Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
rencana arga


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa saat Gina baru tersadar jika sang suami Arga tak kunjung masuk menemui mereka, ia merasa curiga dengan suami nya.


'' kenapa papi belum datang juga, ada apa sebenarnya dengan keadaan Aldo '' batin Gina


'' sayang kalian temani Aldo ya, mami ingin menemui papi '' kata Gina pada kedua nya


'' baik mi.. '' sahut Mayra dan serli bersamaan


Gina pun langsung keluar dari ruangan tersebut untuk menyusul Arga, saat Gina membuka pintu dan menutup nya kembali ia mengedarkan pandangannya ke sisi rumah sakit, hingga ia melihat sang suami yang terduduk lemas disalah satu ruang tunggu.


'' ada apa dengan papi, kenapa wajah nya terlihat seperti menyimpan sesuatu? '' tanya Gina dalam hati. tak ingin penasaran ia pun menghampiri Arga untuk bertanya lebih lanjut, ia yakin ini pasti ada hal yang menyangkut dengan keadaan Aldo saat ini.


'' papi kamu kenapa ??'' tanya Gina lembut mengusap bahu Arga


'' eh mami, kaget papi, mi '' bukannya menjawab Arga malah terkaget dengan kehadiran sang istri yang tiba-tiba.


'' papi lagi mikirin apa?, apa ada hubungannya dengan Aldo '' tanya Gina kembali, karena ia sangat penasaran.


'' sebenarnya.... sebenarnya..'' Arga ragu menyampaikan keadaan aldo, ia khawatir guna tidak kuat menerima nya


'' ayo papi jangan seperti ini, aku ibunya. aku juga harus tahu bagaimana keadaan Aldo anak kita '' ucap Gina mendesak


'' tapi mami janji jangan sedih ya '' pinta Arga sebelum ia bercerita


gina hanya bisa mengangguk pasrah, apapun keadaan Aldo ia akan mendengarkan nya.


'' Aldo lumpuh mi... '' ucap Arga pelan, namun masih bisa didengar oleh Gina


'' apa... Pi lumpuh... ??? '' kata Gina kaget


'' iya, tapi ini tidak bersifat permanen, kalo Aldo rajin terapi ia akan bisa sehat seperti sedia kala '' ujar Arga kembali


'' tapi tetap saja, pi... '' kata Gina tak sanggup menerus kan kata-kata nya, ia hanya mengigit bibir bawahnya agar tak menangis.

__ADS_1


'' sudah mi, kita harus kuat kasian Aldo jika kita seperti ini '' kata Arga menyembunyikan kesedihannya, dan berusaha mendukungnya istri nya saat ini


Gina menghela nafas panjang lalu memeluk Arga berusaha untuk tetap kuat demi aldo, benar apa yang dikatakan oleh sang suami.


'' sudah... ayo kita jenguk Aldo '' ajak Arga melerai pelukan istrinya itu


'' baiklah Pi '' mereka berdua pun memasuki kamar Aldo


'' Mayra sebaiknya kamu pulang saja, biarlah kami yang menjaga Aldo disini '' kata Arga saat memasuki kamar tersebut


Mayra dan lainnya tersentak kaget dengan perkataan Arga, karena ini sudah larut malam jadi tidak mungkin Mayra pergi seorang diri.


'' kamu tidak usah khawatir papi sudah menyuruh orang kepercayaan papi untuk menjemput kamu dan serli '' imbuhnya kembali


Mayra menatap Gina seolah meminta dukungan agar ia bisa tetap disini menemani arga, karena ia sangat ingin menemani arga saat ini.


Arga memberi kode kepada Gina agar Mayra mau mengikuti perkataan nya, Gina hanya bisa pasrah dengan kemauan suaminya ia juga belum mengerti dengan kemauan Arga saat ini.


'' nak sebaiknya kamu pulang dan istirahat nanti mami akan mengabarkan kamu tentang keadaan Aldo '' ucap Gina


Mayra menghampiri Aldo dan berkata dengan pelan '' Aldo cepat lah pulih aku menunggu kamu '' Mayra pun meninggalkan ruangan itu bersama dengan serli.


setelah memastikan Mayra dan serli meninggalkan ruangan tersebut, Arga menelpon sopir yang biasanya membantu dikantor untuk mengantarkan Mayra dan serli pulang.


Gina bingung melihat suaminya, mengapa suaminya menyuruh Mayra untuk pulang bukankah bagus jika Mayra menemani Aldo disini, batin Gina sambil terus menatap suaminya.


'' mi, percaya lah aku menyuruh Mayra pulang demi kebaikan Aldo '' kata Arga seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Gina


'' maksud papi ''


'' begini mi, jika Aldo siuman cepat atau lambat ia pasti akan tahu bahwa ia mengalami kelumpuhan, dan jika Mayra masih disini ia juga akan mengetahui itu dan papi tidak mau itu terjadi '' aku Arga


'' kalo Mayra Thu kenapa pi, bukan kah bagus, ia bisa merawat dan menyemangati putra kita '' ujar Gina

__ADS_1


'' kamu salah mi, jika mayra tahu, papi takut ia akan menjauhi aldo, atau Aldo yang akan menjauhi Mayra ''


Gina mulai mencerna apa yang dikatakan oleh Arga. ada benarnya juga, jika Aldo tidak bisa menerima keadaannya mungkin saja ia akan merasa minder dengan mayra, atau Mayra akan segera membatalkan lamaran Aldo. tentu saja Gina tidak ingin itu terjadi.


karena itu pasti akan berdampak buruk bagi kesehatan aldo. '' hemmm sekarang aku mengerti pi, lalu apa langkah kita selanjutnya Pi '' tanya Gina


'' aku ada rencana, kita tetap nikahkan mereka biarkan Mayra tahu keadaan Aldo saat ia sudah menikah, itu lebih baik untuk Aldo '' kata Arga


'' tapi jika Aldo tidak mau, bagaimana Pi '' tanya Gina


'' kita akan pikirkan itu nanti ''


'' baiklah mami akan ikut rencana papi saja '' ujar Gina


Tanpa sepengetahuan mereka Aldo sudah tersadar dan mendengar semuanya '' apa, jadi


aku lumpuh '' batin Aldo yang sengaja masih memejamkan matanya


'' bagaimana ini, apa aku harus ikut dengan rencana Papi, tapi apa Mayra mau menerima keadaan ku yang cacat ini '' batin Aldo lagi


sementara itu Mayra sudah sampai dirumah kost nya waktu sudah sangat larut namun matanya seakan enggan untuk tidur '' Aldo maaf kan aku yang tidak ada di samping mu saat ini, tapi besok aku akan mengunjungi kamu kembali. aku sangat khawatir dengan kondisi kamu Aldo '' ujar Mayra sendiri didalam kamar kecil nya


'' kenapa papi tidak mengizinkan aku untuk menjaga Aldo disana '' tanya Mayra seorang diri.


sikap Arga menjadi pikiran buat Mayra sempat ia curiga dengan keadaan Aldo saat ini, '' apa sebenarnya yang sedang disembunyikan oleh papi, ia seperti menyimpan rahasia dari ku, tapi apa... '' tanya Mayra lagi tapi ia tidak bisa memikirkan hal buruk tentang Aldo saat ini.


'' apa pun itu aku harap keadaan Aldo segera membaik... '' gumam Mayra pasrah


ia hanya berbaring di ranjang yang tidak terlalu luas namun cukup untuk dirinya seorang, Mayra melamun memikirkan dirinya, disaat ia berusaha membuka hati untuk seseorang selalu saja ada penghalang entah nasib apa yang ia alami.


'' apa dosa ku, kenapa aku selalu dijauhi oleh orang yang aku kasihi baru saja ku membuka hati untuk Aldo, dan berusaha melupakan riko, tapi apa yang terjadi ''


'' ah Riko bagaimana keadaan nya, apa ini ada hubungannya dengan janjimu terhadap dia , apakah ini terjadi karena aku mengingkari janjiku ''

__ADS_1


'' tidak, tidak ini tidak mungkin ini hanya perasaan ku saja, sudah cukup lama aku menunggu Riko bahkan aku juga sudah mendatangi rumah nya namun aku tak menemukan dia disana dan dia juga tak pernah memberikan kabar kepada ku '' Mayra berbicara seorang diri melepaskan gundah yang ada dipikiran nya saat ini. hingga ia tertidur dengan sendirinya dan mengarungi alam mimpinya.


mohon dukungan nya ya mak.... 🙏🙏🙏


__ADS_2