Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
melepas kepergian Riko


__ADS_3

Pagi sekali Mayra sudah berada di bandara untuk mengantarkan sang kekasih.


'' ra... kamu baik-baik ya... '' pesan Riko yang sedang duduk di kursi roda nya


'' iya, kamu harus semangat, ingat ada aku yang menunggu mu disini '' kata Mayra sambil berjongkok didepan riko.


tidak ada lagi rasa canggung diantara mereka, kedua Keluarga juga sudah sepakat akan melamar Mayra saat pengobatan Riko selesai.


dan Mayra tidak keberatan akan itu, ia justru senang bisa langsung menikah dengan lelaki yang ia cintai.


sebelum ke bandara Mayra tentu memberi kabar terlebih dahulu kepada Aldo.


tak lam menunggu pesawat yang akan dinaiki Riko pun akan segera berangkat. Silvia mendorong kursi roda putranya itu.


Mayra hanya melambaikan tangannya melepaskan kepergian Riko.


tidak ada lagi yang mengganjal Mayra ikhlas melepas kepergian Riko untuk melakukan pengobatan.


dalam hati ia berdoa untuk kesembuhan sang kekasih.


'' sudah jam segini aku harus segera kekantor '' ujar Mayra setelah melihat pesawat Riko lepas landas.


mayra pun berjalan keluar bandara untuk mencari ojek online yang bisa mengantar nya kekantor.


'' hey... maaf aku terlambat '' ujar Mayra pada sahabat nya yang sedang berkutat dengan layar segi empat nya


'' eh, kamu dari mana aja sih, '' sahutnya sambil memutar kursinya


'' itu, hemmm '' mayra merasa malu mengatakannya


'' cie... udah main rahasia aja, seperti abis ketemu pacar aja '' goda Dewi


'' ah kamu ini, udah ayo lanjutkan kerjanya ntar kena marah bos '' kata Mayra memulai menyalakan komputer nya


'' ah kamu ga seru '' ujar Dewi membalik tubuhnya


Aldo yang berada diambang pintu pun bisa mendengar percakapan antara Dewi dan Mayra tersebut.


'' pacar??, sejak kapan Mayra punya pacar, arggg ini semua karena kesibukan ku hingga aku tidak punya waktu untuk bersama mayra. dan sepertinya aku sudah benar-benar terlambat '' batin Aldo kesal dan memutar tubuh nya untuk kembali keruangan nya


sementara itu Riko melewati perjalanan nya dengan tersenyum, ia merasa bersemangat untuk sembuh, karena saat ini ada yang menanti kan kehadiran.


'' aku janji akan pulang secepatnya Mayra '' gumam Aldo sebelum menuju alam mimpinya


Silvia merasa senang melihat semangat yang ada pada putranya. langkah nya untuk membawa Mayra kerumah sakit ternya benar.

__ADS_1


dan tentu saja Silvia akan segera mengikat mayra sebagai menantu nya. selain baik untuk kesehatan anaknya Silvia juga menyukai mayra. gadis sederhana yang mau bekerja keras.


'' mama akan perjuangkan kesehatan dan hubungan kalian nak.. mama senang bisa melihat kami kembali tersenyum '' batin Silvia


Aldo memutar pulpen yang yang ada ditangannya, pikiran nya kini tertuju pada mayra.


ia tidak menyangka kesibukan nya malah membuat nya jauh dari mayra, tujuan awal ia membawa Mayra bekerja dikantor papi nya ternyata tidak terwujud.


'' ah... apa yang harus aku lakukan, aku tidak rela ..., siapa sebenarnya kekasih Mayra itu '' ucap Aldo mengacak rambutnya


Soni bingung melihat keadaan bos nya yang sedikit kacau hari ini.


'' apa kamu lihat-lihat'' bentak Aldo pada Soni


'' eh tidak ada bos, maaf sebelumnya bos ada masalah apa ya, coba ceritakan siapa tahu saya bisa bantu '' kata Soni terbata, ia takut pertanyaan akan membuat situasi hati Aldo semakin buruk


'' memang nya apa yang kamu tahu soal cinta ha... '' ujar Aldo


'' cinta? hemm bos lagi jatuh cinta ya '' tanya Soni kembali


'' aduh... ngomong sama kamu susah banget sih ?'' Aldo semakin kesal karena tidak mendapatkan jawaban yang pas menurut nya.


'' maaf bos, saya sama sekali belum pernah jatuh cinta '' ujar Soni pelan, ia merasa malu karena disaat usia nya yang hampir menginjak kepala tiga tapi belum pernah merasakan punya pacar seperti kebanyakan orang.


'' ya... dikatakan tua, saya sibuk belajar bos, agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. soal wanita mereka pasti datang saat kita sudah mapan '' kata Soni


'' apa coba buktinya, sampe sekarang kamu masih belum menikah, padahal kamu kan sudah termasuk mapan '' ejek Aldo


'' iya juga ya bos '' sahut Soni sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


'' pokonya kamu harus bantu aku, apapun caranya. cari tahu siapa pacar Mayra '' tegas Aldo pada akhirnya


'' baik bos, besok saya akan bayar seseorang untuk menyelidikinya ''


'' nah itu baru ide bagus '' Aldo tersenyum senang setelah mendapat kan solusi atas masalah nya.


'' kalau begitu saya keruangan saya dulu bos '' pamit Soni yang diangguki oleh Aldo


Aldo langsung menyelesaikan tugas yang sudah diberikan oleh soni, siang ini ia berniat mengajak Mayra udah makan siang bersama.


'' argh... akhirnya siap juga, aku akan pergi keruang Mayra dulu sebelum Riko datang '' kata Aldo sambil melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.


'' aku yakin dia belum datang '' gumam Aldo sambil memasuki lift khusus untuk nya.


tak menunggu lama Aldo telah berada diruang Mayra dan dewi. Aldo melihat tidak ada Riko disana.

__ADS_1


'' yes... dugaan ku benar, Riko belum datang, ini adalah kesempatan bagus '' batin Aldo berucap senang


niat hati ingin melupakan mayra namun ia tidak bisa, semakin ia mencoba semakin ia merasa tersiksa akan hal itu.


karena itu juga Aldo bertekad akan terus mendekati mayra, hingga Mayra sendiri lah yang akan memilih siapa yang layak baginya.


'' hey... kalian mau makan siang bareng aku ga '' kata Aldo saat memasuki ruangan itu


'' eh Aldo '' sapa Dewi


'' aldo.. tumben kamu kesini? biasanya kamu sibuk terus, sampe ga ada waktu untuk kita '' ujar Mayra


'' maaf, belakangan si bos banyak pekerjaan diluar, jadi mau ga mau aku harus ikuti ''


'' tapi hari ini aku ga keluar kok, kita makan bareng ya'' ajak Riko


'' wah... aku mau '' ucap Mayra senang


'' kamu Dewi '' tanya Mayra


'' maaf ya, aku seperti nya makan disini aja, tadi aku udah bawa bekal dari rumah '' kata Dewi sambil menunjukkan kotak bekal nya


'' wah, kamu curang dewi, bawa makanan cuma segitu, untung aja Aldo ngajakin makan, kalo tidak bisa kelaparan aku ''


'' hehe maaf...'' ujar Dewi sambil mengangkat dua jari nya


'' ya udah aku makan siang bareng Aldo saja, kamu ga apa-apa kan aku tinggal ''


'' ga masalah, aman kok. lagian aku mau nyiapin ini dulu ''


'' ya sudah yuk Aldo '' ajak Mayra sambil menarik Aldo keluar dari ruangan itu.


Aldo merasa senang saat Mayra menyentuh nya.


mereka pun berjalan beriringan menuju kantin yang ada dikantor tersebut.


banyak para pegawai yang iri menatap Mayra yang bisa dekat dengan asisten bos dikantor ini.


tapi Mayra tidak menanggapi bisikan dan tatapan dari mereka, ia terus saja berjalan menyusuri lorong.


tanpa mayra sadari ia terus memegang tangan Aldo sepanjang jalan, hingga banyak yang menebak jika mereka adalah sepasang kekasih.


Aldo hanya tersenyum dengan kejadian ini. ia sangat berharap Mayra akan menerima dirinya.


terimakasih sudah mampir 👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2