
Puas menghabiskan hari bersama kakek dan juga Rayan, Mayra akhirnya memutuskan untuk menginap dirumah kakek atas permintaan beliau.
Mayra berpikir jika ia pulang ke kostnya hanya ada keheningan disana dalam keadaan hati nya saat ini Mayra tak ingin sendiri. ia ingin menikmati kebersamaan bersama orang terdekat nya, agar tidak larut lagi dalam kesedihannya.
sekarang ia berada dikamar yang dulu ditempati oleh sang ibu semasa mudanya, Mayra melihat semua isi kamar yang tertata rapi ada juga beberapa pajangan foto sang ibu bersama sahabatnya, namun Mayra tak menemukan foto sang ibu bersama sang ayah.
wajar saja karena kakek tidak pernah merestui hubungan mereka berdua. bahkan kakek sudah memiliki lelaki yang akan ia jodoh kan dengan sang ibu, semua itu ibu Mayra lah yang memberi tahunya.
'' ibu.... sekarang kakak menginap disini, dimana dulunya kamar ini adalah milik ibu '' ucap Mayra sendiri
ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang, letih sudah pasti, hari ini ia sangat diuji dan sekaligus mendapatkan hikmah dari ujian tersebut.
'' siapa wanita itu '' disaat sendiri begini ia kembali teringat akan Aldo bersama wanita tadi, sakit yang Mayra rasa kan berbeda saat melihat Riko, mungkin saja karena Riko tidak bersama seorang wanita.
'' apa sebaiknya aku berkunjung kerumah Aldo untuk mengetahui nya?, ah tidak-tidak aku tidak boleh melakukan itu, kelihatan nya Aldo dan wanita itu memiliki hubungan khusus '' semua pertanyaan muncul dipikiran Mayra
hingga ia terlelap membawa banyak pertanyaan tentang aldo.
'' Rayan, apa yang membawa Mayra kemari bagaimana kamu bisa membawanya '' tanya kakek Dirgantara
'' aku juga tidak punya rencana tadinya kek, ini semua kebetulan ''
'' maksud kamu...??''
'' iya kek, tadinya kami sedang mengadakan rapat rutin dengan beberapa perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan yang aku pimpin, awalnya semua baik-baik saja. namun tiba-tiba Mayra meminta izin untuk pulang karena ia merasa tidak enak badan, mendengar itu aku berniat untuk mengantarkan ia pulang namun Mayra menolak dan terus saja berlari tanpa mendengar kan aku yang terus memanggil nya.
setelah itu aku menyusul Mayra dan syukur saja aku masih bisa menemukan dia yang sedang menunggu taksi, aku tidak ingin kecolongan lagi segera saja aku membawa ia ke mob dan mengantar nya pulang, sekilas aku perhatikan wajah Mayra sendiri sembab, aku yakin ia habis menangis namun aku tidak ingin bertanya.
__ADS_1
aku terus saja mengendarai mobilku, hingga tiba di lampu merah Mayra melihat Aldo, lelaki yang pernah dekat dengan nya kejadian itu membuat ia menangis kembali dan menumpahkan kesedihannya saat itu aku bilang tentang kakek dan mengajak nya untuk bertemu dengan kakek, aku senang karena ia tidak keberatan, saat ini ia sedang rapuh kek aku tidak tega melihat ia menangis '' ucap Rayan
'' kalau begitu kamu hibur lah dia, dan jangan buat ia terluka seperti sebelumnya '' ujar lelaki tua itu
'' kek, aku menyukai Mayra, bahkan mungkin aku juga sudah mencintai nya namun aku masih belum siap untuk mengungkapkan nya '' aku Rayan pada kakek
'' kakek mendukung mu, jangan takut, kalau pun Mayra mau menerima kamu terus lah mencoba kakek yakin dia juga sudah nyaman bersama mu ''
'' maksud kakek...???''
'' apa kamu pikir kakek tidak melihat bahwa tadi saat kamu datang kamu terus saja menggenggam tangan nya dan kakek lihat Mayra tidak keberatan akan hal itu '' ujar kakek membuat Rayan merasa malu akan hal yang tanpa sadar ia lakukan tadi
'' maaf kek, kau melakukan nya tanpa sadar '' Rayan pun tersenyum malu mengingat kejadian tadi, tidak pernah ia melakukan hal itu sebelumnya pada mayra.
'' sudah sekarang istirahat lah, dan terimakasih sekali lagi karena kamu sudah membawa cucu kakek pulang '' keduanya pun saling berpelukan.
puas bercengkrama mereka pun masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat, malam ini kakek bisa tidur dengan nyenyak karena Mayra sudah berada dirumahnya.
'' ayo lah nak sudah saatnya kamu kembali ke dunia luar, jangan menutup diri seperti ini terus, perusahaan sangat membutuhkan kamu. tidak mungkin Soni yang selalu mengemban tugas itu '' bujuk mami Aldo
Aldo nampak berpikir sejenak dengan permintaan sang ibu, ia belum siap jika bertemu dengan Mayra apalagi saat ini ia sudah akan bertunangan dengan kekasih nya yaitu sang perawat yang merawatnya selama ini.
Aldo jatuh hati pada perawat yang selama ini merawatnya, rasa ini tidak pernah ia rasakan terhadap mayra, ia baru menyadari ternyata selama ini ia hanya mengagumi Mayra.
dan ia juga merasa bersalah atas sikap yang ia lakukan terhadap Mayra, karena hingga saat ini ia belum memberi kabar kepada gadis itu.
'' bagaimana nak, apa kamu bersedia '' ujar papi Aldo
__ADS_1
Aldo menghela nafas panjang dengan berat hati ia mengangguk permintaan kedua orangtuanya.
'' nah gitu dong sayang, mami jadi lega ''
'' ya sudah sekarang lebih baik kamu istirahat, agar tidak kesiangan besok ''
'' baiklah mi, pi, aku ke kamar dulu ''aldo pun beranjak meninggalkan keduanya
'' apa ini ide bagus Pi ''
'' kita lihat saja besok mi, cepat atau lambat ia harus menemui Mayra untuk menjelaskan semuanya ''
'' baiklah, ayo Pi kita istirahat, ini sudah terlalu larut '' keduanya pun melangkah bersama menuju kamar mereka, mereka prihatin akan kondisi Aldo yang masih enggan menemui Mayra bahkan menutup diri dari dunia luar.
padahal ia sudah sembuh seperti sedia kala, mereka juga merasa bersalah pada Mayra karena telah bersembunyi beberapa bulan belakangan ini.
mereka tak dapat berbuat banyak ini semua adalah permintaan aldo, ia tidak ingin Mayra tahu akan keadaan dia sebenarnya sampai akhirnya ia sendiri malah berpindah ke lain hati.
malam sudah larut namun Aldo masih enggan untuk memejamkan matanya, ia masih menyusun kata yang akan ia sampaikan jika ia bertemu dengan Mayra esok.
dilain tempat Riko juga masih terjaga ia juga mengalami hal yang sama seperti Aldo, bedanya Riko masih menyimpan cinta nya untuk Mayra ia tidak pernah bisa menerima orang yang sudah dijodohkan oleh keluarga nya.
walaupun sudah dijodohkan namun Riko masih terus mengulur waktu untuk menikahi gadis pilihan keluarga nya.
'' siapa pria yang mengejar Mayra tadi, apa mereka memiliki hubungan, hingga pria itu rela meninggalkan rapat penting demi menyusul Mayra '' pertanyaan demi pertanyaan muncul dipikiran Riko rasa cinta dan rindu yang selama ini ia tahan seakan terobati.
namun ia juga takut jika keluarga wanita yang dijodohkan dengan nya tahu bahwa ia bertemu dengan Mayra, maka keadaan Mayra bisa saja dalam bahaya.
__ADS_1
selama ini keluarga gadis tersebut terus mencari tahu, apa yang membuat Riko selalu menunda pernikahan nya.
'' ahh... apa yang harus aku lakukan... '' ujar Aldo sambil mengusap wajah nya