Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
70


__ADS_3

Rayan menatap Mayra yang sedari tadi berusaha menghindar dari nya .


'' Kek, ayo aku kenalin sama sahabat ku, '' ucap Mayra sambil menarik lengan kakek nya


'' Rayan ayo sekalian ikut, kamu bilang kan belum ketemu sama pengantin itu '' ujar kakek


'' baiklah kek, '' sahut Rayan menurut


tinggal lah Rozi dan Soni, Rozi merasa enggan untuk menemui pengantin karena ia hanya akrab dengan Soni selama ini.


kakek berusaha mendekatkan Mayra dan Rayan dengan cara menyatukan tangan mereka, lalu beliau tersenyum menatap keduanya.


'' begini lebih baik '' ucap nya senang


Rayan dan Mayra tak bisa menolak walaupun sebenarnya mereka saling rindu tapi keduanya seolah bisa menyembunyikan nya.


tapi kakek Dirgantara bukan lah orang yang bisa mereka bohongi karena kakek tahu akan perasaan keduanya.


Dewi pun tersenyum melihat kejahilan kakek Dirgantara pada keduanya, '' kenapa ga dari tadi sih kek '' ujar Dewi sambil tersenyum


'' tapi aku... '' ucap Mayra menggantung saat kakek memberi kode bahwa ia tidak bisa menolak keinginan kakek.


akhirnya Mayra dan Rayan menaiki pelaminan untuk memberi kata selamat kepada sahabat nya Aldo.


sesampainya disana Mayra berdehem karena keduanya tengah asyik bercanda, Aldo hanya bisa pasrah mengikuti keusilan Siska.


'' eh ada tamu... '' ucap Siska sungkan


'' mayra... '' sebut Aldo sambil tersenyum penuh arti melihat Mayra dan Rayan saling berpegangan.


'' oh... jadi ini yang namanya Mayra '' ucap Siska senang, karena selama ini hanya bisa mendengar nama gadis itu dari kekasihnya Aldo.


'' wah... ternyata mbak Mayra memang cantik banget ya..., tapi sayang nya saya yang menang mbak, bisa menikah sama pak Aldo '' canda Siska

__ADS_1


'' Siska jangan bicara begitu '' ucap Aldo merasa tak enak hati pada Mayra


Mayra hanya tersenyum melihat kepolosan Siska, '' memang benar yang dikatakan Siska, dialah pemenangnya, aku juga tidak keberatan '' sahut Mayra


Rayan hanya menyimak percakapan ketiga nya tanpa berniat mencampuri karena memang ia tidak tahu tentang hubungan Mayra dan Aldo .


'' tu kan mbak Mayra nya aja ga keberatan '' ceplos Siska kembali


'' ih kamu ini cantik-cantik tapi ember '' kata Aldo kembali menasehati Siska


'' maaf pak..'' ucap Siska merasa tatapan Ado sudah berubah terhadap nya


'' lho kok masih panggil bapak aja, harus nya dirubah dong panggilan nya '' seru mayra merasa tak nyaman dengan panggilan suami istri itu.


'' maunya juga gitu mbak, tapi aku nya udah kebiasaan begitu ''


Aldo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah siska.


'' ya udah ga apa-apa nanti lama-lama juga bisa, selamat ya buat kalian, samawa dan cepetan punya baby '' kata Mayra menyalami Siska dan cipika-cipiki lalu berpelukan.


'' makasih doanya, tapi sepertinya masih lama deh, karena sampai sekarang aku belum mendapatkan pengganti Aldo '' kata Mayra tertawa sambil menunjuk dagu pada Aldo.


mendengar hal itu membuat Rayan terkejut namun ia belum bisa percaya sepenuhnya karena waktu itu ia melihat secara langsung Mayra diantar oleh seorang pria dan kelihatannya hubungan mereka sangat dekat.


'' mau cari yang gimana lagi sih ra... tuh disamping kamu siapa '' goda Aldo


Aldo memang belum mengenal Rayan secara dekat karena ia hanya mendengar tentang Rayan dari Soni.


'' oh iya aku sampai lupa, kenalin ini teman aku Rayan '' sebut Mayra lalu melepaskan pegangannya dari Rayan.


'' saya Rayan '' kata Aldo bersalaman dengan Aldo dan juga Siska


'' wah cakep bener mbak... ini sih bukan aku yang menang karena dapatin pak Aldo tapi mbak mengalah untuk yang lebih cakep '' kata Siska menatap kagum pada Rayan ia seakan lupa jika status nya sudah berubah menjadi istri Aldo saat ini hingga menatap penuh kagum pada Rayan.

__ADS_1


Rayan hanya tersenyum menanggapi ocehan siska begitu juga dengan Mayra.


'' apaan sih kamu siska, jadi kamu menyesal menikah dengan ku '' seru Aldo


'' eh bukan begitu juga , maaf pak. aku keceplosan memang kenyataannya bang Rayan lebih cakep kok '' ujar Siska kembali hingga mengundang gelak tawa mereka.


'' ya udah aku kebawah dulu deh, takut lama-lama disini ntar Siska berubah pikiran lagi '' goda Mayra sambil menarik tangan Rayan


'' Mayra kamu temui mami ia sangat merindukan kamu '' ucap Aldo sebelum Mayra turun dari pelaminan.


'' baik aku akan mencari beliau '' sahut Mayra


saat Mayra turun ia berpapasan dengan Riko yang baru saja ingin menghampiri mempelai pandangan mereka bertemu tangan Mayra mendadak dingin, Rayan yang merasakan perubahan itu pun bertanya pada Mayra karena ia tidak mengetahui kehadiran Riko.


'' may... ada apa, kenapa.... '' ucap Rayan menggantung saat ia ikut kearah pandangan Mayra, saat ini Rayan tahu apa yang menyebabkan suhu Mayra berubah.


Rayan pun berinisiatif menemui Riko sekedar menyapa, walau bagaimanapun mereka tetap lah relasi bisnis.


'' selamat malam pak Riko, kelihatan nya malam ini anda tidak sendirian, oh ya aku berharap anda juga akan datang di hari pernikahan kami nanti '' ucap Rayan sengaja berkata begitu agar Riko tidak lagi menganggu Mayra.


'' oh tentu saja, saya pasti akan datang di acara itu. dan ini Meri '' sahut Riko sedikit terkejut mendengar kabar yang diucapkan Rayan


'' selamat malam '' sapa Meri


Rayan dan Mayra pun menjawab ucapan Meri dengan ramah.


Mayra berusaha menutupi ketakutannya terhadap Riko, ia meremas tangan Rayan sedikit kuat untuk menyalurkan rasa takut nya.


Rayan yang merasakan perubahan Mayra pun berpamitan pada Riko dan Meri, ia tidak ingin Mayra lebih lama berada diantara Riko.


Riko termenung menatap punggung Mayra yang berjalan melalui nya, harapan nya kini telah kandas, saat mendengar kata-kata Rayan tadi.


'' Riko mau sampai kapan kamu ngelihatin mereka '' kesal Meri karena diabaikan oleh Riko.

__ADS_1


Riko tidak menyahuti ocehan meri, ia berjalan lebih dulu untuk menaiki pelaminan, bagaimana pun ia juga rindu pada sahabatnya itu.


__ADS_2