
Waktu berjalan begitu cepat hari ini sudah hampir tiga pekan Mayra bekerja disini. tidak ada kesulitan yang dilalui oleh Mayra dan Dewi dalam bekerja.
mereka selalu bisa mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik, atasan mereka cukup puas dengan hasilnya.
ini murni hasil kerja Mayra tanpa campur tangan Aldo pun Mayra bisa menunjukkan potensi nya di bidang yang ia dapatkan dikantor ini.
Riko tetap berkunjung saat makan siang seperti biasa nya mereka selalu menyempatkan makan siang bersama.
walaupun terkadang Aldo lebih sering absen karena harus meeting diluar kantor dengan klayen nya.
seperti siang ini Mayra, Dewi dan Riko hanya makan siang bertiga dengan candaan yang diberikan oleh Riko setiap harinya Mayra merasa dekat dengan Riko.
'' mayra besok kita jalan yuk.. '' kata Riko setelah selesai makan
'' jalan,? kemana...?'' tanya Mayra
'' kemana aja, asalkan sama kamu '' ucap nya merayu
Mayra sudah biasa mendapatkan perlakuan seperti ini dari Riko jadi ia sudah tidak heran lagi.
Mayra berpikir sejenak, besok memang hari libur, sebenarnya ia juga jenuh dengan rutinitas sehari-hari nya.
namun ia tidak ada waktu untuk berlibur dan jalan-jalan seperti kata Riko.
Riko yang tak mendapat jawaban dari Mayra pun, berusaha terus membujuk nya. '' oh... ayolah Mayra aku ingin sekali menghabiskan waktu dengan mu besok '' ucap nya memelas
melihat Riko yang sudah seperti ini Mayra pun tidak tega untuk menolak nya. '' baiklah... tapi jangan terlalu jauh ya... '' ucap mayra mengabulkan permintaan Riko dengan syarat
'' oke, kamu tidak usah takut, aku janji '' seru Riko senang
karena dipekan berikutnya Riko akan pergi keluar negeri untuk mencoba pengobatan disana.
entah mengapa ia merasa takut tidak bisa kembali kesini dan bertemu lagi dengan mayra.
Mayra menatap Riko yang tengah melamun, seperti menyimpan ketakutan. Mayra dapat melihat raut wajah riko saat ini.
'' riko... kamu kenapa? kok melamun '' tanya Mayra
Riko masih belum mendengar suara mayra.
'' ada apa dengan Riko kenapa tiba-tiba dia diam '' tanya dewi heran
'' entahlah, dia juga tidak menyahut saat aku tanya '' Mayra
'' Riko, Riko...'' kali ini Mayra memberanikan diri untuk memegang tangan Riko
__ADS_1
Riko yang merasakan sentuhan lembut Mayra pun tersentak dari pikirannya.
'' eh iya ada apa Mayra ??'' tanyanya
'' kamu kenapa sedih begitu, aku kan sudah memenuhi permintaan kamu, harus nya kamu senang dong '' Mayra
'' ah iya maaf, '' ucap Riko
'' kamu lagi ada masalah apa,? cerita ke kita dong '' Dewi
'' ga, ga ada apa-apa kok, beneran aku ga ada masalah apa-apa. ''riko
'' ya sudah kita masuk lagi ya, jam istirahat sudah mau habis ni '' Mayra pun bangkit dari duduknya lalu mengusap bahu Riko untuk memberikan dukungan.
Mayra tahu jika Riko sedang tidak ingin bercerita mungkin ini masalah pribadi nya dan Mayra tidak ingin memaksa Riko untuk memberi tahu nya.
'' kamu harus tetap semangat ya, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk mu '' kata Mayra sebelum pergi.
sedangkan Dewi sudah melangkah lebih dulu.
'' terimakasih ra... '' sahut riko, ia pun menatap punggung Mayra yang mulai menjauh.
'' aku pasti akan merindukan saat seperti ini besok ra... entah sampai kapan aku disana, yang pasti aku sangat ingin untuk sembuh dan bisa bersama kamu terus ra... '' batin Riko sendu
tidak satupun sahabat nya tahu bahwa Riko saat ini tengah melawan penyakitnya, yang sudah lama ia rasakan.
namun ia tidak punya pilihan lain selain itu.
setelah menguatkan hatinya Riko pun meninggalkan kantin itu, sebelum pergi ia menatap setiap sudut kantor tersebut yang menjadi saksi kedekatan nya dengan Mayra selama beberapa pekan terakhir.
'' hah.. entah kapan aku bisa kembali lagi kesini '' batin nya tersenyum miring.
tak mau berlama-lama ia pun segera menelepon sang supir untuk menjemput nya.
karena belakangan ini keadaan nya sedikit menurun Riko selalu diantar oleh supir pribadinya yang sudah disiapkan oleh mama nya.
Riko hanya diizinkan untuk bertemu dengan Mayra setelah itu ia kembali pulang untuk istirahat.
diluar kantor Aldo dan Soni masih sibuk membahas proyek nya bersama beberapa rekan bisnis yang ada.
Aldo tampak luas menyampaikan semua ide nya. bahkan beberapa rekan bisnis nya pun memuji kinerja Aldo yang membuat nya puas.
'' wah anda sangat cepat belajar tuan aldo, tidak jauh beda dengan orang tua anda tuan kemal '' sebut Heru salah satu rekan bisnisnya
'' terimakasih tuan, anda berlebihan saya masih dalam tahap belajar '' sahut Aldo sopan
__ADS_1
sikap Aldo seperti ini lah yang sangat disukai oleh mereka selain cakap dalam bekerja Aldo juga memiliki kesopanan yang cukup tinggi terhadap rekan bisnisnya.
diantara mereka sudah seusia dengan orang tuanya, karena itu juga Aldo selalu bersikap baik dan sopan.
walaupun begitu Aldo tidak segan untuk menindak jika ada yang bermain didalam perusahaan nya.
seperti pekan kemarin Mayra menemukan penyelewengan dana perusahaan. yang digunakan tapi tidak memiliki cukup surat keterangan kemana saja uang itu digunakan.
dengan kerja keras Mayra dan Dewi barulah bisa diusut kemana dana itu digunakan.
dan yang lebih mengejutkan lagi pelaku ini sudah lama melakukan nya. dan sama sekali tidak ada yang mengetahui nya.
karena mereka memang bekerja sama semua dan turut andil dalam bidang mereka masing-masing.
hingga aldo langsung saja memecat penghianat tersebut dan tetap memberikan kompensasi atas pengabdian nya selama ini.
karena tanpa itu Aldo yakin tidak akan ada lagi perusahaan yang mau menerima nya untuk bekerja.
begitulah jika sudah mendapat nama buruk dan keluar dari perusahaan besar itu, maka tidak akan ada lagi yang mau menerima nya untuk bekerja diperusahaan.
rapat tersebut telah usai kini mereka tengah menikmati makan siang dan berbincang ringan satu sama lain.
'' Soni setelah ini apa masih ada jadwal lain '' tanya Aldo berbisik pada Soni
Soni melihat tablet nya sejenak untuk memastikan jadwal Aldo hari ini.
'' tidak ada Aldo, kita bisa kembali kekantor setelah makan siang ini selesai. '' ucap Soni memberi tahu kan Aldo
'' hemm.. baiklah, sekarang kamu ayo duduk disini kita makan bersama '' ajak Aldo
Soni tampak sungkan untuk duduk disamping bos nya itu, namun Aldo tetap memaksa nya.
setelah selesai makan dan bersalaman dengan para rekan bisnisnya, Aldo pun meninggalkan restoran tersebut.
ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah Mayra karena sudah dari pagi ia meninggalkan kantor.
tadi Riko sempat mengirim kan foto saat mereka makan siang di kantin kantor.
Aldo hanya bisa melihat wajah Mayra dari layar ponselnya siang ini. karena kesibukannya dan Mayra membuat Aldo jarang bisa menikmati waktu bersama dengan mayra.
sementara Riko terus melebarkan sayapnya untuk mengambil hati mayra.
Mayra sendiri juga sudah nyaman bersama Riko saat ini, tidak ada lagi batasan diantara mereka seperti semasa kuliah dulu.
bagi Mayra Riko dan Aldo adalah teman dekatnya saat ini sama seperti Dewi.
__ADS_1
sepanjang jalan Aldo tersenyum membayangkan ia akan bertemu dengan mayra, rasa rindunya sudah sangat besar.
terimakasih sudah mampir....