Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
pertemuan Mayra dan Rayan


__ADS_3

'' selamat datang tuan Rozi '' sambut Soni


'' terimakasih, kenalkan, ini adalah Dirut utama kami '' ujarnya kepada Soni. Soni memang tidak mengenal Rayan sama sekali karena hanya Rozi yang selalu turun tangan.


'' wah sungguh satu keberuntungan bagi saya bisa bertemu dengan anda tuan Rayan '' sapa Soni ramah lalu menjabat tangan Rayan


Rayan pun membalas jabat tangan tersebut dan tersenyum ramah.


'' oh iya tuan kenalkan, ini Mayra, asisten yang selalu mendampingi saya '' seru Soni mengenalkan Mayra kepada Rayan dan Rozi.


'' Mayra '' ucap Mayra menjabat tangan Rozi dan Rayan bergantian.


Rayan terbuai mendengar suara lembut Mayra, yang sama sekali belum pernah ia dengar secara langsung.


hingga ia sedikit lama menatap Mayra, dan dikejutkan oleh Rozi, karena Rayan masih saja berdiri saat Soni sudah mempersilahkan mereka untuk duduk.


'' hey, mau sampai kapan kamu terus berdiri disitu '' ujar Rozi sedikit berbisik pada Rayan


'' ah eh maaf aku membuat kalian tidak nyaman '' ucap Rayan kikuk


Soni yang memahami bahwa Rayan tengah memperhatikan Mayra pun tersenyum tipis, memang siapa pun yang bertemu dengan Mayra pasti akan terpaku melihat nya.


'' kelihatan nya, kamu akan memiliki saingan bos, kalo kamu terus menggantung Mayra seperti ini '' batin Soni seakan ia sedang berbicara dengan Aldo.


Sementara disebuah villa ada lelaki yang tersedak minuman.


'' aduh... pelan-pelan dong pak '' ucap perawat tersebut pada pasien yang sedang ia suapi makanan.


'' iya, iya aku juga tahu '' decak nya kesal


'' eh si bapak, tiap dikasih tahu sewot terus, ntar cepat tua Lo pak '' sahut perawat itu seolah tidak ada takut nya


'' kamu bawel amat sih, udah sini biar aku sendiri yang makan, ga usah kamu suapi lagi '' ujarnya mengambil piring itu dari tangan perawat cantik itu.


'' ya sudah, terimakasih ya tuan sudah meringankan tugas saya '' ucap perawat itu enteng dan meninggalkan Aldo dengan perasaan kesal.


memang benar lelaki yang sedang disuapi itu adalah Aldo, saat ini tengah menjalani terapi, ia sengaja tinggal jauh dari kedua orang tua dan adiknya.

__ADS_1


bahkan ia juga tidak memberi kabar kepada mayra, karena ia tidak ingin membuat Mayra merasa kasihan terhadap nya.


ia juga tidak ingin menghambat Mayra untuk memiliki teman hidup yang lebih baik dari dirinya.


'' ah... kenapa semakin hari, gadis aneh itu semakin berani saja kepada ku, tidak seperti Mayra, Mayra... apa kabarnya sekarang mungkinkah ia sudah memiliki pengganti ku '' ucap Aldo berbisik


'' maafkan aku Mayra, aku lelaki pengecut, aku tidak pantas untuk mu, bahkan aku tak juga memberi kejelasan tentang hubungan kita, jika saat aku sudah kembali sembuh aku rela kamu mendapatkan lelaki yang lain, ya karena itu lah yang terbaik untuk mu ''


'' tuan... sudah selesai belum '' ujar perawat itu menepuk bahu Aldo yang tengah melamun memikirkan Mayra


'' udah bawa aja sana, aku udah ga nafsu '' sewot Aldo ia memutar kursi rodanya dan kembali menuju ke kamar nya.


'' ya ga bisa gitu dong, gimana mau minum obat kalo makanannya ga dihabiskan '' perawat itu pun mengejar Aldo yang tak jauh darinya.


Aldo seketika berhenti dan berbalik, sang perawat yang tidak siap akan posisi Aldo langsung terjatuh kedalam pelukan aldo.


Aldo merasa terkejut dengan posisi sedekat ini, begitu juga dengan Perwari cantik yang bernama Siska itu.


bukanya berpindah Siska malah menikmati adegan yang seperti difilm-film tersebut.


'' ternyata gadis bawel ini sangat imut '' batin Aldo tak sadar memuji kecantikan perawat nya itu.


'' Hem Hem '' ucap bik Siti yang baru saja pulang dari pasar, sudah beberapa kali ia mengucapkan salam namun tak kunjung dijawab. hingga bibik Siti yang merasa kesal langsung masuk kedalam villa tersebut.


namun ia terkejut saat mendapati majikan nya seperti sedang berpelukan diatas kursi roda.


Aldo yang tersentak kaget pun spontan mendorong Siska, hingga Siska yang tidak siap akan hal itu jatuh terjerembab kebelakang, bik Siti tertawa renyah melihat Siska ya kesakitan sambil mengusap bokongnya yang terasa panas.


'' aduh... tuan kalo mau jatuhin, bilang-bilang dulu dong biar saya bisa cari posisi yang nyaman dikit '' umpat Siska kesal


'' dasar orang aneh '' ujar Aldo ketus lalu segera beranjak dari sana, karena ia merasa malu pada bibik Siti.


'' bibik, bantuin aku jangan malah ngetawain aku '' ujar Siska sambil mengulurkan tangannya.


'' rasain kamu, lagian bibik dari tadi udah manggilin kamu dan ucap salam beberapa kali tapi ga dijawab, saat bibik masuk kamu malah enak-enakan duduk dipangkuan den Aldo '' ucap bibik langsung berlalu dari hadapan Siska yang hanya bisa manyun saat bibik Siti tidak mau membangun nya.


'' ga apa-apa deh sakit sedikit, tapi tadi kenapa aku deg-degan sekali ya saat dipangku sama tuan Aldo '' ujar Siska tersenyum sendiri

__ADS_1


'' Siska mana obat saya... '' ucap Aldo sedikit berteriak dari kamar nya


'' eh iya tuan saya akan bawakan obat nya '' sahut Siska dan langsung berlari tergesa-gesa.


'' ada apa dengan ku, kenapa jantungku berdetak cepat begini, belum pernah aku mengalami hal ini '' gumam Aldo sambil menatap wajahnya yang sedikit memerah membayangkan kejadian dia dan Siska tadi.


setelah mengetuk pintu Siska pun masuk ke kamar aldo sambil membawa obat yang diminta oleh aldo, Aldo langsung saja meminum obat nya tanpa melihat Siska yang ada disampingnya.


setelah selesai Aldo pun menyuruh Siska keluar kamar dengan alasan ia ingin istirahat, Siska pun mengikuti perkataan Aldo lalu keluar dari kamar tersebut.


Aldo berbaring di ranjang dengan pikirannya yang masih teringat hal yang baru saja menimpa nya, sementara Siska sendiri lebih memilih membantu bibik Siti untuk mengalihkan perhatian nya dari kejadian yang baru saja ia alami dengan aldo.


ditempat lain Mayra dapat menyampaikan tugas yang diberikan kepadanya, ini adalah hal baru bagi Mayra karena sebelumnya ia tidak pernah melakukan tugas tersebut.


'' sangat bagus, luar biasa '' puji Rayan dengan penyampaian Mayra


'' terimakasih tuan '' seru Mayra sopan


'' wah anda sangat cepat belajar nona mayra '' puji Soni juga


'' betul yang kalian katakan '' ucap Rozi menimpali


'' baiklah kalau begitu kita sudahi rapat kita kali ini, jika ada yang dibutuhkan anda bisa mengabari kami '' ujar Rozi menjabat tangan Soni


'' terimakasih pak Rozi '' sahut Soni lalu berganti menjabat tangan Rayan '' terimakasih karena anda telah menyempatkan waktu untuk hadir dipertemuan kita kali ini '' sebut Soni saat ia menjabat tangan Rayan


'' sama-sama justru saya sangat senang bisa bertemu dengan Mayra '' ucap Rayan spontan


'' maksud nya '' tanya Mayra spontan, karena ia tidak mengenali Rayan sama sekali, ia merasa aneh saat Rayan berkata seperti itu tentang nya.


'' ah, eh maaf saya tidak bermaksud berkata seperti itu, saya merasa sangat terkesan dengan penyampaian anda, iya hanya itu hingga terbawa perasaan '' sahut Rayan kelimpungan


'' ah anda berlebihan tuan, saya hanya berusaha sebaik mungkin '' sahut Mayra


'' ya sudah kalau begitu kami pamit dulu '' kata Rozi


'' oh baiklah sampai ketemu lagi '' sahut Soni lalu menyuruh Mayra mengantarkan mereka berdua hingga lantai bawah.

__ADS_1


__ADS_2