Mencintai Tanpa Dicintai

Mencintai Tanpa Dicintai
74


__ADS_3

skip...


setelah memutuskan malam itu akhirnya hari ini, hari yang sudah dinanti-nanti oleh kedua belah pihak hari bahagia yang dinantikan Rayan dan Mayra untuk mengucapkan janji suci saling menjaga dan juga saling menerima kekurangan masing-masing.


Rayan dengan lantang mengucapkan ijab kabul didepan tamu undangan, sementara Mayra yang masih berada dikamar tersenyum haru saat teman nya Dewi menyampaikan tentang ijab kabul yang sudah diucapkan Rayan.


'' selamat ya ra... aku ikut bahagia melihat kamu bahagia '' Dewi pun merangkul sahabat nya itu.


'' terimakasih dewi, kamu selalu ada bersama ku '' ucap Mayra


'' udah dong jangan nangis lagi, ntar cantiknya hilang '' ujar Dewi menyeka wajah Mayra yang basah akibat air matanya.


'' kamu sudah siap nak... '' tanya Silvia saat sampai dipintu kamar


'' tentu dong Tante, Mayra udah ga sabar mau ketemu pasangan halal nya, kan udah sebulan ini ga pernah ketemu '' ucap Dewi tertawa


Mayra mencubit gemas sahabat nya itu yang sedari tadi menggoda nya.


'' tu kan Tante, ayo cepetan Tan aku takut nanti dia malah akan menggigit ku ''


'' enak aja, emang nya aku apaan '' ujar Mayra cemberut


'' udah dong Dewi, hari ini anak mami ga boleh cemberut, ia harus terlihat cantik agar suaminya semakin mengagumi nya '' kata Silvia menghampiri keduanya


'' ayo nak, kita temui suami mu, kasian dia sudah lama menunggu mu '' ucap Silvia sambil menggiring Mayra keluar dari kamarnya.


sementara Dewi memegangi gaun pengantin Mayra yang terseret dilantai.


dari tangga Mayra dapat melihat para tamu yang hadir, mereka menatap kagum pada gadis itu.

__ADS_1


sementara Rayan pandangan tak luput terhadap gadis yang telah mencuri hati nya itu.


'' aku sangat bersyukur bisa memiliki kamu may... '' batin Rayan


Aldo mencubit pipi Rayan yang sudah menjadi sahabat nya itu, '' sudah kamu sekarang dia adalah milikmu. jangan terlalu memandangi nya '' ujar Aldo


Rozi pun ikut tertawa mendengar perkataan Aldo, '' sudah kalian diam saja, justru karena dia adalah milik ku makanya aku tidak berhenti menatap nya, sah sah saja dong, kalian kan tahu aku sudah berapa lama tidak bertemu dengan nya ''


'' ya sudah terserah kamu saja '' ucap Rozi


mami Silvia terus memegang tangan Mayra yang sedikit berkeringat karena gugup, '' ayo sayang kamu tidak usah takut '' ajak Silvia sambil mengeratkan pegangannya.


sementara kakek menangis haru karena keinginannya untuk melihat sang cucu menikah dengan lelaki pilihan nya tanpa paksaan.


'' maya... lihatlah mereka sangat bahagia nak... papa merasa sangat bersalah karena tidak bisa bersama mu disaat kamu menikah dulu. maafkan papa nak '' batinnya


'' mama cucu kita sudah menikah dengan lelaki pilihan kamu, lelaki yang ka.u asuh layaknya seorang cucu mu sendiri, semoga kamu tenang disana ma... '' ujar nya kembali dalam hati


'' aku janji mami, selama aku bernafas, aku akan menjaga Mayra dan selalu bersama nya saat suka maupun duka '' ucap nya tanpa jeda


'' terimakasih nak... '' ucap Silvia


sementara kemal hanya melihat dari kejauhan bersama kakek Mayra.


Mayra pun naik ke pelaminan dan duduk bersanding bersama.


'' may... aku sangat senang, hari yang selama ini aku tunggu akhirnya datang juga '' bisik Rayan


Mayra hanya tersenyum menanggapi ucapan sang suami yang duduk disampingnya.

__ADS_1


'' ray... dimana kakek kenapa dia tidak bersama kita '' tanya Mayra


'' kakek sedang bersama papi kemal, beliau terlalu senang bisa menyaksikan kita menikah tapi entah kenapa kakek tidak sanggup untuk duduk bersama kita disini '' ucap Rayan, karena lelaki tua itu langsung beranjak sesaat ijab kabul telah diucapkan.


Mayra hanya terdiam mendengar perkataan Rayan, mungkin saat ini kakek teringat akan ibunya maya, Mayra bisa paham apa yang kakek rasakan saat ini.


'' ibu, hari ini kakak menikah, semoga bisa saling menjaga '' batin Mayra menatap lelakinya yang ada disampingnya, Rayan terus saja menggenggam tangan mayra.


Riko turut hadir dalam acara tersebut, ia dan Mayra sudah kembali akrab dan ikhlas menerima perjodohan yang dilakukan oleh keluarga nya.


semula Meri mengancam akan mencari siapa gadis yang mengisi hatinya, karena khawatir hal buruk terjadi pada Mayra, akhirnya Riko mau menerima Meri sebagai pendamping hidup nya.


Meri pun sudah banyak berubah menjadi seorang istri yang lebih baik bagi Riko, karena hal itu juga Riko mau belajar mencintai Meri.


Ririn merasa menang karena tidak ada yang berhasil mendapatkan riko, baik Mayra ataupun dirinya.


namun ia juga tidak dendam lagi pada Mayra karena Riko lebih memilih menikahi Meri.


sebelum ia pergi, Ririn juga sempat menghadiri pernikahan Mayra '' selamat ya mayra, semoga kamu tahan sama lelaki yang cuek ini '' ejek nya. Rayan tak menanggapi ucapan Ririn ia hanya memasang wajah datar nya


Mayra tersenyum simpul mendengar perkataan Ririn, teman yang lainnya menyusul sekedar memberi doa dan ucapan selamat pada pasangan mempelai.


sang kakek tersenyum senang melihat kebahagiaan cucunya.


begitu juga dengan sahabat Mayra yang selama ini mendukung dan mendampingi nya.


mereka turut senang menyaksikan kebahagiaan Mayra.


*ternyata cinta tidak harus memiliki, bisa melihat orang yang kita cintai adalah kebahagiaan tersendiri bagi kita.

__ADS_1


sampai disini aja ya kisah Mayra nya....


i love you all 😘😘😘*


__ADS_2