Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
66


__ADS_3

Setelah mengambil keputusan Mayra pun berpamitan pada teman sekantor nya, terutama Dewi ia sangat berat berpisah dengan sahabat nya itu.


'' kalo kamu ada waktu main ya kerumah '' ucap Dewi


'' ok aku akan kabari kamu nanti '' sahut mayra melerai pelukan nya.


Aldo pun telah menunggu Mayra untuk mengantarkan ia pulang ke kost nya.


'' Aldo kamu yakin ga ada yang marah nanti kalo kamu ngantar Aku ''


'' kamu tidak perlu khawatir, ''


'' baiklah yuk kita jalan, sebelum sore ''


Aldo pun menyalakan mobilnya lalu meninggalkan gedung tersebut.


Mayra melambaikan tangan nya pada Dewi yang masih terus melihat kepergian nya.


jujur Mayra berat keluar dari sini namun ia juga tidak ingin masa lalunya menghantui.


didalam mobil Mayra dan Aldo sudah bisa bersikap normal seperti keadaan mereka dulu, sesekali Aldo menggoda Mayra menanyakan hubungan nya dengan Rayan.


Mayra tak mau menanggapi ia hanya tersenyum dan selalu menghindar untuk menjawab pertanyaan yang Aldo berikan.


tiba-tiba mobil Aldo berhenti saat lampu merah menyala.


'' mayra... itu Mayra kan lalu ia dengan siapa '' gumam lelaki itu yang tak lain adalah Rayan yang kebetulan juga berada di lampu merah.


Rayan terus memperhatikan Mayra yang sedang tertawa lepas, ia seakan tak rela saat melihat Mayra dengan seorang lelaki.


'' hemmm jadi ini alasan kamu tidak mau menerima ku, baiklah kalau ia bisa membuat kamu bahagia aku akan mundur '' gumam Rayan menahan gejolak hati nya, ia meremas kuat-kuat setir mobil tersebut.


menyalurkan emosi yang ia rasakan.


lampu hijau pun menyala, Aldo kembali menjalankan mobilnya, sementara Rayan hanya berjalan dibelakang mereka.


Rayan hanya ingin memastikan dengan siapa Mayra dimobil tersebut, hingga Mayra bisa tertawa begitu lepas.


tak butuh waktu lama mobil Aldo memasuki halaman kost nya mayra.


Rayan berhenti dari kejauhan ia hanya memantau saja, namu ia tidak bisa melihat wajah lelaki itu karena Aldo tak ikut turun dari mobilnya.


'' da... terimakasih ya '' ujar Mayra sambil melambaikan tangan nya


Aldo pun tersenyum dan kembali melajukan mobilnya. sementara Mayra langsung masuk ke kost nya, Mayra memutuskan ia akan pulang kerumah kakek nya hari ini juga.


Mayra berpikir lebih cepat lebih baik ia tidak ingin bertemu kembali dengan Riko.

__ADS_1


'' aku harus cepat berkemas, jika aku masih di kota ini tidak pasti aku akan bertemu dengan Riko lagi '' ujar Mayra mulai menyusun pakaiannya.


tak butuh waktu lama Mayra pun telah siap dengan beberapa barang bawaannya.


'' hah... akhirnya siap juga, sekarang aku harus telpon kakek '' Mayra pun menghubungi kakek nya dan mengatakan akan berkunjung, nanti setelah disana Mayra akan menyampaikan kepada kakeknya ia tidak ingin membuat kakeknya khawatir akan kepulangan nya.


...****************...


Rayan memutuskan untuk pulang kerumah sang kakek, ia ingin menenangkan dirinya disana.


Rayan yang mengunakan mobil sendiri lebih dulu sampai dibandingkan mayra.


sesampainya disana Rayan lebih memilih masuk kekamar nya tanpa menemui kakek terlebih dahulu, hingga kakek tidak tahu akan kedatangan nya.


tak berselang lama Mayra pun sampai disana bibik membantu membawa barang Mayra kekamar nya.


'' bik dimana kakek ''


'' tuan sedang ada acara di desa sebelah nak Mayra mungkin sebentar lagi juga datang ''


'' bik, itu didepan kok ada mobil Rayan ya, apa dia disini ''


'' iya nak, dia juga baru datang, tapi dia kelihatan sedih gitu nak... ''


'' sedih? emang sedih kenapa bik? ''


'' oh ya udah bik, aku mau mandi dulu nanti biar aku samperin Rayan nya ''


'' baik nak, bibik mau siapkan makan malam dulu ya ''


'' baik bik. makasih ya ni udah bantu aku bawain koper nya ''


'' sama-sama nak ... ''


Mayra pun kembali masuk kekamar nya untuk membersihkan tubuhnya, ia ingin tahu apa yang membuat Rayan seperti itu.


skip...


dimeja makan


'' may... kapan kamu datang '' tanya Rayan terkejut saat melihat Mayra juga ada dirumah kakek


'' ga jauh beda sama kamu, kamu sendiri ngapain kesini ''


'' hemmm aku... aku.. ''


'' ya udah makan dulu, aku udah lapar banget ni '' ujar Mayra mengusap perut nya .

__ADS_1


'' oh ya udah ''


mereka berdua pun makan dalam keadaan hening Mayra merasa heran dengan sikap Rayan seolah berusaha menjaga jarak dari nya.


namun Mayra tidak ambil pusing, mungkin Rayan sedang ada masalah, begitu lah pemikiran mayra.


selesai makan mereka duduk diruang keluarga sambil menonton televisi, sesekali Mayra melihat Rayan namun Rayan tetap acuh terhadap nya.


hingga Mayra buka suara karena ia tak tahan melihat Rayan bersikap dingin terhadap nya .


'' Rayan ada apa sih,? cerita dong sama aku ''


'' ga, ga ada apa-apa kok. aku baik-baik aja '' sahut Rayan


'' ih kamu ini kenapa sih, ko diemin aku, salah aku apa, apa ini ada hubungannya dengan yang semalam '' selidik Mayra lagi


'' tidak ada apa-apa , aku kan udah bilang aku baik-baik saja '' ujar Rayan dengan nada sedikit tinggi hingga membuat Mayra terkejut.


setelah itu Rayan pergi dari sana meninggalkan Mayra yang masih terpaku akan perubahan sikap Rayan .


kejadian itu dilihat oleh kakek, lelaki tua itu heran melihat sikap Rayan, selama ini ia tidak pernah melihat Rayan seperti itu .


beliau pun menghampiri Mayra yang masih terdiam , tampak jelas rasa kecewa tergambar diwajahnya.


'' Mayra kamu sudah lama sampai '' tanyanya lembut


Mayra pun tersentak dari lamunannya '' kakek sudah pulang ...'' sahut Mayra tanpa menjawab pertanyaan kakeknya, Mayra merubah raut wajahnya agar sang kakek tidak tahu apa yang ia rasakan .


namun ia salah kakek bahkan melihat apa yang baru saja ia alami .


'' duduk lah disini, cerita kan pada kakek, apa yang membuat mu sedih hemm'' ujar kakek sambil menepuk sofa nya


Mayra pun segera duduk di samping kakek nya '' tidak ada apa-apa kek, Mayra hanya kelelahan '' ucap nya menutupi


'' kakek akan mendengarkan kamu , jadi jangan lagi menyembunyikan apapun dari kakek, kamu paham ''


'' baik kek..., tapi Mayra mau istirahat dulu, besok saja kita membahas nya ya kek... '' kata Mayra memelas


'' kamu persis seperti ibu mu selalu menyimpan semua nya sendiri '' ucap lelaki paruh baya itu sambil mencubit pipi cucunya


'' ampun kek... '' ujar Mayra memegangi pipinya


'' Baiklah, karena tadi kamu bilang mau istirahat, pergilah.!! tapi janji besok kamu harus kasih tahu kakek hal apa yang membuat kamu bersedih ''


'' siap kek, Mayra kekamar dulu ya kek.., kakek juga harus istirahat. tidak baik untuk kesehatan kakek kalo tidur larut malam '' ujarnya sebelum meninggalkan ruang keluarga


sang kakek hanya mengangguk dan tersenyum menyahuti cuci perempuan nya itu .

__ADS_1


'' kamu lihat maya, dia persis sekali seperti mu, papa janji akan membuat Mayra bahagia, ini janji papa pada mu nak... maafkan kesalahan papa '' sebut lelaki tua itu sambil menyeka air matanya dengan sapu tangan yang ia keluar dari saku celananya .


__ADS_2