Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
apakah kita bisa berteman


__ADS_3

'' Baiklah tuan saya cukup mengantarkan anda berdua sampai disini, sekali lagi terimakasih '' kata Mayra saat sampai dilantai bawah


'' justru kami yang berterimakasih nona mayra, maaf merepotkan Anda '' ujar Rayan, sementara Rozi hanya diam melihat sang sahabat berusaha mengambil hati Mayra


'' apakah kita bisa bertemu lagi, atau bertukar no ponsel '' seru Rayan


Mayra terdiam sejenak memikirkan permintaan Rayan. '' anda tidak perlu takut nona, saya hanya ingin bertanya tentang pekerjaan '' alasan Rayan


'' oh kalo itu anda bisa langsung menghubungi pak Soni nanti nya tuan '' kata Mayra


Rozi menatap Rayan seolah memberi isyarat kepada nya.


'' baiklah kalau begitu, apa bisa kita berteman '' ucap Rayan mengulurkan tangannya, bagaimana pun ia akan berusaha mendekati Mayra hari ini.


ia tidak ingin kehilangan momen bersama Mayra hari ini, entah kapan ia akan bisa bertemu kembali dengan mayra.


'' tapi tuan '' ujar Mayra sedikit ragu


'' Anda tidak perlu takut nona, bos saya tidak memangsa orang kok '' ujar Rozi membantu sahabat nya itu


dengan berat hati akhirnya Mayra pun mengulur kan tangan nya membalas uluran tangan Rayan yang menggantung dari tadi.


'' nah sekarang kita sudah berteman kamu jangan panggil saya tuan lagi, cukup panggil aku Rayan '' kata Rayan tersenyum senang


'' bbaiklah tuan Rayan, eh Rayan '' kata Mayra sungkan


'' kalau begitu saya juga mau dong menjadi teman anda '' Rozi pun ikut mengulurkan tangannya kepada mayra, namun saat Mayra akan membalas uluran tangan Rozi Rayan malah menarik tubuh sahabat nya itu untuk menjauh dari Mayra.


Mayra hanya bisa mematung melihat perlakuan Rayan pada Rozi. '' sudah ga usah pake salam-salaman ayo kita pergi ajak Rayan sambil mengedipkan matanya pada Mayra.


Mayra hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rayan yang sedikit konyol dan lucu menurut nya.

__ADS_1


'' ada-ada saja lelaki itu, baru kenal udah genit, coba kalo bukan relasi nya pak Soni '' kata Mayra sedikit tersenyum


'' eh ngapain kamu senyum-senyum sendiri '' kata Dewi mengejutkan sahabatnya itu


'' eh kamu Dewi kaget aku '' kata Mayra mengusap dadanya karena kaget


'' maaf '' ucap Dewi cengengesan


'' eh siapa cowok tampan yang tadi '' tanya Dewi penasaran dengan lelaki yang berbicara dengan Mayra tadi


'' oh itu, relasi bisnis nya pak Soni '' kata Mayra


'' kelihatan nya kalian dekat ''


'' dekat darimana, ketemu juga baru kali ini '' sebut Mayra


'' masa sih, tapi tadi kelihatan nya kalian cukup akrab '' seru Dewi tak henti bertanya


'' Mayra tungguin '' Dewi pun mengejar sahabat nya itu


tanpa disadari oleh Mayra Soni merekam kejadian tadi di ponselnya Lalau Soni langsung mengirimi video tersebut kepada Aldo, bukan maksud sini mencampuri urusan bis nya itu, ia hanya ingin Aldo berjuang kembali dan tidak putus asa dengan keadaan yang menimpa nya saat ini.


Soni sangat yakin Mayra adalah gadis yang baik, ia tidak mungkin menolak Aldo hanya karena Aldo sedang mengalami kelumpuhan saat ini, dengan sedikit usaha dan dukungan dari Mayra Soni yakin Aldo kan segera pulih seperti sedia kala.


Ting suara pesan masuk pun berbunyi di ponsel Aldo, Aldo yang sedang berbaring itu pun meraih ponselnya.


'' video '' gumam Aldo


Aldo yang penasaran dengan video yang dikirim oleh Soni pun membuka nya, karena sebelumnya ia tidak pernah mendapat kiriman video seperti ini dari Soni.


Aldo terkejut saat melihat Mayra dan dua lelaki yang ada didalam video tersebut, dan saat itu Mayra dan dua lelaki itu berada dikantor nya.

__ADS_1


'' siapa lelaki ini kenapa aku tidak pernah melihat nya sebelumnya, dan Mayra tampak tersenyum, padahal ia biasanya tidak semudah itu dekat dengan orang '' ucap Aldo terus mengulangi video tersebut, Aldo mengenali pria yang satunya yaitu Rozi karena pernah beberapa kali bertemu namun dengan Rayan ia belum pernah bertemu sama sekali.


dengan penuh penasaran ia menghubungi Soni asisten nya tersebut.


Soni tersenyum saat melihat nama Aldo tertera dilayar ponselnya '' iya bos ada apa '' tanya Soni berpura


'' udah ga usah berbelok-belok kamu, katakan siapa lelaki yang bersama Mayra tadi '' tanyanya tak sabar karena merasa Soni mempermainkan nya


'' oh itu, saya rasa dia akan menjadi saingan anda bos '' jawab Soni enteng sengaja memancing bos nya itu


'' maksud ka.u apa Soni, jangan bicara yang aneh-aneh kamu '' kata Aldo mulai kesal


'' emang benar bos, itu tadi atasan pak Rozi, saya juga baru kali ini bertemu dengan beliau, dan kelihatannya ia kagum pada Mayra ''


'' maksud nya..''


'' iya bos, tadi saat pertemuan ia beberapa kali memuji Mayra secara langsung '' ujar Soni kembali memanasi Aldo


'' lalu bagaimana dengan Mayra, apa dia menanggapi nya '' tanya Soni dengan nada pelan, terdengar jelas ia sedikit kecewa


'' Mayra tak menanggapi nya bos, ia bersikap profesional '' kata Soni sedikit iba mendengar suara Aldo


'' ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu '' Aldo pun langsung menutup ponselnya tanpa persetujuan Soni


'' ya... sibos main tutup aja, tapi kelihatannya dia sedih, apa aku salah mengirimkan video tersebut, aku hanya berniat agar ia semangat saat mengetahui ia memiliki saingan '' ucap Soni pelan menatap ponselnya


Soni pun dihantui perasaan bersalah namun ia juga sungkan untuk menghubungi Aldo kembali.


Aldo yang mendengar perkataan Soni pun bingung dengan perasaannya, '' bukannya aku harus bahagia saat melihat Mayra senang, tapi kenapa aku seakan ga rela saat ada yang menatap dirinya seperti itu '' Aldo berbicara sendiri.


'' aku harus belajar melupakan Mayra, agar ia mendapatkan orang yang lebih baik dari ku, jika dengan ku pasti akan membebankan dirinya dengan keadaan ku sekarang ini, aku tidak ingin membuat Mayra terhalang karena keadaan ku ini '' ucap nya kembali

__ADS_1


mohon dukungan nya Mak... jangan lupa tinggalkan jejak ya 😘


__ADS_2