
Mayra terus saja berlari meninggalkan hotel tempat pertemuan tersebut ia mengabaikan Rayan yang memanggil nya.
Mayra tidak ingin Rayan tahu tentang dirinya dan Riko dan keadaan dirinya saat ini. pertemuan nya dengan Riko kembali membuka luka lama yang sudah ia tutup rapat-rapat.
baru saja ia mulai bisa menata hati dan kehidupan, setelah Aldo juga meninggalkan dirinya seperti Riko.
tapi kini takdir seolah masih ingin menguji dia di luka yang sama, sesampainya diluar Mayra bersembunyi dibalik pohon besar.
'' kenapa, kenapa kita harus bertemu saat ini Riko? aku benci, aku benci kamu. aku benci kalian '' air mata Mayra tak bisa ia bendung lagi hatinya terasa sangat sakit saat mengingat kedua lelaki yang pernah mengucapkan janji terhadap nya.
Mayra terduduk di rerumputan tersebut sambil menutup wajahnya, '' ibu bawa aku ibu, aku tidak sanggup sendiri disini '' ucap Mayra kembali dalam tangisnya
Rayan mengedarkan pandangannya keseluruhan taman hotel tersebut namun ia tidak melihat Mayra dimana pun. '' kenapa dengan mayra, dan kemana lagi dia, cepat sekali ia berlari '' gumam Rayan
Mayra mengusap kasar wajah nya ia tidak ingin Rayan melihat nya dalam keadaan seperti ini, karena lelaki itu pasti akan terus mendesak nya untuk memberi tahu keadaan yang sebenarnya dan Mayra tidak ingin Rayan tahu tentang masa lalu nya.
'' aku harus segera pulang sebelum Rayan melihat ku '' Mayra pun meraih ponselnya untuk memesan taksi online dari ponselnya.
Rayan pun hanya bisa kembali masuk karena ia tidak melihat keberadaan Mayra di taman hotel tersebut.
'' ah aku lupa bawa kunci lagi '' ujar Rayan
Mayra mengintip dari balik pohon memastikan bahwa Rayan tidak mengikuti dia lagi.
'' ah syukurlah dia sudah masuk, aku tunggu didepan saja agar Rayan tidak melihat ku nanti '' Mayra pun berjalan keluar dari taman hotel tersebut.
setelah sampai Mayra berdiri sebentar menunggu taksi online yang sudah ia pesan, '' aduh kok lama banget jangan sampai Rayan menyusul ku '' Mayra berpikir jika Rayan sedang mengambil mobilnya yang ada diparkiran hotel tersebut.
Mayra kembali mengecek ponselnya melihat taksi yang sudah ia pesan, namun terlambat dugaan Mayra ternyata benar, Rayan datang dan langsung parkir didepan Mayra berdiri tegak saat ini.
Mayra mematung ia berusaha sekuat tenaga untuk menyembunyikan kesedihannya saat ini.
Rayan turun dari mobil lalu menghampiri Mayra yang masih berdiri tanpa berkedip melihat nya.
'' Mayra ayo aku antar kamu pulang, tidak baik kamu berdiri disini. bukankah kamu lagi tidak enak badan, lagian disini panas banget aku tidak mau kamu kenapa Napa nanti nya '' ucap Rayan tanpa jeda, karena memang ia sangat khawatir melihat keadaan Mayra saat ini.
mata Mayra yang sedikit memerah bisa jelas terlihat bahwa ia baru saja menangis namun Rayan berpura tidak tahu, ia yakin Mayra punya alasan sendiri dan Rayan tidak ingin memaksa Mayra untuk rasa ingin tahunya.
__ADS_1
' eh Rayan kenapa kamu menyusul ku '' ujar Mayra sedikit parau karena habis menangis
'' aku sangat khawatir terhadap mu, ayo masuk biar aku antar pulang ''
Rayan tak mau menunggu jawaban Mayra ia segera saja menarik tangan Mayra dan menyuruh Mayra masuk ke mobil setelah ia membuka pintu mobil terlebih dahulu.
Mayra tak bisa menolak lagi ia pasrah mengikuti apa yang dilakukan oleh Rayan, lelaki yang sudah beberapa bulan ini selalu menghibur dan menemani dirinya.
'' kamu mau aku antar kerumah sakit atau langsung pulang '' tanya Rayan saat ia sudah duduk dibalik kemudinya
'' aku mau pulang ''
'' baiklah jika itu yang kamu mau ''
sepanjang perjalanan Mayra tak buka suara, begitu juga dengan Rayan ia tahu ada sesuatu yang Mayra sembunyikan dari nya.
tiba di lampu merah mobil yang dikendarai oleh Rayan pun berhenti, seorang pengamen menghampiri mobil yang dikendarai oleh Rayan.
pengamen itu pun meminta izin untuk bernyanyi Rayan mengangguk memberi jawaban nya.
andai kau merasakan sakit yang kau berikan kepada ku
andai yang kau lakukan dapat ku kembalikan kepada mu.....
ku pastikan dirimu lebih rapuh dari ku....
namun ku tak ingin lukai hati mu.....
lirik lagu yang dibawakan oleh pengamen tersebut seakan mewakili hati Mayra saat ini.
tanpa sengaja Mayra meneteskan air matanya kembali, Mayra memalingkan wajahnya agar Rayan tak melihat nya sedang menangis.
tak cukup disitu saat Mayra memalingkan wajahnya ia melihat Aldo bersama seorang wanita didalam mobil, tampak wanita itu tengah mencubit pipi Aldo dan Aldo pun tersenyum saat wanita itu melakukan hal tersebut.
'' aldo... '' ucap Mayra pelan namun Rayan dapat mendengar nya
nama yang tidak asing bagi Rayan, '' ada apa Mayra '' tanya Rayan
__ADS_1
'' itu '' ujar Mayra menunjuk kepada mobil yang ditumpangi oleh Aldo
'' apakah dia Aldo '' tanya Rayan
'' iya benar, dia adalah Aldo, tapi siapa wanita itu '' ucap Mayra lirih
'' Rayan bawa aku pergi, aku tidak ingin pulang '' pinta Mayra
'' baiklah '' sahut Rayan, Rayan berpikir akan membawa mayra bertemu dengan kakek nya, ia yakin itu akan membantu Mayra saat ini.
Mayra tetap menatap Aldo dengan sendu, bukannya tak rela melihat Aldo bahagia namun ia merasa sakit saat Aldo tak memberi kabar yang jelas padanya.
hingga ia cukup lama merasa kan luka dan menunggu Aldo dengan kabar yang tidak jelas.
'' Rayan kenapa mereka tega terhadap ku, apa salah ku '' ucap Mayra lirih, karena sudah tak bisa menahan sesak di dadanya
'' Mayra bersabar lah aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan orang yang bisa membuat mu bahagia ''
'' aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi Rayan, aku seorang diri, aku berharap banyak pada mereka ''
'' tidak mayra kamu tidak sendirian, kamu masih memiliki kakek '' ujar Rayan pada akhirnya, ia tak tahan melihat Mayra bersedih
'' kakek... '' Mayra seketika berhenti menangis lalu menatap serius pada Rayan
'' iya, kalau kamu mau aku akan membawa mu untuk menemui beliau sekarang juga ''
hati Mayra menghangat saat mendengar perkataan Rayan, ia sangat merindukan orang-orang terdekat nya, terlebih selama ini ia hanya mendengar tentang kakek nya dari sang ibu tanpa pernah bertemu sekali pun.
'' apa kamu tidak berbohong ''
'' tentu saja tidak, Mayra sebenarnya aku adalah orang yang ditugaskan kakek untuk selalu mengawasi kamu dan menjaga mu '' ucap Rayan jujur
'' kamu tenang ya, cerita nya panjang nanti setelah bertemu kakek kamu akan tahu semua nya ''
berbagai pertanyaan muncul dibenak Mayra namun ia berusaha menahan nya seperti permintaan Rayan, mobil Rayan melesat cepat agar tidak terlalu malam sampai di rumah kakek.
tak ada lagi suara Mayra hanya menatap lurus, begitu juga dengan Rayan ia tahu mayra butuh waktu dan ia tidak ingin menganggu Mayra saat ini.
__ADS_1
Rayan fokus pada kemudi nya dalam hati ia senang karena Mayra mau mendengarkan penjelasan nya nanti dirumah kakek.