Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
67


__ADS_3

Disini lah Mayra sekarang dihadapan sang kakek ada Rayan yang masih tertunduk ia tidak menghiraukan Mayra yang duduk disampingnya, bahkan Rayan tak juga menyapa nya.


rasa kecewa amat dalam ia rasakan mungkin ini terjadi karena rasa cinta yang teramat dalam pada gadis yang berhasil mencuri hati nya itu.


berbeda dengan Mayra ia sangat sedih karena diabaikan oleh Rayan, ia juga tidak tahu alasan nya hingga Rayan mengabaikan dirinya, rasa sedih semalam belum lah hilang ditambah lagi pagi ini dengan sikap Rayan yang dingin terhadap nya .


beberapa kali Mayra mencuri pandang terhadap Rayan namun Rayan seolah tak menganggap ia ada di sana .


Mayra hanya bisa pasrah dengan sikap Rayan terhadap nya.


'' selamat pagi kek..., ada hal apa kakek memanggil Mayra ''tanya nya karena sehabis sarapan tadi kakek menyuruh bibik untuk mengumpulkan Mayra dan Rayan diruang keluarga.


kakek hanya tersenyum menjawab cucunya itu, sambil menatap Rayan yang masih setia menunduk tanpa ada niat menyapa mayra.


'' Rayan? ada masalah apa, kenapa kamu mengabaikan Mayra dan semalam kakek juga melihat perbuatan mu terhadap Mayra '' tanya kakek


Rayan terkejut saat kakek mengatakan kejadian semalam, ia merasa tak enak hati pada kakek yang sudah menolong dirinya.


padahal kakek sudah berpesan untuk menjaga Mayra namun ia malah menyakiti gadis itu karena rasa cemburunya.


Mayra mematung mendengar perkataan kakek, ia tidak menyangka jika kakek mengetahui kejadian tadi malam.


'' maafkan aku kek, aku khilaf '' ujar Rayan pelan


'' minta maaf lah pada mayra, karena kamu telah membuat nya bersedih '' sahut kakek sambil menatap cucunya


Rayan pun melihat Mayra, betul yang dikatakan kakek terlihat jelas kesedihan diwajahnya.


'' aku baik-baik saja kek, kakek tidak usah khawatir, oh iya kek Mayra udah putusin untuk berhenti bekerja dan tinggal disini bersama kakek '' ucap Mayra mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


kakek sangat senang mendengar berita itu hingga ia melupakan masalah yang baru saja ingin ia bahas.


Rayan terkejut mendengar apa yang Mayra sampaikan, ia berpikir apa ini ada hubungannya dengan orang yang mengantar Mayra kemarin.


'' terimakasih sayang akhirnya kamu mau menerima permintaan kakek, '' sebut nya senang


'' iya kek, Mayra juga senang bisa disini bersama kakek, lagian Mayra ingin memulai hidup baru kek.. ''


'' mulai hidup baru...?? ''batin Rayan semakin kaget, akhirnya ia memutuskan untuk pamit, dengan tergesa ia meninggalkan Mayra dan kakek yang bingung melihat tingkah Rayan.


'' kek, aku pamit dulu, ada urusan mendadak '' ujar nya sambil berlalu, ia tidak ingin mendengar apa yang dikatakan oleh Mayra selanjutnya karena Rayan berpikir jika Mayra sudah mempunyai kekasih.


'' hey Rayan, ada apa dengan mu...?? '' ujar kakek, namun tidak digubris oleh Rayan yang tetap pergi meninggalkan kediaman kakek.


'' sudah kek, mungkinkah Rayan memang ada tugas penting, makanya ia buru-buru begitu ''. ucap Mayra menenangkan kakeknya


'' oh iya kek, selama Mayra disini Mayra ga ada kegiatan dong kek, Mayra takut nantinya akan bosan ''


'' kamu ikut kakek saja memantau perkebunan, nanti akan kakek ajak kamu kesana '' ucap nya antusias


'' benar kah kek, kebun apa kek...??''


'' kita memiliki kebun kelapa sawit, kakek harap kamu bisa mengelola nya dengan baik ''


'' kenapa kakek bicara begitu, aku bahkan belum tahu dimana kebun itu. ingat kek aku hanya akan menemani kakek ''


'' kamu harus belajar cepat Mayra, karena itu semua adalah milik kamu, kakek sudah tua dan tidak bisa lagi mengelola nya ''


'' kakek jangan bicara begitu, aku belum siap menjalani tugas ini ''

__ADS_1


'' kakek akan suruh Rayan untuk mengajarkan kamu nanti , kamu tenang saja''


'' oh iya kakek jadi lupa , ada apa Antara kamu dan Rayan ??'' tanya kakek kembali


Mayra pun tak bisa mengelak lagi, ia pun bercerita tentang Rayan dan dirinya, dan sikap Rayan tiba-tiba berubah saat ia dirumah kakek, Mayra hanya beranggapan Rayan berubah karena Mayra menolak hubungan yang ditawarkan oleh Rayan.


'' kenapa kamu tidak terima saja dia, kakek yakin dia adalah lelaki yang baik ''


'' tapi kek...''


'' tapi apa??, kamu tidak suka terhadap nya??'' tanya kakek bertubi


Mayra tersipu malu saat kakek menanyakan hal tersebut, '' kakek mengapa bertanya begitu ...''


'' melihat sikap kamu seperti ini ,kakek yakin sebenarnya kamu juga menyukai Rayan kan... ''


'' kakek senang, sangat senang karena banyak berita baik hari ini '' ucap nya sambil mengusap rambut Mayra.


'' katakan padanya bahwa kamu akan menerima hubungan yang ia tawarkan atau kakek saja yang akan mengatakan nya ''


'' jangan kek, biar Mayra saja yang mengatakan nya, Mayra janji '' seru Mayra tersenyum


'' baiklah , kakek akan selalu mendukung kamu, kamu jangan takut untuk bercerita pada kakek''


'' terimakasih kek, Mayra sangat senang bisa bertemu dengan kakek '' Mayra pun memeluk tubuh kakeknya.


sang bibik pun tersenyum melihat keakraban cucu dan kakek tersebut.


'' selamat tuan, akhirnya anda bisa tersenyum kembali, semenjak kepergian nak Maya dan nyonya '' ucap nya haru lalu mengusap air matanya yang sempat menetes.

__ADS_1


__ADS_2