Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
rencana kakek


__ADS_3

Sehari dua hari hingga satu mingguan kini berlalu, namun Mayra belum juga bisa bertemu dengan aldo.


gadis itu sedang melamun sambil terus menatap kosong kolam ikan yang ada di taman tersebut.


setiap orang yang lewat ada yang menatap iba ada juga yang mencemooh namun Mayra mengabaikan semua itu. pikiran nya kini fokus kepada Aldo yang sudah satu Minggu ini tidak pernah bisa ia temui.


bahkan Aldo juga tidak pernah menghubungi dirinya, Mayra sudah beberapa kali mencoba menghubungi nya namun panggilan Mayra selalu saja terputus dan tidak pernah tersambung.


pernah juga Mayra pergi kekediaman Aldo namun ia tidak diizinkan untuk masuk security mengatakan bahwa sang tuan rumah sedang tidak ada dirumah.


begitu juga dikantor Mayra tidak pernah sekalipun bertemu dengan aldo, hanya Soni saja yang menangani segala urusan kantor belakangan ini, jikalau Mayra bertanya kepada soni, Soni selalu menjawab tidak tahu tentang Aldo dan ia hanya ditugaskan oleh Arga untuk mengurus perusahaan hingga waktu yang belum bisa ditentukan.


'' hah.... Aldo sebenarnya ada apa ini, kenapa aku merasa kamu seolah menghindari aku aldo... aku hanya ingin tahu kabar kamu, dan hubungan... '' Mayra berhenti membatin karena tidak sanggup menerus kan kata-kata nya.


selalu saja ia bernasib seperti ini, digantung dengan hubungan yang tidak jelas. Mayra tak menyadari jika gerak-gerik nya selama ini ada yang mengikuti.


diseberang kolam ada seorang lelaki memakai hody dan kacamata hitamnya, lelaki ini sudah lama mengikuti Mayra tepatnya setelah sang ibu dan kedua adik Mayra meninggalkan nya.


'' halo bos tampaknya kali ini gadis anda sedang terluka lagi, seperti kejadian sebelumnya '' sebut pria itu disambungan telepon nya,


tak lama panggilan itu pun berakhir dan hanya pria itu saja yang mengetahui jawaban dari orang yang memerintahkannya.


setelah menyimpan ponsel nya pria itu mengambil gambar Mayra dan mengirimkan foto tersebut kepada bos nya.


'' malang sekali nasib gadis ini, aku tidak tega melihatnya '' gumam nya


disalah satu ruangan duduk seorang pria sambil terus menatap pada foto yang baru saja dikirim oleh orang suruhan nya.


'' ada apa dengan mu, kenapa kamu harus menunggu yang tidak pasti hemmm.. apa sudah saatnya aku menemui mu, tapi nanti dulu aku ingin melihat lagi bagaimana selanjutnya apa yang akan kamu lakukan '' gumamnya sambil mengusap layar segi empat nya.


'' aku tidak ingin memaksa kamu untuk mencintai ku, aku ingin semua ini terjadi apa adanya, dan jika kamu tidak bisa menerima ku maka aku tidak akan memaksa mu '' ucap pria itu lagi.

__ADS_1


flash back


Seorang pria berlari memasuki sebuah rumah yang cukup mewah, raut wajahnya terlihat sangat khawatir dan tidak sabar ingin menyampaikan kabar kepada sang majikan.


'' tuan, tuan anda ada dimana, ada kabar buruk yang harus aku sampai kan '' sebutnya tak sabar


Yang merasa namanya dipanggil pun segera keluar dari kamarnya ia berjalan dengan cepat menghampiri orang suruhan nya.


'' ada kabar apa? '' tanyanya saat sampai


'' tuan aku ada kabar buruk tentang nona ''


'' maksud kamu apa, langsung bicara pada intinya''


'' nona Maya, mengalami kecelakaan naas dan ia dan dua putra nya tidak bisa diselamatkan ''


'' apa, apa yang kamu katakan '' teriak ibu Maya yang baru saja keluar dari kamarnya


sementara tuan Dirgantara hanya bisa terdiam dan terpaku, ada penyesalan dalam dirinya karena selalu mencegah sang istri untuk menemui putri mereka satu-satunya.


'' papa kamu puas sekarang, sudah lama sekali aku meminta izin padamu untuk menemui putri ku, tapi kamu selalu saja melarang ku. kamu egois telah memisahkan aku dengan putri ku dan sekarang apa, bahkan aku tidak bisa menemui kedua cucuku juga, tapi bagaimana dengan Mayra apa ia baik-baik saja '' tanyanya saat menyadari ucapan pesuruh suaminya itu


'' nona mayra baik-baik saja nyonya, ia tidak ikut dengan ibu dan kedua adiknya, sebenarnya nona mayra ingin menyusul mereka namun sebelum menyusul nya kabar buruk ini telah sampai padanya '' sebut Roy lelaki yang sudah beberapa bulan ini menyelidiki Maya dan anaknya.


'' Alhamdulillah... '' ucap ibu Maya, namun tak lama kemudian pandangan nya gelap dan langsung pingsan saat itu juga, tuan Arga dengan sigap menangkap tubuh istrinya itu.


'' cepat hubungi dokter keluarga '' sebutnya panik melihat keadaan sang istri


Roy pun langsung merogoh ponsel dan menghubungi dokter keluarga.


'' mama ayo bangun ma, aku mohon '' ucap dirgantara terus saja mencoba mengusap wajah istrinya itu.

__ADS_1


'' papa mama titip cucu kita, jaga dia jangan lagi kamu paksa kan keinginan mu kepada nya, aku tidak ingin ia meninggalkan kita seperti Maya, aku mohon jaga dia '' ucap ibu Maya tersengal dan menatap sendu kepada suaminya


Tuan Dirgantara tampak berpikir demikian permintaan istrinya, belum sempat ia menjawab sang istri pun menghembuskan nafas terakhirnya meninggalkan Dirgantara dengan perasaan semakin bersalah karena tidak sempat menjawab permintaan sang istri.


'' mama.... '' teriak pria paruh baya itu histeris, dokter yang baru saja memasuki rumah itu langsung berlari tergesa-gesa.


disusul oleh Roy dari belakang nya. '' tuan tuan, '' ucap Roy saat sudah memasuki kamar


dokter pun langsung memeriksa keadaan ibu Maya namun sayang ia sudah terlambat datang, dan ibu Maya telah pergi menyusul putri dan kedua cucunya.


'' roy... kamu hubungi dia, katakan ia sudah harus memulai misi nya '' ucap tuan Dirgantara


'' baik tuan ''.sahut Roy dan berjalan keluar dari kamar utama menghubungi orang yang dipinta oleh bos nya


'' kamu sudah bisa memulai nya '' ucap Roy saat panggilan nya tersambung


'' baiklah, mulai hari ini aku yang akan menjaga nya, katakan pada kakek ''sahut nya


Roy sengaja tidak memberikan kabar tentang istri majikannya karena takut orang kepercayaan bos nya itu goyah.


'' tuan saya sudah menyampaikan nya '' ucap Roy saat sudah dikamar


'' baiklah, sekarang bantu aku mengurus pemakaman istriku '' ucap Dirgantara namun pandangan nya tak pernah lepas dari sang istri.


dokter dan Roy pun meninggal kan kamar dan mengurus semua yang dibutuhkan untuk pemakaman.


'' sayang, maafkan aku. hingga akhir nafas mu aku tidak bisa mewujudkan keinginan mu, tapi aku tidak ingin lagi gagal. aku akan menjaga cucu kita satu-satunya. aku sudah mengutus orang yang sangat kamu sayangi untuk menjaganya, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu, dan aku harap cucu kita bisa menerima nya, namun jika ia tidak bisa menerima nya aku tidak akan memaksa nya. aku tidak ingin kehilangan orang yang aku sayangi lagi. maafkan papa Maya, maafkan papa '' ratap Dirgantara sambil menangis.


flash back off


'' aku akan jalan kan dengan baik permintaan mu kakek '' ucap pria itu

__ADS_1


__ADS_2