
Riko tergeletak pingsan dikamar nya tidak ada yang tahu dengan keadaan nya saat ini.
hingga suara Silvia terdengar memanggil dari luar, '' riko... kamu sudah minum obatnya belum '' tanya Silvia dari luar kamar
Silvia menunggu sejenak didepan pintu pintu kamar tersebut. namun ia tidak mendapatkan jawaban dari putra nya.
'' apa dia dikamar mandi ya... '' gumam nya
'' ah lebih baik aku pastikan saja, apa dia sudah meminum obatnya apa belum '' ujarnya Sam membuka pintu kamar itu
baru saja Silvia ingin memanggil Riko ia terkejut melihat sang anak yang tergeletak dilantai dengan wajah yang pucat.
'' riko... '' teriak Silvia histeris hingga mengagetkan sang suami yang baru saja menaiki tangga ingin menyusu Silvia kekamar putranya itu.
'' ada apa, kenapa Silvia berteriak begitu pada Riko '' ucap nya sambil mempercepat langkahnya.
ia baru saja pulang dari kantor dan menanyakan keberadaan sang istri pada Nani art nya.
art mengatakan jika Silvia berada dikamar putranya, niat hati ia ingin memberi tahu Silvia bahwa ada kabar baik tentang pengobatan putra nya itu.
Silvia terus saja menangis sambil memangku kepala Riko dipaha nya '' Riko, bangun nak... kenapa kamu jadi seperti ini '' ucap Silvia menagis hingga ia tidak tahu apa yang harus ia perbuat.
Arga memasuki kamar putra nya dan melihat keadaan ang istri dan putranya yang tergeletak dilantai kamar.
'' sayang apa yang terjadi '' tanyanya berlari menghampiri mereka
''pa... Riko pingsan pa, ayo bantu dia pa '' sahut Silvia menagis
'' biar papa angkat ma, kami cepat suruh sopir siapkan mobil '' sebut Arga sambil mengangkat tubuh putranya.
Silvia berlari kebawah memanggil sang sopir untuk menyiapkan mobil.
setelah memastikan posisi Riko aman pak abdi pun menjalankan mobilnya. sedangkan Silvia menelpon dokter yang menangani Riko, memberi tahu kan keadaan Riko saat ini.
Arga memangku Kepala Riko dipaha nya dan air matanya jatuh saat melihat kondisi Riko yang lemah saat ini.
'' bangun sayang, papa sudah menemukan tempat pengobatan yang baik untuk kamu, kamu harus kuat nak '' ucap nya lirih
__ADS_1
'' pa.. mama sudah hubungi dokter untuk menangani Riko ''
''iya ma, kita harus kuat agar Riko juga bisa melewati ini '' seru Arga mengusap wajah istrinya
'' iya pa.. '' mereka pun saling menggenggam tangan untuk saling menguatkan.
pak abdi hanya berdoa dalam hati untuk kesehatan anak majikannya itu.
ia sangat tahu keadaan Riko selama ini, karena ia sudah bekerja sangat lama dikeluarga Ferdinand.
dirumah Mayra
'' kakak kamu kenapa, kok kelihatannya tegang gitu '' tanya Maya saat memasuki kamar
'' tidak ada apa-apa bu,, aku hanya menunggu kabar dari riko, karena dari tadi aku coba hubungi tapi ga bisa ''
'' ya sudah kamu duduk dulu, mungkin nak Riko sedang sibuk '' ujar Maya menenangkan Mayra
'' baiklah bu... mungkin benar yang ibu katakan, mungkin saat ini ia tengah bersiap karena besok Riko akan pergi '' kata Mayra pelan
entah mengapa ia merasa tidak rela melepaskan kepergian Riko.
Maya hanya mengusap punggung putrinya dengan lembut.
''sayang... jujur sama ibu, apa kamu mencintai Riko '' selidik Maya
mayra menatap sendu wajah ibunya '' entahlah bu..., aku juga tidak tahu apa yang aku rasakan, tapi aku tidak rela saat ia mengatakan ingin pergi meninggalkan negara ini '' ujar Mayra lemah
'' coba kamu tanya hati kamu, pasti kamu akan menemukan jawabannya '' ucap Maya mencoba meyakinkan mayra.
Mayra mengangguk lemah kepada ibunya.
hati nya merasa kehilangan saat Riko mengatakan akan pergi dan ia juga merasa sakit karena Riko hanya mengambil keputusan sepihak tanpa memikirkan dirinya.
'' ibu keluar ya nak, mau siapkan makan malam, kamu pikirkan lagi baik-baik jangan sampai keputusan yang kamu ambil membuat kamu menyesal nantinya '' Maya lun keluar dari kamar memberi ruang untuk putrinya tersebut.
Mayra sudah dewasa ia pasti tahu tentang apa yang baik untuk nya tugas Maya hanya sebagai pendukung disini dan keputusan harus Mayra lah yang mengambilnya.
__ADS_1
'' ada apa dengan ku, kenapa aku merasa kehilangan seperti ini, apa aku mencintai Riko '' batin Mayra bertanya-tanya.
'' sebelumnya aku tidak pernah takut seperti ini, tapi saat mendengar ia akan pergi kenapa aku tidak rela padahal dia hanya ingin melanjutkan studinya, apa ini wajar '' Mayra terus saja bertanya-tanya dalam hati nya mencari jawaban atas perasaannya saat ini.
sementara itu dirumah sakit
'' bagaimana dengan keadaan anak saya dok... '' tanya Arga pada dokter keluarga yang biasa menangani Riko
dokter diam sejenak mencoba menyusun kalimat untuk ia sampaikan kepada kedua orang tua Riko.
'' kondisi pasien sangat lemah, kenapa kalian tidak membawanya lebih cepat sekarang peralatan kesehatan sudah sangat canggih dan mungkin saja ia bisa cepat sembuh jika ditangani lebih cepat '' jelas dokter tersebut
'' maafkan kami dok, tapi putra kami sangat sulit untuk dibawa ke rumah sakit bahkan untuk mengonsumsi obat-obatan saja ia sangat susah diingat kan. dan ini terjadi pasti karena dia tidak meminum obatnya tepat waktu '' sahut Silvia
'' lalu bagaimana jalan selanjutnya dokter, saya mohon bantuannya untuk Riko '' ujar Arga
'' baiklah setelah semua nya normal saya akan buat surat rujukan ke luar negeri, disana ada teman saya yang ahli dalam penyakit yang diderita putra bapak, saya akan minta dia langsung yang menangani nya nanti.''
'' apakah anak saya bisa disembuhkan '' tanya Silvia, karena sudah sangat banyak tempat yang ia datangi namun tidak satupun membuahkan hasil.
semua hanya bisa menunda saja.
'' ibuk bersabar lah, biar kan dia berusaha untuk sembuh, saya yakin jika anak ibu memiliki keinginan yang kuat untuk sembuh ia akan melewati masa sulitnya '' ucap dokter itu dan berpamitan kepada kedua orang tua Riko
'' apa yang dikatakan oleh dokter itu ada benarnya ma, sekarang kita berdoa saja agar kondisi Riko segera pulih dan kita bisa membawanya keluar negeri untuk menjalani pengobatan disana.'' ujar Arga menenangkan istri nya
'' baiklah pa..'' mereka berdua pun duduk dikursi ruang tunggu rumah sakit itu.
tiba-tiba ponsel Silvia berdering, ia melihat nomor yang tertera disana adalah nomor rumah.
'' ada apa dirumah hingga bibik menelpon '' kata Silvia bingung
'' angkat saja ma, siapa tahu ada yang penting ''
Silvia pun menjawab panggilan tersebut, sang bibik mengatakan bahwa ponsel Riko terus saja berdering dan yang menghubungi nya adalah orang yang sama.
bibik mengatakan jika si penelpon bernama mayra, Silvia langsung tersentak saat mendengar nama Mayra ia ingat betul jika Riko sangat mengangumi gadis itu.
__ADS_1
Silvia langsung berpikir cepat untuk membawa Mayra kerumah sakit, siapa tahu dengan kehadiran Mayra bisa membuat Riko semangat untuk sembuh.
Silvia sedikit tersenyum membayangkan rencananya.