
skip.....
'' selamat bergabung diperusahaan kami '' kata sang HRD pada Mayra dan Dewi
'' baik pak terimakasih sudah mengantarkan kami '' sahut Dewi dan Mayra sedikit membungkuk
'' tidak masalah nona, sudah menjadi kewajiban saya '' ucap nya sambil melirik kepada aldo.
'' baiklah saya tinggal dulu '' pamit beliau
mayra dan Dewi kembali mengangguk hormat pada nya.
'' aku mau keruangan ku dulu ya '' pamit Aldo pada keduanya
'' iya, terimakasih ya aldo, berkat kamu kami bisa bekerja disini '' sebut mayra
Aldo hanya mengangguk dan tersenyum, ia pun mengikuti HRD tersebut yang sudah menunggu nya diluar ruangan.
'' kamu harus tetap rahasia kan identitas ku dari mereka '' ucap Aldo pada HRD nya
'' baik bos '' jawabannya menunduk hormat
'' aku minta kamu jangan panggil aku bos, panggil Aldo saja, takutnya nanti dihadapan mereka bapak kelepasan '' sebut Aldo mengingat kan
'' tapi bos... '' ucap nya menatap kaget
'' aku tidak menerima jika bapak melakukan kesalahan ini '' sebut Aldo datar
'' bbbaik nak Aldo '' sahut nya gugup
'' begitu lebih baik '' kata Aldo menyunggingkan senyum nya
'' terimakasih nak Aldo '' ucap nya hormat
do pun langsung melanjutkan perjalanan menuju ruangannya yang berada dilantai teratas.
tentu ia tidak ingin Mayra mengetahui identitas sebenarnya karena ia tidak Mayra membenci nya.
Aldo mendengar sendiri waktu itu jika Mayra menolak tawaran Riko untuk bekerja diperusahaan orang tua nya.
jadi dia tidak ingin Mayra mengetahui jika tempat Mayra bekerja saat ini adalah perusahaan orang tuanya.
Aldo memasuki ruangan nya, disana sudah menunggu asistennya yang sudah disiapkan oleh papinya untuk membantu Aldo belajar memimpin perusahaan ini.
'' pagi bos, selamat bergabung disini '' ucap nya sopan
Aldo hanya tersenyum masam melihat asistennya itu, yang tidak hampir seumuran dengan nya. ia merasa tidak nyaman dipanggil bos karena ia merasa was-was pada mayra.
'' kamu tidak usah memanggil ku bos, panggil saja Aldo karena aku yakin kit seumuran '' ucap Aldo datar
__ADS_1
asisten nya menatap heran pada aldo, '' kalo tidak memanggil nya bos, lalu aku harus memanggil nya dengan sebutan apa '' pikir Soni
Aldo seolah tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Soni pun angkat suara. '' panggil aku Aldo saja agar kamu terbiasa '' kata Aldo kembali
'' dan jangan tanyakan alasan nya kenapa '' imbuhnya lagi
melihat sikap Aldo yang datar dan dingin Soni pun tak berani angkat suara untuk bertanya ia hanya mengangguk menjawab ucapan Aldo yang menjadi bos nya saat ini tapi tidak ingin dipanggil dengan sebutan itu. entah ada rahasia apa yang disembunyikan oleh aldo. Soni hanya mampu bertanya-tanya dalam pikirannya.
'' baiklah... bisa kita mulai dokumen mana yang harus aku pelajari hari ini '' tanya Aldo saat sudah duduk dikursi kebesaran nya.
Soni pun langsung mengahapiri Aldo dengan membawa beberapa dokumen untuk dipelajari Aldo hari ini.
tidak banyak memang namun sangat menyita waktu Aldo hari ini hingga jam makan siang datang ia pun selesai mempelajari nya.
Aldo berniat untuk mengajak mayra makan siang bersama.
'' aku akan makan siang diluar kamu tetap lah disini jaga-jaga siapa tahu aku terlambat untuk datang kekantor nanti '' sebut di pada Soni
'' baik aldo '' sahut nya patuh
'' terimakasih karena sudah membantu ku hari ini '' ucap Aldo sebelum meninggalkan ruangan nya.
Soni pun tersenyum menatap kepergian Aldo karena mendapat perlakuan yang baik, '' ternyata dia bos yang baik '' gumam nya memuji Aldo
sepanjang perjalanan menuju ruangan Mayra Aldo terus saja tersenyum membayangkan betapa dekatnya dia dan Mayra sekarang, dan bisa melewati makan siang bersama setiap harinya.
'' akhirnya aku bisa juga dekat dengan mu Mayra '' batin Aldo
Aldo yang tadi nya bersemangat tiba-tiba menjadi bad mod ia tidak lagi berselera untuk makan siang.
'' lebih baik aku kembali keruang ku '' batin Aldo memutar langkahnya namun terlambat Dewi sudah melihatnya.
'' Aldo kamu aku kemana, Ayuk sini makan bareng, Riko sudah bawa makan siang untuk mu juga '' panggil Dewi
Mayra dan Riko pun baru menyadari jika Aldo ada di ambang pintu.
'' aduh... kenapa Dewi memanggil ku '' umpatnya kesal
setelah merubah mimik wajahnya Aldo pun berbalik dan masuk kembali keruangan Mayra
'' hey Riko kamu datang kemari? sejak kapan '' tanya Aldo basa-basi
'' belum lama, aku tadi menghubungi Mayra sebelum jam makan siang, lihat ni aku juga bawain untuk mu hitung-hitung ini sebagai ucapan selamat karena hari ini adalah hari pertama kalian bekerja '' ucap Aldo
'' kamu bisa saja, thank you friend '' kata Aldo
'' tidak masalah, tapi nanti jika kalian gajian pertama jangan lupa traktir aku ya... '' Riko
'' siap... '' sahut Mayra dan Dewi kompak
__ADS_1
mereka pun makan bersama siang ini, Aldo hanya bisa melihat kedekatan Riko dengan Mayra dan makan dengan terpaksa.
Aldo memang tidak pandai seperti Riko, yang selalu bisa membuat Mayra tertawa dengan tingkah humoris nya.
Setelah selesai makan siang Aldo kembali keruang nya meninggalkan mayra dan Dewi yang masih ditemani oleh riko.
Aldo memang tak bisa lebih lama berada bersama mereka karena ia mengaku sebagai asisten langsung dari pemimpin perusahaan ini.
jadi dia sudah harus ada ditempat sebelum bos nya datang. '' baiklah aku juga pamit pulang dulu, kalian juga akan bekerja kan '' kata Riko pamit setelah Aldo meninggalkan mereka
'' ok hati-hati dijalan ya '' seru Mayra dan Dewi
'' ok '' sahut Riko sambil mengacungkan jempolnya
'' Mayra kamu menyadari tidak sikap Aldo saat ada Riko diantara kita '' tanya Dewi
'' kenapa dengan aldo '' sahut bingung
dengan pertanyaan Dewi
'' ih... kamu ga peka banget sih...'' ucap Dewi kesal
'' udah ah, ga usah ngerumpi ini udah jam kerja '' kata Mayra kembali menghadap layar segi empat nya.
'' iya deh buk mayra... '' Dewi pun mengerucutkan bibirnya melihat sikap Mayra
Mayra hanya menggeleng menanggapi kekesalan Dewi. bukan nya Mayra tidak menyadari perubahan sikap Aldo saat Riko bersama mereka.
hanya saja Mayra ingin fokus bekerja saat ini karena sebentar lagi kedua adiknya akan kuliah.
itu pasti akan membutuhkan biaya yang banyak, Mayra ingin sekali memenuhi kebutuhan keluarga nya mengingat perjuangan ibunya untuk menyekolahkan dirinya dan kedua adiknya tidak lah mudah.
beberapa Minggu lalu ia bertemu dengan kedua adik kembarnya yang saat ini sudah duduk dibangku sekolah juga.
Mayra bersyukur keadaan mereka baik-baik saja meskipun ibu sambung nya itu jarang datang mengunjungi mereka.
Rina sudah menawarkan Mayra untuk bekerja diperusahaan nya dan membantu Rina. namun Mayra menolak dengan alasan ingin mencari pengalaman diluar.
Maya dan Rina pun menyambut senang dengan keputusan mayra yang ingin mencari pengalaman diluar.
karena dengan keadaan Mayra yang selalu menutup diri dari dunia luar sempat membuat Maya dan Rina khawatir.
walaupun Rina jarang berkunjung namun Maya dan Rina tetap menjalin komunikasi dengan baik.
karena itu juga Rina juga bisa mengetahui perkembangan Mayra dan kedua adiknya.
begitu juga sebaliknya Maya juga mengetahui perkembangan dari kedua sikembar.
hari ini Mayra melalui kesibukan dengan hati yang puas karena bisa mengerjakan tugas nya sesuai permintaan atasan nya.
__ADS_1
terimakasih sudah mampir....