Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
64


__ADS_3

Usai sudah makan malam, Mayra pun saat ini sudah berada dikamar nya.


Mayra tengah berpikir dengan permintaan Rayan, ya tadi saat makan malam Rayan mengungkapkan isi hatinya, dan ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan Mayra.


namun Mayra belum bisa memberikan jawaban, bukan karena Mayra ragu, hanya saja Mayra belum siap untuk menerima Rayan.


walaupun Mayra sangat tahu ia merasa nyaman saat bersama Rayan, lelaki itu selalu memperhatikan dan melindungi Mayra.


'' maafkan aku Rayan, aku takut kehilanganmu, tapi aku belum siap untuk menerima hubungan ini. aku takut saat aku menerima kamu malah membuat kita menjauh, berikan aku waktu lebih banyak untuk mengenal mu '' ucap Mayra lirih


sementara itu Rayan yang sedang berada dikamar nya sedikit gusar, ia takut karena ucapan nya Mayra akan menjauhi dirinya.


'' ah... kenapa aku tidak bisa bersabar sedikit lagi, ah aku memang payah '' imbuh nya lagi seraya terus berguling kekanan dan kekiri karena gelisah.


skip...


pagi menyapa bumi, matahari pun bersinar cerah hari ini.


Mayra tengah bersiap untuk menuju kantor nya, ya karena masa cuti telah habis. Mayra pun kembali memulai hari nya untuk menyibukkan dirinya.


Mayra sama sekali belum tahu jika Aldo sudah sepekan ini kembali kekantor, karena memang tidak ada yang mengabarkan kepada nya.


setelah turun dari taksi online nya Mayra memasuki gedung yang sudah sepekan terakhir ia tinggalkan sebelum masuk Mayra menghirup nafas panjang dan berdoa.


'' semoga hari ini semua berjalan baik, semangat mayra. '' ucap nya dalam hati sambil tersenyum


saat masuk banyak teman sekantor yang menyapa Mayra, Mayra pun menyahuti dengan ramah.


ia dikenal sebagai gadis yang baik dan ramah sehingga banyak orang yang suka dengan sikap nya.


Mayra menaiki lift untuk menuju ruangan nya yang bersebelahan dengan Soni.


tak menunggu lama ia pun sampai diruangan tersebut, tapi Mayra terkejut saat ia melewati ruangan Aldo.


samar-samar Mayra seperti mendengar Soni sedang berbicara dengan seseorang disana namun Mayra masih belum tahu dengan siapa soni berbicara.

__ADS_1


'' bicara dengan siapa pak Soni, apa Aldo ada didalam '' gumam Mayra, karena ingin tahu Mayra pun memberanikan diri untuk melihat kedalam.


namun Mayra melakukan nya dengan sangat pelan, Mayra memutar gagang pintu tersebut dengan perlahan lalu ia membuka sedikit saja pintu itu.


setelah nya Mayra hanya mengintip, ia hanya ingin tahu apakah yang ia pikirkan itu benar adanya.


tapi sayang saat Mayra mengintip ia tidak bisa melihat Aldo karena terhalang oleh tubuh Soni yang menutupi lawan bicaranya.


'' aduh... ga kelihatan lagi, ah sudah lah lebih baik aku keruangan ku. '' ujar Mayra


lalu berjalan menuju ruangannya '' jikalau pun Aldo sudah masuk kantor, aku harus siap aku sudah janji pada Rayan aku harus bahagia dan membuka lembaran baru untuk ku '' menyebut nama Rayan membuat Mayra tersenyum sendiri,


'' ah aku belum mendapatkan kan dari nya pagi ini, ada apa dengan nya biasanya setiap pagi dia selalu memberiku kabar dengan tingkah konyolnya itu '' sesampainya diruangan kerja Mayra duduk lalu membuka ponsel nya Mayra langsung menghubungi Rayan.


'' halo... iya may.... ada apa '' tanya Rayan saat ia menjawab panggilan dari mayra, Rayan serasa diatas awan karena Mayra menghubungi nya pagi ini, padahal ia sempat berpikir bahwa Mayra akan menjauhi nya karena ucapannya tadi malam.


'' ah ga ada apa-apa, aku cuma ingin tahu kabar mu '' ujar Mayra sedikit gugup karena ia juga bingung, dengan sikap nya yang merasa seperti kehilangan sesuatu pagi ini.


'' oh kalau begitu aku tutup dulu ya '' ujar Rayan


'' bukan nya hari ini kamu akan bekerja ''


'' ah iya bener aku akan bekerja hari ini, kamu gimana ?''


'' aku lagi bersiap, menunggu Rozi '' sahut Rayan seadanya


'' oh.. baiklah, selamat beraktifitas ya, kamu jangan lupa sarapan '' ucap Mayra akhirnya


'' terimakasih may... kamu juga jangan lupa sarapan '' panggilan pun berakhir, entah mengapa Mayra merasa lega karena sudah mendengar suara Rayan pagi ini, semangat nya seakan bertambah, mayra pun memulai tugasnya dengan senyum terkembang.


sementara Rayan melompat girang saat mendapat perhatian kecil dari Mayra biasa nya Rayan lah yang selalu memberi pesan pada Mayra setiap pagi, siang ataupun malam ia selalu mengirimkan pesan walaupun itu hanya perhatian kecil seperti jangan lupa makan siang, sarapan ataupun jaga kesehatan kamu.


senyum Mayra yang terkembang tiba-tiba berubah sendu saat Soni dan Aldo masuk keruangan itu.


mayra terkejut begitu juga Aldo dan Soni yang tidak menyangka jika Mayra sudah berada disana.

__ADS_1


ruangan Mayra dan Soni hanya berbatasan kaca tebal jadi saat pintu itu terbuka keduanya langsung bisa bertatap muka.


tiba-tiba suasana hening sejenak Mayra tak tahu apa yang akan ia lakukan begitu pun dengan Aldo.


hingga akhirnya Soni buka suara izin ingin keluar dari ruangan tersebut untuk memberi waktu pada keduanya.


setelah Soni keluar dari ruangan itu Mayra berusaha menetralkan suasana.


'' pak Aldo, kapan anda kembali dan bagaimana keadaan anda '' tanya Mayra ia bersikap seperti layaknya bos dan bawahannya Mayra tidak ingin lagi membuka luka lama, apapun yang dikatakan Aldo Mayra akan berusaha profesional.


'' ra... kamu tidak usah berkata seperti itu kepada ku, kita kan... '' ucap Aldo menggantung


'' maaf pak, jika tidak ada lagi yang anda perlukan saya akan melanjutkan pekerjaan saya '' ucap Mayra


Aldo hanya bisa diam, ia belum siap mengatakan hal sebenarnya pada Mayra.


'' baiklah, kamu bisa melanjutkan pekerjaan mu, saya akan keluar ''


Aldo pun keluar dari ruangan tersebut namun sesaat ia berpikir diluar pintu.


Mayra menghela nafasnya seakan ia kehilangan oksigen sesaat.


'' ahh.... kenapa kita harus seperti ini Aldo, aku akan selesai kan masalah ini, aku tidak ingin kejadian seperti semalam terulang lagi '' ujar Mayra mengingat kejadian saat ia bertemu dengan Riko.


setelah menguatkan dirinya Aldo kembali masuk keruangan Mayra, Mayra yang semula menyangka Soni yang masuk pun berdiri ingin menyambut Soni.


namun sekali lagi ia terkejut karena Aldo lah yang kembali masuk keruangan nya.


'' ada apa pak, apa ada yang bisa saya bantu '' tanya Mayra masih berusaha menahan diri


'' jika kamu ada waktu, siang ini temui aku diruang kerja ku '' ucap Aldo lalu meninggalkan ruangan itu tanpa menunggu jawaban dari Mayra.


Mayra hanya bisa diam, lalu duduk kembali dikursi nya.


'' apakah aku harus menemui dia '' gumam Mayra

__ADS_1


__ADS_2