
Mayra mengusap air matanya, ia tidak ingin membuat Rayan khawatir akan keadaan nya saat ini.
'' kamu tidak apa-apa mayra... dan kalau boleh aku tahu siapa dia? ''
Mayra mengangguk menjawab pertanyaan Rayan, ia berdiri lalu menatap keluar jendela ditengah keramaian lalu lintas yang berlalu lalang namun Mayra merasa dirinya sepi.
dalam artian hatinya lah yang merasa sepi dan tiada yang menemani nya, saat seperti ini Mayra hanya bisa berandai-andai jika saja ibunya masih hidup mungkin ia tidak akan merasa sakit seperti ini.
melihat kebisuan Mayra akhirnya Rayan pun merasa sungkan untuk bertanya lebih lanjut.
'' Mayra jika kamu tidak ingin bercerita tidak usah dipaksa, namun jika kamu ingin berbagi luka itu padaku maka aku akan berusaha untuk mengobati nya. '' ujarnya sambil menatap teduh gadis yang sudah mengisi hati nya.
Mayra berbalik melihat Rayan yang sedang menatap nya, kekhawatiran jelas terlihat di wajah Rayan.
Mayra pun mendekat dan duduk berhadapan dengan Rayan.
'' Rayan... maafkan aku atas ucapan ku tadi ''
'' ucapan yang mana Mayra... ??'' tanyanya bingung
'' tadi... eummm... itu, aku mengatakan kebohongan tentang hubungan kita '' sebut Mayra akhirnya
'' oh... aku tidak keberatan, apa lagi jika itu beneran aku akan sangat senang '' ujar Rayan sedikit tersenyum
Mayra tergelak mendengar perkataan Rayan, laki-laki ini selalu membuat hati Mayra berbunga entah itu hanya untuk menghibur atau isi hati Rayan sesungguhnya Mayra pun tak tahu.
__ADS_1
'' apa yang kamu harapkan dari wanita seperti aku Rayan, dulu mereka juga seperti itu terhadap ku, namun saat aku berusaha membuka hati, mereka.alah pergi meninggalkan janji nya untuk ku. dan tidak pernah memberi kejelasan kepada ku.
dan sekarang ia datang lagi mengatakan bahwa ia masih mencintai ku, huhhg aku tidak tahu wanita seperti apa aku ini dimatanya hingga ia bisa berbuat seenaknya terhadap ku.
tapi aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku tidak akan menerima Riko kembali, hah....'' Mayra menghela nafas panjang setelah menumpahkan isi hatinya
'' maskud kamu lelaki yang tadi,!! pernah memiliki hubungan dengan mu ?"
"ya..., dia adalah teman satu kampus ku dan disaat kami sudah lulus Riko terus mendekati ku, hingga suatu saat ia sakit dan harus dirujuk keluar negeri untuk mendapatkan pengobatannya, saat Riko akan pergi ia berjanji sepulangnya dari pengobatan, ia akan segera melamar ku.
awalnya semua baik-baik saja, ia terus memberikan kabar. namun seiring waktu ia tidak pernah lagi memberi ku kabar, aku terus saja berusaha sabar.
aku juga mencari nya ke kediaman nya, namun aku tak menemukan apapun disana, tapi bodohnya aku selalu saja menunggu nya, hingga aku kehilangan orang tua dan adik ku.
hingga suatu saat Aldo ingin melamar ku, aku tidak bisa menolak karena mereka selalu ada buat mu selama ini.
aku pun menerima itu, tapi sekali lagi kebahagiaan seolah enggan mendekat dengan ku, malam itu, dimana aku dan Aldo ingin merayakan hari itu, hari dimana aku menerima nya, Aldo mengalami kecelakaan naas.
kecelakaan itu memisahkan aku dan Aldo, aku hanya bertemu dengan nya malam itu, setelah itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan nya.
semua seakan berusaha menghindari ku, aku juga datang kerumahnya namun lagi-lagi aku tidak mendapatkan apa-apa disana.
sama halnya dengan Riko, Aldo juga meninggalkan aku tanpa kabar, jika aku bisa memilih aku lebih baik memilih menjadi sahabat mereka kembali, maka aku tidak akan pernah mengalami hal yang menyakitkan ini '' ujar Mayra sendu, tapi ia merasa lega karena luka yang selama ini ia simpan telah ia tumpahkan dan Rayan dengan setia mendengarkan nya.
'' mayra... mulai hari ini berjanji lah pada ku, kamu akan membuka lembaran baru dan buatlah dirimu bahagia, aku janji akan selalu ada untuk mu '' sebut Rayan sambil menggenggam tangan Mayra
__ADS_1
Mayra pun menatap Rayan, benar apa yang Rayan katakan tidak seharusnya ia larut dalam luka ini, melihat Aldo yang sudah bahagia bersama seorang wanita ditambah lagi Riko yang sudah dijodohkan oleh keluarga nya.
tidak ada gunanya Mayra selalu merasa sakit, ia harus berjuang untuk dirinya, '' terimakasih Rayan, karena kamu selalu ada buat ku, dan aku minta tetap lah seperti ini, apa aku egois Ray... '' ujar Mayra diakhir kalimat nya
karena seolah-olah Mayra memaksakan kehendaknya terhadap Rayan.
Rayan pun tersenyum dengan permintaan Mayra '' apa boleh aku memanggil mu may... aku rasa ini lebih enak didengar, karena kamu juga memanggil ku dengan nama depan ku '' ujar Rayan
'' aku tidak keberatan, siapa tahu dengan begitu bisa membuat ku lebih baik kedepannya '' seru Mayra tersenyum
'' baiklah may... seperti nya kita harus merayakan hari ini, bagaimana kalau kita makan diluar, disini juga tidak ada apa-apa, ngomong-ngomong aku udah lapar banget ni... '' seru Rayan memelas
'' oh iya, aku terlalu larut dengan kesedihan ku, hingga lupa kalau kita belum makan dan ini sudah hampir malam, ya ampun maafkan aku Rayan '' ucap nya merasa bersalah
'' sudah tidak apa-apa, kamu mandi dulu sana biar seger dikit dan enak dipandang, nanti aku akan jemput kamu pukul tujuh ''
'' ok siap... '' seru Mayra sedikit malu karena ia sudah menangis seperti bocah satu hari ini didepan Rayan, beruntung Rayan mau mendengarkan nya.
'' kalo begitu aku pulang dulu, ka.u bersiap lah, dan berdandan lah yang cantik '' bisik Rayan ditelinga Mayra
Mayra hanya bisa mengangguk menyahuti Rayan, ia tidak menyangka jika Rayan bertindak sedekat itu.
Mayra tersipu malu hingga tak sadar jika Rayan sudah keluar dari kamar kost nya.
Rayan merasa mendapat lampu hijau ia akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan mayra.
__ADS_1