Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
72


__ADS_3

Banyak tamu yang menyaksikan keributan antara Ririn dan Meri namun Riko hanya acuh seolah ia tak mengenal dua wanita itu.


kejadian itu juga dilihat oleh Mayra dan Rayan yang sedang berbincang dengan mami Aldo.


'' ada apa itu kenapa ribut-ribut '' tanya Silvia


'' aku juga tidak tahu mami, ayo kita hampiri mereka '' ajak Mayra


'' sebaiknya mami memanggil petugas keamanan, kamu bersama nak Rayan duluan ya '' kata Silvia


Mayra dan Rayan pun mendekati asal suara keributan, yang mana sudah banyak yang menonton keributan itu.


bukannya melerai keduanya tapi mereka malah asik menikmati keributan yang terjadi.


Mayra pun berusaha mencari celah diantara para tamu yang sedang melihat.


hingga akhirnya ia terkejut saat melihat kedua gadis itu sudah tak berbentuk, rambut mereka acak-acakan serta makeup mereka pun berantakan.


keanggunan mereka telah luntur akibat ulah mereka sendiri.


Mayra dapat melihat Riko yang sedang duduk santai sambil menikmati hidangan dan menyaksikan perseteruan kedua gadis itu, tampak juga ada dua gadis yang berusaha melerai keduanya namun tenaga gadis itu tidak sebanding dengan kedua nya.


hingga kedua gadis itu pun pasrah dan tak ingin lagi mendekati keduanya.


'' bukankah gadis itu adalah yang bersama Riko tadi, lalu dengan siapa ia ribut? dan kenapa juga Riko membiarkan keduanya? '' banyak pertanyaan yang muncul dipikiran Mayra namun ia masih ragu untuk menghampiri.


Mayra berpikir jika wanita yang berdua tadi saja tidak bisa mengatasi nya apalagi dirinya sendiri.

__ADS_1


'' may... kamu ga usah terlalu dekat melihat mereka, karena bahaya '' ucap Rayan saat sudah sampai di samping mayra. ia sangat khawatir saat tak menemukan Mayra ditengah kerumunan.


hingga ia memaksa masuk kedalam kerumunan itu untuk menemukan mayra.


tamu undangan yang tadinya duduk dikursi mereka kini malah berdiri dan berkerumun melihat keributan yang dibuat oleh Ririn dan Meri.


'' aku baik-baik saja Ray... kamu tidak perlu khawatir '' sahut Mayra ia seakan lupa akan jarak yang sempat ia ciptakan terhadap Rayan. begitu juga dengan Rayan karena khawatir ia lupa bahwa sudah beberapa waktu ini menjaga jarak dengan mayra.


tak lama kemudian datang Silvia bersama pihak keamanan untuk membawa biang keributan itu keluar dari acara anaknya.


melihat petugas keamanan para tamu yang tengah hadir pun memberi jalan untuk dapat mengamankan kedua gadis itu.


'' bapak, ibu tu undangan yang saya hormati mohon kembali ketempat duduknya masing-masing ya, saya mewakili keluarga mohon maaf atas kejadian ini '' sebut Silvia


para tamu itu pun satu persatu meninggalkan kerumunan dan kembali duduk dikursi mereka masing-masing.


'' tapi saya tidak bersalah pak, '' protes Meri


'' saya juga tidak bersalah pak, dia duluan yang menjambak rambut saya pak'' bela Ririn


namun pihak keamanan tidak mendengar kan nya ia tetap membawa Ririn dan Meri untuk bertanggung jawab atas segala keributan yang mereka buat.


'' kalian pikir ini pasar, bisa berbuat seenaknya '' omel salah satu petugas keamanan


'' bukan saya yang mulai pak, saya cuma membela diri '' ucap Ririn


'' sudah tidak usah banyak komentar, ayo cepat jalan '' sanggah petugas itu kembali

__ADS_1


dengan langkah kesal keduanya berjalan, tujuan Ririn untuk mengerjai Mayra malah berujung dirinya yang dibawa oleh petugas keamanan.


Riko akhirnya bernafas lega karena bisa tenang tanpa kehadiran Meri disampingnya.


sekilas ia menatap Mayra yang berada tak jauh darinya, Riko pun tersenyum pada Mayra.


Mayra hanya diam dan tak juga membalas senyum hangat yang diberikan oleh Riko.


'' apakah aku terlalu menyakiti kamu ra... benar apa yang dikatakan Aldo aku harus bisa ikhlas untuk melihat kamu bahagia '' batin Riko


'' may... kamu sama kakek tidak usah pulang ya, menginap saja di apartemen ku '' ujar Rayan


'' tidak perlu repot-repot Rayan, aku dan kakek diantar sopir kok '' sahut Mayra menolak permintaan Rayan


'' tapi kamu dan kakek akan kemalaman sampai dirumah '' bujuk Rayan lagi


Mayra diam aja tak mau menanggapi Rayan ia teringat akan sikap Rayan belakangan ini yang menjaga jarak dengan nya.


'' may... maafkan aku, beberapa waktu belakangan ini aku bersikap tidak baik terhadap mu maafkan aku may...'' pinta nya tiba-tiba karena ia merasa bersalah akan sikap nya itu.


'' tidak masalah Ray ... aku sudah terbiasa disakiti '' sahut nya singkat tapi membuat Rayan tak nyaman


'' may... aku begini juga ada sebabnya, kamu harus tahu itu, waktu itu aku melihat kamu diantar oleh seorang pria, dan kamu bisa tertawa lepas dengan nya.


Sementara dengan ku kamu tidak pernah seperti itu, aku berpikir itu adalah kekasih mu.


makanya aku menjauhi kamu, aku sakit may... sakit karena aku ga rela melihat kamu sama lelaki lain, aku mencintaimu Mayra ka.u tahu itu '' ungkap Rayan jujur, hati nya terasa lega karena sudah melepas beban hati yang selama ini ia simpan.

__ADS_1


Mayra hanya terdiam mendengar perkataan Rayan, ia mencoba mengingat kembali kejadian yang diungkapkan Rayan, kejadian membuat sikap Rayan berubah terhadap nya hingga saat ini.


__ADS_2