
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan mobil yang dikendarai Rayan memasuki sebuah rumah yang memiliki perkarangan yang cukup luas disana juga ada taman bunga yang membuat sejuk dipandang.
Mayra memandangi rumah tersebut dan bertanya-tanya dalam hatinya apakah benar hari ini ia akan bertemu dengan sang kakek yang ia dengar dari almarhum ibunya.
kakek yang sangat tegas tapi juga penyayang begitu lah yang Mayra tahu tentang sang kakek.
kalau tadi Rayan bercerita tentang kakek lalu dimana nenek pertanyaan tersebut muncul dibenak Mayra namun ia masih berusaha memendamnya.
bukankah setelah ia bertemu dengan kakek ia bisa bertanya langsung nanti nya.
'' ayo Mayra kita turun, kamu jangan takut aku tidak berbohong '' ajak Rayan
'' kamu percaya kan pada ku ''
'' hemm... baiklah '' sahut nya
mereka berdua lalu turun, Rayan segera meraih tangan Mayra saat melihat Mayra masih ragu untuk melangkah masuk.
'' sudah kamu tidak usah takut, kakek sangat menunggu kedatangan mu ''
Mayra hanya mengangguk menyahuti Rayan, dengan sabar Rayan membawa Mayra masuk kerumah tersebut.
ia tidak melepaskan pegangannya dari tangan Mayra. sesampainya disana Rayan menekan bel rumah tersebut.
Mayra masih memperhatikan sekeliling rumah tersebut, '' kelihatan nya kakek bukan orang sembarangan, rumah nya mewah sekali, lalu kenapa ibu tidak membawa kami sewaktu kecil kemari. untuk biaya berobat saja ibu sangat kesulitan waktu itu, kalau saja waktu itu tidak ada yang membantu ibu aku tidak tahu apa jadinya kami '' batin Mayra saat mengingat masa kecilnya yang sangat menyedihkan diabaikan oleh sang ayah dan dianiaya oleh ibu tirinya.
namun sang ibu tetap bersabar menjalani rumah tangga nya hingga sang ayah meninggal dunia.
'' ah ibu memang wanita yang kuat, aku juga pasti bisa melalui ini '' batin Mayra menguatkan dirinya
dibandingkan dengan keadaan sang ibu luka yang ia alami belum lah seberapa mengingat masa-masa pahit yang ia lewati bersama sang ibu dulu.
kehidupan Mayra sekarang tidak lah kekurangan ia bisa membiayai kehidupan nya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
setelah menunggu beberapa menit barulah pintu rumah besar itu terbuka, tampak wanita paruh baya menyambut kami ramah.
'' nak Rayan '' ucap nya menyapa Rayan
'' iya bik, kakek ada bik '' tanya Rayan
wanita itu tak menjawab Rayan, ia malah memperhatikan Mayra yang berdiri di samping Rayan, tangan Rayan terus saja menggenggam tangan mayra.
'' neng Maya... '' ucap wanita itu pelan
'' bukan bik, ini Mayra putri dari Bu Maya '' sahut Rayan
__ADS_1
Mayra langsung melihat Rayan, dari mana Rayan tahu nama ibunya padahal dia tidak pernah bercerita tentang ibu dan adiknya, Mayra hanya bercerita tentang Aldo kepada Rayan.
'' kamu tidak usah bingung mayra, aku sudah lama mengikuti kamu jadi aku tahu banyak tentang mu '' ujar Rayan menjelaskan
Mayra tak menyahut, baginya Rayan sangat banyak menyimpan rahasia dari nya, sekarang ia hanya ingin memastikan apakah benar rumah yang ia datangi saat ini adalah rumah kakek nya.
'' ya ampun putrinya neng Maya sangat mirip dengan beliau, bibik sangat rindu neng dengan beliau... '' ujar sang bibik sambil memeluk Mayra dan menangis
Mayra hanya pasrah mendapatkan perlakuan seperti ini, jika boleh jujur Mayra sangat senang mendapatkan pelukan seperti ini, ia sangat merindukan pelukan ibunya.
'' kamu tahu neng, bibik adalah orang yang merawat ibu mu dari kecil, maaf kan jika bibik lancang memeluk kamu nak '' ucap wanita itu sungkan
'' tidak apa-apa bik... ''
'' ayo masuk nak..., tuan pasti senang melihat kamu nak ''
'' ayo Mayra '' ajak Rayan
Mayra pun mengangguk dan mengikuti langkah Rayan.
didalam rumah Mayra melihat banyak foto keluarga terpajang di setiap dinding bahkan disana juga ada foto dirinya dan kedua adiknya.
lalu Mayra melihat foto sang ibu dengan bingkai foto yang cukup besar, dengan pakaian wisuda nya.
'' ibu... '' ucap Mayra pelan
'' tidak usah bik, biar aku dan Mayra menyusul kakek ''
'' oh baiklah den, kalau begitu bibik buatkan minum dulu ya ''
Rayan mengajak Mayra ke halaman belakang, kakek memang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berkebun semenjak kepergian nenek.
'' kakek sudah istirahat lah dulu '' panggil Rayan saat sudah di halaman belakang
'' Rayan sejak kapan kamu datang, kenapa tidak mengabarkan kakek terlebih dahulu '' sahutnya senang saat melihat Rayan, lelaki tua itu segera melepas sarung tangan dan mencuci tangan nya sebelum menghampiri Rayan.
'' siapa gadis yang bersamamu ini "
wajar jika kakek tidak mengenali mayra karena mayra masih menunduk ia masih ragu untuk menatap lelaki tua itu.
'' mayra ayo peluklah beliau, dia adalah kakekmu '' seru Rayan
kakek terkejut mendengar apa yang dikatakan Rayan, '' mayra '' ucap nya
maira pun mengangkat pandangannya melihat pada lelaki tua yang ada di hadapan mereka saat ini.
__ADS_1
'' deg... '' kakek terkejut sekaligus senang melihat cucunya secara langsung
'' kemarilah apa kamu tidak ingin memeluk kakekmu ini " air mata beliau mengalir begitu saja
'' kakek "ucap mayra
'' iya benar aku adalah kakekmu ''
maira pun tanpa ragu langsung memeluk sang kakek ia menangis haru saat menyadari bahwa ia tidak sendirian masih ada sang kakek.
kedua nya larut dalam tangis mereka mengabaikan Rayan begitu saja hingga Rayan pun buka suara.
'' tuh kan mentang-mentang Kakek sudah ketemu sama cucu nya aku diabaikan ''
'' bukan begitu, kemarilah peluklah kakek mu ini Rayan ''
mereka bertiga pun tertawa serentak '' Kakek sangat bersyukur bisa bertemu denganmu mereka, maaf jika kakek tidak mendatangimu kakek belum berani untuk bertemu denganmu. ini semua berkat kamu Rayan, kamu telah membawa mayra kerumah ini ''
'' ini sudah kewajibanku kakek ''
'' kakek... nenek ada di mana, aku tidak melihatnya '' tanya Mayra
'' maafkan kakek, nenek sudah tiada, iya meninggal setelah mendapat kabar tentang ibumu ''
'' saat itu nenek telah bersiap ingin bertemu dengan ibumu tapi belum ia pergi ada yang membawa kabar bahwa ibumu mengalami kecelakaan beliau kaget, dan tidak bertahan lama hari itu juga ia pergi meninggalkan kakek untuk selamanya ''
'' sejak itu pula kakek menyuruh Rayan untuk mengawasi dan menjaga mu ''
'' jadi selama ini, kamu... ''
'' jangan membenci Rayan, semua ini kakek yang lakukan, kakek tidak ingin kehilangan kamu, hanya kamu yang kakek miliki saat ini '' kakek langsung menjelaskan agar Mayra tidak salah paham terhadap Rayan
'' maafkan aku Mayra '' ujar Rayan
setelah mendapat penjelasan dari kakeknya Mayra tak lagi mempermasalahkan hal tersebut, '' tidak apa-apa Rayan, aku tahu ini semua demi kebaikan aku kan, terimakasih karena kamu sudah menjaga ku ''
Rayan tersenyum senang karena Mayra tak membenci nya begitu juga dengan sang kakek.
'' ini minuman nya '' sebut bibik yang sudah membawa nampan berisi minuman segar
'' iya bik, terimakasih ''
'' bik hari ini kamu masak yang enak, aku ingin merayakan kepulangan cucuku '' sebut kakek senang
'' baik tuan '' sahut bibik juga ikut senang saat melihat majikannya itu senang
__ADS_1
mereka pun meminum l minuman yang sudah disiapkan bibik sambil sesekali bercanda, Mayra sangat senang ia tidak menyangka sakit hati yang ia dapatkan mendapatkan ganti yang lebih baik dari yang Kuasa.
'' Alhamdulillah hamba sangat bersyukur bisa berkumpul bersama kakek hamba Ya Allah, ibu... kakak sudah bersama kakek saat ini, kakak tidak sendirian lagi bu, disini juga ada Rayan bu... dia lah yang paling berjasa atas semua ini Bu... '' batin Mayra mengucap syukur