar kan " tantang Mayra lagi


" kamu sudah berani nantanggin aku ya '' sebut Ririn mendekati.ayra dan berniat menampar nya.


baru saja Ririn akan melayang kan tangan nya, Mayra sudah menangkap nya terlebih dahulu.

__ADS_1


hingga Ririn merasa sakit dipergelangan tangan nya. '' lepasin tangan gue '' bentak Ririn


Mayra lun melepaskan pegangannya dari tangan Ririn, dengan sengaja Mayra mendorong kuat.


hingga Ririn hampir saja terjatuh jika tak ada dinding menahan tubuhnya.


''ups.... maaf sengaja '' balas mayra dan langsung menarik tangan Aldo meninggalkan kelas.


Aldo pun hanya bisa mengikuti langkah mayra.


Dewi tertawa melihat wajah Ririn yang merah padam menahan malu karena sebagian siswa masih berada didalam kelas tersebut.


'' awas kamu Mayra '' batin Ririn lalu keluar dari kelas untuk menemui dua sahabat nya yang berbeda kelas dengan nya.


'' Mayra sampai kapan kamu menarik tangan ku, apa kamu ga malu dilihatin sama anak-anak '' sebut Aldo


Mayra baru sadar ternyata dari tadi ia memegangi tangan Aldo hingga kini mereka berdua berada diparkiran kampus.


Mayra lun langsung melepaskan tangannya dari tangan Aldo '' maaf, maaf kan aku '' sebut Mayra sungkan


'' tidak masalah, ya sudah sekarang kamu mau kemana '' tanya Aldo


'' o iya tadi aku kan nanya kamu mau kemana, sekarang kok malah kamu yang nanya '' sebut Mayra balik


'' aku rencana nya mau kerumah Riko ingin melihat keadaan nya ''


'' kerumah riko?, memangnya dia kenapa ?'' tanya Mayra beruntun


'' oo begitu, aku boleh ikut ga '' entah mengapa Mayra juga penasaran kenapa si garsek Riko tidak masuk hari ini


'' boleh, tentu boleh aku hubungi Genta dulu ya''


'' ada apa dengan Mayra sepertinya ia khawatir, apa dia juga suka sama Riko '' batin Aldo sambil menelpon Genta.


sementara Mayra tak menyadari jika Aldo tengah memperhatikan dirinya.


Aldo pun menyudahi panggilan nya karena Genta dan Didi tak bisa ikut, mendadak mereka ada kelas tambahan.


Genta hanya mengirimkan alamat rumah Riko agar Aldo bisa pergi duluan dan mereka akan menyusul nanti nya.


'' Mayra apa kamu beneran mau ikut kerumah Riko '' tanya Aldo


Mayra berbalik melihat Aldo karena sedari tadi Mayra hanya memperhatikan sisi parkiran ia takut jika tiba-tiba Ririn kembali menyerang nya. '' eh iya kenapa Aldo '' tanya Mayra


'' Didi dan Genta tidak bisa ikut bersama dengan kita, apa kamu beneran ikut kerumah Riko '' tanya Aldo


'' tidak masalah, kamu tahu kan dimana rumah Riko '' sahut Mayra


'' aku juga belum pernah kesana, tapi Genta sudah mengirimkan alamatnya, nih '' sebut Aldo sambil menunjuk kan ponsel nya pada mayra.


Mayra melihat alamat tersebut, setelah Mayra melihat alamat tersebut. ia merasa tidak asing dengan alamat ini. '' seperti nya aku kenal alamat ini, walaupun nomor rumahnya berbeda sih '' seru Mayra


'' oh ya, memangnya alamat siapa '' tanya Aldo

__ADS_1


'' tapi mungkin hanya kebetulan, kita lihat saja nanti jika benar ini alamat rumahnya Riko berarti dia tinggal di kompleks yang sama dengan mama Rina '' sebut Mayra pada akhirnya.


'' siapa mama Rina '' tanya Aldo lagi


'' udah ah! kok jadi ngobrol gini ayo berangkat!." ajak Mayra


'' maaf, baiklah '' Aldo menaiki motornya begitu juga mayra naik dibelakang.


Aldo melajukan motornya membelah jalanan yang lumayan padat di jam seperti ini.


saat lampu merah menyala Mayra mengambil ponselnya didalam tas untuk mengabarkan ibunya bahwa ia akan menjenguk Riko hari ini.


tak menunggu lama lampu hijau pun menyala dan diiringi dengan lampu kuning yang berarti sudah aman untuk melanjutkan perjalanan kembali.


setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit karena jalanan yang cukup macet akhirnya Aldo dan Mayra memasuki sebuah perumahan yang lumayan elite.


Aldo memarkir kendaraan dipinggir jalan '' Mayra kamu tolong perhatikan nomor rumahnya ya'' pinta Aldo


'' ok baiklah '' sahut Mayra


Aldo kembali menjalankan motor nya dengan perlahan. Mayra melihat rumah yang pernah ia tinggali dulu bersama keluarga nya, yang tidak lain adalah rumah Rina istri kedua dari almarhum ayahnya.


rumah itu terlihat sepi mungkin kedua adik dan mama Rina sedang tidak ada dirumah pikir mayra.


tak jauh dari rumah itu mereka pun sampai dirumah riko, hanya berjarak empat rumah saja.


'' Aldo berhenti didepan gerbang rumah tersebut, ia mengecek kembali alamat yang dikirim oleh Genta tadi.


'' Aldo apa kita sudah sampai '' tanya Mayra heran karena Aldo tak menyuruhnya untuk turun ataupun Aldo terus menjalankan motor nya.


'' seperti nya kita udah sampai, yuk kita turun '' ajak Aldo mematikan motor nya.


Mayra pun turun dari motor tersebut lalu menghampiri gerbang rumah tersebut.


'' aku tekan bel ya '' seru Mayra


Aldo pun mengangguk mengiyakan.


Mayra menekan bel itu beberapa kali namun belum juga ada yang membuka pintu.


akhirnya mereka menunggu sebentar hingga ada seorang keluar dari rumah seperti nya dia penjaga keamanan dirumah ini.


'' kalian mau cari siapa dek'' tanya pa satpam tersebut


'' apa benar ini rumah Riko pak '' tanya Aldo


'' benar, ada perlu apa ya? den Riko nya sedang istirahat '' sebut penjaga itu.


'' kami teman kampus Riko pak mau bertemu riko, tapi karena ia sedang istirahat sebaiknya lain kali saja '' sebut Aldo merasa tidak enak


'' kalian tunggu dulu sebentar saya akan tanyakan dulu pada nyonya apa ia mengijinkan kalian bertemu dengan Riko '' sebut satpam itu merasa tak tega, karena pasti mereka sudah jauh-jauh datang kemari karena sebelumnya ia tidak pernah melihat Mayra dan Aldo datang kesini.


bersambung dulu ya..... 💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2