
setelah semua rapih, mereka pun langsung menuju bus untuk segera kembali menuju apartement. sesampainya di apartement pun doni dan anthony bertanya soal cidera ade yang terjadi cukup aneh menurut mereka. lalu doni bertanya.
"lo kenapa bang? kok bisa separah itu tangan lo! padahal bola yang lo halau juga bukan bola bahaya. malah menurut gue, itu bola sangat gampang banget untuk di tangkap. "
ade hanya menjelaskan.
"justru gue gak mau ambil resiko kalau gue coba tangkap bola itu. karena kondisi tangan gue sudah bengkak dan nyeri sebelum ada nya bola itu. jadi begitu bola datang, gue coba buang sejauh mungkin agar bola ribon tidak berada di depan gawang yang bisa menghasilkan gol buat wolves. posisi tangan gue juga memang gak bisa untuk menangkap bola itu"
kembali dengan rasa heran anthony meminta penjelasan.
"lalu kapan cidera itu terjadi kalau sebelum bola itu datang pada mu? "
ade memberitahu.
"pada saat pemanasan sudah berasa nyeri waktu sedang menghalau bola. gue salah mengantisipasi bola melengkung yang datang. namun dokter bilang itu tidak serius. tapi nyata nya, nyeri nya bukan main. begitu gue lihat pun, gue kaget karena sudah bengkak ketika peetandingan sudah berjalan. "
doni dan anthony pun kini mengerti dengan kronologi cideranya ade itu. dan gak lama mereka pun akan segera pulang menuju rumah masing masing. apalagi doni yang sekarang tidak bisa berlama lama di luar rumah. karena harus segera menemani istri nya yang sedang hamil tua. akhirnya mereka pun segera pulang. setiba nya di rumah pun nicole langsung menyambut sang suami dengan rasa penasaran nya itu. ketika ade sudah memarkirkan mobil nya, dengan segera nicole membuka pintu sebelah kiri untuk mengambil tas perlengkapan sang suami. setelah ade turun, dia langsung menyambutnya dengan kecupan di pipi nya sang suami dan bertanya.
"kamu cidera lagi yank? "
ade hanya tersenyum dan berkata.
"iya sayang, aku cidera pas pemanasan sebelum bertanding. makanya aku gak melanjutkan main"
setelah sampai ruang tv, nicole mencoba melihat tangan sang suami. betapa terkejut nya dia ketika melihat tangan ade yang begitu besar akibat bengkak dan di baluti dengan kain kasa yang sudah di rendam dengan beberapa obat herbal di kain itu. nicole tidak menyagka kalau ade akan cidera separah itu. namun pada kenyataan nya, itu hanya bengkak biasa yang akan kembali kempes hanya beberapa hari saja. karena ade hanya mengalami keseleo pada tangan kanan nya. lalu nicole mencoba bertanya lagi.
"sakit ya yank? kok bisa seperti itu sih? aku baru lihat loh cidera yang seperti ini"
ade hanya menjelaskan.
"ini gak apa apa kok sayang. cuma keseleo biasa saja. dua hari kedepan pun akan kempes normal"
tetapi nicole tidak setuju dengan perkataan suami nya itu. kembali dia merasa kesal dan sedikit ngomel.
"kamu tuh ya, selalu deh menganggap sesuatu dengan sikap biasa saja. sudah jelas ini tuh bengkak, masih saja bisa bicara cidera biasa. heran deh aku mah sama kamu"
kembali ade menenangkan sang istri.
"memang hanya keseleo saja kok. lagian juga ini akan cepat sembuh kalau kamu mencium ku. karena kamu belum cium aku pas aku pulang tadi"
nicole sedikit senyum, lalu dia mencium ade sambil kembali bersikap manja pada suami nya itu. lalu ade kembali bertanya.
"anak kembar ku mana? aku gak lihat mereka"
nicole hanya memberitahu.
"mereka lagi bermain bersama amel di kamar amel dan mbak surti. biarin mereka lagi anteng. biar akau gak di ganggu kalau lagi mau dekat dengan mu yank"
ade hanya menggelengkan kepala ketika mendengar nicole berkata itu.
akhirnya mereka pun berbincang sambil asik menikmati tv disana. hingga waktu menunjukan pukul 20:30, aidan dan nadia pun datang. mereka kaget kalau sang ayah sudah berada di rumah. lalu nadia berkata.
"mommy kok gak bilang kalau ayah sudah datang? "
nicole hanya tertawa sambil berkata.
"bukan nya mommy gak mau bilang, tapi ayah lagi sakit. tangan ayah lagi cidera. makanya mommy sengaja gak bilang pada kalian dulu"
mendengar itu, aidan dan nadia langsung mendekati ade sambil melihat tangan sang ayah. lalu kedua nya langsung memeluk dan mencium. nadia lebih terlihat sedih dengan cidera nya ade itu. sementara aidan hanya terus melihat tangan ade yang memang sedang bengkak. lalu nadia terus memeluk sang ayah sambil berada di pangkuan nya. nicole hanya bisa mengalah melihat anak perempuan nya yang memang sayang sekali pada ayah nya. mereka pun lanjut menyaksikan acara tv di ruang itu. hingga aidan dan nadia pun sudah merasa ngantuk, akhirnya nicole membawa mereka menuju kamar. sementara ade masih melanjutkan sampai film nya habis. hingga waktu pun semakin larut, ade yang merasa nyeri pada tangan nya pun segera menuju kamar untuk tidur, karena dia juga menilai kalau nicole pasti sudah tidur. karena dia tidak kembali setelah mengantar aidan dan nadia tadi.
sesampai nya di kamar pun ade hanya tertawa melihat sang istri yang ikut tidur di kasur nadia. lalu dia membelai nya dengan lembut sambil membangunkan nya dan bsrkata.
"bule, bangu. ayo pindah, kasihan nadia sempit. ayo bangun. "
nicole pun membuka mata. lalu dia berkata.
"jam berapa ini yank? "
ade memberitahu.
"jam 22:30"
nicole pun kaget dan berkata.
"sudah jam segini kamu baru masuk kamar yank? bandel ya mulai gak disiplin"
ade hanya membalas.
"yaudah ayo kita bobo, aku mau di peluk malam ini sama kamu."
nicole pun segera bangun dan berpindah menuju kasur nya. lalu dia berkata.
"ayo sini aku peluk. mau dari belakang apa dari depan peluk nya.?"
__ADS_1
ade hanya menjawab.
"dari depan dong. aku nya juga mau memandang wajah mu loh"
setelah ade merebahkan tubuhnya, ternyata nicole langsung berpindah dengan posisi berada di atas tubuh ade sambil memeluk nya dan wajah nya di taruh dada sang suami. lalu dia berkata.
"oyo bobo, sudah malam. aku lebih nyaman seperti ini. cepat sembuh ya yank. aku sayang kamu"
ade pun membelai rambut nicole sambil berkata.
"iya sayang, makasih ya. aku juga sayang kamu kok"
kembali nicole berkata.
"kalau merasa berat dan pegal bilang ya yank"
ade hanya membalas.
"enggak sayang. yasudah ayo kita bobo. "
mereka pun segera saling memeluk dan bergegas tidur sambil mulai memejamkan mata nya masing masing dalam pelukan nya itu.
namun ternyata setelah ade sudah terlelap, nicole masih belum bisa memejamkan mata. dia sulit terpejam Karena tadi sempat tidur ketika menemani aidan dan nadia. kembali nicole memeluk ade yang masih berada di bawah tubuh nya itu. entah kenapa malam ini dia merasa sangat nyaman sekali berada di pelukan sang suami. dia hanya bisa berdoa dan meminta agar rasa cinta dan sayang nya terhadap sang suami tidak pernah hilang. karena nicole benar benar sudah merasa nyaman dengan sosok adesantana. hingga akhirnya ade pun sedikit meringis merasakan nyeri pada tangan nya. nicole yang sadar pun bertanya.
"kamu kenapa yank? "
ade hanya berkata pelan.
"tangan ku nyeri"
nicole pun mencoba pindah posisi karena takut rasa nyeri sang suami di sebabkan oleh nya yang berada di atas tubuh nya itu. ketika ingin berpindah, ade menahan nya dan berkata.
"jangan pindah. peluk aku. kita bobo lagi"
nicole pun membalas dengan mencoba memeluk sang suami.
"iya yank. yu bobo lagi, aku ada disini kok"
kali ini nicole benar benar memejamkan mata nya. hingga akhirnya mereka pun terlelap dengan tidur nya masing masing.
kembali hari berganti, setelah membuka mata, nicole segera memeriksa tangan sang suami, ketika dia melihat, ternyata sudah agak kempes bengkak nya. kini dia percaya dengan ucapan ade malam tadi yang mengatakan bahwa itu adalah keseleo biasa saja. lagi lagi dia terpaku menatap wajah ade dengan sangag dalam sekali. dia berucap dalam hati.
"kamu selalu membuat ku nyaman yank. aku gak tahu harus membalas dengan apa rasa nyaman ku ini kepada mu"
kembali dia memeluk sang suami yang masih tertidur di hadapan nya itu. nicole juga membelai wajah ade dengan sangat lembut. hingga terdengar suara nadia yang memanggil diri nya.
lagi lagi nicole tersenyum dan berkata dalam hati.
"anak ini, selalu hadir di saat ku ingin dekat dengan ayah nya."
nicole pun segera merebahkan nadia di posisi tengah antara ade dan diri nya. lalu dia berkata.
"kamu mau bobo lagi nak? "
nadia membalas.
"iya momm, aku mau bobo bareng ayah dan mommy"
dengan segera nicole memeluk dan mencium anak cantik nya itu. kali ini dia harus lebih mengalah. karena memang nadia sangat dekat sekali dengan ayah nya. mereka berdua bisa di bilang, sulit sekali di pisahkan ketika sedang bersama. mereka pun kembali melanjutkan tidur nya di pagi ini.
hingga waktu memasuki pukul 09:30, ade mulai membuka mata. dia kaget dengan Adanya nadia di samping nya. dia pun tersenyum dan memeluk anak gadis nya. sambil mencoba membangunkan nicole. ade berkata.
"sayang... sudah siang, kamu gak bangun?"
nicole mencoba membuka mata dan berkata.
"jam berapa ini? "
ade membalas.
"setengah sepuluh"
kembali nicole memeriksa tangan sang suami dan bertanya.
"gimana tangan mu yank? masih sakit seperti malam kah? tapi ini sudah tidak terlalu bengkak seperti malam loh"
ade menjelaskan.
"masih sedikit nyeri. tapi nanti juga hilang kok sakit nya"
nicole pun segera bangun dari tidurnya. lalu dia melihat nadia yang masih terpejam. dia hanya mencium putri nya itu dan berkata.
"anak ini, selalu tidak mau jauh dari ayah nya. gak boleh melihat mommy nya dekat dengan ayah nya. "
__ADS_1
ade pun bertanya.
"kenapa nadia ada disini sayang? kapan dia pindah nya? "
nicole menjelaskan.
"tadi pagi, ketika aku terbangun, tiba tiba dia meminta ku untuk menggeser. Dia bilang ingin tidur dekat ayah dan mommy nya. gemes deh jadinya. nadia selalu jadi saingan ku loh yank"
ade hanya tertawa mendengar itu. lalu dia kembali berkata.
"ya begitulah. sifat manja mu sudah turun pada nya. namanya juga anak perempuan. kita harus lebih ekstra lagi menjaga dan melindungi nya"
nicole dan ade pun tersenyum sambil memandangi nadia. lalu nicole bertanya.
"kamu mau aku bikinin kopi gak yank? "
ade hanya menjawab.
"boleh. bawa ke belakang saja ya, nanti aku kesana"
nicole segera bergegas keluar kamar.
sementara ade masih menemani nadia di kasur. gak lama aidan terbangun, dia juga berpindah ke kasur ade dan merebahkan tubuh nya di samping nadia. ade segera membelai dan bertanya.
"kaka mau bobo lagi? sudah siang loh ini. ayo bangun, terus mandi. nanti kita main di belakang bareng mommy dan adik mu"
aidan hanya membalas.
"adek juga masih ridur ayah. aku juga mau bobo lagi"
ade hanya tertawa mendengar itu. lalu dia mencoba membangunkan nadia. setelah nadia membuka mata. ade berkata.
"bangun nak, sudah siang. mandi yah bareng kaka"
nadia hanya membalas.
"mommy mana ayah? aku mau ke mommy"
akhirnya ade membawa kedua anak nya menemui nicole.
setelah bertemu pun, nadia langsung meminta gendong pada mommy nya.
"momm gendong"
nicole merasa heran dan segera menggendong nya. lalu dia bertanya.
"iya sayang, ini mommy. kamu kenapa nak? kita mandi yuk. nanti mommy gendong lagi"
nadia hanya membalas.
"aku kangen mommy. aku mau di gendong sama mommy"
nicole tersenyum mendengar itu. akhirnya dia menunda untuk acara mandi mereka dulu.
mereka pun Segera menuju halaman belakang untuk bersantai disana. hingga memasuki sore, ade mencoba membuka kain kasa pada tangan nya. kali ini dia hanya mengoleskan dengan balsem dan beberapa minyak pijit di bagian tangan nya yang nyeri. setelah selesai, dia langsung bersantai menuju studio bersama nadia. dia hanya ingin tahu, sudah sejauh mana kemampuan anak nya itu dalam bermusik. nadia pun langsung memainkan piano sambil bernyanyi dengan membawakan lagu judika yang berjudul jikalau kau cinta. ade begitu terkejut melihat dan mendengar Nadia bernyanyi. dia tidak menyangka kalau nadia bisa menyanyikan lagu itu dengan versi nya sendiri. nicole yang mendengar pun merasa terbawa dengan lirik lagu itu. setelah selesai, ade langsung memeluk dan memberi cium pada anak perempuan nya itu. hingga nadia pun meminta bersantai di ruang tv. kali ini nicole dan aidan menemani nya. tetapi ade tetap Berada di studio hanya untuk bersantai sambil mendengarkan beberapa musik disana.
hari ini benar benar sangat spesial di rasa oleh ade. selain seharian dia berada di rumah, dia juga bisa menemani kedua anak nya dan sang istri hari ini. jarang sekali mereka bisa bersama seperti ini. bahkan, ketika ade sedang libur pun, kadang nadia harus les, kadang juga, ketika nadia dan aidan libur, ade ada jadwal latihan atau juga pertandingan. namun hari ini, benar benar mereka di pertemukan seharian. gak lama nicole kembali mendatangi ade yang masih berada di studio dan berkata.
"kamu mandi gih yank. kita cari makan di luar yu. agar anak anak tidak jenuh. apalagi hari ini kan kamu seharian ada untuk mereka."
ade pun membalas.
"iya sayang oke. kalian mandi duluan gih. habis itu baru aku. memang mau cari makan apa anak anak? "
nicole hanya berkata.
"nanti kita tanya pada mereka. sekalian kita mampir ke outlet yank. aku belum ambil uang omset tiga hari ini"
kembali ade membalas.
"iya sayang. sekalian kamu telepon nadin, tanya dia mau kita bawakan apa? siapa tahu nadin sedang ingin makan apa gitu"
nicole pun mengiyakan sambil bergegas menuju aidan dan nadia. dengan segera dia menelpon nadin.
"halo nad, gue sama ade dan anak anak mau makan keluar. lo mau di bawain apa? biar nanti gue bawa dan antar ke rumah"
nadin pun membalas.
"wah boleh tuh cong. gue mau nasi gudeg dan tongseng ya. gak usah pakai nasi. tapi lo lama gak cong? "
nicole lalu berkata.
"enggak kok. paling telat jam delapan gue sudah sampai rumah. karena gue juga mau mampir dulu ke outlet sebentar"
__ADS_1
panggilan pun berakhir.
kini mereka sudah dalam perjalanan menuju outlet. setelah itu akan mencari rumah makan gudeg paling enak di kota ini. gak terasa kini mereka sudah berada di salah satu rumah makan. dengan segera memesan makanan. sambil menunggu pesanan datang, ade mencoba Bercanda bersama aidan dan nadia. disana aidan dan nadia merasa sangat senang sekali. hingga makan selesai. akhirnya mereka kembali pulang menuju rumah. setelah tiba pun, nicole segera meminta tolong pada mukti untuk mengantar pesanan nadin tadi. lalu kembali mereka bersantai di ruang tv. hingga waktu mulai malam, aidan dan nadia meminta untuk segera tidur dan masuk kamar. kali ini nicole dan ade pun ikut menuju kamar. sesampainya di kamar, aidan dan nadia meminta malam ini ingin tidur bersama ayah dan mommy nya di kasur yang sama. nicole pun tidak bisa melarang. akhirnya mereka berempat pun mulai tidur di kasur denga posisi aidan dekat nicole, nadia dekat ade. mereka di tengah tengah antara ade dan nicole.