
Sesuai keinginan Aldo siang ini setelah jam istirahat Mayra menguatkan dirinya untuk bertemu dengan aldo.
bahkan ia mengabaikan makan siang nya, Soni sempat mengajak Mayra untuk makan siang namun i menolak untuk pergi.
Mayra berjalan menuju ruang dimana Aldo berada, sebelum masuk Mayra terlebih dahulu mengetuk pintu itu.
setelah mendapat jawaban dari dalam baru lah Mayra masuk '' siang pak '' ucap Mayra saat sudah didalam ruangan Aldo
Aldo sedikit tertegun, lidah nya seakan kaku untuk bicara, Mayra suasana hening sejenak.
namun Mayra berusaha menguasai perasaannya, sebenarnya Mayra belum lah mencintai Aldo namun kedekatan mereka selama ini dan janji yang dibuat Aldo membuat Mayra kecewa terhadap nya.
'' ada apa kamu memanggil ku al...'' seru Mayra akhirnya, mencoba mencairkan suasana seperti dahulu nya ketika mereka bersahabat.
'' ra... maafkan aku '' hanya kata ini lah yang sanggup ia ucapkan
Mayra pun berjalan mendekati Aldo lalu bertanya '' boleh aku duduk ''
'' ah iya silahkan ra.. maaf '' sebut Aldo sekali lagi
Mayra tersenyum getir melihat tingkah Aldo ia sendiri mengerti dengan sikap Aldo terhadap nya.
'' sudah lah Aldo, kamu tidak perlu mengulangi kata yang sama, aku sudah belajar untuk ikhlas atas semua yang kita lalui ''
'' terimakasih ra... tapi aku punya alasan melakukan ini ra... kamu harus tahu itu '' ujar Aldo mencoba menjelaskan keadaan nya saat itu.
'' aku sudah terbiasa diberi janji dan disakiti pada akhirnya, kamu sendiri tahu itu, jujur aku sempat berharap padamu walaupun saat itu cinta belum tumbuh di hatiku namun aku berusaha untuk menerima kamu, dan sekali lagi kami juga tahu itu lalu alasan apa yang membuat kamu tidak memberi kabar terhadap ku, bahkan mama, papa, dan adik mu juga menghilang tak tahu kemana '' seru Mayra dengan nada kecewa
__ADS_1
Aldo terdiam sejenak, semua yang Mayra katakan benar adanya, saat itu Mayra selalu menolak dirinya hingga akhirnya ia tahu bahwa Mayra tengah menanti Riko yang tidak pernah memberi kabar.
tapi Aldo terus saja mendekati Mayra hingga akhirnya ia mendapat kan kepercayaan Mayra namun karena kecelakaan itu harus membuat dia menjauh dari Mayra selama beberapa bulan lamanya, hingga ia sendiri berkhianat pada Mayra karena telah jatuh hati pada perawat yang selama beberapa bulan terakhir merawatnya.
dan tidak lama lagi mereka akan menikah, Aldo berusaha memberanikan diri untuk menyampaikan apa yang ia alami selama ini ia berharap Mayra mengerti nantinya.
karena kebisuan Aldo Mayra pun bangkit dari tempat duduknya, ia merasa tidak ada lagi yang perlu dijelaskan semua telah usai Mayra akan berusaha ikhlas untuk itu.
'' ra... jangan pergi dulu, aku akan ceritakan apa yang membuat ku tak memberi kabar kepada mu '' ujar Aldo berusaha menahan mayra.
langkah Mayra pun terhenti, '' aku sudah ikhlas Aldo, kamu lanjutkan lah hidup mu dan aku lanjutkan hidup ku jalan kita berbeda '' ujar Mayra
namun Aldo tidak tinggal diam ia memutari meja kerja nya lalu memegang tangan Mayra dan membawa Mayra duduk di sofa yang ada diruang itu.
'' ra... setidaknya dengarkan aku dulu, setelah ini aku janji tidak akan menganggu kamu lagi '' pinta Aldo sambil berlutut didepan Mayra, ia tahu mayra sangat kecewa terhadap nya namun Aldo juga berharap setelah Mayra mendengar apa yang ia alami selama ini hubungan keduanya kembali baik dan ia ingin Mayra tetap menjadi sahabat nya.
'' baiklah aku akan mendengarkan kamu, tapi aku tidak bisa menerima kamu kembali '' sebut Mayra akhirnya
'' jadi nama gadis itu Siska, dan dia juga yang selama ini merawat aldo '' batin Mayra
puas berbagi apa yang aldo alami selama ini ia pun kembali meminta maaf pada Mayra.
Aldo melihat Mayra tersenyum, senyum yang beberapa bulan ini tidak pernah ia lihat. senyuman yang selama ini membuat dirinya terlena dan hanyut akan perasaannya.
namun ternyata ia salah selama ini ia hanya kagum pada mayra, mengangumi bukan berarti harus memiliki.
'' aldo aku kecewa terhadap mu, sebagai sahabat kamu tidak memikirkan aku, jika saat itu kamu berterus terang kepada ku, aku tidak keberatan menerima kamu, apapun keadaan kamu, walaupun kamu katakan ini demi kebaikan ku, tapi disisi lain aku turut bahagia untukmu karena kamu sudah menemukan wanita yang tepat untuk menemani hidupmu, aku ucapkan selamat untuk mu
__ADS_1
tapi maaf aku tidak bisa lagi bekerja disini '' ujar mayra
'' kenapa ra... apa kamu masih marah terhadap ku ''
'' tidak, sama sekali tidak aku hanya ingin membuat diriku bahagia, kamu juga harus bahagia ya .... ''
'' apa dengan cara ini kamu bisa bahagia, lalu kamu akan bekerja dimana '' tanya Aldo khawatir karena ia tahu benar bahwa Mayra hanya sebatang kara, tidak ada lagi keluarga yang menemani nya.
'' kamu tidak usah khawatir, aku sudah bertemu dengan kakek ku, beliau tinggal di kota sebelah, aku hanya ingin merawat beliau dihari tua nya. karena hanya aku yang ia miliki '' seru Mayra
'' kakek...? '' tanya Aldo bingung
'' iya al..., selama ini beliau sudah tahu tentang aku, namun aku tak tahu dimana beliau tinggal, ini semua berkat Rayan dia lah yang membawa ku bertemu dengan kakek dan kamu tahu tidak, ternyata selama ini Rayan mengawasi ku ini semua atas permintaan kakek '' Mayra pun bangkit dari duduknya hatinya serasa lapang tak ada lagi masalah yang ia simpan karena Aldo sudah memberi tahu semua nya.
'' aku pamit dulu, jaga diri kamu baik-baik, kita tetap sahabat '' ucap nya tersenyum
Aldo merasa bersyukur bisa bersahabat dengan gadis didepannya. '' makasih ra... aku mohon datang lah saat pernikahan ku dan Siska '' pinta Aldo
'' aku ga bisa janji tapi aku akan usahakan ''
'' aku tidak menerima penolakan '' Rajuk Aldo
Mayra pun tertawa melihat sahabatnya itu '' ra... aku mohon datang lah dan ajak kakek serta Rayan '' pinta Aldo kembali
'' Rayan.... ??'' seru Mayra
'' iya ra..., dia itu lelaki yang baik, jangan tunggu lama-lama nanti diambil orang Lo '' goda Aldo
__ADS_1
'' apaan sih ...'' ucap Mayra sedikit malu
mereka berdua pun tertawa bersama seperti dua sahabat yang dulu nya saling berbagi.