
setelah selesai Silvia pun memutuskan panggilan nya, ia langsung menekan nomor seseorang yang ia percaya untuk mengurus rencananya.
'' ok semua sudah selesai '' ujarnya
'' ada apa ma...'' tanya Arga bingung melihat sikap istrinya
'' pa, aku punya rencana untuk membuat Riko bersemangat kembali untuk sembuh, mayra. gadis itu pasti bisa membuat Riko semangat untuk sembuh '' kata Silvia menggebu
'' maksud mama '' tanyanya masih tidak mengerti
'' ih.. kamu ini pa, kok ga paham juga sih. kamu kan dengar sendiri apa kata dokter tadi.
papa tahu tidak jika Riko sangat mengagumi Mayra '' ujar Silvia menjelaskan
'' oh..'' ucapnya singkat
'' lalu bagaimana bisa Mayra kesini??'' tanya Arga kembali
'' itu udah mama urus semua, papa tidak usah khawatir. kita hanya perlu menunggu kedatangan mayra sebentar lagi '' kata Silvia
'' oh begitu, mama memang sangat gercep '' kata Arga memberikan dua jempol nya. sesaat mereka larut dengan berharap kepada mayra.
diruangan Riko
selang infus terpasang ditangan lelaki tampan tersebut. begitu juga dengan selang oksigen sebagai alat bantu pernapasan nya.
meskipun demikian, tidak sedikit pun mengurangi kadar ketampanan nya.
wajahnya yang pucat tergambar jelas disana. ia begitu damai dalam tidurnya sehingga tidak memikirkan kepanikan yang dilanda oleh orang tuanya saat ini.
disana Riko bermimpi melihat seorang gadis yang sedang duduk termenung dibangku taman.
kelihatannya ia sedang menunggu kedatangan seseorang, gadis itu melihat kesemua sisi taman.
melihat apakah yang ia tunggu sudah datang, namun raut wajahnya kecewa karena yang ia tunggu tidak juga datang.
gadis itu kembali menunduk kan kepalanya menutupi rasa kecewanya.
'' siapa gadis itu, kasian sekali dia '' gumam Riko sambil terus memperhatikan nya dari kejauhan
lama ia mengamati gadis tersebut namun sepertinya gadis itu menyerah karena yang ia tunggu tak kunjung datang.
gadis itu pun bergerak melangkah dengan perlahan, '' riko.... kamu dimana???, apa kamu tidak ingin lagi bertemu dengan ku '' ucap gadis itu lirih namun masih bisa didengar oleh Riko
'' Riko... itu kan namaku, siapa dia??? kenapa ia ingin bertemu dengan ku '' batin riko. ia berusaha untuk melihat wajah gadis tersebut namun tak bisa karena gadis itu terus saja berjalan sambil menunduk.
'' sepertinya ia sangat kecewa, karena tidak dapat bertemu dengan ku, tapi siapa dia '' Riko terus bertanya-tanya sendiri pada dirinya.
gadis tersebut telah sampai dijalan besar saat ini, sesaat ia berbalik dan melihat kembali kesisi taman.
__ADS_1
ingin memastikan kembali apakah ia terlalu cepat meninggalkan taman tersebut.
Riko dapat melihat dengan jelas wajah gadis tersebut, '' dia... '' gumam Riko terkejut
'' Maura... '' panggil Riko
gadis itu pun tersenyum saat melihat Riko disana.
'' riko, kamu sudah datang... '' tanya Mayra ikut berteriak dari kejauhan
'' Mayra.... '' panggil Riko kembali hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutnya
panggilan itu pun terbawa hingga kealam sadar nya, dalam igauan nya Riko terus memanggil nama mayra.
suster yang sedang berjaga segera menekan tombol yang ada dikamar tersebut.
Silvia dan Arga yang sedang duduk didepan ruangan putranya pun kaget saat melihat kedatangan dokter Riana bersama seorang perawat.
'' ada apa dok '' tanya Silvia panik
'' sebentar ya Tante saya akan cek dulu keadaan Riko '' ucapnya
'' baiklah '' sahut Silvia
'' tenang ma..., Riko pasti bisa melewati masa kritis nya '' kata Arga mengusap bahu sang istri
Silvia mengangguk lemah dan bersandar didada bidang suaminya.
'' kak ada tamu yang mencari mu '' kata Maya sambil mengetuk pintu kamar
'' tamu, siapa yang datang malam-malam begini '' kata Mayra pelan
'' kakak apa kamu mendengar ibu... ''
'' iya bu, kakak akan segera kesana '' sahut Mayra membuka pintu kamar.
Mayra keluar dari kamar dan menuju ruang tamu, disana ada seorang wanita cantik menunggu nya.
Mayra bingung karena ia tidak mengenali wanita tersebut. dengan ragu Mayra menemui nya.
'' selamat malam, ada yang bisa saya bantu '' tanya Mayra setelah duduk didepan wanita itu.
'' oh iya perkenalkan saya Siska '' ucapannya ramah
'' oh iya kamu pasti bingung kenapa aku menemui kamu malam begini, aku adalah suruhan Tante silvia ''
'' Tante silvia, mama nya Riko '' tanya Mayra memastikan
'' iya benar, beliaulah yang menyuruh saya menemui anda dan ia juga minta saya untuk membawa anda menemui Riko '' kata siska menjelaskan kedatangan nya
__ADS_1
Mayra melihat jam tangan yang melingkar ditangan nya, sebelumnya ia tidak pernah keluar di jam seperti ini.
ia ragu untuk menjawabnya hingga suara Siska mengagetkan nya
'' nona mayra jangan takut, kita tidak akan lama ini untuk kebaikan riko. saya mohon nona bisa ikut saya sebentar saja, nanti saat pulang saya sendiri yang akan mengantarkan anda '' ujar siska, dia tidak ingin datang menemui Silvia dengan tangan kosong
''kebaikan riko??, memangnya Riko kenapa '' tanya Mayra
'' saat ini Riko sedang dirawat dirumah sakit, karena tadi ia ditemukan pingsan dikamar nya
'' apa..'' tanya Mayra kaget, ia seakan menemukan jawaban kenapa dari tadi Riko tidak menjawab panggilan nya.
'' tunggu lah sebentar '' ucap Mayra tergesa ingin menemui ibunya untuk meminta izin menjenguk Riko dirumah sakit.
'' bu..., ibuu... '' panggil Mayra dengan suara panik, karena mendapat kabar tentang Riko
'' ada apa kak..'' tanya Maya keluar dari kamar mandi
'' bu, aku harus menjenguk riko, ia sedang dirawat di rumah sakit sekarang ''
'' nak Riko dirawat dirumah sakit?, dari mana kamu tau kak..'' tanya Maya ikut panik
'' wanita yang didepan adalah suruhan tante Silvia bu, mama nya Riko menyuruh ia untuk menjemput kakak ''
'' tapi ini sudah malam kak...'' ucap Maya ragu membiarkan anak gadis nya pergi
'' tidak apa bu, nanti kakak akan langsung pulang setelah menjenguk riko, dan dia juga akan mengantarkan kakak lagi saat pulang '' ujar Mayra menjelaskan
'' bagaimana kalau ibu ikut dengan mu, ibu tidak ingin terjadi sesuatu pada mu nak..''
'' baiklah kita akan pergi bersama '' kata Mayra memutuskan untuk pergi bersama ibunya, ia juga tidak ingin ibunya khawatir atas kepergian nya
'' ibu ganti pakaian sebentar ya kak, kamu beri tahu kedua adikmu ''
Maya pun pergi kekamar untuk Menganti pakaiannya, sementara Mayra menemui kedua adiknya untuk memberi tahu kepergian nya bersama sang ibu
'' dek... kakak mau jenguk kak Riko bersama ibu, kalian baik-baik dirumah ya..'' kata mayra, tanpa menunggu jawaban dari sang adik Mayra pun pergi meninggalkan kamar kedua adiknya itu.
'' kenapa kakak?, seperti nya sangat buru-buru '' kata fiko bertanya pada fali
'' biarkan saja, mungkin keadaan kak Riko memang sedang tidak baik '' jawab fali
'' oh... '' ucap fiko singkat dan kembali fokus pada buku bacaan nya begitu pun dengan fali.
'' kami sudah siap bisa kita berangkat sekarang, dan ibu ku juga ikut menemani ku '' ujar Mayra pada Siska
'' baiklah nona, kita jalan sekarang '' sahut Siska segera bangkit dari duduknya.
mereka pun berangkat bersama kerumah sakit mengunakan mobil yang dikendarai oleh siska.
__ADS_1
Mayra meremas ujung bajunya untuk menutupi kegelisahan nya. sang ibu yang mengerti pun mengusap bahu putrinya untuk memberikan ketenangan.