Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
tentang riko


__ADS_3

Pagi ini jam kuliah telah dimulai namun Riko tak kunjung datang, Aldo melihat tempat duduk disampingnya yang masih kosong, begitu juga dengan mayra secara tak sengaja ia juga memandang kursi kosong itu.


Beruntung Aldo tidak melihat hal itu, '' kemana pria garsek itu sudah jam segini dia belum juga datang '' batin Mayra.


'' kemana Riko? kenapa dia belum masuk dan tak ada kabar lagi '' gumam aldo. Aldo dan Mayra sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


tak lama dosen pembimbing pun masuk itu artinya pelajaran dimulai.


👣


👣


👣


kediaman Riko


'' ayo sayang kamu harus makan '' ucap Silvia untuk kesekian kalinya pada putranya itu.


'' sudah ma aku sudah kenyang '' tolak Riko


'' baiklah, kalau kamu tidak ingin makan mama tidak akan mengijinkan kamu masuk ke kampus lagi. lebih baik mama panggilkan dosen pembimbing untuk belajar dirumah saja '' ancam nya, Silvia selalu menggunakan ini sebagai senjata untuk mengancam putra nya itu.


sebenarnya Riko sedari dulu sudah belajar dirumah tapi saat ia sudah di jenjang kuliah, Riko ingin kuliah dikampus seperti kebanyakan orang seumur nya.


orang tuanya pun dengan berat hati mengizinkan dengan syarat Riko harus meminum obat yang sudah diresepkan oleh dokter yang sudah lama menangani dirinya.


Namun sepertinya beberapa hari terakhir Riko sering terlambat meminum obatnya bahkan kadang ia enggan untuk meminum obatnya.


' mama, ngancam nya selalu tepat sasaran, ya udah sini biar aku makan sendiri, mama ga usah repot-repot menyuapi Riko '' Riko pun makan hingga piringnya kosong.


Silvia tersenyum senang karena riko sudah menghabiskan makanannya.


'' ni obat nya '' Silvia memberikan beberapa butir obat kepada putranya itu.


'' ma..., sampai kapan aku harus minum ini terus, aku bosan ma...'' sebut Riko dengan mata yang sendu.


'' mama juga tidak tahu sayang, tapi sejauh ini obat ini sangat membantu kamu nak, mama mohon kamu jangan ulangi lagi hal seperti kemarin ya.'' Silvia bukan nya tidak tahu jika Riko tak mengkonsumsi obat nya beberapa hari terakhir.


'' baiklah ma,'' sahut Riko pasrah


setelah memastikan Riko meminum obatnya Silvia pun meninggalkan kamar putra nya itu.


sesampainya diluar kamar Silvia tak bisa lagi menahan tangisnya, ia tidak tahan melihat keadaan putra tunggalnya itu.


'' maafkan mama sayang sampai sekarang mama belum bisa menemukan rumah sakit yang terbaik untuk mengobati mu, mama janji setelah dokter Rania menemukan nya mama akan langsung membawamu kesana '' Silvia pun pergi kedapur menyimpan piring bekas makan anak nya.


riko bangkit dari duduknya ia berjalan menuju jendela kamar nya melihat lalu lintas yang ramai.


'' hah.. aku harus segera sembuh aku tidak mau mereka meragukan ku untuk mendapatkan mayra, terlebih aldo seperti nya juga menyukai mayra. aku tidak boleh kalah dari dia '' ucap Riko.


sebenarnya di kantin semalam kedua sahabatnya itu ingin tahu sudah sejauh mana Riko dalam misinya karena mereka dapat melihat Riko yang selalu ditolak oleh Mayra.


bahkan Mayra juga pindah dari tempat duduknya untuk menghindari riko.

__ADS_1


'' apa aku bilang kamu pasti tidak akan pernah berhasil untuk mendapatkan dia.'' ejek Genta


'' kamu juga sih pake nantanggin, kamu ga lihat udah berapa orang yang ditolak oleh Mayra'' sambung Didi


'' kenapa kalian memojokkan aku, ini baru beberapa hari '' sahut Riko kesal


'' hey sob biasanya kamu hanya butuh waktu dua jam, ingat dua jam bro..''


'' ya itu kan biasanya tapi sekarang ini luar biasa dan Mayra itu tidak sama dengan gadis yang sudah aku dekati selama ini. dia adalah gadis yang luar biasa '' ucap Riko sambil tersenyum


kedua sahabatnya itu dapat melihat raut wajah riko, mereka bisa membaca jika Riko mengagumi Mayra.


sangat jelas berbeda biasa nya Riko tidak pernah tersenyum merekah seperti ini.


'' Riko kamu kenapa senyum-senyum sendiri, jangan katakan jika kamu... ''


Genta mengantung ucapan nya.


'' apa? '' sahut Riko ketus


'' kamu suka beneran sama Mayra '' tanya Didi langsung


'' apa mungkin aku menyukai nya, aku juga tahu tapi setiap aku melihat nya. entah perasaan apa itu aku belum pernah mengalami nya selama ini. padahal kalian tahu bukan kali ini saja aku mendekati wanita '' sebut Riko panjang lebar


'' wah bahaya dong kalau kamu sampai suka sama Mayra '' ucap Genta kaget


'' bahaya kenapa '' tanya Riko dan Didi serentak bingung


mereka bertiga pun tertawa bersama karena kekonyolan genta.


disaat mereka sedang tertawa bersama tiba-tiba Riko merasakan nyeri di dadanya wajah nya pun langsung berubah pucat.


Riko berusaha untuk tetap tenang agar kedua sahabatnya itu tidak mengetahui keadaan nya saat ini.


Riko mencoba mengatur nafasnya dan meminum air mineral yang ada didepannya.


setelah cukup membaik riko pun pamit pada Genta dan Didi.


'' aku balik dulu ya... '' ucapnya pelan


Didi dan Genta pun menoleh melihat Riko yang berubah pucat.


'' ada apa sob, kenapa tiba-tiba wajah mu pucat begini '' tanya dua sahabatnya khawatir.


'' tidak, aku hanya kelelahan aku balik ya, ingat jangan sampai ada yang tahu tentang ini '' ucap Riko sebelum meninggal kan kantin


'' Riko biar aku antar ya '' sebut dua Didi menyusul Riko


'' ga usah aku bisa pulang sendiri sana temani Genta '' usir Riko pada Didi


'' gimana '' tanya Genta dari kejauhan


'' dia nya ga mau diantar '' sahut Didi

__ADS_1


flash back off


'' terimakasih Ya Allah karena sudah memberikan aku orang tua yang baik, teman yang baik dan kehidupan yang baik sejauh ini. '' batin Riko berdoa


sementara di kampus sudah tersebar kabar tentang keadaan Riko semalam yang yang tiba-tiba pucat dan lemah.


Aldo yang sudah beberapa hari ini bergaul dengan Riko pun merasa dekat ia prihatin dengan kondisi Riko saat ini.


untuk menjawab kekhawatiran nya Aldo menemui dua sahabat riko yang sedang duduk di kantin.


'' maaf apa aku boleh bergabung disini '' tanya Aldo


Genta dan Didi saling pandang ada apa dengan Aldo. yang biasanya ia tidak pernah mau dikeramatkan tapi sekarang malah minta bergabung dengan Didi dan Genta.


'' kalau kalian keberatan aku tidak masalah, maaf aku menganggu kalian '' sebut Aldo dan ingin berlalu dari sana. ia sadar selama ini ia tidak pernah bergaul dengan mahasiswa di kampus ini.


mungkin itu juga yang menyebabkan ia ditolak oleh Genta dan Didi namun baru beberapa langkah Aldo berjalan ia dipanggil lagi oleh Didi.


'' hey sob mau kemanan, ayo sini gabung '' ajak Didi.


Genta dan Didi memiliki sifat yang sama dengan Riko ia sangat terbuka dan tidak pernah berlaku buruk meskipun Riko dikenal sebagai Casanova di kampus ini.


Aldo berbalik dan tersenyum, lalu menarik kursi untuk ia duduki.


'' ada apa tumben kamu mau gabung sama kita '' tanya Genta


'' hem.. itu aku mau tanya, apa benar Riko sedang sakit. karena semalam dia baik-baik saja pada saat jam pelajaran '' tanya Aldo


'' dari mana kamu tahu '' tanya Didi


'' maaf jika aku salah, aku mendengar dari mahasiswa yang lain, aku ingin tahu apa kabar ini benar atau tidak, makanya aku mengahapiri kalian. kalian berdua kan sahabatnya Riko ''


'' sebenarnya kami juga tidak tahu karena Riko tidak ada memberi kami kabar, rencana nya sepulang dari kampus kami mau kerumah nya '' sebut Genta


'' apa aku boleh ikut '' tanya Aldo


Didi dan Genta diam sejenak mereka nampak berpikir dengan permintaan Aldo namun mereka juga tahu Riko sudah menghabiskan banyak waktu belakangan ini dengan aldo.


'' baiklah nanti siang aku akan kabari kamu, boleh aku minta nomor kontak mu '' kata Genta


Aldo pun menyerahkan ponselnya kepada Genta, agar Genta menuliskan nomor kontak nya di ponsel milik aldo.


'' wuih keren banget nih ponsel kamu, ini kan barang mahal '' seru Didi


Aldo hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Didi.


'' hati-hati Genta, awas lecet ntar '' ucap Didi lagi


'' iya, iya aku paham '' sahut Genta bersungut-sungut melihat kelakuan Didi


'' kalian berlebihan '' sebut Aldo terkekeh melihat tingkah Didi dan Genta yang lucu menurut nya.


terimakasih sudah mampir say....👣👣👣

__ADS_1


__ADS_2