
Pagi ini seperti janji Mayra pada Riko bahwa mereka akan menghabis waktu libur bersama.
mayra yang tengah bersiap dimeja riasnya, pagi ini Mayra memoles sedikit wajah nya dan mengunakan lip dengan warna yang senada dengan bajunya.
sebelumnya Mayra tidak pernah berdandan seperti ini, ia benar-benar terlihat cantik dengan pakaian yang melekat ditubuhnya.
Maya memasuki kamar, ingin memastikan bahwa putri nya sudah siap. sungguh Maya sangat senang bisa bergaul dan memiliki teman.
Maya melihat Mayra yang tengah memutar tubuhnya didepan meja rias, mungkin Mayra ingin memastikan lagi apakah penampilan sudah cukup baik.
tapi untuk apa mayra berdandan seperti ini, apa Mayra juga memiliki rasa terhadap riko. entah lah hanya Mayra lah yang tahu isi hatinya.
'' aduh.. anak gadis ibu cantik banget hari ini '' puji Maya saat melihat riasan Mayra
'' ah ibu bisa saja '' ucapnya malu
'' beneran sayang, kamu sangat cantik pagi ini, tidak biasanya kamu berdandan kak..'' seru Maya mengulas senyum nya
'' ah... ibu, gimana bu? apa kakak pantas seperti ini '' tanya Mayra
'' sangat cantik sayang, besok-besok tetap lah seperti ini. ibu sangat senang melihat kamu seperti ini, dan tolong jangan menutup diri lagi ya... '' imbuh Maya menasehati
Mayra pun menyadari jika selama ini dirinya sangat tertutup dan tidak banyak bergaul diluar sana.
'' baik ibu, terimakasih karena ibu selalu mendukung kakak '' sebut Mayra sambil memeluk ibunya
'' sama-sama sayang ''
disela perbincangan mereka pintu kamar diketuk oleh sang adik '' kak... ada kak Riko didepan '' seru fali memberi tahu
'' nah itu nak Riko di datang, kalian hati-hati ya... dan jangan pulang malam '' pesan Maya
'' baik ibu, yuk kita keluar '' ajak Mayra menggenggam tangan ibunya.
fiko menemani Riko yang sedang menunggu kedatangan mayra mereka mengobrol ringan disana diiringi candaan yang keluar dari mulut riko.
'' wah.. kak riko bisa saja '' sebut fiko sambil memegangi perutnya dan tertawa
Maya dan Mayra pun menghampiri mereka yang sedang tertawa berdua. entah apa yang membuat mereka tertawa begitu.
Mayra yang sudah mengerti dengan karakter Riko pun tersenyum melihat keduanya.
sementara Fali sedang membuat minuman untuk Riko didapur.
'' wah... ada apa ini kok kelihatan rame banget '' sebut Maya saat sudah didepan fiko
mereka pun terhenti tertawa mendengar suara maya.
'' apalagi bu, kalau bukan Riko yang ngelawak, '' ucap Mayra dan duduk disamping adik nya
'' eh ibu '' sapa Riko dan bangkit menyalami maya
'' apa kabarnya kamu nak Riko ? sudah lama kamu tidak mengunjungi ibuk '' sebut Maya
'' ah maaf buk, Riko sedang banyak belajar dirumah, jadi sangat jarang bisa keluar rumah '' sebut Riko
'' belajar apa sih... '' tanya Mayra kepo
'' belajar tentang perusahaan ra..., kan aku belum terjun langsung ke perusahaan papa, jadi aku disuruh belajar dari rumah dulu'' jelas Riko menutupi penyakitnya selama ini.
'' wah bagus itu nak... kamu yang semangat ya..'' ucap maya menimpali
'' oh jadi gitu '' sebut Mayra
mereka pun berbincang hangat bersama seperti sebuah keluarga, Riko memang sangat mudah berbaur dengan siapa saja dan bisa membawa diri.
'' minuman nya sudah jadi '' seru fali sambil membawa nampan nya yang berisikan beberapa gelas minuman dingin.
__ADS_1
'' wah kamu kenapa harus repot-repot fali nanti aku jadi sering kesini '' gurau Riko
'' hehe bagus dong kalau kakak sering kesini, siapa tahu bisa berjodoh dengan kak Mayra '' celetuk fali membuat Riko serasa diatas angin.
mayra yang mendengar itu mendadak menjadi salah tingkah dihadapan mereka.
'' kamu apaan sih dek... '' ucap Mayra sambil melempar bantal sofa yang ia pegang
'' ga apa-apa kok mayra, aku ga keberatan... '' seru Riko sambil tertawa, tidak ada yang tahu sebenarnya Riko memang mengatakan yang sebenarnya.
'' ah... Riko udah deh bercanda nya, ayo kita pergi '' ajak Mayra dengan pipi yang merona
'' tu kan kakak Mayra udah ga sabar mau berduaan sama kak Riko '' ujar fiko
Maya yang melihat sikap Mayra seperti ini bisa menebak jika Mayra menyimpan rasa pada Riko karena ia tahu betul bagaimana putrinya.
'' sudah-sudah ayo kita minum nanti kalian kesiangan Lo '' kata Maya menengahinya
Riko pun mengambil gelas minuman nya, didalam hatinya Riko merasa sangat senang karena mendapat dukungan dari kedua adik mayra.
dan sepertinya Maya juga tidak keberatan dengan itu.
'' bu... kami pergi dulu ya '' kata Mayra berpamitan
bergantian dengan Riko yang meminta izin kepada Maya '' aku izin membawa Mayra sebentar ya Tante ''
'' iya kalian hati-hati ya, dan jangan pulang malam '' pesan Maya kembali
'' baik bu...'' Mayra
'' siap Tante '' Riko
'' da... fali, fiko '' seru Riko
'' da kak... '' sahut mereka bersamaan
'' terimakasih pangeran ku... '' kata Maya sedikit membungkuk seperti adegan dalam film
Riko dan Mayra pun tersenyum bersamaan dengan tingkah mereka masing-masing.
tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang tengah melihat interaksi mereka berdua dari kejauhan.
dia adalah aldo, tadi nya aldo berniat ingin mengajak Mayra menghabiskan akhir pekan bersama. namun saat Aldo belum sampai ia sudah melihat mobil Riko yang terparkir disana.
Aldo mengurungkan niatnya, ia lebih memilih duduk diwarung yang tidak jauh dari rumah mayra.
untuk memantau apa yang dilakukan Riko dirumah Mayra pagi ini. Riko awalnya terpana melihat Mayra pagi ini.
namun ia terkejut saat melihat mereka berdua menaiki mobil bersama.
'' kenapa aku tidak bisa juga melupakan mayra, padahal Riko sudah mengatakan nya padaku '' gumam Aldo ia menatap sendu pada mobil Riko yang melewati nya.
'' hah... lebih baik aku pulang, dan belajar melupakan mayra, kelihatannya Mayra sudah nyaman bersama Riko '' batin Aldo pasrah.
setelah menempuh perjalanan beberapa jam Mayra dan Riko kini telah sampai disebuah pantai dan mereka tengah duduk dipinggir pantai saat ini.
'' kamu sering kesini '' tanya Mayra pada Riko
'' tidak juga, hanya sesekali saja, apa kamu suka tempat ini '' tanya Riko
'' ya... aku sangat suka '' seru Mayra sambil tersenyum
'' apa kita bisa kesana '' tunjuk mayra pada bibir pantai
'' ayo... '' ajak Riko
Mayra pun tersenyum senang menuju bibir pantai dan melepaskan alas kakinya.
__ADS_1
Riko sangat senang melihat senyum Mayra yang lepas, '' cantik '' ujarnya tanpa sadar
'' ada apa '' tanya Mayra bingung karena Riko terus menatapnya
'' tidak ada apa-apa '' kata Riko langsung mengalihkan pandangannya
setelah sampai dibibir pantai Mayra berlari menyambut ombak kecil yang datang.
'' ya ampun ini sangat menyenangkan '' teriak Mayra pada Riko yang ia melihat nya dari kejauhan
Riko sengaja tidak mengikuti Mayra karena ia takut kelelahan dan kondisinya memburuk.
'' Riko ayo sini '' panggil Mayra
'' aku disini saja '' jawab nya menggeleng dan tersenyum
Mayra hanya mengerucutkan bibirnya melihat Riko yang enggan mendekati ombak.
'' ya udah aku seru-seruan sendiri aja ya '' ucap Mayra
dari kejauhan Riko mengabadikan semua momen itu dalam bidikan kamera nya dan Mayra tidak mengetahui itu.
'' foto ini akan jadi penghibur bagiku kelak saat disana '' ucap Riko pelan sambil mengusap ponselnya yang berisikan foto Mayra.
setelah puas bermain air Mayra kembali mengahapiri riko. '' kamu kenapa tidak menemani aku sih '' Mayra
'' aku lebih senang jika melihat mu, dari pada harus basah-basahan disana '' Riko
'' kamu ga asyik '' sungut Mayra
'' Mayra ada yang ingin aku katakan pada mu '' sebut Riko tiba-tiba
Mayra terdiam sebentar mendengar Riko yang tiba-tiba berubah serius.
'' ada apa, kelihatan nya serius '' tanya Mayra
'' hemm ini masalah hemm '' sebut Riko ragu
'' ada apa ?'' tanya Mayra lagi
'' aku mencintaimu '' sebut Riko cepat
Mayra tidak menyangka jika Riko akan mengatakan hal itu kepada nya. kenyamanan yang ia rasakan selama ini bersama Riko berubah menjadi berbeda.
Mayra merasa sungkan dan bingung untuk menjawab pernyataan aldo.
'' ra... percaya lah aku sungguh mencintaimu '' sebut Riko sambil menatap wajah Mayra lebih dekat
Mayra makin keras berpikir apa yang harus ia ungkapkan pada riko. '' maaf Riko sejauh ini aku memang merasakan kenyamanan bersama mu, tapi aku tidak tahu jika kamu mencintaiku dan aku juga tidak tahu tentang perasaanku terhadap mu. dan kalau kamu meminta jawaban apakah aku juga mencintaimu aku tidak tahu '' kata Mayra sambil menundukkan wajahnya, ia tidak ingin melihat wajah kecewa Riko dengan jawaban yang ia berikan.
Riko memejamkan matanya sejenak berusaha menerima apa yang dikatakan oleh Mayra. '' tidak apa ra.., aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu '' sebut Riko lagi
Mayra hanya bisa diam dan meremas bajunya menutupi kegugupannya saat ini.
'' baiklah ra... kamu tidak harus menjawab nya, lebih baik kita pulang sebelum terlalu sore '' ajak Riko pada akhirnya.
'' Riko maafkan aku, '' ucap Mayra lirih
'' hey... tidak apa-apa, aku baik-baik saja, kita kan masih bisa berteman dan jangan pernah berubah karena perkataan ku tadi. tetaplah berteman baik dengan ku '' pinta Riko
'' terimakasih Riko '' seru Mayra
'' sudah jangan terlalu dipikirkan, tidak apa-apa '' shut Riko menggaet tangan Mayra agar mengikuti langkah nya.
Riko berusaha keras untuk menahan kekecewaannya agar Mayra tidak tertekan dan menjauhi nya. baginya tidak masalah saat Mayra tidak membalas cinta nya asalkan ia dan Mayra tetap bisa berteman baik.
Mayra hanya bisa menatap punggung Riko yang berjalan didepan nya.
__ADS_1
makasih sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak ya....