Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
rencana aldo


__ADS_3

Seminggu berlalu kini Riko telah aktif kembali di kampus.


seperti saat ini Riko tengah berkumpul dikantin. disana dua sahabatnya Didi dan Genta. mayra, Aldo dan Dewi juga ikut bergabung dikantin.


'' kamu mau pesan apa Mayra '' tanya Riko


'' aku samain aja '' sahut Mayra


'' ok baiklah. '' Aldo pun memanggil pelayan kantin untuk menyampaikan pesanan mereka.


Aldo hanya bisa diam melihat usaha Riko untuk mendekati gadis nya.


'' hey sebentar lagi kita lulus ni kamu mau kerja dimana rencananya '' tanya Riko lagi pada Mayra


'' aku dimana pun mau , asalkan halal '' sahut Mayra


'' kalo aku tawarkan dikantor papa aku mau ga..'' tanya Riko lagi


'' apa tidak merepotkan, aku mau berusaha sendiri lo. '' ucap Mayra, karena ia tidak ingin memanfaatkan kedekatan nya dengan riko. saat ini saja ia sudah menjadi topik hangat dikampus itu. karena berteman dengan Riko mereka menuduh Mayra sengaja mendekati Riko agar bisa memanfaatkan Riko.


Mendengar perkataan Mayra Aldo merasa senang ia akan menawarkan Mayra bekerja diperusahaan milik papi nya. Yoh juga tidak ada yang tahu jika Aldo adalah anak dari perusahaan tersukses.


tapi tentu saja Aldo akan menawarkan pada Mayra dibelakang Riko ia tidak ingin Riko sakit hati padanya. terlebih aldo juga bisa membantu Mayra agar ia terbukti tidak memanfaatkan kedekatan nya dengan riko.


'' ya sudah tidak apa-apa, tapi jika kamu membutuhkan bantuan ku segera kabari aku '' ucap Riko


'' ok siap '' Mayra


'' kamu sendiri mau kemana Aldo '' tanya Mayra


'' aku juga belum tahu, mungkin aku juga akan melamar pekerjaan seperti kamu '' jawab Aldo


'' wah... kita bisa barengan dong '' seru Dewi


'' bisa aja, nanti jika kita udah lulus kita bisa sama-sama cari kerja nya. tapi apa ada perusahaan yang menerima banyak karyawan '' Mayra


'' benar juga ya '' imbuh Dewi


'' jangan panik dulu, kita cari aja dulu. kalo kita bisa diterima di satu perusahaan itu bagus dong '' sebut Aldo yakin, karena ia sudah memikirkan semua itu.


'' benar juga kata Aldo, kita coba aja dulu '' ucap Mayra menimpali


'' semangat '' seru riko


'' semangat '' sahut mereka serempak


sementara dipojok kantin ada yang menatap tak suka pada mereka, siapa lagi kalau bukan kumpulan musuh mayra.


ia sangat tidak suka melihat Mayra yang semakin dekat dengan Riko, lelaki incarannya.


'' huh... kenapa sih Riko lebih suka padanya '' ucap Ririn kesal


'' sabar rin... '' sebut sahabatnya menenangkan Ririn yang terlihat emosi.


'' aku ga boleh kalah sama mayra, pokoknya aku harus dapat kan Riko apapun caranya '' kata Ririn sambil mengepalkan tangannya


jam kuliah telah usai kini Mayra sedang diatas angkutan umum menuju rumahnya.

__ADS_1


meskipun Aldo dan Riko selalu menawarkan untuk mengantarkan nya pulang, tapi Mayra selalu menolaknya.


'' depan pinggir ya pak '' ucap mayra saat sampai didepan rumahnya


'' baik neng '' sahut sopir itu


Mayra membayar ongkos sebelum turun dari angkot tersebut.


setelah memastikan aman barulah Mayra menyebrangi jalan tersebut.


'' sore buk.. '' sapa Mayra pada ibu-ibu yang sedang membawa anak mereka bermain sepeda dihalaman rumah mereka yang bersebelahan dengan rumah Mayra


'' sore nak Mayra '' sahut ibu-ibu tersebut.


Mayra pun masuk ke halaman rumahnya dan memasuki rumahnya.


setelah mengucapkan salam Mayra membuka pintu rumah nya yang tidak terkunci.


'' kakak pulang..'' seru Mayra


'' eh kakak udah pulang '' sapa sang adik fali


'' iya ni, kamu mau kemana dek '' tanya Mayra


'' aku mau kewarung depan kak, mau beli terigu '' jawab fali


'' oh ya udah hati-hati ya..'' Mayra


'' ok kak'' sahut fali sambil mengangkat jempol nya


'' ibu... buat kue nya banyak banget pesanan siapa bu...'' tanya Mayra bingung


'' oh ini pesanan orang tua Riko nak, tadi dia datang kesini lo. ibu juga kaget karena sebelumnya ibu kan ga pernah bertemu dengannya. tapi saat dia bilang dia adalah orang tua Riko ibu baru ingat teman kamu itu '' jelas Maya pada Mayra


'' ya udah kakak mandi bentar ya bu, nanti kakak bantuin ibu '' sebut Mayra dan berlalu kekamar nya


Maya merasa sangat beruntung memiliki anak-anak sangat menyanyangi nya.


'' mas... meskipun kamu tidak ada disini tapi aku senang melihat anak-anak kita tumbuh dengan baik. benar apa kata mu mas aku pasti bisa. aku jadi rindu pada ibuk apa dia merindukan aku juga ya '' gumam maya, karena sudah lama sekali ia tidak pernah mengunjungi rumah ibunya.


Maya mengusap air matanya yang sempat jatuh, agar anak-anak nya tidak mengetahui jika ia menangis.


sesampainya dikamar Mayra menyimpan tas dan bukunya, lalu meraih ponselnya untuk menghubungi riko.


Mayra ingin tahu kenapa mama Riko memesan kue sebanyak itu.


setelah memilih kontak Riko Mayra langsung saja memanggil nya.


'' Mayra ...'' gumam Riko memandangi panggilan di ponselnya, ia tersenyum tipis.


'' iya Mayra, ada apa?'' tanya Riko saat ia sudah menjawab panggilan dari Mayra


'' eh iya, kamu lagi ngapain '' tanya Mayra basa-basi


'' ga ada, aku baru saja sampai dirumah '' jawab Riko


'' oh... gitu, aku mau nanya aja. kamu ada acara apa? kok mama kamu pesan kue nya banyak banget '' ucap Mayra

__ADS_1


'' kue...? '' tanya Riko balik


'' iya, apa kamu ga tahu, kalau mama kamu pesan kue sama ibu ku '' Mayra


'' aku juga ga tahu, nanti aku tanya in mama dulu ya''


'' oh ya udah, ga usah repot-repot, aku tutup dulu ya. aku mau bantuin ibu '' ucap Mayra


'' oh.. baiklah '' riko


'' ada acara apa mama memesan kue dari Mayra '' gumam Riko, lalu ia masuk kedalam rumah untuk menemui mama nya agar bisa menanyakan langsung kepada mama nya.


dirumah Aldo


'' sayang kamu kenapa kok wajahnya ditekuk gitu '' tanya Gina saat melihat Aldo duduk disofa


'' aku bingung mi... '' Aldo


'' bingung kenapa nak...'' Gina


'' sebentar lagi aku kan lulus kuliah, apa aku harus melanjutkan S² ku '' tanya Aldo


'' seharusnya begitu nak, memang masalah apa yang membuat kamu bingung, bukankah jauh hari kita sudah merencanakan ini, dan kamu juga setuju kan '' tanya Gina


'' iya... tapi itu dulu mi, sekarang aku ingin langsung bekerja saja dikantor papi, terserah papi mau menempatkan aku dimana aku siap kok mi'' aku Aldo


'' mama curiga apa yang membuat kamu ingin bekerja dikantor papa, padahal dulu kamu tidak mau '' seru Gina menatap pada putranya itu


'' he.. itu mi, aku... aku hanya ingin mencoba saja ga ada yang lain kok '' sebutnya gugup


'' ayo dong sayang kamu jujur sama mami, pasti mami akan bantu kamu '' gina


mendengar perkataan maminya Aldo berbinar senang. '' beneran mi '' tanyanya antusias


'' iya sayang, ayo katakan apa alasan kamu '' Gina tersenyum melihat tingkah aldo, sangat jarang ia berlaku seperti ini. gina jadi penasaran siapa yang merubah putra nya yang pendiam ini.


'' mami janji akan melakukan apapun untuk kami nak '' batin gina senang


'' itu mi, aku punya teman namanya Mayra dia bilang setelah lulus kuliah nanti akan melamar pekerjaan, dan aku ingin dia bekerja dikantor papi agar aku bisa dekat dengannya '' aku Aldo


'' tapi jangan sampai dia tahu jika aku anak papi ya mi '' sebut Aldo lagi


Gina menyerngit heran dengan ucapan Aldo '' memangnya kenapa kalau dia tahu '' guna


'' kalau dia tahu, maka dia tidak akan mau bekerja diperusahaan papi mi, dia gadis yang berbeda mi '' ucap Aldo sambil tersenyum membayangkan wajah Mayra


Gina bisa menebak jika putra nya saat ini sedang jatuh cinta, tapi siapa gadis yang sedang dibicarakan oleh aldo ia juga belum tahu pasti.


'' wah berarti bagus dong, mami suka gadis yang seperti itu, gadis yang tidak memanfaatkan orang lain '' seru Gina


'' betul banget mami karena itu juga Aldo semakin kagum pada Maura...'' sebut aldo tanpa sadar


'' oh... jadi nama gadis itu Mayra '' sebut papi Aldo yang baru saja masuk, secara tak sengaja ia mendengar percakapan putra nya dan istri nya itu


'' papi...'' seru Aldo dan Gina terkejut


kemal hanya tersenyum melihat keterkejutan putra dan istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2