Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
alergi menyerang


__ADS_3

Tak terasa sore telah menyapa Aldo dan Mayra pun memutuskan untuk pulang.


'' da... Riko '' ucap Mayra sambil melambaikan tangannya dari atas motor.


'' da... kalian hati-hati dijalan '' pesan Riko membalas lambaian tangan Mayra sambil tersenyum


Aldo dan Mayra mengangguk menjawab riko, motor Aldo pun meninggalkan kediaman riko.


setelah memastikan Aldo dan Mayra menjauh dari pandangan nya Riko kembali masuk kerumah dengan senyum yang terkembang diwajahnya.


'' anak mama, kenapa senyum-senyum begitu. senangnya ya karena Mayra datang menjenguk '' olok Silvia pada putranya


'' eh mama, bikin kaget aja '' sahut Riko tanpa menjawab apa yang dikatakan oleh mamanya


Aldo pun duduk disofa ingin menyalakan televisi.


Silvia menyusul putra nya yang tengah asyik menganti channel siaran, sebetulnya Riko tidak berniat untuk nonton.


ia hanya mencoba menghindari mamanya.


'' sayang mama tanya, apa kamu suka sama Mayra '' tanya Silvia


'' ga... kenapa mama nanyanya gitu'' sahutnya pura-pura acuh.


'' beneran,'' goda Silvia


'' beneran ma... ''


'' ya.. padahal mama senang lo kalau kamu suka sama dia '' ucap nya dengan nada yang kecewa


Riko mencuri pandang sekilas pada mamanya, ia melihat wajah mamanya yang terlihat kecewa


ia tak sampai hati jadinya, '' hemmm... ma sebenarnya aku memang suka pada mayra, tapi... ''


Silvia yang tadinya kecewa langsung tersenyum senang mendengar pengakuan putra nya.


'' tapi kenapa sayang '' tanya Silvia bingung


'' sepertinya Mayra tak menyukai ku '' sahut Riko sendu, awalnya ia berniat mendekati mayra hanya untuk taruhan.


tapi baru beberapa hari ini ia dekat dengan Mayra rasa itu tumbuh dengan sendirinya.


tanpa bisa ia kendalikan, apalagi saat ia melihat Mayra memegang tangan Aldo tadi hah hanya Riko yang tahu apa yang ia rasakan didalam hatinya.


sudah banyak wanita yang mengejarnya tapi Riko tidak pernah merasakan perasaan yang seperti ini sebelumnya.


Silvia melihat putranya sendu pun menjadi tidak tega, bahkan ia bertekad dalam hati nya akan mendapatkan Mayra untuk riko.


karena kebahagiaan Riko adalah yang utama baginya, apapun caranya ia akan melakukan nya.


'' kamu berusaha dulu sayang, mama pasti akan mendukungmu.'' ucap Silvia sambil mengusap bahu putra nya itu.


mendengar sang mama memberikan dukungan membuat Riko sumringah. namun ada satu yang menjadi pikirannya.


ia takut jika suatu saat Mayra tahu jika Riko mendekati dirinya hanya untuk dijadikan taruhan.


tapi sayang nya Riko telah jatuh hati pada mayra, ibarat nya saat ini ia termakan omongan nya sendiri.


'' baik ma... aku akan berusaha sebaik mungkin '' sebut Riko memaksakan senyum nya


'' nah gitu dong''

__ADS_1





'' makasih ya, kamu hati-hati '' ucap Mayra sambil tersenyum


'' sampai ketemu besok dikampus '' sahut Aldo membalas senyuman Mayra


Aldo pun melanjutkan perjalanan nya untuk pulang kerumah, hari ini ia benar-benar merasa senang karena menghabiskan waktunya bersama mayra, walaupun hanya bisa mencuri pandang pada mayra tapi ia cukup senang.


'' maafkan aku Riko, aku tidak bisa menahan perasaan ini '' sebut Aldo sambil terus mengendarai sepeda motor nya dengan perlahan.


💞💞💞💞


'' sore mi..., pi... '' sapa Aldo saat ia melewati ruang keluarga


'' sore sayang kamu dari mana '' tanya Gina


'' aku dari rumah teman ma'' sahut Aldo


'' oh.. '' ucap gina dengan senyum terpancar diwajahnya


'' aku mau mandi dulu mi, '' pamit Aldo


'' iya sayang, habis mandi kita ngobrol disini ya nak''


'' iya mi'' Aldo pun menaiki tangga menuju lantai dua, disana kamarnya berada, begitu juga dengan kamar adik perempuan nya.


'' eh kakak, dari mana sore gini baru pulang '' tanya adik Aldo saat baru keluar dari kamar nya


'' kakak abis dari rumah teman, kakak mau mandi dulu ya''


Aldo pun mengangguk dan langsung masuk kekamar nya.


'' kakak pulang'' seru Mayra saat memasuki rumahnya.


'' kamu sudah pulang nak, gimana keadaan Riko '' tanya ibu maya


'' Alhamdulillah Riko udah baikan bu, dia hanya kelelahan saja dan sering terlambat makan '' sahut mayra


'' ya sudah kakak mandi sana, bantu ibu menyiapkan makan malam ''


'' baik bu..''


Mayra pun masuk kekamar nya untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket menghabiskan waktu seharian bersama Riko dan aldo.


'' ternyata mereka menyenangkan, kenapa juga aku menutupi diri dari lelaki dari dulu '' ucap Mayra sambil tersenyum.


Mayra pun mengambil handuk dan berlalu kekamar mandi.


tak perlu waktu lama ia telah selesai dengan ritual mandinya dan memakai pakaian rumah nya.


segera Mayra menyusul ibunya yang berada didapur.


'' ibu masak apa bu..'' tanyanya


'' ibu cuma mau masak sop ayam kak, tadi adik mu meminta ibu untuk membuat nya. ''


Maya memperhatikan wajah putrinya yang kelihatan sedikit berbintik-bintik merah.

__ADS_1


'' nak, kamu makan udang lagi '' tanya Maya


'' eh iya bu, tadi mama nya Riko memaksa kakak untuk makan dirumahnya dan ia juga menaruh udang dipiring kakak. kakak ga enak menolaknya bu. '' sahut Mayra


'' kenapa ibu bisa tahu '' tanya Mayra lagi


'' itu wajah mu sudah mulai berbintik merah '' seru Maya sambil memegang wajah Mayra


'' ah.... yang benar bu, aduh gimana ini bu? besok kakak harus ke kampus '' ucapan nya panik


'' tenang kak, nanti jika adikmu sudah pulang ibu akan suruh mereka untuk membeli obat di apotik '' sebut Maya menenangkan putri nya


'' baik lah Bu '' kata Mayra pasrah


dirumah Aldo


'' mami dimana obat alergi ku '' teriak Aldo saat ia keluar dari kamarnya, karena sensasi gatal dan bengkak sudah menyerang tubuhnya


'' ada apa sayang '' tanya Gina menghampiri Aldo


bertapa terkejut nya gina saat melihat wajah putranya karena sudah mulai sembab dibagian bibirnya


'' ya ampun nak.. kamu pasti makan udang lagi kan '' sebut Gina panik


'' iya mami tapi ini bukan kemauan aldo, tadi mama nya Riko memaksa ku '' sahut Aldo lemah


'' ya sudah kamu tunggu dikamar saja ya biar mami ambilkan obat nya ''


'' baik mi...'' Aldo pun kembali masuk kekamar nya


Gina langsung pergi mengambil obat untuk aldo.


'' ada apa dengan kakak mi '' tanya sang adik heran melihat maminya yang panik


'' itu alergi kakak mu kumat lagi, mami takut bengkak nya semakin menjadi, mami ambil obat nya dulu ya''


'' ooh.. '' hanya itu yang mampu ia ucapkan


'' kamu bantuin mami dek, kasian mami mu panik begitu'' ucap kemal


'' iya Pi '' ia pun langsung berjalan menyusul guna


'' nah ini dia, syukur lah obat nya masih lengkap, lagian tuh anak udah tau ga bisa makan udang masih juga maksain '' keluh Gina


'' mami apa obatnya sudah ketemu '' tanyanya


'' udah dek, ayok kita kekamar kakak mu '' ajak Gina pada putri nya


'' iya mi ''mereka pun langsung naik kelantai atas menuju kamar aldo.


'' kakak ni obatnya '' ucap sang adik saat sudah sampai dikamar.


Aldo mengangkat wajahnya melihat kedatangan adik dan maminya


'' ya ampun kak wajah mu sampai segitunya '' ucap sang adik sambil tertawa


'' dek jangan gitu kasian kakak mu '' seru Gina


'' iya, maaf ya kak'' seru sang adik berusaha menahan tawanya


'' ini obat nya sayang''

__ADS_1


Aldo pun langsung meminum obat nya.


'' ya sudah kamu istirahat dulu, nanti jika sudah membaik mami ingin kamu menjelaskan apa alasan nya kamu rela memakan pantangan mu '' ucap gina pada Aldo


__ADS_2