
Saking asyiknya Mayra tak sadar jika ia sudah menghabiskan waktu hingga sore diperpustakan.
Mayra melihat jam tangan kecil yang melingkar dipergelangan tangannya, jam yang cukup tua namun ia tetap memakai nya.
karena jam tangan tersebut adalah pemberian dari almarhum sang ayah.
'' aduh udah jam segini aja, aku harus segera pulang. takutnya ibu khawatir karena aku tidak memberi kabar tadi.'' Mayra beranjak dan meletakkan buku yang ia baca di rak tersebut.
bersamaan dengan Mayra Aldo juga baru saja keluar dari perpustakaan.
Aldo berjalan menyusuri lorong yang kiri kanan nya terdapat ruang kelas.
tak lama Mayra pun keluar dari perpustakaan, ia berjalan sambil menyimpan buku yang ia pinjam tadi kedalam tas nya.
tak lama Aldo pun telah sampai diparkiran, ia menaiki motornya tak lupa Aldo memakai helm nya terlebih dahulu.
baru saja Aldo menjalankan motor nya, secara tak sengaja ia melihat Mayra yang baru saja keluar dari gedung tersebut.
'' apa aku tidak salah lihat, atau aku karena aku sedang memikirkan nya, makanya aku seolah-olah sedang melihat Mayra '' batin Aldo berdiri sejenak sambil memperhatikan Mayra yang terus berjalan dan hampir mendekati nya.
'' tidak salah lagi dia memang mayra'' ucap Aldo sambil tersenyum memperhatikan mayra.
Mayra mengangkat wajahnya tak sengaja pandangan nya bertemu dengan aldo.
'' Aldo '' ucap nya pelan tapi Aldo bisa melihat pergerakan bibir Mayra yang menyebut namanya.
'' Mayra ... kamu belum pulang??.'' tanya Aldo
'' eh iya, aku baru saja dari perpustakaan ''
'' jadi kamu juga ke perpustakaan tadi??. ''
'' iya '' jawabnya singkat
'' udah dulu ya aku mau pulang '' Sri Mayra meninggalkan Aldo
'' ra.... tunggu '' panggil Aldo
Mayra pun berhenti sebentar dan melihat Aldo
'' ada apa '' tanya Mayra singkat
'' hemm bagaimana kalau kamu pulangnya bareng aku, karena aku juga mau kerumah kamu '' tawar Aldo
'' mau ngapain lagi kamu kerumah '' tanya Mayra heran
__ADS_1
'' oh itu..., aku mau ambil kue pesanan adikku '' seru Aldo
'' kue pesanan...??'' tanya Mayra bingung, ia menatap aldo dan berpikiran ini hanya akal-akalan Aldo saja.
'' kamu tidak usah curiga, aku memang telah memesan kue tadi pagi pada ibumu dan aku berjanji akan mengambilnya sore ini '' sebut Aldo ia seakan tahu apa yang dipikirkan Mayra tentang nya.
'' ya sudah aku ikut kamu, tapi kalo sampe kamu cuma modus atau bohong aku ga akan pernah percaya sama kamu lagi'' sebenarnya jika Mayra naik angkot ia juga takut karena hari sudah terlalu sore. akhirnya ia memutuskan untuk pulang bersama Aldo.
toh Aldo tidak seperti Riko yang garsek nya ga ketulungan pikir Mayra.
'' akhirnya aku bisa mengantar mu lagi hari ini ra.. '' batin Aldo namun tetap dengan wajah datarnya.
mayra pun menaiki motor aldo, '' siap ra..'' tanya Aldo sambil melihat kaca spionnya.
'' udah ''sahut nya, secara tak sengaja pandangan Aldo dan mayra beradu dari kaca spion, lama mereka saling melihat namun akhirnya Mayra membuang wajahnya.
hingga Aldo tersadar lalu langsung melajukan motornya meninggalkan area kampus.
sepanjang jalanan mereka hanya diam tak ada yang berani buka suara. sesekali Aldo melihat Mayra dari spionnya.
Mayra sebenarnya mengetahui hal itu namun ia bersikap seperti tidak melihat apa-apa.
Riko sudah sedari tadi pulang kerumahnya karena tiba-tiba penyakit nya kambuh akibat terlalu lelah.
'' iya sama-sama, tapi ingat kamu jangan sampai kelelahan lagi ok '' sebut dokter cantik yang bernama Rania itu.
'' ya kalo aku ga sakit, aku ga ketemu dokter cantik lagi dong '' canda Riko
'' kamu ini ya, lagi sakit masih juga sempat bercanda '' imbuh dokter Rania
'' bagai mana keadaan Riko dok '' tanya mama Riko
'' ia hanya kelelahan saja, suruh dia istirahat yang cukup karena aku masih banyak pekerjaan dirumah sakit, aku bosan melihat bocah tengil ini selalu berulah '' seru dokter itu sambil melirik pada Riko
'' dokter cantik kok ngomongnya gitu sih, aku kan bukan bocah lagi '' bela Riko
'' kalau bukan bocah apa namanya, ga bisa dibilangin kamu nya '' timpal mama Riko merasa geram melihat tingkah putranya itu.
'' ya sudah saya permisi dulu '' ucap dokter Rania
'' da.. dokter cantik, jangan bosan-bosan ya'' ucap Riko sambil tertawa
dokter Rania dan mama Riko pun hanya bisa menggeleng melihat tingkah laku Riko.
'' ya sudah kamu istirahat saja, mama mau antar Rania kedepan ''
__ADS_1
'' ok ma...''
Rania dan Silvia pun meninggalkan kamar Riko.
setelah melihat kepergian mamanya dan dokter Rania Riko pun merubah posisi tidur nya dan bersandar diatas ranjang tersebut.
'' maafkan aku ma..., tapi aku bosan jika harus mengonsumsi obat-obatan ini, sampai kapan obat ini mampu menahan ku, buktinya hingga sekarang aku tak kunjung sembuh '' batin Riko menatap kosong kearah jendela, ia dapat melihat burung yang berterbangan bebas tanpa ada yang menghalanginya.
'' sangat menyenangkan bagi kalian, tidak seperti diriku ini, harus terikat dengan obat-obatan. '' ucap nya sendu
Riko memang sengaja tidak meminum obat nya pagi tadi, dan tadi siang ia menghabiskan waktu nya di kantin bersama Genta dan Didi.
awalnya ia tak merasakan apa-apa namun lama kelamaan ia merasa nyeri dibagian dadanya dan agak kesulitan menarik nafas.
hingga ia memutuskan untuk pulang meninggalkan Genta dan Didi yang masih penasaran dengan wajah Riko yang berubah pucat tiba-tiba.
Genta dan Didi menawarkan ingin mengantar Riko pulang namun Riko menolaknya.
akhirnya disinilah ia sekarang, ia harus beristirahat dulu untuk beberapa hari dirumah.
beruntung ia tidak harus menginap dirumah sakit, karena dokter keluarga nya cepat sampai.
'' Tante aku mohon, pastikan Riko terus meminum obatnya sebelum kita melakukan tindakan yang lebih lanjut, karena aku curiga ia tidak mengkonsumsi obat nya. ''
sebut Rania saat ia sudah sampai diteras rumah.
'' baik Tante akan pastikan dia meminum obatnya, dan kamu tolong cariin cara alternatif lain untuk menyembuhkan riko, Tante mohon. '' sebut Silvia sendu, ia sangat khawatir melihat keadaan putra tunggalnya itu.
'' baiklah, aku akan berusaha. selama ia mengkonsumsi obat nya itu aku yakin itu akan sangat membantu hingga kita dapat kan obat yang lain.'' seru Rania sebelum masuk kedalam mobilnya.
'' aku pamit tante, tolong jaga Riko untuk ku '' sebut Rania
'' iya dok, terimakasih ''
Rania pun meninggalkan kediaman Riko.
'' maafkan mama nak hingga saat ini belum menemukan obat yang terbaik untuk kesembuhan mu '' batin Silvia sendu
sementara Mayra dan Aldo sudah sampai dirumah Mayra saat ini, namun Aldo tidak masuk kedalam ia lebih memilih duduk diteras menunggu Maya yang sedang menyiapkan kue pesanan nya.
ia tidak ingin Mayra berpikiran jika ia ingin mencari kesempatan, padahal memang kenyataannya seperti itu.
Aldo sangat senang bisa mengantar Mayra terlebih saat ini Riko tidak ada ditengah mereka.
bersambung dulu say... 💫💫💫
__ADS_1