Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
janji


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Mayra tak mampu buka suara pikirannya kini tertuju pada Riko yang sedang dirawat dirumah sakit.


'' Riko ada apa dengan mu, kenapa kamu bisa dirawat '' ucap Mayra dalam hatinya


tanpa terasa mobil yang dikendarai Siska memasuki sebuah rumah sakit, Siska segera turun dan membuka kan pintu untuk ibu Maya dan Mayra sendiri memilih untuk turun di pintu yang satunya.


'' mari buk, nona mayra saya antar ke ruangan tuan riko, disana nyonya Silvia dan suaminya sudah menunggu anda '' seru siska mengajak keduanya


'' mari nak... '' ajak Maya sambil mengandeng tangan putrinya


Mayra hanya mengikuti langkah Siska dan ibunya


'' Tante '' sapa Mayra saat sudah sampai diruang tunggu


Silvia yang sedang berbicara dengan seorang perawat pun berbalik saat mendengar seseorang memanggilnya. '' Mayra kamu sudah datang nak... '' sambut Silvia senang


'' iya tante, kenalin ini ibu saya Tante maaf saya harus datang bersama ibu karena sudah malam, saya lebih merasa aman jika ibu ikut dengan saya '' kata Mayra mengenalkan Maya


kedua wanita itu pun berjabat tangan sambil berkenalan.


'' tidak apa-apa sayang Tante malah senang, kan bisa sekalian kenal dengan ibu mu '' kata Silvia setelah berkenalan dengan Maya


Maya tersenyum melihat keramahan orang tua Riko terhadap nya dan putrinya.


'' sebenarnya nak Riko sakit apa buk '' tanya Maya


'' dia hanya kelelahan, jadi tadi tiba-tiba saya sudah menemukan dia pingsan dikamar nya, saya juga tidak tahu kapan persisnya dia pingsan '' sahut Silvia tetap menyembunyikan penyakit anaknya


'' oh begitu, memang seharian ini dia kan jalan dengan mayra, kasian nak Riko '' ujar Maya


'' doa kan saja agar Riko cepat pulih ya Bu Maya '' kata Silvia


Mayra hanya mampu menyimak percakapan keduanya tanpa berniat menimpalinya


'' tante... Riko bilang ia akan keluar negri untuk melanjutkan kuliahnya, apa itu benar '' tanya Mayra


'' Keluar negri, kuliah '' Silvia nampak berpikir dengan pertanyaan Mayra, memang benar Riko akan pergi keluar negeri tapi untuk menjalani pengobatan bukannya kuliah, ah mungkin saja Riko juga berupaya menyembunyikan penyakitnya dari Mayra begitu lah pemikiran Silvia saat ini.


'' Tante ...'' panggil Mayra lagi karena Silvia tak menjawab pertanyaan nya


'' ah iya, tante mendukung saja jika itu keinginan riko, kalau itu baik untuk nya '' ucap Silvia


raut wajah Mayra berubah sendu saat mendengar perkataan Mayra dan Silvia dapat melihat itu. dalam hati Silvia tersenyum simpul '' berarti Mayra juga menyimpan rasa pada Riko tapi ia belum menyadari nya, aku harus berbuat sesuatu untuk meyakinkan nya '' batin Silvia


maya merasa iba melihat kesedihan yang tercetak jelas diwajah putrinya itu, '' ibu tau nak, kamu pasti sedih saat Riko akan pergi karena kamu mencintai dia makanya kamu tidak bisa terima kepergian nya '' maya pun membatin seperti Silvia


hening tidak ada yang buka suara mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.


sementara siska hanya bisa menatap mereka yang duduk berjauhan dengan mereka, menuggu perintah dari Silvia.

__ADS_1


'' ma... '' panggil papa Riko mengejutkan ketiganya dari lamunan


'' eh papa ''


'' oh iya, kenalin pa ini Mayra dan ini Bu Maya ibu dari Mayra '' kata Silvia mengenal kan Mayra dan ibunya kepada sang suami


kemal tersenyum ramah kepada Mayra dan maya.


'' ma, dokter mengatakan bahwa keadaan Riko sudah membaik dan besok pagi kita bisa langsung membawa nya. '' kata kemal menjelaskan apa yang disampaikan oleh dokter tadi


'' Alhamdulilah, baiklah pa kalau begitu kita urus keberangkatan untuk besok ''


'' tapi bagaimana bisa pergi secepat ini tante, padahal Riko baru saja pulih '' ujar Mayra


Mayra memang tidak tahu jika kepergian Riko adalah untuk menjalani pengobatan.


'' hemm... begini sayang, Tante sudah ada janji disana jadi Tante harus segera membawa Riko secepatnya '' kata Silvia


'' dan sebelum Riko pergi apa kamu mau bertemu dengan nya '' tanya Silvia pada mayra


Mayra mendongkrak lalu melihat kepada sang ibu yang tidak jauh dari nya.


'' pergilah nak. ibu akan menunggu kamu disini '' kata Maya


'' baiklah bu.''


Silvia menyuruh Mayra masuk seorang diri, ia ingin memberi ruang untuk keduanya agar lebih leluasa udah berbicara.


setelah Mayra masuk Silvia kembali keruang tunggu menemui Maya dan suaminya.


Mayra menutup pintu kamar dengan perlahan, diruangan serba putih ia melihat Riko sedang terbaring lemah.


berbeda dengan keadaan Riko siang tadi yang masih bercanda dan tertawa bersama nya.


'' riko... '' panggil Mayra lirih, air matanya mengalir begitu saja tanpa bisa ia tahan.


rasa sedih merasuk kedalam hatinya saat melihat Riko seperti ini, disini Mayra bisa menentukan perasaan nya ternyata benar ia juga jatuh hati pada pria yang sudah beberapa bulan ini menghiburnya.


dan membawanya mengenal dunia luar.


Mayra yang awalnya hanya pendiam, kini sudah mau bergaul. walaupun hanya dengan beberapa orang saja, namun itu sudah suatu kemajuan yang baik selama ini.


Mayra menarik kursi disamping Riko dengan pelan. '' hey... sampai kapan kamu mau tidur, kamu tidak ingin menghibur ku atau mengoda ku lagi.


dengar ya tuan playboy ada yang ingin aku katakan pada mu cepat lah bangun '' kata Mayra seorang diri


Riko sebenarnya sudah siuman dan nia sebetulnya juga terkejut akan kehadiran Mayra disini.


ia tidak ingin Mayra banyak bertanya tentang penyakitnya jadi Riko lebih memilih untuk tetap berpura-pura tidur.

__ADS_1


'' riko... tadi kamu bilang padaku bahwa kamu mencintai ku, tapi aku ragu karena kamu selalu mengatakan itu kepada semua wanita dikampus. aku takut terluka seperti ibu makanya aku tidak menerima mu. tapi saat kamu bilang akan pergi.


aku seolah tidak rela untuk kamu tinggalkan, sekarang aku tahu bahwa aku juga mencintaimu, aku mencintaimu Riko '' ujar Mayra lirih dan menangis sambil menutup wajahnya.


Riko pun tersenyum saat mendengar pengakuan mayra, ia tidak menyangka bahwa sakitnya kali ini membawa berkah.


Riko sudah tak tahan ia ingin memeluk Mayra karena senangnya.


'' hem... haus... '' ucap Riko pelan sambil berusaha mencari tombol untuk memanggil perawat.


Mayra yang menyadari ada gerakan didepannya pun langsung membuka tangannya.


'' riko, kamu udah sadar '' tanya Mayra senang


'' mayra... kenapa kamu disini '' tanya Riko berpura


'' hemmm aku tadi diberi tahu oleh mama mu, bahwa kamu masuk rumah sakit ''


'' terimakasih sudah datang ''


'' hemm'' ucap Mayra menganguk


'' kamu ingin minum..'' tanya Mayra


'' tidak, aku mau melihat kamu saja agar cepat sembuh ''


'' kamu ini ya, udah sakit tapi masih aja, godain'' ujarnya Mayra mencubit perut Riko


'' ampun mayra,, '' Riko memegang tangan Mayra erat, dan Mayra pun menghentikan gerakannya.


mereka saling tatap untuk sesaat, '' ra... aku udah dengar semua nya, tapi ada satu yang harus kamu tahu ''


'' apa '' tanya Mayra


'' aku sakit, dan aku harus pergi keluar negeri untuk berobat, aku hanya tidak ingin hubungan kita diawali dengan kebohongan, aku tidak ingin dikasihani oleh mu '' ujar Riko jujur


'' sakit.. '' tanya Mayra bingung


'' iya, aku sudah mengidap penyakit ini dari kecil, dan kemaren dokternya yang menangani aku mengatakan ada pengobatan yang baik dan bisa membuat ku sembuh, aku berharap banyak dengan pengobatan ku kali ini '' ujar Riko


'' tapi... aku tidak bisa jika tidak melihat mu..'' ucap Mayra menangis, mendengar penjelasan Riko


'' kamu tenang saja, aku akan menjalani pengobatan disana dengan baik, dan setelah sembuh aku akan kembali lagi kesini ''


'' baiklah, tapi kamu harus terus mengabari aku ya..''


'' tentu... kamu tetap lah menunggu ku... '' dua insan itu pun saling mengucapkan janji mereka dan kamar rumah sakit menjadi saksinya.


terimakasih sudah mampir....

__ADS_1


__ADS_2