
Hari berlalu dengan cepat Mayra melewati nya dengan kesibukan dikantor begitu pun dengan Aldo.
tak seperti biasanya hari ini Aldo lalui dengan hati lapang dan penuh semangat. hingga waktu berganti pun ia lalui dengan mudah.
'' mi Aldo mau makan malam diluar ya... '' ucap Aldo saat menghampiri keduanya diruang keluarga
'' makan malam? '' tanya keduanya serentak kaget, pasalnya Aldo tidak pernah melakukan hal tersebut, jika ada rekan kerja pun yang mengajaknya pasti diwakili oleh asisten nya soni.
'' aduh Aldo sampai lupa kasih tahu mami dan papi kabar baik ini '' Aldo menepuk jidatnya karena lupa menyampaikan hal yang membahagiakan itu
'' lupa...? '' tanya keduanya tambah bingung melihat tingkah putra nya itu
Aldo pun langsung duduk dihadapan keduanya untuk memberikan kabar bahagia ini. '' hemmm maaf kan Aldo mi, Pi saking senangnya Aldo lupa memberi tahu kan. bahwa Mayra sudah menerima lamaran aldo '' kata Aldo sedikit malu-malu
kabar gembira yang diberi tahu Aldo sontak membuat Gina melompat girang dan memeluk sang suami. '' papi Alhamdulillah... akhirnya Mayra jadi mantu kita, mami senang banget Pi '' ucap nya hari hingga tak terasa air mata nya menetes
serli yang mendengar keributan pun mendatangi ruang keluarga '' ada apaan sih kelihatan nya ada kabar baik ni ''
'' sini sayang kamu harus tahu, sebentar lagi kakak kamu akan menikah sama Mayra '' ucap Gina antusias
sang suami hanya bisa tersenyum melihat atraksi istri dan putrinya yang kembali berpelukan dan melompat riang.
'' mi udah deh, sampai segitunya ntar mami jatuh Lo '' kata Aldo yang merasa was-was melihat keduanya
'' ih... Aldo mami senang banget sayang, ya udah sekarang kamu cepetan berangkat, dan besok kamu harus bawa Mayra kesini mami mau atur tanggal pernikahan kalian secepatnya '' ucap Gina tanpa jeda
'' mami kamu yang sabar dong, anaknya yang mau nikah kok mami nya yang heboh '' ucap sang suami
'' iya mi, lagian aku tuh baru tadi pagi dapat kabar ini, aku ga mau mendesak mayra, aku takut dia tertekan mi '' kata Aldo menjelaskan
'' ya harus disegerakan dong kak, jangan ditunda-tunda lagi '' ucap serli menimpali
'' serli kamu diem ini urusan orang tua '' sanggah papi
'' ssstt iya Pi maaf '' ucap serli menutup mulutnya
__ADS_1
'' benar kata serli pi... ''
'' jangan seperti itu, beri Mayra waktu. biar kan dia yang mengambil keputusan '' ucap papi kembali
Aldo menyimak keduanya, yang dikatakan serli dan mami ada benarnya juga, namun ia tidak ingin membuat Mayra tertekan dengan keinginan keluarga nya, jika ditanya hatinya sebenarnya ia juga ingin disegerakan menikahi Mayra.
'' ya udah, besok kamu bawa aja Mayra kerumah mami akan diskusi dengan dia gimana baiknya '' ucap Gina pada akhirnya
'' ya udah Aldo pamit dulu ya mi, pi, dek takut kemalaman nanti '' kata Aldo menyalami mereka
'' kamu hati-hati ya sayang '' ucap Gina
'' iya mi.. ''
'' Alhamdulillah aku senang melihat kalian semua senang, '' gumam Aldo sambil melangkah menuju mobilnya
sebelum menjalankan mobilnya aldo menghubungi Mayra terlebih dahulu tak lama menunggu panggilan pun tersambung.
'' halo... ya Aldo '' sahut Mayra
'' halo Mayra aku udah mau jalan kamu udah siap? '' tanya Aldo
'' oh ya udah, kamu ga usah turun nanti kalo udah sampai aku akan telpon kamu kembali ''
'' oh baiklah '' mereka pun memutuskan panggilan nya
'' aku udah ga sabar mau ketemu kamu Mayra '' gumam Aldo sambil menjalankan mobilnya keluar gerbang.
karena terlalu semangat dan senang Aldo tidak memperhatikan sisi jalan hingga sebuah truk menabrak mobil Aldo yang baru saja keluar gerbang tersebut.
mobil yang kelebihan muatan itu tak mampu menahan laju truk nya saat ada mobil yang tiba-tiba muncul dihadapan nya.
kejadian naas itu pun tak dapat terelakkan hingga tubuh Aldo terpental dari dalam mobil tersebut dan menghempas aspal, sang sopir yang melihat kejadian itu segera turun dari truk dan melarikan diri sebelum warga sekitar datang menghakimi dirinya.
tak butuh waktu lama warga sudah berdatangan melihat kejadian itu, tak ada yang menyangka jika itu adalah aldo.
__ADS_1
keributan pun terjadi karena mereka tak menemukan sang sopir, mobil dalam keadaan kosong begitu pun dengan mobil yang dikendarai aldo.
'' pak... pak disini pak, korbannya ada disini '' sebut salah satu warga yang menemukan tubuh Aldo yang sudah tak berdaya dan tak sadar kan diri akibat benturan yang kuat dibagian kepala.
para warga pun menghampiri Aldo, ada juga yang menelpon ambulan dan polisi untuk menangani kejadian ini.
pyar..... suara piring makan yang jatuh dari tangan Gina mengejutkan semua yang ada dimeja makan '' astagfirullah.... '' ucap Gina sambil memegangi dadanya
'' ada apa mami '' tanya serli menghampiri maminya
'' ga ada apa-apa sayang, kenapa perasaan mami tiba-tiba jadi ga enak gini ya ''
'' udah mami ga usah mikirin yang aneh-aneh, mungkin mami kelelahan '' kata papi mencoba menenangkan istrinya, sebenarnya ia juga merasakan apa yang dikatakan oleh Gina namun ia tidak ingin membuat keadaan menjadi keruh
'' ya sudah ayo istirahat dulu, nanti suruh bibik saja yang antar makanan ke kamar '' ajak papi
'' dek kamu lanjutkan makan nya, papi mau temani mami dulu ''
'' iya Pi '' sahut serli sedikit khawatir melihat mami nya
'' mami tidak apa-apa sayang, kamu jangan khawatir'' kata Gina membelai kepala putri nya sebelum memasuki kamar
serli pun mengangguk dan tersenyum pada maminya '' ada apa ya, kok perasaan ku jadi ga enak gini '' gumam serli sambil melihat kedua orang tua nya yang mulai menjauh.
'' ah aku jadi ga nafsu gini, '' serli pun menyudahi makanya dan memanggil bibik untuk membersihkan meja makan, tak lupa ia mengatakan untuk mengantarkan makanan kekamar orang tuanya pada bibik.
Mayra masih menatap pantulan dirinya didalam cermin, ia sangat merindukan ibu dan kedua adiknya yang sudah beberapa bulan ini meninggalkan nya.
'' ibu, fiko, fali kakak sangat merindukan kalian, hari ini kakak menerima lamaran aldo kalian pasti senang kan. tapi kakak sangat berharap disaat seperti ini kita bisa bersama kakak tidak menyangka jika kakak akan kehilangan kalian secepat ini. ibu kakak hanya sendirian, nenek dan kakek pun kakak tidak mengetahui keberadaan mereka '' tanpa terasa Mayra menagis dalam diam.
ia beralih keranjang untuk membaringkan tubuhnya menjelang Aldo datang, ia merasa lemah ketika mengingat ibu dan kedua adiknya.
'' Ya Allah ampunilah hamba, atas sikap hamba yang belum bisa melepaskan kenangan mereka, hamba akan belajar untuk iklhas menerima kenyataan ini, dampingi hamba selalu Ya Allah '' doa Mayra dalam tangisnya hingga tanpa sadar membuat nya tertidur karena sudah cukup lama menunggu aldo.
sementara ditempat kejadian, polisi dan ambulans telah datang mengevakuasi korban dan kendaraan. hingga saat ini belum juga ada yang menyadari jika Aldo lah korban kecelakaan tersebut.
__ADS_1
salah satu warga ikut mengantar korban kerumah sakit agar bisa mendampingi korban sementara waktu.
ambulance pun meninggalkan kejadian dan segera membawa korban yang sudah tak sadarkan diri dan dipenuhi luka.