
Mobil ambulans memasuki pekarangan rumah sakit, hingga mobil berhenti diruang UGD disana sudah menunggu beberapa perawat yang siaga.
tak butuh waktu lama tubuh Aldo pun langsung ditangani oleh pihak rumah sakit, sedang kan warga yang ikut diminta untuk mendampingi korban sambil mengisi beberapa data yang dibutuhkan.
'' maaf pak apa anda keluar pasien '' tanya perawat
'' bukan mbak, saya hanya warga sekitar yang ikut mendampingi '' sahut nya
'' oh, baiklah jika begitu. bapak tunggu sebentar ya, saya akan ambil dompet pasien untuk mengisi data yang dibutuhkan, barangkali disana ada yang bisa kita hubungi '' kata perawat tersebut lalu kembali masuk keruangan Aldo dirawat
'' sebenarnya siapa pemuda itu, aku juga tidak tahu '' gumamnya
'' aldo.... '' pekik Mayra saat terbangun dari tidurnya, baru saja ia bermimpi melihat Aldo yang sedang kesakitan memanggil dirinya
keringat membasahi keningnya, Mayra melihat jam dinding yang terpasang didinding kamar, '' ah sudah jam segini? kenapa Aldo belum datang juga '' pikir Mayra. tidak biasanya Aldo terlambat jika memang ia terlambat Aldo pasti memberi kabar kepada mayra.
'' ah aku coba hubungi dulu, kenapa perasaan mu jadi tidak enak begini '' ucap Mayra bangkit lalu mengambil ponselnya diatas meja rias
Mayra menghubungi nomor Aldo namun tak ada jawaban, tak putus asa ia terus saja mencobanya hingga seseorang menjawab panggilan tersebut. '' halo Aldo... '' ucap Mayra tak sabar karena ia sangat khawatir akan mimpi yang baru saja ia alami
'' maaf ini bukan aldo, dengan siapa saya berbicara '' tanya seseorang yang menjawab panggilan tersebut
'' eh apa aku salah sambung '' gumam Mayra tapi masih dapat didengar oleh orang yang menjawab panggilan tersebut, yang tak lain adalah anggota kepolisian
'' halo nona, apa anda teman dari pemilik ponsel ini, saat ini beliau sedang mengalami kecelakaan, apa anda bisa datang kerumah sakit '' kata petugas menjelaskan agar Mayra tidak menutup panggilan nya
'' apa... , Aldo kecelakaan, apa saya tidak salah dengar pak, mohon jangan mempermainkan saya, dimana Aldo tolong berikan ponselnya kepada Aldo '' ucap Mayra berusaha menahan tangisnya, dengan suara sedikit parau
'' anda tenang dulu nona, Aldo sudah ditangani pihak rumah sakit '' petugas pun menjelaskan secara detail mobil yang dikendarai aldo dan tempat kejadian naas itu terjadi
hal ini membuat Mayra sangat terkejut, karena sebelumnya Aldo menghubungi dirinya dan akan segera berangkat dari rumah untuk menjemput mayra, Mayra menebak kejadian tersebut terjadi sesaat setelah Aldo menghubungi dirinya.
'' tidak, ini tidak mungkin '' ucap Mayra dengan bibir bergetar, baru saja ia membuka hati tapi kenapa ia harus mengalami kejadian seperti ini kembali.
'' nona saya harap anda bisa menemani korban dirumah sakit, karena kami belum mengetahui siapa keluarga korban, dan jika anda mengenal keluarga korban saya harap anda bisa memberi tahu mereka tentang kejadian ini '' imbuh petugas itu kembali
__ADS_1
'' baiklah pak saya akan segera kerumah sakit bersama keluarga korban, tolong berikan saya alamat rumah sakit nya '' ucap Mayra kuat, bukan saat nya ia bersedih, ia harus menemani Aldo dan membawa kabar ini kepada keluarga Aldo yang belum mengetahui nya
panggilan pun terputus, Mayra segera bersiap dan memesan taksi online untuk mengantarkan dirinya kerumah Aldo terletak dahulu.
ia tidak akan sanggup jika pergi seorang diri kerumah sakit, karena masih trauma akan kejadian yang menimpa keluarga nya.
'' Ya Allah, apa rencana Mu dibalik semua ini, kuat kan hamba Ya Allah '' doa Mayra dalam hatinya
tak lama Mayra pun telah sampai dikediaman Aldo, Mayra melihat ada sebuah truk dan pecahan kaca yang masih berserakan diaspal tersebut. '' aku kuat, aku kuat '' ucap Mayra tak kuasa membayangkan kejadian yang menimpa Aldo barusan
rumah tampak sepi, penjaga gerbang pun tak ada, Mayra setengah berlari menuju pintu rumah dan membunyikan bel rumah tersebut beberapa kali, wajar saja karena waktu sudah pukul 23. 30 malam mungkin saja seisi rumah sudah tertidur lelap.
'' Ya Allah, bantu hamba..., tidak mungkin hamba menelpon mereka ini tidak sopan '' ucap Mayra
ia kembali menekan bel rumah tersebut berharap ada yang membukakan pintu untuk nya.
'' apa kau hubungi nomor serli saja, ah iya serli sebaiknya aku hubungi saja dia, yang penting aku bisa masuk dulu kerumah ini untuk memberikan kabar '' ucap Mayra dengan tangan sedikit gemetar karena paniknya
serli yang belum bisa tidur pun melihat panggilan masuk dari mayra, '' kak Mayra? ada apa dia menelepon ku, bukankah dia bersama kak Aldo '' gumamnya bingung
'' ayo serli angkat '' kata Mayra tak sabar
'' iya kak ada apa, nelpon aku malam - malam gini '' tanya Serli
'' Alhamdulillah akhirnya ku jawab panggilan kakak Serli '' kata Mayra
'' ada apa kak, kok kedengarannya kakak panik gitu'' tanya Serli sedikit kaget saat mendengar suara panik Mayra
'' dek kamu buka pintu nya, kakak ada didepan. '' lanjut Mayra
'' apa? kok kakak bisa didepan, kak Aldo mana?''
'' nanya nya nanti aja dek, ayo kamu buka pintu ada kabar yang harus Kakak sampai kan pada mami ''
'' iya baiklah, aku akan buka pintu nya ''
__ADS_1
serli pun sedikit berlari kelantai bawah guna membuka pintu untuk mayra, karena bibik pasti sudah tidur.
'' kak Mayra kenapa kakak begini '' ucap serli prihatin melihat keadaan Mayra yang sedikit kusut
'' dek, Aldo kecelakaan, mami dan papi harus tahu sekarang dia lagi dirawat dirumah sakit'' ucap Mayra tak sabar
'' apa... '' kata serli kaget
'' iya dek, kakak juga baru dapat kabar dari pihak polisi, ayo dek panggil mami dan papi kita harus kesana sekarang '' kata Mayra menyadarkan serli dari keterkejutan nya
'' ah iya kak, ayo kakak ikut masuk '' serli pun menaiki tangan Mayra untuk masuk kedalam, serli berlari menuju kamar orang tua nya sementara Mayra hanya menunggu dengan tubuh yang gemetar karena khawatir dengan keadaan Aldo saat ini.
rasa trauma karena kehilangan keluarganya belum lah hilang ditambah lagi dengan kecelakaan yang dialami Aldo saat ini Mayra sangat takut, ia tidak ingin kehilangan orang yang ia sayangi lagi. '' Aldo kamu harus bertahan, kamu kan sudah janji mau jagain aku '' ucap Mayra dengan bibir gemetar, air matanya terus saja mengalir tanpa bisa ia tahan
tak lama kemudian serli dan kedua orang tuanya datang menghampiri Mayra yang membisu seorang diri. '' Mayra katakan kalau ini tidak benar nak, mami tidak sanggup menerima kabar ini '' ucap Gina menagis dan memeluk tubuh Mayra
'' mi Mayra juga tidak tahu, tapi untuk mengetahui kebenaran nya kita harus segera kerumah sakit, maaf jika Mayra tidak langsung kerumah sakit. karena Mayra masih trauma dengan kejadian yang menimpa keluarga Mayra '' ucap Mayra
'' sudah lah sayang ayo kita kerumah sakit, agar kalian bisa tenang '' ajak Arga papi aldo
'' iya mi, sudah kita harus kuat, '' imbuh serli
'' iya pi '' sahut Gina sambil tetap merangkul mayra, ia sangat tahu bagaimana keadaan Mayra karena sewaktu orang tua Mayra mengalami kejadian naas hanya Gina yang ada disampingnya.
semenjak itu juga hubungan mereka makin dekat dan meminta Mayra untuk memanggil nya mami dan papi kepada Arga agar Mayra tidak merasa terlalu kehilangan saat itu.
setelah mereka bersiap Arga pun mengemudikan mobilnya saat keluar gerbang Arga melihat ada pecahan kaca diaspal tersebut.
Mayra yang mengetahui tempat kecelakaan pun menceritakan kejadian yang diberitahukan oleh pihak polisi tersebut.
hingga Gina kembali menagis tak kuasa menahan cemas nya akan keadaan Aldo saat ini.
'' sudah mi, kamu harus kuat '' kata Arga kembali menyemangati istrinya
'' tapi bagaimana kita tidak mengetahui nya pi, sementara kejadian nya tepat didepan rumah kita '' sesal Gina
__ADS_1
'' sudah mi, kita berdoa saja semoga kak Aldo baik-baik saja '' ucap serli memeluk Gina begitupun dengan mayra.
'' Ya Allah berikan kami kekuatan '' doa Mayra