Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
Aldo lumpuh


__ADS_3

Tak menunggu lama mobil yang dikendarai oleh papi Aldo telah sampai dirumah sakit yang dimaksud oleh pihak kepolisian tadi.


mereka segera menghampiri meja resepsionis guna menanyakan ruang rawat Aldo. Mayra, Gina dan serli berusaha sabar menunggu Arga.


'' Aldo kenapa bisa jadi begini nak... '' gumam gina dengan bahu yang bergetar menahan tangisnya


'' mi jangan seperti ini... '' ucap serli mengusap dan memeluk maminya


sementara Mayra hanya bisa diam mengahadapi ujian ini, lagi dan lagi hati nya diuji untuk seorang lelaki yang mulai ia cintai.


'' ibu... kenapa setiap orang yang akan dekat dengan kakak malah jadinya menjauhi kakak '' batin Mayra bertanya sendiri


'' ayo papi sudah mendapatkan nomor kamar aldo, saat ini ia sudah ditangani dengan baik dan dipindahkan keruang rawat, namun ia belum sadar kan diri akibat pengaruh obat. '' ajak Arga pada keluarga nya


'' apa, jadi benar dia adalah Aldo anak kita Pi ?'' tanya Gina masih dengan posisi menangis


'' sudah mi, lebih baik kita lihat Aldo sekarang, kasian dia tidak ada yang menemani. tadi perawat itu mengatakan ada seorang warga yang ikut mengantar dan menemani Aldo selama perawatan, juga ada pihak kepolisian disana, ayo kita kesana '' ajak nya lagi


mereka bertiga hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah Arga yang berjalan terlebih dahulu.


sesampainya didepan ruangan yang dimaksud mereka melihat ada polisi yang berjaga dan seorang lelaki paruh baya, mungkin itu adalah warga yang ikut dalam mengantarkan aldo.


'' selamat malam pak, kami adalah keluarga aldo, saya papi nya dan ini istri dan kedua anak saya '' sapa Arga


'' selamat malam pak '' sahut keduanya


'' pak Arga '' sapa warga tersebut


'' iya pak, ini saya terimakasih karena bapak sudah mendampingi putra saya '' ucap nya tulus


'' jadi yang didalam adalah putra bapak, saya tidak mengenal nya karena terlalu banyak darah menutupi korban saat itu, dan saat ini saya juga belum menjenguk nya kedalam '' kata warga tersebut menjelaskan


'' tidak apa-apa pak, saya senang dan berterima kasih kepada bapak karena sudah mendampingi anak saya '' kata Arga sambil merangkul warga tersebut


tak lupa Arga juga berbincang dengan pihak kepolisian menanyakan kronologi kejadian tersebut.


'' papi apa kita bisa menjenguk Aldo '' tanya Gina

__ADS_1


'' oh iya, papi sampai lupa ''


'' maaf pak, nak Aldo belum bisa dijenguk kita tunggu saja sebentar lagi. dokter masih didalam melakukan tugasnya '' sebut warga tersebut


mendengar perkataan itu membuat Gina, serli dan Mayra tambah cemas dengan keadaan Aldo.


'' ya sudah mami, serli dan Mayra duduk dulu disini kita tunggu saja '' ajak Arga


gina hanya bisa mengangguk pasrah dengan keadaan ini. '' karena keluarga nak Aldo sudah disini, saya pamit pulang dulu ya pak'' ucap warga itu


'' oh iya terima kasih atas perhatiannya kepada putra saya pak '' sahut Arga menyalami nya diikuti oleh Gina dan lainnya


pihak kepolisian pun berpamitan kepada mereka untuk info lebih lanjut ia akan menghubungi Arga kembali.


'' pi, kenapa lama sekali. apa luka yang dialami anak kita sangat fatal '' tanya Gina


'' kita tunggu saja sebentar lagi mi '' sahut nya, ia juga sangat cemas dengan keadaan Aldo saat ini namun ia berusaha untuk menutupi nya.


Dua puluh menit menunggu akhirnya dokter dan beberapa orang perawat akhirnya keluar dari ruangan aldo, tampak wajah mereka sangat tegang entah apa penyebabnya.


'' oh anda orang tua nya, bisa ikut keruangan saya sebentar '' ajak dokter tersebut


'' tapi dok, apa boleh saya menjenguk anak saya '' timpal Gina


'' boleh buk, silahkan tapi ingat, pasien masih belum siuman saat ini '' kata dokter itu


'' terimakasih dok '' ucap Gina tak sabar dan segera masuk kedalam bersama perawat yang mendampingi.


'' mari pak '' ajak dokter itu kembali


'' ah iya dok '' sahutnya sambil mengikuti langkah dokter itu


gina sangat terkejut melihat kondisi Aldo yang dipenuhi dengan selang dibagian tubuhnya.


'' ya ampun nak.., kenapa jadi begini '' ucap Gina dengan bibir bergetar


'' aldo... '' seru Mayra lirih sakit rasanya saat melihat orang yang dikasihi terbaring lemah seperti ini.

__ADS_1


'' kakak, cepat bangun kak, jangan seperti ini kasian mami dan kak Mayra kak '' seru serli


mereka pun duduk disisi kanan dan kiri Aldo memandangi wajah Aldo yang masih setia dalam tidurnya.


'' ada apa dengan anak saya dok, kelihatan nya sangat serius '' tanya Arga saat sudah duduk diruang dokter


'' hemm begini pak, kemungkinan kaki Aldo akan mengalami kelumpuhan terjadi benturan hebat saat ia kecelakaan ''


'' apa... maksud dokter anak saya akan lumpuh '' tanya Arga kaget


'' ya benar, namun jika putra bapak mau mengikuti terapi saya rasa dia akan sembuh kembali seperti sedia kala, jadi kelumpuhan nya tidak bersifat permanen '' ujar dokter itu kembali


'' mengapa ini terjadi pada mu nak... '' seru Arga lemah


'' anda tidak usah terlalu khawatir, karena zaman sekarang sudah banyak terapi yang dengan cepat bisa menyembuhkan, setelah pasien membaik saya akan merekomendasikan putra bapak ditempat terapi terbaik '' jelas dokter tersebut


'' baiklah dok, terimakasih saya ingin melihat keadaan putra saya '' ucap Arga menyalami dokter itu


'' oh iya pak, ini kartu nama saya '' dokter tersebut memberikan sebuah kartu nama kepada Arga


'' ah iya sekali lagi terima kasih atas perhatiannya, dokter Thomas '' ucap Arga setelah membaca kartu nama tersebut


ia pun segera keluar dari sana dan berjalan keruangan Aldo '' bagaimana caranya aku memberi tahu keadaan Aldo kepada mereka '' batin Arga cemas


sesampainya didepan pintu ruangan Aldo Arga membuka pintu kamar itu dengan perlahan, ia tidak sanggup mengatakan hal yang menimpa Aldo kepada istrinya.


ia dapat melihat raut wajah gina, Mayra dan serli yang sangat terpukul dengan kejadian ini, entah bagaimana nantinya jika Arga juga memberi tahu bahwa Aldo mengalami kelumpuhan. walaupun bukan lumpuh permanen tapi tetap saja ia sangat khawatir dengan kondisi putra sulungnya itu.


'' apa yang harus aku lakukan '' batin Arga berteriak


'' Aldo baru saja kamu mendapatkan kebahagiaan tapi kenapa, seolah kebahagiaan itu direnggut dari kamu nak, apa nantinya Mayra tetap mau mendampingi kamu saat ia mengetahui bahwa kamu lumpuh, aku juga tidak boleh memaksa Mayra untuk menerima Aldo karena tidak mungkin ada yang mau dengan lelaki cacat '' ucap Arga kembali, ia sedikit meragukan Mayra akan menerima keadaan putra nya


'' hah... jika itu terjadi, maka Aldo akan semakin terpuruk nantinya, aku harus mencari cara agar Mayra mau menerima Aldo '' gumam nya kembali.


setelah puasa berargumen dengan dirinya sendiri Arga menutup pintu itu kembali dan lebih memilih untuk duduk diruang tunggu yang berada didepan kamar tersebut.


Arga ingin menyiapkan diri untuk menyampaikan kabar tersebut kepada keluarga dan Mayra lah yang paling ia khawatir kan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2