Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
makan siang bersama silvia


__ADS_3

Mayra dan Aldo kini tengah duduk diruang tamu Keluarga riko, setelah satpam memberi tahu orang tua Riko bahwa ada teman nya yang berkunjung mama Riko pun mengizinkan mereka untuk bertemu.


karena mama Riko tahu tidak pernah ada teman Riko yang berkunjung selain Genta dan Didi.


'' maaf membuat kalian menunggu, '' seru Silvia yang baru saja keluar dari kamar nya.


'' tidak apa-apa Tante '' sahut Mayra berdiri dan menyalami Silvia, diikuti oleh Aldo juga.


'' saya Mayra tante, teman sekelas Riko '' sebut Mayra mengenal kan dirinya


'' saya Aldo tante, juga teman sekelas Riko '' ucap Aldo mengenal kan dirinya.


'' wah... ternyata kalian sekelas dengan riko, Tante senang kalian datang '' kata Silvia haru


'' gimana keadaan Riko tante, saya dengan kabar Riko sedang sakit ya Tante '' tanya Aldo


'' iya, Riko memang sedang sakit. biasa dia kelelahan '' sahut Silvia, tidak ingin memberi tahu penyakit putranya itu.


'' memangnya Riko sakit apa tante, semalam dua baik-baik saja saat dikampus '' ucap Aldo lagi.


sementara Mayra hanya menyimak pertanyaan Aldo. karena memang ia tidak mendengar kabar yang tersiar dikampus.


'' biasa, Riko itu tidak bisa telat makan, tapi beberapa hari terakhir ini dia sering sekali terlambat makan ya begini jadinya '' sahut Silvia


'' oo begitu, tapi sekarang gimana keadaan nya Tante '' tanya Mayra


'' Alhamdulillah udah membaik, tapi dokter menyarankan agar ia beristirahat dulu dirumah. dan sekarang dia masih tertidur mungkin karena pengaruh obat '' sebut Silvia menjelaskan


Aldo dan Mayra saling pandang mereka merasa tak enak datang disaat Riko sedang istirahat.


'' gimana aldo, apa kita pulang saja '' tanya Mayra setengah berbisik


Aldo nampak berpikir dengan permintaan mayra. Silvia tahu apa yang dipikirkan oleh Mayra dan Aldo pun berdehem.


'' sebaiknya kalian makan siang dulu disini baru pulang kerumah '' tawar Silvia.


'' ah tidak usah repot-repot Tante kami pulang saja, '' sebut Aldo dan Mayra bersamaan


'' Lo kok bisa samaan gitu ngomong nya, wah kelihatan nya kalian berjodoh ni '' sebut Silvia sambil tersenyum


mendadak Mayra dan Aldo mematung mendengar perkataan Silvia.


'' wah kok kalian kaget gitu, kalian ini kan sudah dewasa sebentar lagi juga udah wisuda wajar saja jika kalian memilliki hubungan spesial '' ucap Silvia lagi, karena ekspresi aldo dan Mayra yang berlebihan menurutnya.


'' tidak tante, bukan itu masalahnya saya dan Aldo hanya berteman, dan saya sama sekali belum pernah memiliki teman seperti yang Tante ucapkan karena saya ingin membahagiakan ibu dan adik saya terlebih dahulu '' ucap Mayra menjelaskan hubungan nya dan aldo.


'' wah bagus itu nak, tapi kebahagiaan orang tua itu bukan hanya materi sayang, melihat sang anak memiliki pacar atau teman yang bisa menjaganya juga membuat kami sebagai orang tua senang '' kata Silvia menjelaskan.


Aldo yang mendengar ucapan Mayra senang bercampur sedih. senang karena Mayra sangat menyanyangi Keluarga nya karena disaat seperti ini jarang dari mereka yang mau mengorbankan diri untuk memikirkan kebahagiaan orang lain.

__ADS_1


Aldo sedih karena ia harus menyimpan rasa cintanya entah kapan Mayra akan membuka hati untuk nya, namun Aldo bertekad ia akan menunggu waktu itu.


walaupun Riko jelas-jelas meminta dirinya untuk membantu mendekati mayra namun Aldo tak mau putus asa karena jodoh tiada yang tahu.


Mayra tersenyum mendengar nasehat Silvia '' terimakasih nasehat nya tante, saya hanya kasian melihat ibu sendiri yang menafkahi kami '' aku Mayra


'' Lo kok bisa begitu nak, ayah kamu kemana '' tanya Silvia


'' ayah mayra sudah lama meninggal Tante '' shut Mayra


'' oh... maafkan tante ya sayang, jika kamu membutuhkan pekerjaan Tante bisa kok membantu kamu '' ucap Silvia merasa segan


'' nanti saja tante jika sudah wisuda, ibu tidak mengizinkan nya'' ucap Mayra


'' oh baiklah kalau begitu, jika nantinya kamu butuh, kamu datang saja kesini ya... '' sebut Silvia sambil mengusap Mayra. ia langsung tertarik melihat Mayra.


Silvia berpikir jika Mayra cocok ia jadikan sebagai pendamping putra nya.


'' terimakasih tante '' sahut Mayra merasa senang.


'' sama-sama sayang '' sahut Silvia


'' kita makan siang dulu ya... '' ajak Silvia


'' tidak usah tante '' sahut Aldo kembali


'' kalau kalian tidak mau makan, maka tante ga akan mengijinkan kalian pulang '' sebut Silvia pura-pura merajuk


Aldo pun mengangguk mengiyakan saja.


'' baiklah kami akan makan siang dengan tante, benar kan Aldo '' sebut Mayra


'' iya Tante kami akan menemani Tante makan siang '' sambung Aldo


'' nah...! gitu dong siapa tahu selesai kita makan Riko bangun " sebut Silvia senang karena kali ini ia akan makan siang ditemani Mayra dan Aldo


suaminya jika siang tidak pernah makan dia dirumah, ia selalu makan dikantor terkadang Silvia juga mengantarkan makanan untuk suaminya.


karena hari ini Riko sedang sakit jadi ia tidak mengantar makan siang untuk suaminya.


'' ayo kita langsung kemeja makan '' ajak Silvia pada Aldo dan Mayra


'' baik Tante '' sahut Aldo dan Mayra bersamaan lagi


'' kalian kompak sekali sih '' seru Silvia


Aldo hanya melirik pada Mayra ingin melihat reaksi Mayra, namun Mayra nampak biasa saja Aldo merasa sedikit kecewa, berarti hanya dia yang menyimpan rasa untuk mayra.


tapi Aldo tetap tersenyum agar Mayra tidak melihat kekecewaan diwajah nya.

__ADS_1


mereka pun duduk dikursi masing-masing setelah sampai dimeja makan.


Silvia mulai menyendok kan nasi dan lauk kedalam piringnya disusul oleh Mayra dan aldo.


Mayra dan Aldo mengambil lauk yang sama, entah kebetulan atau disengaja Silvia heran melihat keduanya.


'' kalian tidak ingin mengambil yang lainya '' tanya Silvia


'' tidak Tante, ini sudah cukup '' sahut Mayra


'' saya Tante '' sahut Aldo


sebenarnya bukan tidak ingin tapi Mayra alergi jika makan udang yang terlihat menggoda itu.


tapi tanpa diketahui Aldo juga alergi terhadap udang, namun ia tak ingin memberi tahu kan.


'' ah kalian ini, jangan sungkan-sungkan '' ucap Silvia menaruh udang kedalam puring aldo dan Mayra.


Aldo dan Mayra merasa ngeri melihat udang yang tersaji didalam piring mereka.


mereka pun saling menatap bingung harus kah mereka makan udang tersebut atau memberi tahu kepada Silvia yang sebenarnya.


Silvia mulai menyendok kan nasi kedalam mulutnya sementara Aldo dan Mayra masih ragu untuk memakan nasi yang sudah disiram dengan kuah udang dan beberapa ekor udang yang bertengger manis di piring mereka.


'' Aldo, mayra kenapa kalian malah bengong ayo dong makan nasinya '' seru Silvia


Mayra dan Aldo kesulitan menelan ludah mereka karena Silvia terus saja memaksa mereka.


Aldo dan Mayra seperti melihat monster saat melihat piring mereka.


dan monster itu seperti nya siap menelan mereka.


disaat kondisi seperti ini Riko datang mengejutkan mereka.


'' mama aku bosan dikamar terus, aku ingin jalan-jalan keluar ya... '' seru Riko tanpa ia ketahui bahwa Mayra dan Aldo berada disana.


Mayra dan Aldo melihat kearah Riko yang hanya mengunakan celana boxer dan kaos oblong terlihat ia juga mengunakan kaos kaki sebagai alas kakinya.


Mayra segera menutup wajahnya karena ia tidak pernah melihat Riko dalam keadaan seperti ini. bahkan kedua adiknya pun tidak pernah memakai celana sependek itu.


Aldo hanya tersenyum melihat Riko seperti itu, ia merasa lucu melihat penampilan sang Casanova kampus jika dirumah.


'' Aldo, Mayra '' ucap Riko merasa malu dengan penampilan nya, ia melihat Mayra yang menutupi wajahnya lalu meneliti penampilan nya.


'' hah... bodoh bodoh ngapain aku keluar dengan pakaian seperti ini'' ucapnya panik dan berlari menuju kamar nya.


Aldo tertawa melihat kekonyolan riko, begitu juga Silvia sementara Mayra sudah membuka wajahnya saat mendengar langkah Riko berlari.


wajahnya memerah seperti tomat '' apa-apaan dia, seperti bocah saja, padahal sudah tua, sudah bisa menjadi bapak seorang anak lagi '' batin Mayra kesal.

__ADS_1


bersambung dulu ya... 👣👣👣


__ADS_2