
Satu Minggu sudah Mayra melalui hari nya bersama sang kakek, keduanya semakin dekat satu sama lain.
kakek juga meminta maaf kepada Mayra atas sikap nya selama ini yang telah mengabaikan mereka.
Mayra menceritakan semua hal yang ia lalui bersama sang ibu tidak ada satu hal pun yang ia lewatkan.
Mayra merasa lega karena bisa menumpahkan semua masa lalu nya terhadap orang yang tepat.
'' sayang apa kamu yakin akan berkerja hari ini, atau sebaiknya kamu dirumah saja temani kakek, kakek masih sanggup membiayai kehidupan kita. '' ujar nya karena merasa berat saat melepas mayat kembali ke kota.
'' aku baik-baik saja kek, nanti setiap akhir pekan aku akan mengunjungi kakek '' kata Mayra sambil mengusap tangan lelaki tua itu
kakek hanya bisa menghela nafasnya karena tak berhasil membujuk sang cucu untuk tinggal bersamanya.
'' kakek jangan seperti ini, aku jadi tidak semangat '' ucap Mayra lesu melihat keadaan sang kakek yang belum rela melepas nya bekerja
'' baiklah, tapi kamu janji harus mengunjungi kakek setiap akhir pekan '' pintanya
'' janji '' ucap Mayra tersenyum
Rayan memasuki ruangan tersebut, ia melihat Mayra dan kakek saling berpelukan.
'' udah kek... Mayra akan pergi bekerja, bukan berperang '' ledek Rayan
kakek pun mengurai pelukannya dan menatap Rayan yang sedang tertawa.
'' kamu kakek kasih tugas tambahan, setiap akhir pekan kamu harus mengantar Mayra kesini kalau tidak kamu akan tahu akibat nya '' ucap kakek
'' siap kakek '' sahut Rayan
'' kakek... kenapa harus merepotkan Rayan, aku kan bisa datang sendiri '' ucap Mayra tak enak hati
'' tidak, kakek merasa lebih aman kalau kamu diantar Rayan, tidak ada bantahan ''
'' baiklah kek.. '' sahut Mayra
'' Baiklah kek, kami jalan dulu '' seru Rayan sambil menyalami kakek
'' kalian hati-hati lah dijalan '' kakek pun melepaskan kepergian Mayra dan Rayan
...****************...
'' akhirnya kita sampai juga '' ucap Rayan saat sudah sampai diparkiran kos Mayra
'' Alhamdulillah... terimakasih Rayan ''
'' kamu ga ajak aku masuk dulu, buatin minum atau semacamnya haus ni... ''
__ADS_1
'' tapi aku tidak punya apa-apa untuk dihidangkan, kamu kan tahu aku sudah satu Minggu ini dirumah kakek ''
'' oh iya, aku lupa, ya sudah kita ke supermarket dulu gimana '' tawar Rayan
'' apa tidak merepotkan kamu ''
'' kamu ini selalu sungkan, aku sangat senang bisa membantu mu Mayra ''
'' baiklah terimakasih Rayan ''
mobil Rayan pun meninggalkan kost Mayra untuk pergi ke supermarket.
tak butuh waktu lama karena memang supermaket berada tidak jauh dari sana.
Mayra mengambil troli sebelumnya, Rayan mengambil alih troli tersebut, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi interaksi keduanya.
'' apa hubungan mereka sebenarnya '' gumam nya, ia merasa cemburu melihat keduanya yang sedang bercanda siapa pun yang melihatnya pasti berpikir bahwa keduanya adalah sepasang kekasih ataupun suami istri.
'' aku harus menanyakan langsung hal ini pada Mayra '' ucap lelaki itu yang tak lain adalah Riko
Riko pun berjalan tergesa menghampiri Mayra yang berada tak jauh dari nya.
'' Mayra bisa ikut aku sebentar '' ujar Riko saat sudah didekat Mayra dan Rayan
Mayra terkejut saat melihat Riko sudah ada disampingnya. ia hanya diam dan mematung, seminggu ini ia sengaja menghindari ini, namun hari ini ia bertemu lagi dengan Riko.
Mayra masih tak menyahut, dimatanya Rayan dapat melihat kesedihan dan kekecewaan. Rayan pun angkat suara akhirnya karena tak tahan melihat mayra seperti ini.
'' ini urusan aku dan mayra, anda tidak perlu ikut campur, ayo mayra '' Riko pun dengan berani menarik tangan Mayra
Rayan langsung menahan Mayra karena perlakuan Riko sangat tidak sopan menurut nya.
'' bisa kah anda bicara disini saja, aku lihat Mayra tidak nyaman saat bertemu dengan mu '' ujar Rayan mencoba menahan emosi nya
'' anda bukan siapa-siapa nya, jadi tidak berhak melarang ku untuk berbicara dengan Mayra '' ucap Riko angkuh
mendengar hal itu membuat Rayan sedikit kesal, memang benar apa yang dia katakan. namun Rayan tak rela jika lelaki yang belum dikenalnya ini menyakiti mayra.
tapi Rayan masih memegang erat tangan Mayra yang satunya, ia tidak ingin melepas Mayra begitu saja.
'' Mayra apakah kamu mau mengikuti pria ini '' tanya Rayan lembut
Mayra menatap bingung keduanya, ia tidak siap dengan keadaan ini namun ia juga harus memberi penjelasan kepada Riko, agar Riko tidak berbuat seenaknya lagi seperti ini.
'' kamu salah Riko, Rayan adalah kekasih ku, dan sebentar lagi kami akan menikah, jadi kamu tidak sepantasnya berbicara seperti itu terhadap nya '' ujar Mayra membela Rayan, ia tidak ingin Rayan tersakiti oleh ucapan Riko baru saja
Rayan terkejut mendengar Mayra mengatakan hal tersebut, ia tersenyum mengejek Riko, karena tadi Riko sempat mengatai nya.
__ADS_1
mendengar hal itu Riko pun terkejut, namun ia tetap meminta waktu Mayra untuk bisa berbicara berdua.
'' pergilah Mayra aku akan mengawasi, kamu tidak usah takut '' sebut Rayan pada akhirnya, karena Riko tak kunjung melepaskan tangan mayra.
Mayra nampak berpikir sejenak dengan permintaan Rayan, '' hemmm baiklah tapi kita duduk di sana saja tidak usah jauh dari Rayan '' imbuh Mayra
'' baiklah terimakasih, karena kamu bersedia memberi ku waktu '' seru Riko senang, walaupun ia kesal karena Rayan terus mengawasi nya nanti.
...****************...
'' apa kabar mu ra... '' tanya Riko
'' aku baik-baik saja, bagaimana pengobatan mu '' Mayra berusaha untuk tetap kuat agar tidak menangis
'' pengobatan ku, berhasil ra..., tapi... ''
'' tapi apa Riko '' tanya Mayra khawatir
'' tapi hubungan kita tidak berhasil ra..., maaf aku tidak lagi memberi mu kabar, karena aku.... aku '' Riko merasa ragu menyampaikan tentang perjodohan nya
'' jika kamu belum siap, lebih baik kita tidak usah bicara kan, aku harus menemui Rayan '' sebut Mayra tegas
'' tunggu ra..., aku mohon dengerin aku dulu, aku tahu aku salah. tidak memberi mu kabar, tapi ini demi keselamatan kamu ra... ''
'' ada apa ini riko, aku tidak mengerti, jika masalah hubungan kita, aku sudah berusaha untuk ikhlas kamu tidak perlu khawatir, kita masih bisa berteman seperti dulu ''
'' dan aku rasa tidak ada lagi yang perlu dibahas '' Mayra pun berdiri dari duduknya namun Riko kembali menahan Mayra.
'' ra... aku masih mencintaimu, bahkan sampai saat ini. '' aku Riko menatap serius pada Mayra.
mendengar hal itu membuat Mayra merasa kecewa, kenapa mereka selalu berbuat semaunya sendiri.
'' maaf Riko, aku tidak bisa menerima kamu kembali karena aku sudah ada Rayan saat ini, dan tidak lama lagi aku dan Rayan akan segera menikah kamu paham itu ''
'' tidak ra... aku belum siap kehilangan kamu, bahkan sampai hari ini aku menolak perjodohan yang dilakukan oleh keluarga ku '' seru Riko
'' aku yakin pilihan mereka yang terbaik untuk mu riko, terima lah ia ''
'' tidak ra.... aku tidak mencintai nya, aku hanya mencintai kamu '' ujar Riko lagi
'' cukup Riko, kamu pergi meninggalkan janji untuk ku, kamu tahu berapa lama aku masih terus berharap kedatangan mu, namun apa yang aku dapatkan, bahkan kamu tidak mengabari aku sama sekali, kamu tahu Riko Akau sangat khawatir dengan kesehatan kamu. bahkan aku menutup hati untuk semua yang dekat dengan ku karena apa, karena aku tidak ingin kamu kecewa saat kamu kembali kepada ku. apa pernah ka.u memikirkan bagaimana aku disini tanpa kabar yang jelas dari mu hah... pernah kamu memikirkannya '' ujar Mayra emosi, ia menumpahkan semua yang ia simpan selama ini
Riko hanya terdiam, mendengar nya melihat Mayra menangis membuat hatinya nyeri, namun ia tidak bis menyingkirkan egonya.
Rayan menghampiri Mayra dan Riko '' sudah cukup nada membuat Mayra menangis, kamu puas sekarang '' ujar Rayan
'' Rayan bawa aku pulang, aku tidak ingin lagi disini '' pinta Mayra
__ADS_1
'' baiklah '' Rayan pun merangkul bahu Mayra, Riko hanya terdiam melihat Mayra dan Rayan yang mulai menjauhi nya, Riko dapat melihat bahu Mayra yang bergetar karena menangis.
'' aku akan mencari waktu lain untuk menemui Mayra lagi '' ucap Riko