
setelah andi pulang, roberto dan ernii coba bicara pada nicole. mereka pun mengetuk pintu kamar nicole.
TOOOK.. TOOKKK... TOOKKK...
sayang, boleh mamah masuk?
"aku lagi mau sendiri mah"
tolong pliissss ngertiin aku untuk malam ini saja.
roberto yang mendengar itu, hanya segera mengajak ernii untuk meninggalkan nicole sendiri di kamarnya...
dengan perasaan bersalah mereka pun segera beranjak tidur.
sementara ade yang baru sampai di rumah, langsung menuju studio. dia hanya merasa tenang jika sudah ada di ruangan tersebut.
tetapi tidak di pungkiri, dia khawatir pada nicole, di sisi lain dia masih belum bisa ambil keputusan. karena ada yang lebih penting dari pada nicole.
dengan sedikit meyakinkan hatinya, diapun memutuskan untuk menelfon nicole.
nicole yang masih menangis sejak tadi, tiba tiba kaget mendengar ponselnya berdering.
diapun segera melihat. dengan sedikit heran ternyata tertulis nama ade di layar ponselnya. dengan senang diapun segera mengangkat nya.
namun kejadian tak terduga terjadi.
keduanya saling diam, tanpa ada bahasa yang terucap di telfon itu.
hingga beberapa menit, akhirnya terdengar suara dari mulut ade.
"apa yang sebenarnya terjadi? "
kenapa ini selalu rumit?
nicole hanya menangis.
lalu ade kembali berkata.
"coba jelaskan, kasih aku kepercayaan dan keyakinan atas penjelasan mu"
nicole masih tetap diam.
hingga akhirnya ade mengucap kata.
"yasudah, kalau gak mau bicara, aku tutup telfon nya yaa"
nicole masih diam.
akhirnya ade pun mengakhiri telfon nya.
namun kembali nicole memanggil ulang panggilan tersebut.
hingga ade pun menerimanya.
"iya kenapa?"
kalau kamu masih diam, aku mau tidur.
kemudian nicole pun mulai membuka pembicaraan.
dengan suara berat karena sambil menagis, dia berkata.
"jangan tinggalin aku, aku ikut kemanapun kamu pergi"
ade masih heran dengan apa yang terjadi malam ini.
lalu nicole pun menjelasakan semua yang terjadi dari awal sampai akhir.
ade yang mendengar penjelasan nicole, hanya diam. dia belum bisa ambil keputusan.
dia pun segera pamit pada nicole, untuk segera tidur, karena dia akan latihan besok pagi.
lalu nicole sekali lagi berkata.
"jangan tinggalin aku, aku mohon"
cuma kamu yang mengerti aku saat ini,
bahkan mamah papah pun tidak memahami keinginan isi hatiku.
"aku mohon jangan hilang lagi, jangan menghindar"
ade yang mendegar ketulusan kata kata nicole, mencoba menenagkan nicole.
diapun memberi penjelasan untuk meminta waktu berfikir soal masalah ini.
karena diapun sedang menjalani masalah yang berat saat ini.
nicole pun menyetujui itu. dan berkata, "besok aku mau bertemu. aku mohon jangan menolak."
kali ini ade harus bersikap lapang dada tanpa harus mengutamakan ego nya.
diapun mengiyakan nya, dia berjanji, setelah latihan akan menemui nicole di suatu tempat. yang belum di beri tahu dimana.
akhirnya telfon pun terputus.
sambil keduanya saling meneteskan air mata di tempat berbeda....
pagi pun tiba, pukul 05:30
ade segera berangkat menuju jakarta timur untuk latihan pagi bersama tim.
namun ketika membuka poselnya, dia mencoba ingin memberitahu tentang lokasi pertemuan nanti. dia kaget dengan tanda online pada kontak whatsapp nicole.
diapun segera menelfon nya.
gak lama nicole pun mengangkat panggilan itu.
"hallooo"
ade pun bertanya.
"kamu sudah bangun? " tumben...
nicole hanya berkata, "aku gak bisa tidur dari malam tadi"
ade yang mendengar itu sedikit marah sekaligus merasa kasihan.
lalu dia berkata dengan lembut.
"kenapa sih? " kamu boleh punya masalah, tapi kamu juga harus sayang dirimu sendiri.
kalau kamu terlalu larut dalam masalahmu, kasihan tubuhmu itu kalau harus dipaksa ikut masalahmu.
jadi sekarang, kamu tidur, nanti kita bertemu di stadion gbk setelah kamu bangun. jangan memaksa tidak tidur yaa.
aku pamit berangkat latihan dulu yaa.
"sekarang kamu tidur."
kalau gak tidur, "aku batalin pertemuan nanti." ancam ade pada nicole.
nicole pun membalas ucapan dengan berkata,
"iyaa, aku tidur, kamu hati hati yaa, trimakasih sudah mau memberi ku kesempatan bertemu"
"yasudah sekarang tidur, aku sudah telat untuk berangkat." ucap ade. lalu mereka pun mengakhiri panggilannya.
ade segera melajukan mobilnya.
sementara nicole masih tidak bisa tidur,
tetapi kembali dia mengingat kata kata ade, dan sikap ade ketika sedang memiliki masalah. diapun segera memejamkan mata dan tertidur...
pukul 06:45 ade sudah sampai di pusat latihan jakarta united.
dia pun langsung bergegas menuju loker room untuk berganti baju latihan.
karena memang teman teman nya sudah sampai dan sudah siap untuk berlatih.
setelah rapih, diapun segera bergabung dengan yang lain.
gak lama suara peluit berbunyi, tanda mereka harus segera berkumpul.
__ADS_1
thomas pun memberi aba aba dengan memulai pembicaraan nya.
"PAGII... TRIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH HADIR, PAGI INI KITA FOKUS LATIHAN UNTUK BESOK MALAM PERTANDINGAN DI PIALA AFC!! "
kebetulan jadwal piala afc pun sudah resmi di rilis.
jakarta united berada di grup H
bergabung dengan.
"BANGKOK CITY" dari thailand.
"SELANGOR FA" dari malaysia.
dan terakhir ada "TAMPINES ROVERS" dari singapura.
untungnya, di laga pembukaan grup, jakarta united bertindak sebagai tuan rumah untuk menghadapi selangor fa dari malaysia.
kemudian para pemain pun mulai mengambil posisi masing masing dalam latihan itu.
ade pun segera bergabung dengan jans, seperti biasa, para kiper itu memulai latihan dengan lari lari kecil dan streching ringan.
sambil di barengi senam senam agar otot tidak tegang di waktu pagi ini
ketika sedang fokus dalam gerakan, jans pun menghampiri ade, dia berkata.
"jangan terlalu larut dalam masalah kemarin"
tetap fokus untuk pertandingan besok malam.
buat thomas berkesan dan segera memilihmu
dalam pertandingan besok.
ade pun hanya tersenyum tanpa membalas ucapan jans.
kemudian tim pun dibagi dua untuk melakukan sparing.
tujuan ini, agar thomas tahu, sudah sejauh mana kekompakan mereka dengan pemain yang baru bergabung.
hingga akhirnya, di bagian tim dengan rompi kuning, andre menempati posisi kiper tersebut.
lalu ade bergabung dengan tim rompi biru.
permainan pun sudah di mulai.
dimana permainan sangat sedikit keras dan ngotot. beberapa kali kedua tim melakukan serangan. hingga akhirnya skor akhir adalah 4-2 untuk kemenangan tim andre.
mereka pun segera menepi sejenak untuk peregangan otot. ada yang sedang duduk sambil meminum isotonik, ada yang sedang memakan buah, ada juga yang sedang berbincang dan di pijit oleh official.
tetapi ade hanya sedang berbincang pada andre, andre pun merasa sedikit kesal dengan ade. karena liburan tahun ini, mereka melakukan nya sendiri sendiri.
padahal tiap tahun sebelumnya, mereka selalu menjadwalkan libur bersama.
hingga akhirnya, thomas pun segera memberi pengumuman tentang kabar beberapa nama pemain yang akan di turunkan dalam pertandingan besok malam.
"SEMUANYA PERHATIAN!! "
ucap thomas, dan di balas oleh para pemain dengan perkataan, "SIAP COACH"
lalu thomas melanjutkan bicaranya.
"UNTUK BESOK MALAM, SAYA SUDAH MEMILIKI BEBERAPA NAMA UNTUK TIAP POSISI"
"BERIKUT NAMA NAMANYA, TOLONG JANS UMUMKAN SEKARANG"
jans kaget, kenapa harus dia yang berbicara di depan untuk menyebutkan pemain tersebut. lantas, jans pun hanya bisa pasrah dan segera menyebutkan.
"UNTUK POSISI PEMAIN BELAKANG,
MASIH TIDAK ADA PERUBAHAN.
MASIH SAMA SEPERTI YANG LALU.
LALU DI POSISI TENGAH, ADA NAMA BARU YANG BARU BERGABUNG.
ADA RINTO DI POSISI GELANDANG BERTAHAN.
LALU ADA NAMA BARU LAGI DI POSISI SAYAP KANAN.
rinto baru bergabung dengan jakarta united, dari "MITRA SURABAYA"
sedangkan dian baru di datangkan dari
"SOLO FC"
NAMA NAMA YANG LAIN PUN MASIH SAMA SEPERTI BIASA.
LALU UNTUK PENJAGA GAWANG.
ADA "ADE SANTANA"
jans menutup dengan senyum, karena terdapat nama ade di sana.
thomas pun membubarkan para pemain nya.
mereka pun bergegas ke loker room untuk bersih bersih dan segera menuju bus.
tapi ade masih terlihat duduk termenung di pinggir lapangan. dia masih mengingat kejadian tadi malam, ingin sekali dia mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan nya dengan nicole.
karena dia merasa, terlalu banyak penghalang di hubungan nya, sehingga dia menyimpulkan memang semesata tidak mendukung dalam hubungan dia dan nicole.
tetapi jika di ingat lagi, begitu berharap nya nicole untuk tetap bertahan pada dirinya.
diapun dilema, disaat dia sedang mengalami masalah pada klub, lagi lagi fokus dia harus terbagi menjadi dua dengan masalah pribadinya.
diapun hanya bisa menghela nafas panjang.
masih sambil duduk tertunduk dan sesekali memainkan rumput. tiba tiba jans dan thomas menghampiri.
thomas pun mencoba bertanya.
"mengapa kamu tidak bergegas untuk segera pulang? "
ade hanya senyum tanpa menoleh ke arah thomas.
lalu jans, hanya merangkul pundak ade dengan berkata.
"kamu besok malam menjadi pilihan di bawah mistar, sudah seharusnya kamu banyak beristirahat. "
lalu ade mengatakan.
"saya rasa perjuangan saya di tim ini sudah tidak di nilai, saya merasa terbuang. "
thomas dan jans yang mendengar itu hanya coba memberi motivasi.
thomas pun berkata.
"aku siap mempertaruhkan nasib ku umtuk terus membela dan menahan mu agar tetap disini. "
jans pun ikut mengangguk.
tetapi ade, dia merasa sudah terlambat, diapun tiba tiba sempat berfikir ingin segera keluar meninggalkan tim ini, di tambah dia sedang mengalami masalah hubungan nya pada nicole.
dia hanya mencoba menilai, kalau dia pergi, dan jauh dari nicole, itu akan membuat dia tenang dan fokus pada karirnya.
karena tujuan dia adalah, imgin meraih puncak karir sebelum pensiun beberapa tahun lagi. diapun sebenarnya hanya ingin pensiun di klub ini.
tetapi jans meyakinkan,
"jangan terlalu merusak konsentrasi mu untuk pertandingan besok"
tetap rileks.
apa kamu butuh psikiater untuk mengembalikan mental dan percaya diri kamu?
tanya jans lagi pada ade.
ade pun menolak, dia merasa tidak perlu sampai sejauh itu. dia merasa sanggup dengan beberapa masalah yang sedang melanda nya.
lalu jans dan thomas pun bergegas menuju bus sambil berpamitan dengan nya.
ade pun hanya mengangguk dan tetap tak beranjak dari duduk nya.
__ADS_1
setelah beberapa menit terduduk.
ade pun segera mandi menuju loker room
karena dia ada janji untuk menemui nicole.
sementara di rumah nicole, roberto dan ernii sangat cemas, karena nicole belum menunjukan mau keluar dari kamarnya.
mereka pun makin merasa bersalah atas kejadian tadi malam.
sementara nicole masih terpejam matanya, sambil kadang sedikit sedikit membuka mata karena tidur nya memang tidak tenang.
hingga akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka mata dan melihat jam dinding di tembok kamarnya.
diapun segera bergegas menuju kamar mandi, dia ingin segera bertemu dengan orang yang dia anggap adalah sumber ke bahagian nya selama ini.
setelah selesai mandi dan berdandan, diapun segera mengambil ponselnya untuk meminta kabar pada ade.
panggilan pun di lakukan.
sampai bsberapa panggilan, akhirnya telfon pun tersambung.
"hallooo" dengan nada pelan nicole berkata.
"iya " ucap ade.
"kamu sudah selesai?" boleh aku jalan sekarang?
tanya nicole.
ade yang sedang duduk di bench pemain setelah mandi tadi pun mengatakan.
"iya boleh, jalan saja sekarang, "
nicole pun menutup telfon nya dan segera bergegas mengambil kunci mobil untuk menuju ke stadion gbk.
ketika sedang asik sarapan, roberto dan ernii pun terkejut, tiba tiba nicole keluar dari kamarnya dengan dandanan yang rapih untuk orang yang akan keluar rumah. tetapi penampilan matanya sedikit bengkak dan merah, di tambah lagi warna sedikit hitam di bagian kantung matanya.
lalu ernii menghampirinya dan berkata.
"kita sarapan dulu sayang, kamu dari malam belum makan kan? "
namun nicole hanya diam.
karena dia hanya ingin pamit dan segera pergi dari pandangan nereka, nicole masih kecewa pada mereka berdua sejak tadi malam. diapun tidak ingin berbicara dulu pada mereka.
lalu dia memberanikan diri untuk pamit dan berkata.
"aku mau keluar sebentar, nanti juga pulang"
di barengi dengan langkah menuju luar rumah.
roberto dan ernii hanya bisa diam, mereka tidak bisa menahan nicole, karena mereka tahu, nicole sedang ingin tenang tanpa ada yang ganggu.
setelah sampai luar, nicole pun segera memanggil supirnya untuk diantar ke gbk.
supirnya pun mengangguk dan segera membuka kan pintu untuk nicole memasuki mobil.
lalu sang supir pun mulai melajukan mobilnya.
di tengah rasa waswasnya, ernii dan roberto seketika mengingat ade. dia hanya berharap ade mau me maafkan nicole dan dirinya.
karena roberto merasa bersalah sudah sedikit mengabaikan ade tadi malam.
"kira kira mau kemana yaa anak itu pah? "
tanya ernii pada roberto.
"papah gak tahu mah, sudah kita tunggu saja, semoga nicole tidak berbuat nekat dan segera pulang dengan ke adaan baik baik saja"
ernii hanya berdoa dalam hati untuk putrinya itu.
sementara di lapangan, ade segera menuju parkiran. dia akan bergegas menuju stadion gbk. disana dia akan memutuskan dua masalah sekaligus. sebelum dia konsentrasi umtuk pertandingan besok malam.
akhirnya nicole pun tiba, dia segera menlfon ade untuk menanyakan posisi nya.
TUUUTTT... TUUTTT...
"iyaa hallooo"
ade berucap.
"aku sudah ssmpai, aku di depan sektor 20"
"iya sebentar, aku mengarah kesitu"
telfon pun terputus.
lalu nicole segera menyuruh pak imam untuk pulang dan meninggalkan nya.
sang supir pun segera melajukan mobilnya.
gak lama mobil ade pun terlihat. hingga semakin mendekat dan menepi.
ade pun segera turun dan menemui nicole.
betapa kagetnya ketika melihat nicole dalam keadaan seperti itu.
mata yang bengkak, kantung mata yang agak hitam, juga terlihat sedikit pucat.
tanpa berlama lama, ade pun langsung memeluknya.
lalu ade mengajak nicole untuk memasuki stadion, dia akan menuju tribun vvip, dimana tempat itu menjadi tempat paling nyaman untuknya ketika sedang mengalami masalah.
banyak ide yang jernih keluar dari tempat itu.
setelah sampai, ade pun mempersilahkan nicole duduk.
nicole masih tetap diam, ade benar benar tidak menyangka kalau nicole sampai seperti ini keadaan nya. dengan sangat rapuh, wajah pucat, mata merah dan bengkak.
dia pun coba membuka obrolan sambil merasa tidak tega melihat keadaan nicole saat ini. lalu dia berkata.
"kenapa kamu gak sayang pada dirimu sendiri?"
coba lihat ke adaan mu sekarang ini.
nicole pun hanya meneteskan air mata.
lagi lagi ade tersentuh dan makin merasa tidak tega.
diapun segera memeluknya erat erat.
sambil berkata.
"sudah jangan nangis lagi. kita coba menyusun ulang cerita kita. "
nicole pun hanya membalas erat pelukan ade.
hingga akhirnya mereka pun berbincang, nicole pun sudah mulai mau membuka tawanya dalam perbincangan itu.
sampai akhirnya ade berucap.
"pemilik klub akan menjual ku ke jepang"
nicole yang tadi mulai bisa tersenyum, tiba tiba kembali sedih.
dan kembali memeluk erat ade lalu berucap.
"aku ikut"
aku gak mau hubungan kita ada yang menganggu.
aku sudah sangat bahagia berada di sampingmu. aku mohon jangan pergi dari ku.
namun ade meyakinkan nicole, bahwa perpindahan nya belum pasti kapan.
diapun memberi tahu bahwa besok malam dia akan bertanding disini.
nicole yang mendengar itu langsung meminta ijin untuk menyaksikan pertandingan tersebut.
ade pun mengangguk tanda menyetujuinya.
lalu kembali ke masalah nicole, ade kembali memberi penjelasan pada nicole. dia mengatakan agar nicole tidak lari dari masalah. dia pun segera memberi masukan, agar nicole segera menyelesaikan masalahnya dengan andi. dia harus segera memutuskan, agar andi tidak menunggu dan berharap. diapun harus mengambil keputusan dengan adil dan harus dengan penjelasan yang sesungguhnga. tanpa andi harus tersakiti dengan keputusan nicole.
__ADS_1
ternyata ade memberi kesempatan sekali lagi pada nicole untuk tetap melanjutkan hubungan nya, tetapi, nicole harus segera menyelesaikan masalahnya dan harus memastikan kalau nicole dan andi sudah resmi tak ada hubungan apa apa lagi...