Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
pelukan sahabat


__ADS_3

Selama perjalanan pulang tak ada yang buka suara, Mayra hanya membisu sambil menatap lurus.


Riko pun sama ia merasa canggung dengan perkataan nya pada Mayra tadi.


ada rasa penyesalan dalam diri Riko namun ada juga rasa lega karena ia sudah mengungkapkan perasaannya kepada mayra.


ia bisa menata kembali hati nya, apapun keputusan yang diambil Mayra Riko juga tidak bisa memaksa nya bukan.


hujan gerimis menemani perjalanan mereka menuju rumah.


Riko yang tidak tahan dengan keheningan pun buka suara. '' ra... maafkan aku '' ucap Riko pelan


Mayra mengangkat wajahnya melihat Riko, ia merasa bersalah sama seperti Riko. '' maafkan aku juga Riko, tapi aku memang belum ingin memiliki hubungan dengan laki-laki '' sahut Mayra terbata


Riko bingung dengan ucapan Mayra '' tapi kenapa ra..., bukan kah wajar bagi kita untuk memiliki teman dekat '' tanya Riko


Mayra mengalihkan pandangannya mencari jawaban yang tepat agar Riko tidak sakit hati.


jujur sudah banyak lelaki yang mendekati mayra dan menyatakan cinta padanya.


namun baru riko saja yang ingin tahu jelas alasannya.


Mayra nampak menghela nafasnya untuk mengumpulkan keberaniannya mengatakan alasan ia tidak ingin berpacaran.


karena itu adalah aib bagi keluarga nya, namun ia juga tidak ingin membuat Riko kecewa terhadap nya.


sejauh ini Mayra sudah merasa nyaman berteman dengan Riko dan ia tidak ingin merusak persahabatan mereka.


'' aku masih trauma dengan kejadian yang menimpa ibu ku '' cicit Mayra sambil mengigit bibirnya.


'' trauma,??? maksud kamu apa ra... '' tanya Riko yang masih belum paham


mau tidak mau Mayra menceritakan nya kepada riko, agar Riko juga mengerti dirinya. '' dulu sewaktu aku kecil, ayah ku menduakan ibuku. dia menikah lagi dengan wanita lain. walaupun aku sudah mencoba berdamai dengan masa lalu tapi entah mengapa aku takut hal seperti itu juga terjadi kepada ku '' kata Mayra dan air matanya jatuh begitu saja saat mengingat kenangan buruk itu.


riko hanya membeku mendengar perkataan gadis pujaannya. ia bisa menyimpulkan sendiri mengapa selama ini Mayra tidak pernah mau menerima kehadiran lelaki didalam hidup nya.


Riko bukanya tidak tahu jika banyak lelaki yang berusaha mengejar cinta mayra.


namun Mayra selalu menolak nya. hingga ia pun bertekad dan sempat taruhan dengan kedua sahabatnya untuk bisa membuktikan bahwa ia bisa mendapatkan mayra.


bukannya menang dalam taruhan itu, Riko malah terjebak dalam permainannya sendiri dan jatuh hati kepada mayra.


dan sekarang ia juga mengalami penolakan sama dengan beberapa lelaki yang pernah mencoba mendekati mayra.

__ADS_1


bedanya Riko tahu alasan nya kenapa Mayra menolaknya dan ia pun berusaha mengerti.


'' maaf kan aku ra... seharusnya aku tidak bertanya sejauh itu kepada mu '' kata Riko tak tega melihat Mayra yang menangis disamping nya.


Mayra hanya menggeleng lemah menyahuti riko.


karena tidak tega melihat Mayra yang lemah seperti ini Riko pun memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


'' ra... boleh aku memeluk mu, anggaplah ini sebagai pelukan seorang sahabat. ya.. aku adalah sahabat mu Ra jangan takut '' ucapnya mencoba menenangkan Mayra


tanpa ragu Mayra pun memeluk Riko dan bersandar dibahu Riko menumpahkan segala kesedihannya.


air matanya bahkan membasahi baju yang Riko kenakan, '' lepaskan ra... lepaskan semua beban kamu dan berjanji lah setelah ini kamu tidak akan menutup hati kamu untuk lelaki aku ingin melihat kamu bahagia '' imbuh Riko sambil mengusap punggung mayra.


tanpa terasa air mata Riko jatuh ada rasa sakit sebenarnya saat ia mengatakan hal itu kepada Mayra namun ia tidak ingin Mayra mengetahui itu.


Riko segera mengusap air matanya yang sempat jatuh, sebelum Mayra melepaskan pelukannya. '' terimakasih Riko, terimakasih karena kamu sudah memberi bahu mu untuk ku menangis '' sebut mayra masih sedikit terisak.


'' percayalah Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan kita '' sebut Riko sambil mengusap air mata Mayra dengan tisu


'' wah aku berasa seperti seorang ustadz saja saat ini '' kata Riko kembali bercanda


senyum Mayra kembali terbit dari wajahnya tatkala Riko kembali bercanda.


'' nah gitu dong jangan sedih lagi, kamu jelek banget kalo lagi nangis atau jangan-jangan ingus mu juga lengket di bajuku '' ucapnya mengejek Mayra


'' beneran ra... lihat hidung mu sampai merah begitu '' ucap Riko kembali meledek Mayra


'' riko... kamu jangan mengejek ku terus '' ucap Mayra tidak terima ia memukul dada bidang Riko


'' aduh sakit ra.... udah-udah aku ga akan bicara lagi '' seru Riko sambil menghindari Mayra


Mayra pun menghentikan perbuatannya.


'' ya sudah ayo kita pulang sebelum terlalu sore'' sebut Mayra


'' baik princess..'' sahut Riko


Riko pun kembali menjalankan mobilnya dengan perlahan, tidak ada lagi keheningan mereka larut dalam candaan.


'' aku senang melihat mu seperti ini ra... dan aku pasti akan sangat merindukan kamu nanti nya'' batin Riko


'' aku merasa sangat nyaman dengan Riko tapi kenapa aku tidak bisa membalas cinta nya '' Mayra pun membatin sambil melihat Riko sesekali

__ADS_1


'' ra.... aku udah tahu jika wanita tidak bisa menolak pesona ku, jika kamu berubah pikiran aku masih bersedia ko '' seru Riko


'' ih... kamu pikir aku sama dengan mereka yang mengejar-ngejar kamu '' Mayra mencibir melihat percaya diri Riko yang terlalu tinggi menurut nya


'' cuma kamu yang menolak ku ra... apa kamu sudah yakin '' timpal Riko terkekeh


'' yakin sangat yakin '' sahut mayra


'' ya sudah, asalkan kamu jangan menyesal besok ya... '' ujar Riko kembali


'' menyesal kenapa bahkan aku merasa beruntung menjadi sahabat mu dari pada pacar mu '' kata Mayra


'' ya sudah kalau kamu mau nya begitu, jangan cemburu ya jika nantinya banyak wanita yang mendekati ku '' ujar Riko masih dengan percaya diri nya


'' terserah kamu, mau sama siapa pun aku ga bakalan cemburu '' ucap mayra


'' kalau aku boleh tahu, apa kamu mencintai seseorang '' tanya Riko memastikan


'' untuk apa kamu menayakan hal itu '' ucap Mayra malas


'' tidak apa-apa, aku hanya ingin menyalami lelaki yang beruntung itu '' Riko


'' tidak ada yang aku cintai saat ini, tapi aku tidak tahu kedepannya '' Mayra


'' berjanji lah padaku, jika nantinya kamu mencintai seseorang kamu harus memberi tahu ku '' kata Riko sambil memarkir kendaraan nya.


karena mereka telah sampai didepan rumah mayra.


'' aku berjanji kepada mu, jika aku mencintai seseorang maka kamu lah orang pertama yang aku beritahu ''mayra dan Riko pun menautkan jari telunjuk nya mengikat janji.


'' ra... kamu jaga diri baik-baik ya...dan jangan lupa makan siang sesibuk apapun kamu '' Riko


'' kenapa kamu bicara begitu, bukannya setiap siang kita makan bersama '' seru mayra heran


'' mulai besok aku tidak akan datang lagi kekantor mu, karena aku ingin melanjutkan kuliah ku di luar negeri '' ucap Riko


'' apa... kenapa kamu baru memberi tahu ku sekarang '' ucap Mayra merajuk


'' hey... kamu jangan merajuk gitu dong...'' Riko berusaha membujuk Mayra


'' apa tidak bisa ditunda '' tanya Mayra menatap Riko


Riko hanya tersenyum dan menggeleng menyahuti Mayra.

__ADS_1


mendapatkan jawaban Riko seperti itu Mayra langsung turun dan berlari masuk kerumahnya.


Riko pun segera turun menyusul mayra, ia tak ingin Mayra menangis saat ia pergi.


__ADS_2