Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
73


__ADS_3

Setelah acara usai kakek memutuskan untuk menginap di apartemen Rayan, Mayra tidak bisa menolak keinginan kakeknya itu.


karena ia juga tidak tega melihat kakek yang kelelahan. jika harus pulang kerumah kakek malam ini juga, karena jarak tempuh yang mencapai hampir tiga jam lebih diperjalanan.


Rayan pun pulang bersama mereka, sementara Rozi mengurus Ririn saudara sepupunya yang ditahan oleh pihak keamanan hotel.


sedangkan Meri dibiarkan saja oleh Riko, hingga ia akhirnya ia pun dibebaskan atas pertolongan Aldo.


'' terimakasih Aldo, saya adalah calon istri Riko. tapi kamu lihat sendiri kan dia malah meninggalkan ku disini '' ujar Meri


'' aku membebaskan mu, bukan karena kamu kekasih nya Riko. alasan aku membebaskan kamu karena memang acara telah usai dan Riko juga sudah pulang dari tadi '' sahut Aldo dingin, ia tidak suka saat Meri mengakui memiliki hubungan seperti itu dengan Riko.


karena Aldo berpikir wanita ini lah yang menyebabkan Mayra begitu lama menunggu Riko tanpa sebab.


Meri terdiam mendengar perkataan Aldo, ia tak tahu lagi harus bicara apa.


akhirnya Aldo pun meninggalkan Meri disana tanpa berpamitan.


'' cih sombong sekali dia '' umpat Meri. setelah memastikan Aldo pergi Meri pun berjalan keluar dari hotel tersebut.


sambil menunggu taksi ia terus menghubungi Riko namun ia tidak juga mendapatkan jawaban.


taksi pun datang beruntung Meri masih memiliki salinan alamat rumah Riko.


'' kamu perlakukan aku seenaknya saja Riko, siapa sih gadis yang masih ia cintai hingga saat ini. aku harus cari tahu siapa dia dan akan membuat perhitungan dengan nya '' batin Meri kesal


di apartemen Rayan


'' Mayra... Rayan duduk sini '' panggil kakek pada keduanya


Rayan yang akan memasuki kamar nya pun mengurungkan niatnya, ia menghampiri kakek begitu juga dengan Mayra.


saat keduanya sudah duduk dihadapan kakek, kakek pun buka suara '' ada sesuatu yang harus kakek sampai kan dan kakek harap kalian mau memenuhi permintaan kakek '' ucap nya serius

__ADS_1


'' namun jika kalian keberatan dengan permintaan kakek kalian boleh menolak nya ''


'' permintaan apa kek, mungkin aku bisa menerima nya dan aku tidak akan membuat kakek kecewa '' sahut Rayan


'' iya kek, Mayra akan berusaha memenuhi permintaan kakek itu '' timpal Mayra


sebelum menyampaikan keinginannya kakek terlebih dahulu menghela nafasnya dan memperbaiki letak kacamatanya.


Mayra dan Rayan merasa tegang melihat raut wajah kakek yang berbeda kali ini.


'' kakek harus menyampaikan ini pada kalian, jika tidak kakek tidak akan bisa pergi dengan tenang nanti nya '' kata sang kakek tegas


'' kakek... kenapa kakek bicara seperti itu '' tanya Mayra sedih, karena hanya kakek yang ia miliki sebagai keluarga dan Mayra belum siap untuk kehilangan lagi.


'' sayang... cepat atau lambat kakek pasti akan meninggalkan kamu dan sebelum kakek pergi kakek ingin ada seseorang yang menjaga kamu dan menyayangi kamu dengan ikhlas.


jika kakek belum menemukan lelaki itu untuk mu maka kakek tidak akan bisa pergi dengan tenang '' ucap nya sambil mengusap rambut Mayra


Rayan menatap Mayra perasaan tak enak tiba-tiba muncul ia takut kakek akan mencari kan jodoh untuk Mayra.


Mayra juga terkejut dengan ucapan kakeknya yang tiba-tiba saja membahas tentang pendamping hidup nya.


'' kakek..., kenapa tiba-tiba kakek membahas hal ini '' tanya Mayra akhirnya


'' kapan lagi Mayra, kakek sudah semakin tua, dulu kakek tidak menyaksikan pernikahan ibu mu, tapi kali ini kakek tidak ingin melewatkan kesempatan untuk melihat kamu menikah dan kakek juga ingin mengendong cicit kakek nanti nya jika yang Kuasa masih memberi kakek umur panjang '' ucap kakek panjang lebar, membuat Mayra tak tega melihat kesedihan yang tergambar diwajahnya.


'' baiklah kek... Mayra akan terima permintaan kakek '' ucap nya tulus, karena Mayra juga tak memiliki lelaki yang bisa ia ajak untuk berkomitmen.


mendengar penuturan Mayra membuat Rayan meradang, ia seakan tak rela jika Mayra akan menikah dengan lelaki lain.


melihat Mayra dengan seorang lelaki saja sudah membuat nya terbakar cemburu, apalagi melihat Mayra menikah dengan orang lain entah bagaimana ia bisa menjalani kehidupan setelah itu, tak dapat Rayan bayangkan.


kakek dapat melihat raut wajah Rayan yang berubah tiba-tiba, lelaki tua itu tersenyum penuh arti, ia sengaja ingin memancing Rayan menguji apa yang akan dilakukan Rayan saat mendengar ia akan mencari kan pendamping hidup untuk mayra.

__ADS_1


'' bagaimana pendapat mu Rayan??'' tanyanya tiba-tiba membuka Rayan tersentak dari lamunannya.


'' aku tidak rela kek '' jawab Rayan refleks


'' maksud kamu '' tanya kakek mengulum senyumnya.


Mayra turut tersenyum saat mendengar penuturan singkat Rayan, hatinya menghangat saat mendengar Rayan mengatakan tidak rela.


Mayra bisa menyimpulkan sendiri arti ucapan itu.


'' ah begini kek '' Rayan sedikit tergagap namun akhirnya ia mengakui perasaannya pada Mayra selama ini.


dan ia juga siap jika kakek meminta nya untuk menikahi gadis yang sudah mengisi hatinya itu.


'' Alhamdulillah ... akhirnya kakek menemukan lelaki yang tepat untuk mendampingi kamu sayang, kakek tanya padamu nak apa kamu mau menerima Rayan sebagai pendamping kamu '' tanya kakek pada cucunya itu, Mayra menunda malu, ia hanya sanggup mengangguk pertanyaan kakeknya itu.


'' Alhamdulillah .... akhirnya '' ucap syukur Rayan sambil bersujud, ia tidak menyangka bahwa Mayra akan menerima dirinya sebagai pendamping hidup nya padahal Mayra pernah menolaknya untuk menjadi pacarnya.


'' tapi may... aku masih penasaran siapa lelaki yang bersama mu waktu itu, hingga membuat kamu bisa tertawa lepas seperti itu, sedangkan dengan ku kamu tidak pernah seperti itu '' tanya Rayan, karena sudah cukup lama ia menyimpan rasa penasaran nya itu.


Mayra tergelak mendengar pertanyaan Rayan, kini ia sadar apa yang membuat Rayan menjaga jarak dengan nya beberapa waktu ini.


'' kamu mau tahu banget atau mau tahu aja??? '' goda Mayra, dengan sikap Rayan ia bisa menilai jika lelaki didepannya itu sangat lah mencintai dirinya.


'' ayo dong may... '' desak Rayan tak sabar


sementara kakek hanya tersenyum melihat tingkah laku keduanya. beliau bersyukur bisa menyaksikan kejadian ini.


'' iya... iya kamu ga sabar banget sih, lelaki itu adalah Aldo apa kamu tidak kenal dengan nya. dia adalah sahabat ku, sekaligus saudara ku. karena sejak aku kehilangan ibu dan adik-adik ku, keluarga Aldo selalu ada untuk ku '' kata Mayra menjelaskan


'' Aldo... bukankah dia lelaki yang ... '' ucap Rayan menggantung saat ingat siapa Aldo dan ia juga mengetahui hubungan Mayra dan Aldo saat itu.


dia bisa bernafas lega karena saingan berat nya telah menikah.

__ADS_1


spontan ia melompat girang karena senang dan bahagia karena impiannya untuk memiliki Mayra seutuhnya akan terwujud.


__ADS_2