
Disebuah gedung yang terbilang mewah begitu juga dengan dekorasi diruangan tersebut tampak sepasang pengantin yang sedang berbincang hangat berdua.
dua wajah itu tampak berbinar-binar karena sudah menjadi sepasang suami istri.
hal yang sudah mereka impikan selama ini, walaupun hubungan mereka berjalan singkat.
disisi lain tampak dua keluarga tengah berbincang juga, bersyukur karena acara yang mereka rencanakan berjalan dengan baik.
Tamu undangan pun dengan tenang menikmati hidangan diiringi dengan musik.
Para tamu undangan pun bercengkrama dengan hangat nya, tampak Rayan bersama Rozi tengah berbincang berdua.
sementara Ririn bersama trio nya tengah meneliti tamu yang hadir mencari keberadaan Mayra dan Riko tentunya.
'' kalian udah lihat belum, masak dari sekian banyak tamu mereka belum juga kelihatan '' ucap Ririn kesal
'' sabar, mungkin ia belum datang ''
'' iya rin... lagian ini masih jam berapa juga! pasti masih banyak tamu yang belum hadir " sahut teman satunya
" iya, aku tahu... tapi sudah hampir semua teman kampus yang diundang itu sudah hadir, atau jangan-jangan dia ga datang ''
'' nah bisa jadi rin, mungkin ia takut ketemu sama kamu ''
'' bener juga yang kamu katakan, ya sudah lah kita nikmati saja pestanya, tapi kalo Riko ga datang untuk apa aku dandan begini '' sungut Ririn kesal, karena pria pujaan nya tak kunjung datang
'' sabar rin..., lagian teman sepupu mu itu boleh juga ''
'' ih... amit-amit, ogah aku sama cowok dingin itu, aku ragu kalau dia suka sama perempuan '' sinis Ririn sambil menatap tak suka pada Rayan dari kejauhan
'' hah.. emangnya kenapa?, kok kamu bisa ngomong gitu ''
'' ya iya lah, semalam aku beli gaun sama dia, jangan ngobrol ngelirik aku aja dia ga, masa iya, dia ga tergoda sedikit pun melihat tubuh indah ku ini, apa pendapat mu tentang lelaki seperti itu '' oceh Ririn
__ADS_1
'' iya juga ya, masa cewek sebohai kamu dianggurin ''
mereka pun terkikik geli membayangkan jika Rayan adalah lelaki yang tidak normal, padahal mereka tidak tahu jika hati Rayan sudah dimiliki oleh mayra.
hanya Mayra yang sanggup menjebol dinding pembatas Rayan, selama ini ia berkali-kali bertukar gadis, mencari sosok wanita yang cocok dengannya. namun semenjak kakek menyuruh nya untuk mengawasi Mayra jiwa play boy nya seakan terkikis habis.
'' nah kek... kita sudah sampai, ayo t
kita turun kek '' ajak Mayra
'' apa kamu yakin '' tanya kakek untuk kesekian kalinya
'' udah kek, cepetan... Mayra ga enak sama Aldo karena udah telat juga ''
'' ya sudah '' ucap kakek pasrah, ia melihat banyak yang datang bersama pasangannya sementara Mayra malah bersama dirinya.
'' ayok kek... '' rengek Mayra
kakek tua itu hanya bisa menggeleng melihat kedua gadis nan ayu itu.
mereka sudah keluar dari area parkir dan masuk kedalam gedung hotel tersebut.
saat akan menaiki lift secara tak sengaja bertemu dengan Riko, disampingnya ada seorang gadis yang bergelayut manja.
Riko pun dengan cepat melepaskan pegangan gadis tersebut. karena merasa malu pada Mayra.
'' sayang apaan sih '' kesal gadis itu, sebut saja namanya Mery
Mayra, dan Dewi hanya bisa terdiam melihat Riko, kakek memperhatikan raut wajah cucunya yang tiba-tiba berubah merasa heran.
'' sayang ada apa dengan mu, apa kamu baik-baik saja, atau kita pulang saja '' ucap kakek sambil mengusap Mayra.
'' kasian sekali. cantik-cantik peliharaan kakek-kakek '' ujar Meri tanpa tahu Mayra memiliki hubungan apa dengan Dirgantara.
__ADS_1
'' hus... diam jaga bicaramu '' sergah Riko
Mayra dan Dewi tak menanggapi ucapan pedas dari gadis itu.
namun dirgantara tak terima saat cucunya dihina didepan matanya.
'' jaga bicaramu anak muda, jika kamu tidak tahu apa-apa lebih baik diam '' ucap kakek tegas
'' maaf, maaf kan teman saya tuan '' ujar Riko sungkan, walaupun ia sempat berpikir seperti Meri, karena ia sama sekali tidak mengenal kakek Dirgantara selama ini.
'' sudah kek, ayo kita masuk '' ajak Mayra saat pintu lift sudah terbuka
'' kakek '' sebut Riko pelan tapi masih terdengar oleh dirgantara
'' iya benar, Mayra adalah cucu ku, jadi jangan sampai aku melihat kalian mendekati nya lagi, kali ini aku maafkan pasangan mu tapi lain waktu akan lain pula cerita nya. ''
Riko termenung mendengar penuturan kakek Dirgantara, ia merasa bingung sejak kapan Mayra memiliki kakek. setahunya Mayra hanya tinggal bersama ibu dan kedua adiknya.
pintu lift pun tertutup meninggalkan Riko dan Meri. '' Riko kamu kenapa sih, kok malah bengong bukan nya masuk saat lift tadi terbuka, dan siapa mereka apa kamu mengenal nya '' cerocos Meri
'' sudah kalo kamu masih banyak bicara, dan terus begini aku lebih baik pergi sendiri dan kamu silahkan pulang sama supir '' bentak Riko, karena ia memang tak suka terhadap meri.
'' kamu kok tega banget suruh aku pulang, kau udah dandan begini demi kamu Riko ''
'' aku ga pernah minta ka.u pergi, kalau saja nenek tidak menyuruh ku membawa mu aku tidak Sudi '' ujar Riko ketus
'' iya, iya aku ga bakalan ngomong sembarangan lagi '' sebut Meri sedikit kesal
'' siapa sih mereka, kok aku ras Riko seperti membela nya '' batin Meri
'' awas aja kalo dia berani mendekati Riko, aku akan buat perhitungan sama dia nanti nya '' geram Meri dalam hati nya karena Riko kembali mengabaikan nya.
'' Mayra..., apa kamu masih belum bisa memaafkan aku, hingga saat ini aku hanya mencintai kamu mayra '' batin Riko
__ADS_1