
waktu terus berjalan sudah sepekan Riko menjalani pengobatan, namun ia belum juga memberi kabar kepada mayra.
'' Riko kamu kenapa tidak memberi kabar, bagaimana dengan pengobatan mu... dan bagaimana keadaan mu saat ini '' tanya Mayra dalam hatinya, saat ini ia sedang berbaring di ranjang nya sambil menatap langit-langit kamarnya yang berwarna abu-abu.
tiba-tiba suara pesan masuk berbunyi di ponsel mayra, ia segera bangkit dari tidurnya berharap itu kabar dari riko.
sebelum membuka ponselnya Mayra berdoa terlebih dahulu ia berharap ini adalah kabar dari riko.
dan benar saja, saat Mayra membuka ponselnya itu adalah pesan singkat dari Riko '' Hay gadis ku... kamu apa kabar, maaf aku baru memberi kabar. pengobatan ku berjalan dengan baik, kamu tidak perlu khawatir dan jaga diri mu ya... '' itu lah isi pesan dari Riko.
meski hanya mendapatkan pesan singkat Mayra sudah cukup senang, ditambah lagi pengobatan Riko berjalan lancar. itu artinya tidak lama lagi Riko akan segera pulang.
'' Alhamdulillah... semoga kamu cepat pulih dan kembali ke sini '' batin Mayra sambil tersenyum dan mengusap pesan tersebut.
Maura pun meletakkan kembali ponselnya diatas malas lalu berbaring kembali untuk tidur.
malam ini ia bisa tidur dengan tenang karena sudah mendapat kabar dari riko.
tak lama Mayra telah tertidur lelap sambil memeluk guling nya.
Maya yang baru masuk pun terkejut saat melihat putrinya sudah tertidur nyenyak. '' syukurlah kamu sudah tidur nak, ibu tahu kamu pasti lelah. maafkan ibu sudah membuat kamu menjadi tulang punggung keluarga kita nak'' ucap Maya sambil mengusap air matanya yang jatuh.
dirumah Aldo ✨
Aldo hanya terus berguling kekiri dan ke kanan ia tidak bisa tidur memikirkan siapa sebenarnya kekasih mayra, karena sudah hampir sepekan ini, orang suruhan Soni belum juga mendapatkan titik terang.
sempat terlintas dipikiran Aldo jika Mayra berpacaran dengan riko, namun sudah sepekan ini Riko tidak pernah menemui Maura sama sekali.
'' ah... sebenarnya siapa yang dimaksud Mayra waktu itu. i
tidak mungkin aku salah dengar kan? ''ujar Aldo
'' apa sebaiknya aku tanyakan saja langsung pada mayra, agar aku tidak penasaran lagi. tapi apa aku siap menerima kenyataan pahit itu '' aldo semakin kalut dengan pikirannya ia menutup wajahnya dengan bantal agar bisa tidur.
malam panjang berlalu, pagi pun menyapa makhluk bumi.
pagi ini Aldo sudah siap dengan pakaian kantor nya, ia juga sudah menyiapkan hati untuk menanyakan langsung pada mayra.
'' aku harus siap, aku tidak lemah '' ucap nya menyemangati dirinya
'' pagi mami, papi '' sapa Aldo saat sampai di meja makan
'' pagi sayang.'' sahut keduanya
'' bagaimana perkembangan kantor nak, apa kamu menemukan kesulitan ''
'' sampai saat ini masih bisa aku hendel Pi, jika nantinya aku kesulitan aku akan minta tolong sama papi ''
'' bagus kalau begitu, berarti anak papi sudah bisa memimpin perusahaan '' puji nya
__ADS_1
'' pagi semua '' sapa serli saat sampai di meja makan
'' kamu itu ya dek, bikin kaget aja ''
'' ya... kak Aldo masih muda udah kagetan, papi sama mami aja ga kaget''
'' udah...ayo sarapan, nanti kamu terlambat lagi '' kata Gina menengahi keduanya
mereka pun melanjutkan sarapan pagi bersama, setelah selesai Aldo pun bersiap untuk kekantor, begitu juga serli.
setiap paginya Aldo selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan serli kesekolah nya.
'' da mami, papi '' ucap serli dari jendela mobilnya
'' kalian hati-hati ya.''
Aldo hanya mengangguk menjawab maminya.
'' kak... kenapa tuh muka kelihatan nya suntuk banget''
'' hanya masalah pekerjaan...'' sahut Aldo cuek
'' kakak pasti bohong, pasti masalah perempuan ya kak...''
citttt.... tiba-tiba Aldo merem mobilnya mendadak mendengar perkataan adik perempuan nya itu.
'' maaf-maaf, kakak ga sengaja'' ucapnya merasa bersalah
'' kakak kenapa sih, ko tiba-tiba ngerem mendadak gitu '' sungut serli sambil terus mengusap jidatnya
'' hemmm, kamu kok bisa tahu kalo kakak mikirin perempuan,'' tanya Aldo bingung
'' ya tahu lah kak, dari wajah kakak tu udah ketara banget ''
Aldo meraba wajahnya dan berkaca di spion mobilnya, apa benar yang dikatakan oleh adiknya itu.
'' aduh kak, ga usah ngaca juga kali, yang tahu itu orang yang ngeliat kakak, bukan kakak. jadi percuma aja kakak ngaca sampe kapan pun ''
'' oh gitu''
'' emang kakak ada masalah apa sih, cerita ke aku kak, siapa tahu aku bisa bantu ''
'' ah tahu apa kamu, kamu tuh masih kecil, udah ayo kita jalan lagi, dahi kamu udah ga apa-apa kan''
'' lihat ni, sampe merah gini, sakit tahu''
'' ya udah maafin kakak ya...'' ucap Aldo sambil mengusap rambut serli
'' iya, aku maafin, tapi wajah kakak jangan ditekuk lagi ya... jelek tahu ''
__ADS_1
Aldo hanya tersenyum menanggapi sang adik, ia kembali melajukan kendaraannya.
'' aku harus bisa kontrol, benar apa yang dikatakan serli '' batin Aldo
serli turun dari mobil kakaknya dan melambaikan tangan nya kepada aldo.
tanpa Aldo sadari Mayra melihat kejadian itu, '' Lo itu kan mobilnya pak bos, kenapa Aldo yang bawa ya '' batin mayra, ia saat ini berada didalam angkot yang baru saja menurunkan kedua adiknya disekolah yang sama dengan serli.
banyak pertanyaan yang muncul dikepala mayra, karena setahunya aldo hanya mengunakan motor kemana pun ia pergi.
'' ah nanti saja dikantor aku tanyakan'' batin Mayra
sesampainya dikantor Aldo memarkir mobilnya diparkiran khusus direktur perusahaan tersebut.
lalu ia turun dan berniat pergi keruang Mayra dulu untuk menanyakan hal yang menjadi beban pikiran nya beberapa hari terakhir.
sesampainya diloby Aldo terkejut saat melihat Mayra yang sudah menunggu nya dan melambaikan tangan pada nya.
'' ada apa, apa ada hal penting yang ingin disampaikan Mayra hingga dia memanggilku '' batin Aldo sambil berjalan ke arah Mayra
'' pagi Mayra, ada apa '' tanya Aldo
'' heh... itu..., tadi aku lihat kamu bawa mobil pak direktur utama, tapi dimana dia kok ga bareng kamu ''
'' hah... '' tanya Aldo kaget
'' kok kamu kaget gitu sih ''
'' ga..., aku cuma bingung aja dari mana kamu tahu kalau aku bawa mobilnya pak direktur utama ''
'' tadi tu aku lihat kamu, lagi nurunin seorang gadis, kebetulan adik aku juga sekolah disana ''
'' oh itu, gadis yang kamu maksud itu adik ku, nama nya serli ''
'' oh adik mu juga sekolah disana ya ''
'' iya..., ya untuk yuk masuk '' ajak Aldo mengalihkan
'' hey tunggu dulu, kamu belum jawab aku '' kata Mayra mengikuti langkah Aldo yang menuntun nya
'' aku semalam pinjam mobil pak Soni, karena ada keperluan'' ucap Aldo sambil terus berjalan
'' oh jadi gitu, ''
'' lihat tuh, makin hari makin mesra aja mereka '' bisik para karyawan
'' iya, ya mereka cocok banget '' sahutnya lagi
Aldo dan Mayra tak ambil pusing mereka terus saja berjalan menuju ruangan Mayra
__ADS_1