Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
68


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Mayra melalui hari-hari nya dirumah sang kakek, ia juga banyak mempelajari tentang perkebunan yang selama ini dikelola oleh kakek nya.


Rayan juga disibukkan dengan tender baru nya, hingga membuat hubungan dirinya dan mayra semakin berjarak.


tapi Mayra tak ambil pusing akan hal itu, seolah ia sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, bahkan Mayra merasa bersyukur karena waktu itu ia menolak Rayan dengan begitu ia tidak akan mengalami sakit yang sudah dua kali ia alami.


walaupun Rayan adalah lelaki yang baik seperti yang diucapkan kakek.


Rayan hanya menghubungi kakek sekedar bertanya kabar tanpa ada niat ingin berbicara dengan Mayra.


'' Mayra kamu sudah rapi, padahal ini kan hari libur '' tanya kakek heran


'' aku bukan pergi ke perkebunan kek, melainkan mau membeli pakaian untuk pergi acara pernikahan sahabat ku, kakek ikut aku ya... '' pinta Mayra


'' pesta pernikahan??, kenapa kamu ga ajak Rayan saja '' ujar lelaki tua itu


'' kakek... aku tuh maunya pergi sama kakek, kok malah suruh aku pergi sama Rayan, aku ga mau ah gangguin hari libur orang ''


'' benar juga ya... baiklah kakek akan menemani kamu, '' ujarnya senang


'' terimakasih kakek, kalo gitu aku mau pergi dulu ya kek... '' ucap mayra lalu menyalami nya


'' tapi kamu belum sarapan Mayra, ayo sarapan dulu !!!"


" aku sarapan diluar saja kek, aku sudah ada janji dengan sahabat ku Dewi '' ujar mayra sambil menyambar sepotong roti lalu meminum susu yang sudah disiapkan bibik


'' ya ampun, kamu ini anak perempuan Mayra jangan makan sambil berlari gitu..''


'' baik kek, aku akan makan dimobil saja nanti '' seru Mayra yang sudah agak jauh dari kakeknya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


'' halo Dewi kamu dimana? aku udah sampai nih.... '' ucap Mayra saat panggilan nya sudah tersambung


'' iya bentar ra... aku lagi dikamar mandi ni, tungguin ya.. '' sahut Dewi dari ponselnya

__ADS_1


'' baiklah, aku mau pesan minum dulu, kalo gitu '' panggilan mereka pun terputus


Mayra pun duduk disalah satu resto yang ada di mall tersebut sembari menunggu Dewi yang masih berada dikamar mandi.


mayra mengedarkan pandangannya, melihat keramaian yang ada di mall tersebut wajar saja karena ini merupakan hari libur.


secara tak sengaja matanya menangkap seorang gadis yang sedang berjalan dengan lelaki yang amat ia kenal, ya lelaki itu adalah Rayan.


tapi wajah gadis yang bersama Rayan itu seolah tak asing bagi Mayra, ia mencoba mengingat siapa gadis yang saat ini sedang bersama Rayan.


baru saja ia ingat namun tiba-tiba Dewi mengejutkan dirinya '' aduh Dewi kamu itu kebiasaan ya... '' ujar Mayra terlonjak kaget


'' hahaha kamu kena lagi, lihatin siapa sih, serius amat '' tanya Dewi kepo


'' itu.... '' tunjuk Mayra pada Rayan dan gadis cantik yang ada disampingnya


'' eh... itu bukannya pak Rayan dan gadis itu seperti nya wajah nya tidak asing? tapi ketemu dimana ya... ?? '' ujar Dewi yang juga penasaran dengan gadis itu


'' nah itu tadi, aku udah coba ingat-ingat tapi kamu nya ngagetin aku '' seru Mayra


'' eh maaf ... '' sebut Dewi cengengesan


'' ah iya benar kamu dew... aduh siapa namanya ya kok kita bisa lupa berjamaah gini... ''


'' eh ngapain tuh anak sama pak Rayan, bukannya pak Rayan itu suka sama kamu ya ra... sekarang malah berduaan sama cewek sok cantik itu '' cebok Dewi kesal melihat kelakuan Rayan


'' sudah ga usah ngomong gitu, aku sama Rayan cuma temanan kok, ga lebih '' sebut Mayra, walaupun dihatinya merasa sedikit kecewa melihat Rayan berjalan dengan teman kampus nya dahulu


'' jadi ini yang membuat kamu menjauhi ku, ya sudahlah tidak apa-apa, aku turut senang jika kamu senang '' batin Mayra


'' ra... kamu Beneran ga apa-apa, '' tanya Dewi prihatin


sepintar apapun Mayra menyembunyikan kesedihannya namun tetap terbaca oleh Dewi karena mereka sudah bersahabat sejak lama.


'' aku ga apa-apa, kamu ga usah khawatir, ya udah yuk diminum biar kita langsung kebutiq aja, aku takut kita ga punya waktu lagi untuk kesalon ''

__ADS_1


'' baiklah.. '' ujar Dewi semangat mendengar kata salon


...****************...


'' ra... ini sepertinya cocok buat kamu, '' seru Dewi sambil membawa sebuah gaun indah yang berwarna navy


'' hemm boleh juga, aku cobain dulu ya ''mayra pun memasuki kamar ganti guna mencoba gaun yang dipilih oleh dewi, sudah beberapa gaun yang ia coba namun semua tidak ada yang cocok menurut Mayra karena terlalu terbuka.


Mayra pun keluar dari kamar ganti, menunjukkan penampilan nya pada Dewi, '' wah... sangat sempurna '' ucap Dewi kagum


'' kamu beneran wi, '' tanya Mayra seakan tak percaya diri


'' beneran ra... ini cocok banget sama kamu, ya walaupun yang sebelumnya juga cocok sih.. '' ujar Dewi terkekeh kecil


'' udah ya yang ini aja '' ucap Dewi memelas, ia sudah lelah mengikuti Mayra sedari tadi.


'' ya udah deh, lagian ini juga tertutup, tidak seperti gaun sebelumnya '' sahut Mayra merasa tak enak hati melihat wajah lelah sahabat nya


'' ok, sekarang saatnya kita ke salon '' ujar Dewi senang


dari kejauhan Rayan secara tak sengaja melihat Mayra dengan gaun berwarna navi itu, ia tersenyum karena sudah lama tak menatap wajah wanita yang mencuri hati nya, namun Rayan tak punya keberanian untuk mendekati atau menyapa mayra.


ia pun mengambil foto Mayra secara sembunyi-sembunyi, Rayan berada di mall ini atas permintaan sahabat nya Rozi yang meminta dirinya untuk menemani sepupu Rozi yang baru saja datang, karena ingin memenuhi undangan pernikahan Aldo.


Aldo memang mengundang semua teman kampus nya untuk hadir di acara pernikahan nya malam ini.


Ririn yang mendapatkan kabar pernikahan Aldo pun merasa sangat senang karena ia juga ingin bertemu dengan Riko lelaki yang selama ini dipujanya.


namun dibalik itu ia juga punya niat jahat terhadap Mayra, sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan gadis itu.


Ririn hanya ingin tahu bagaimana rupa Mayra saat ini, ia juga akan menjatuhkan Mayra nanti saat acara pernikahan Aldo berlangsung.


bahkan ia juga sudah menyiapkan jebakan bersama trio sahabatnya untuk menjebak Mayra nanti.


Rayan tidak pernah tahu jika Ririn dan Mayra saling kenal karena ia baru kali ini bertemu dengan Ririn, Ririn memang tak mengagumi Rayan.

__ADS_1


baginya hanya Riko yang bisa membuat hatinya bergetar terlebih waktu itu Riko juga mendekati Mayra, jadi ia beranggapan jika berhasil merebut Riko maka ia telah berhasil membuat Mayra tersakiti dan itu membuat dirinya senang.


Mayra dan Dewi pun menghabiskan waktu mereka ke salon untuk memanjakan diri yang selalu memiliki ke padatan jadwal hingga tak punya waktu cukup sekedar ke salon.


__ADS_2