Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
WELCOME TO MY FAMILY


__ADS_3

ketika hari sudah memasuki sore, ade dan nicole pun mulai membuka matanya setelah tertidur tadi. sementara aidan dan nadia pun sudah terbangun, tetapi mereka hanya diam tanpa ada pergerakan sama sekali. mungkin yang mereka rasakan saat ini hanyalah tidak enak badan. lalu nicole segera memberikan mereka makan dahulu sebelum harus meminum obat nya kembali. gak lama ade pamit untuk mandi, tetapi begitu tahu kalau ade akan beranjak dari tempat tidurnya, nadia menahan dan tidak ingin di tinggal oleh ade. lalu ade berkata pada nadia dengan nada lembutnya.


"ayah mau mandi dulu sayang, ayah gak pergi kok. kamu sama mommy dulu yaa maem bareng kakak aidan. nanti ayah temenin lagi"


mendengar itu, nadia pun langsung mengangguk kan kepala nya. dengan segera ade menuju kamar mandi. sementara nicole dengan sikap lembutnya sebagai seorang ibu, dia menyuapi anak kembarnya dengan sangat hati hati sekali. ini kali pertama nicole melihat nadia tidak ceria. apalagi mereka berdua baru merasakan sakit. sambil memberi makan aidan dan nadia, nicole pun sedikit memperhatikan kedua anaknya, ternyata mereka berdua saling bergandengan tangan. nicole merasa sangat tersentuh sekali melihat adegan itu. gak lama ade pun tiba setelah mandi. lalu dia segera ikut bergabung. kali ini ade yang akan memberikan mereka obat. lalu nicole yang pergi mandi.


"buka mulutnya sayang, biar kalian cepat sembuh. nanti kita main lagi. nadia mau kan main bareng ayah? kakak aidan juga yaa? "


mereka berdua pun mengangguk dan membuka mulutnya untuk meminum obat nya.


"pintar nya anak anak ayah. cium ayah dulu dong nak"


aidan dan nadia pun langsung mendaratkan bibir nya di pipi kanan dan kiri ade. sambil menunggu nicole selesai mandi, ade mengajak mereka keluar kamar untuk menuju ruang tv agar mereka tidak merasa jenuh di kamar seharian ini. dengan menggendong aidan dan nadia di kanan kirinya, ade sambil bercanda menghibur mereka agar bisa tersenyum. sesampainya di depan tv, aidan dan nadia langsung meminta di pindah ke pangkuan nenek nya. mereka pun ingin dekat dengan nenek nya kali ini. lalu mamah nya ade berkata pada mereka berdua.


"cucu nenek kuat kuat. besok juga sembuh yaa sayang, kita main lagi ya besok"


nadia dan aidan langsung memeluknya.


sementara nicole yang sudah rapih setelah mandi, dia langsung mencari keberadaan kedua anaknya dan suaminya. sesampainya di ruang tv, nicole pun kaget, aidan dan nadia sudah mau bercanda kembali bersama nenek nya. senyum nicole pun kembali melebar melihat kedua anaknya sudah agak baikan. berbeda dengan pagi tadi yang selalu murung.


kita ke nadin sekarang. dimana nadin dan doni pun makin hari semakin lengket saja. mereka selalu pergi ke suatu tempat dengan bersama. nadin merasakan senang sekali bisa dekat dengan doni. sementara doni merasa sangat beruntung bisa dekat dengan artis sekelas nadin. mereka pun akan hangout di suatu tempat. niat nadin ingin meledek nicole dan ade karena dia sedang nongkrong bareng doni. namun ketika dia tahu kalau aidan dan nadia sedang demam tinggi, nadin pun langsung mengajak doni untuk segera menuju rumah ade. dia hanya ingin melihat keadaan kedua keponakan nya itu. nadin pun langsung merasa khawatir dan was was. lalu dia berkata pada doni.


"don, kita ke rumah si borr aja yuk."


doni sedikit merasa heran dengan ajakan nadin itu. lalu doni bertanya.


"ada acara apa nad di tempat bang kapten?"


nadin pun langsung menjelaskan yang terjadi dengan aidan dan nadia.


"aidan dan nadia tadi pagi sehabis bangun tidur, mereka demam tinggi. aku khawatir don. kita kesana yuk jenguk malaikat kecil yang lucu lucu itu"


doni pun kaget mendengar itu. akhirnya tanpa pikir panjang, doni pun langsung mengajak nadin bergegas ke rumah ade. dalam perjalanan pun nadin selalu bercerita tentang kelucuan dan ke pintara aidan dan nadia. doni hanya merespon dengan tawanya. karena doni juga sempat melihat kedua anak kembar itu di lapangan yang sedang bermain bersama ade setelah pertandingan selesai. dan akhirnya doni dan nadin pun sudah tiba di rumah ade. dengan segera nadin mengajak doni untuk masuk kedalam. doni yang merasa sangat heran dengan nadin, karena nadin terlihat seperti memasuki rumah sendiri. lalu doni berkata dalam hati.


"sedekat itukah nadin dan bang kapten? sampai nadin sudah tidak ragu lagi memasuki rumah ini."


akhirnya doni dan nadin sudah tiba di ruang tv. ade dan nicole pun kaget dengan kedatangan mereka berdua. lalu nicole berkata.


"ciyyeeeee, pasangan abad ini. tiap jalan bareng gak pernah kasih tahu yaa sekarang"


doni hanya terlihat sedikit malu mendengar ucapan nicole itu. lalu dia mencoba menjelaskan sedikit.


"bukan gitu mbak, nadin nya kalau ngajak suka dadakan. hehehe"


kemudian nadin langsung menemui aidan dan nadia yang sedang duduk di pangkuan nenek nya itu.


"kesayangan aunty, cepat sembuh yaa kalian. aunty kangen mau main bareng kalian lagi"


nadia hanya melihat nadin dengan senyuman polosnya. lalu nadin memeriksa kening aidan dan nadia. dia pun sedikit terkejut dengan suhu panas yang di alamai kedua anak itu. nadin pun mencoba untuk menggendong nadia, lalu nadia pun mengiyakan nya. melihat nadia sedang bersama nadin, aidan pun merasa tidak mau kalah dan ingin juga ikut mendekati nadin. ade dan nicole pun tertawa karena merasa senang sudah bisa melihat aidan dan nadia kembali normal dengan tingkah nya itu. gak lama ade mengajak nadin dan doni makan malam bersama.


kembali ade membuka ledekan nama pada nadin.

__ADS_1


"woii yunus, ayo kita pada makan dulu. sekalian ajak tuh si sanun makan"


nadin yang mendengar itu pun tidak mau kalah, dengan cepat dia membalas.


"iya karjo, gue juga laper nih"


semua yang ada disitu pun tertawa terbahak bahak melihat kelakuan ade dan nadin. akhirnya mereka menuju meja makan untuk makan malam bersama. di tengah suasana makan malam, doni pun bertanya pada ade.


"bang, rumah lo gueede banget. gue kalau nginap disini bisa nyasar kali kalau gak pakai google maps"


ade hanya tertawa dan membalas.


"jihhh sanun, bisa aja. lo nginap kan malam ini? latihan bareng aja sama gue besok jalan dari sini"


lalu doni membalas.


"gue balik bang. gue kalau tidur disini, bangun pagi mau ke kamar mandi takut nyasar"


ade hanya mmembalas.


"nginap aja biar nanti gue kenalin sama keluarga nadin. biar lo berdua cepat"


"cepat apa bang? "


doni bertanya penasaran. lalu nicole yang membalas pertanyaan nya itu.


"biar kamu berdua cepat tinggal satu rumah lah don. masih nanya aja. apa pura pura lugu? "


seketika mereka kembali tertawa terbahak bahak mendengar ucapan nicole tadi. gak lama makan malam mereka pun selesai. mereka langsung menuju halaman belakang untuk sedikit mencari angin di sana. gak lupa ade meminta kopi pada nicole. di halaman belakang pun, mereka asik sekali berbincang. bahkan doni baru mengetahui kalau ade adalah perokok aktif. karena selama kenal ade, doni sama sekali tidak pernah melihat ade merokok. entah bagaimana caranya ade menahan rasa ingin merokok nya ketika sedang di hotel untuk menjalankan pertandingan. karena ketika para pemain sudah berada di hotel atau penampungan, mereka akan selalu di awasi sangat ketat oleh official. doni pun tidak ingin rasa penasaran nya terlalu jauh, dia lebih memilih sikap bodo amat.


sementara nicole dan ade pun langsung menuju kamar untuk segera meniduri aidan dan nadia yang belum sehat. gak lama mereka pun mulai memejamkan mata secara bersamaan.


pagi ini, ade seperti biasa bangun terlebih dahulu. dengan segera dia memeriksa kedua anaknya. ketika memeriksa ternyata mereka sudah kembali normal suhu badan nya. lalu dia mencium kedua anaknya sebelum pergi mandi. setelah mandi selesai, dia segera ke ruangan khusus tempat sepatu nya untuk menyiapkan perlengkapan tempur nya. karena malam ini tangerang city akan menjamu urawa reds dari jepang. sementara nicole yang baru membuka matanya langsung memeriksa kedua anaknya juga. betapa senangnya dia setelah tahu aidan dan nadia sudah membaik. lalu dia mencari ade, setelah bertemu nicole langsung bertanya.


"kamu jalan jam berapa yank? "


"nanti agak siangan kayaknya. aku mau tahu dulu perkembangan keadaan anak anak"


"tapi tadi aku periksa, sudah gak panas yank. alhamdulillah yaa"


ade hanya tersenyum dan berkata.


"iyaa sayang. aku mau kopi dong hehehe"


nicole pun segera menuju dapur untuk membuat kopi. setelah selesai mempersiapkan alat alat tempur nya, ade sedikit bersantai di depan tv sambil menunggu kopi nya datang. dia mencoba membuka instagram nya untuk melihat lihat beranda nya. dia juga akan mengupload satu foto nya di instagram. foto itu adalah saat ade bersama nicole dan kedua anak kembarnya.


ade memberi caption.


"KALIAN LAH JUARA KU"


gak lama nicole datang dengan membawakan kopi dan beberapa makanan ringan. mereka pun menikmati acara tv sambil berbincang. nicole banyak berbicara tentang pekerjaan nya yang akan dia ambil salah satu dari beberapa film yang di tawarkan pada nya.

__ADS_1


"yank, kayak nya aku akan ambil satu film deh, rencana nya sih bulan depan sudah mulai shooting nya. gak apa apa kan yank? "


ade hanya membalas.


"gak apa apa sayang, semangat yaa. aku tahu kamu pasti merasa rindu dengan suasana pekerjaan mu"


mendengar itu, nicole sangat senang sekali. dia lalu berkata.


"makasih yaa yank,"


dengan cepat nicole langsung memeluk sang suami nya itu. gak lupa dia juga mengecup pipi kiri suaminya itu sedang asiik berbincang, tiba tiba terdengar suara nadia yang memanggil.


"moommmyy... yayyaaaaaaahh... "


seketika ade dan nicole langsung menuju kamar untuk menemui kedua anaknya. sesampainya di kamar, aidan masih tertidur, sementara nadia langsung minta di gendong oleh nicole. nicole sendiri sedikit heran, tumben sekali nadia lebih memilih nicole, padahal ada ade disitu. dengan segera nicole mengangkat nadia dan membawanya ke ruang tv lg. sambil duduk di sofa, mereka asik menonton tv. ade hanya memperhatikan nadia dan sedikit bertanya.


"kesayangan ayah, coba periksa dulu sini. sudah sembuh belum? "


nadia pun meminta pindah pangkuan ke arah ade. sambil memangku, ade terus memeriksa tiap tubuh putri cantik nya itu dengan lembut. lalu ade menciumi nadia. nadia hanya tetap terpaku pandangan nya ke arah layar tv yang sedang menayangkan acara kartun anak. lagi asik tertawa melihat adegan lucu, tiba tiba aidan sudah berada di samping nicole, ade dan nicole pun kaget. lalu ade segera menyambut jagoan kecil nya.


"jagoan ayah pintar, bangun enggak nangis. sini sayang"


aidan pun langsung mendekat dan meminta tiduran di atas paha ade dan nicole. sementara nadia hanya memperhatikan kakak nya yang baru datang.


hingga siang pun tiba, kini saat nya ade segera bersiap siap untuk berangkat menuju apartement tangerang city. dia harus segera berkumpul disana bersama para pemain yang lain. lalu nicole bertanya.


"di siarkan live kan yank? karena aku gak mungkin kesana. anak anak masih belum sehat"


"iya live di tv, nah gitu dong, jangan selalu memaksakan untuk datang ke stadion. kasihan aidan dan nadia"


"iya yank, nadin pun mengajak ku malam tadi, cuma aku tolak. karena memang kondisi nadia belum sehat"


"yasudah, aku berangkat yaa, kalian baik baik disini. doain biar kita bisa dapat kemudahan melawan tim bagus asia kali ini"


dengan segera nicole memeluk dan mencium ade. lalu ade berkata pada anak kembarnya.


"kesayangan ayah, jangan nakal yaa. jangan rewel kalau ayah tidak ada di rumah. ayah kerja dulu yaa sayang"


dengan segera ade mencium mereka satu persatu. nicole dan kedua anaknya mengantar ade sampai depan. setelah ade berangkat, nicole kembali menuju ruang tv.


sementara ade sesampainya di apartement, dia langsung bergegas menuju kamar nya untuk santai sambil menunggu waktu tim berangkat. karena masih ada waktu sekitar lima jam lagi sebelum mereka menuju stadion. gak lama doni pun datang ke kamar ade. dia hanya ingin meminta saran pada ade soal nadin.


"bang borr, gue mau minta masukan dong soal nadin"


ade hanya merespon santai dan membalas.


"soal apa lagi lek?"


"menurut bang borr, nadin tuh kepribadian nya seperti apa? apa yang dia gak suka dan apa yang paling dia suka dari pasangan? "


lalu ade menjelaskan dengan singkat, padat, dan jelas.

__ADS_1


"lo gak usah bertele tele kalau sama dia. gue sudah memahami dia. jadi lo ikutin apa kata gue. gue dan nicole sengaja milih lo buat nadin karena gue tahu kapasitas lo sebagai pasangan. gue gak sembarangan ngasih izin nadin untuk dekat sama cowo manapun. tapi lo yang gue pilih, lo yang gue percaya. jadi gue minta, lo jaga dia, simpel kok nadin itu. asal lo bisa selalu baik dan bisa jaga tutur kata saja, dia udah pasti bisa gue jamin nyaman"


sambil berfikir, doni pun merasa sedikit berat dengan keputusan ade dan nicole yang memilihnya untuk nadin.


__ADS_2