
sore pun tiba, saatnya nicole membangunkan ade dari tidurnya, setelah sampai kamar, diapun tersenyum melihat sosok pacar nya yang sedang tertidur miring sambil memeluk guling dengan wajah lucunya saat tidur.
diapun tidak langsung membangunkan nya, malahan timbul ide jahilnya untuk mengganggu. dengan segera nicole memainkan hidungnya ade, sesekali dia mencubit gemas, ade hanya menggelengkan kepala sambil matanya tetap terpejam. masih merasa penasaran, lagi lagi nicole mencubit pipinya sambil berkata.
"anak siapa sih ini? gemesin banget deh"
ade masih terlelap dengan tidurnya.
akhirnya nicole pun membangunkan.
"yank, bangun. sudah sore, mandi terus makan, kamu belum makan kan dari tadi"
ade tetap masih belum membuka matanya, dia hanya berkata.
"heeemmmmhhh"
"ayo yank, bangun, kita ngapain kek, jangan tidur terus yank"
"iya iyaa aku bangun, nih bangun nih"
nicole tertawa melihat pacarnya yang sedikit tidak senang di bangunkan itu.
ade pun segera mandi, lalu nicole kembali menuju ruang tv. setibanya ade setelah mandi, dia langsung bergabung di sofa. lalu dia menawarkan nicole untuk jalan jalan sore dengan sepeda motornya. nicole dengan senang hati mengiyakan tawaran itu.
mereka pun segera menuju garasi untuk mengeluarkan siti. tetapi ade mengingatkan nicole untuk memakai masker, agar nyaman saat muter mengelilingi kawasan alam sutera. dengan segera nicole pun mengenakan maskernya.
ade pun melajukan satria fu nya.
saat menyusuri jalan, mereka tiada hentinya ngobrol dan bercanda. bahkan mereka selalu berbincang tentang perencanaan pernikahan mereka. ade menjelaskan bahwa, masih belum bisa menentukan hari itu, karena dia ingin tahu dulu perkembangan nya di jakarta united, kalau setengah musim ini dia selalu di mainkan, niat ke elang jogja harus dia tahan dulu sampai kontrak dia selesai akhir musim ini. tibalah mereka di sebuah taman kota. dengan segera ade mengajak nicole untuk duduk di kursi taman, mereka hanya ingin menikmati senja sore ini sambil sesekali berfoto bersama untuk mengenang momen ini.
"yank, aku senang deh bisa mengenalmu, kamu mengajarkan ku banyak hal, mungkin karena kamu seorang pesepakbola, jadi pola hidup dan cara kamu menjalani hari hari sedikit berbeda dengan orang lain pada umumnya"
ade hanya membalas.
"gak ada yang beda, semua sama, tergantung apa tujuan orang itu dalam hidupnya, dan apa target nya dalam hidup. lagian, kalau mereka jadi aku juga bakalan jenuh memiliki aktivitas hari hari seperti ini, cuma ini kan sudah menjadi pilihan ku sebagai pesepakbola profesional"
lalu ade melanjutkan.
"sebenarnya akupun pernah merasa jenuh dengan profesi ku, kadang sempat terpikir akan mencari pekerjaan lain, karena terlalu banyaknya tekanan sana sini yang membuat ku gila, apalagi ketika kita menang, pasti kiper gak pernah di anggap, tapi kalau kalah, pasti kiper yang di salahkan."
"kenapa begitu yank? bukan nya kalah menang itu tanggung jawab semua tim"
"iya kalau tim mah pasti akan mengevaluasi hasil pertandingan secara bersama sama, tetapi di luar itu, seperti supporter, atau yang lain di luar itu, mereka berfikiran beda sayang"
"bedanya? kasih aku contoh"
nicole bertanya dengan penasaran.
ade pun kembali menjelaskan.
"yaa kalau menang, mereka pasti akan bertanya, siapa yang bikin gol? lalu memujanya si pencetak gol itu. tetapi jika kalah, mereka pun pasti selalu bertanya, siapa sih kipernya? payah amat lawan tim itu saja bisa kebobolan"
"makanya, kiper mah berat sayang, kalo gak kuat mental pasti akan down"
"duhh kasian kiper ku ini, sabar yaa, setiap pekerjaan pasti ada resikonya yank, semangat yaa! "
nicole seketika berfikir dengan ucapan ade tadi, dia benar benar merasa kasihan dengan perjalanan karir pacarnya, yang sebelumnya dia anggap enak, ternyata tidak seperti yang ia bayangkan, apalagi ketika ade mengatakan yang sebenarnya tadi, dia makin merasa ingin selalu berada di samping nya untuk mendukung dan selalu memberi semangat.
"yaudah, balik yuk, udah sore nih, kamu pulang hari ini atau kapan? "
ade bertanya sebelum melangkahkan kaki dari taman itu.
"kamu latihan besok? "
"iyaa, aku latihan pagi"
"yasudah aku ikut kamu latihan, setelah latihan kita langsung kerumah ku, bolehkan?"
"serius? aku jalan pagi pagi loh, nanti kamu gak bisa bangun"
"jam berapa? "
"jam setegah lima aku sudah harus berangkat, karena jam enam sudah mulai latihan"
"iyaa aku nanti pasang alarm di ponsel, biar bisa bangun yank"
"okedeh, ayo kita balik, udah mau maghrib nih"
"iya yank, yuk"
nicole segera merangkul pinggang ade, mereka pun menuju motor nya....
setelah sampai di rumah, seperti biasa, ade langsung menuju studio, untuk bersiap melakukan ibadah sholat maghrib.
sementara nicole, kembali menuju ruangan tengah untuk menemui mamahnya ade.
"mah, lagi apa? aku pulang besok pagi yaa, bareng ade ketika dia berangkat latihan"
"apa gak kepagian sayang? kasian kamu nanti bangun terlalu pagi"
"gapapa mah, aku sekalian mau tahu, ade latihan pagi. aku harus selalu mendukung karir dia mah, biar dia semangat saat latihan ketika aku hadir"
"iyaa mamah ngerti, tapi pagi banget sayang. ade kan sudah biasa, nah kalau kamu? "
"justru aku sedang membiasakan diri mah, agar nanti ketika kita sudah resmi, kebiasaan ini harus aku jalani, harus aku yang selalu membangunkan ade ketika akan latihan pagi"
mendengar itu, mamah ade pun sangat menghargai usaha nicole yang sangat gigih dalam memperjuangkan cinta nya.
"yasudah, kalau itu kemauanmu, mamah gak bisa larang, tapi, kalau memang besok kamu masih ngantuk, jangan di paksa yaa"
"iya mamah ku sayang"
mereka pun segera menuju meja makan untuk menyiapkan makan malam bersama nanti.
setelah selesai mempersiapkan, nicole segera menuju studio untuk memanggil ade segera makan.
__ADS_1
"yank, di tunggu mamah di bawah, kita makan sama sama yuk"
"iyaa pacar oke, tapi gendong yaa hehehe"
ade mencoba meledek nicole.
"apaan sih yank, ada ada saja kamu mah"
ucap nicole dengan nada malu malu nya.
"iya serius sayang, gendong lah"
"ada juga kamu yang gendong aku, masa aku gendong kamu sih? "
tanpa aba aba, ade pun segera menarik tangan nicole, dan langsung menggendong nya menuju meja makan, nicole yang kaget hanya bisa berteriak sambil sedikit menikmati perlakuan pacar nya itu.
"ihhhh kamu mah, maen langsung angkat saja, aku kaget tahu yank"
ade hanya membalas dengan tawa dan sesekali mencium mi pipi nya nicole...
semakin tertawa geli saja nicole dengan kelakuan pacarnya ini. dia merasa benar benar bahagia ketika menjalin hubungan bersama ade, karena dia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini ketika menjalin hubungan dengan pria sebelum ade.
ade juga berkata,
"aku mau gondrongi rambutku lagi ahh, udah lama juga gak tampil gondrong"
nicole hanya membulatkan mata mendengar itu. lalu dia membalas.
"jangan yank, bagus begini tahu, emmmhhh... tapi gapapa deh, aku coba mau lihat kamu gondrong, kurang seru kalau lihat kamu gondrong cuma di foto dulu ajah"
setelah sampai di depan meja makan, mamah ade pun hanya geleng geleng sambil berkata.
"haduuh hadduuuhhhh,, kalian kayak anak kecil saja yaa, memang mesti di gendong gitu yah? "
mereka pun hanya tertawa bersamaan, lalu ade semakin aktif saja mencium pipi nicole bergantian kanan dan kirinya... nicole pun hanya bisa pasrah sambil tertawa dan berkata.
"sudah yank sudddaaaahh! pipiku sudah banjir nih dari tadi kamu cium terus"
"ayo pada makan, nanti boleh di lanjut lagi setelah makan"
ucap mamah ade pada mereka. ade pun segera menurunkan nicole tepat di kursi depan meja makan. nicole hanya kembali mengeluarkan senyuman manisnya, yang membuat ade semakin sayang memiliki pacar bermuka bule dengan senyum manis khas nya itu.
mereka pun segera menyantap hidangan malam itu. dalam ruangan itu mereka selalu berbincang dan canda tawa.
ade pun berkata.
"mah, mamah liat deh, ada anak bule, suka sama cowo dari kampung, yang gak punya apa apa ini"
nicole pun langsung menyahut tanda tak setuju.
"siapa bilang cowo kampung? kamu bukan cowo kampung"
"terus apa?? "
"cowo pengangguran, hahahah"
dan kembali, suasana semakin seru dengan canda mereka.
makan malam akhirnya selesai, kembali mereka menuju ruang tengah untuk santai sejenak, tetapi mamah ade memilih pamit duluan, dia sudah merasa ngantuk, diapun cuma menjaga jaga kalau nanti nicole tidak bisa bangun, dia akan membantu nicole untuk bangun pagi. lalu dia berkata.
"mamah tidur duluan yaa, oiyah, kamu mending tidur sama mamah saja nanti, biar gak kesiangan"
"iyaa mah, nanti aku nyusul, aku masih mau bercanda dulu dengan si kiper ini"
mamah ade pun segera bergegas menuju kamarnya.
mereka kembali melanjutkan perbincangan nya,
"yank, nanti kalau kamu jadi ke jogja, kita akan tinggal dimana? "
"kita cari rumah sayang, kita cari rumah yang di sewakan, nanti kita tinggal di sana sementara"
"boleh juga sih yank, terus nanti kalau aku ada job, aku harus bolak balik dong? "
"iya, kalau kamu gak merasa capek gapapa, tapi mending kamu di jakarta sampai pekerjaan mu selesai itu lebih bagus sayang"
"enggak mau, mending aku bolak balik, dari pada nanti ketika aku di jakarta, kamu malah asikk sama cewe cewe jogja lagi"
ucap nicole dengan nada juteknya...
mendengar itu, bukan nya ade membela diri, tapi dia malah mendekat dan kembali mencubit hidung nicole, di lanjutkan pelukan yang erat. lalu berkata.
"dapetin kamu saja susah nya minta ampun, ngapain cari yang lain lagi sih kalau sudah ada bidadari bule macam ini? "
nicole hanya membalas,
"gommmbbaaallll"
"seriussss pacarr... kalau gak percaya aku cium nih"
"ahhh itu mah memang maunya kamu saja"
mereka pun kembali tertawa bersamaan..
hingga nicole sedikit berani bertanya.
"nanti kita kalau nikah, mau pakai adat apa yank? terus foto prawedding nya konsep seperti apa? "
"aku sih terserah kamu mau nya apa, aku ikut saja"
ucap ade singkat. lalu nicole memberi ide.
"gimana kalau foto prawedding kita tuh di ambilnya di stadion yank, ala ala pertandingan gitu, kan belum ada tuh yang sepertu itu? "
ade hanya membalas,
__ADS_1
"kamu serius? kamu gak kasian sama aku? aku sudah hampir sering kerja di lapangan, masa mau nikah saja masih harus berhubungan dengan sepakbola juga sih sayang? "
nicole kembali tertawa, tetapi dia tetap dengan niatnya itu.
"gapapa yank, aku mau nya itu, keren yank, kita foto di bagian gawang kayak nya cakep deh"
adepun hanya bisa pasrah dengan kemauan pacarnya itu...
"iyaa ydah iyaaa"
"makasih yaa sayangku"
nicole pun segera mencium pipi ade.
ade hanya bilang.
"begini yaa rasa nya di cium bule"
kembali nicole mencium dengan sangat gemes.
akhirnya ade pun segera menyuruh nicole bergegas tidur, karena sudah hampir jam sembilan juga, takut nicole tidak bisa bangun pagi nanti. nicole pun segera menuju kamar mamahnya ade dan berkata.
"kamu tidur di kamar mu saja yank, aku tidur sama mamah, night sayang, love u kiper ku"
"iyaa sayang, love tooo bule"
ade segera mengantar nicole menuju kamar mamah nya... lalu diapun melanjutkan langkahnya menuju kamar untuk segera memejamkan mata.....
pagi pun tiba, tepat pukul 04:15 ade pun segera bergegas menuju kamar mamahnya untuk melihat nicole dan membangunkanya. tetapi ketika sampai di depan pintu, baru saja dia ingin mengetuk, tiba tiba pintu itu terbuka, dan terlihat sosok nicole dari balik pintu itu, ade begitu terpesona melihat nicole dengan penampilan yang sangat cantik sekali setelah mandi dan siap untuk pergi bersamanya.
"kamu sudah bangun? "
"sudah dong yank, paggiii... kiper ku"
ucap nicole dengan mengedipkan mata kirinya.
"yasudah, ayo siap siap, mamah lagi apa? "
"mamah lagi di kamar mandi"
"ohhh, aku mau ambil alat perang ku dulu yaa"
"iyaa oke, aku juga mau ambil tas ku di kamar mu"
tibalah saat nya mereka bergegas, ade segera pamit dengan mamahnya, begitu juga nicole yang mengucapkan.
"mah, aku pulang dulu yaa, mamah sehat terus yaa disini, nanti aku pasti balik lagi main ke sini"
"iyaa sayang hati hati yaa, salam sama mamah papah mu, juga adik bule mu"
"iya mah, aku jalan yaa"
mereka menuju garasi untuk berangkat.
dalam perjalanan, nicole sangat bahagia, akhirnya dia bisa mengikuti aktivitas pagi pacarnya, walaupun masih di bantu mamahnya ade untuk bisa bangun pagi ini, tetapi dia masih mau terus belajar untuk bisa bangun pagi dan terbiasa seterusnya.
"kamu kalau masih ngantuk, tidur dulu saja gapapa sayang"
ucap ade.
"enggak dong yank, masa pacar ku sibuk nyetir, aku nya enak enakan tidur?"
"ohh gitu, tapi aku masih ngantuk, karena masih ada yang kurang nih"
ledek ade pada nicole.
"apa tuh yank? "
"kamu belum cium aku pagi ini, jadi aku masih agak sedikit ngantuk"
"ihhhhk dasar, lucu banget sih kamu"
dengan segera nicole mendaratkan bibir nya pada pipi kiri ade. dan berucap.
"aku sayang banget, sama kamu yank. jangan tinggalin aku yaa"
"iyaa, sama aku juga"
akhirnya mereka pun tiba di pusat latihan jakarta united.
sebelum turun dari mobil, ade berkata pada nicole.
"kamu mau ikut turun atau di mobil dulu?"
"memang kenapa kalau ikut turun yank? "
"gapapa, cuma nanti kamu paling sendiri berada di tribun"
"gapapa, aku kan mau lihat kamu latihan yank"
"yasudah ayuk kita lets go! "
mereka segera turun dan menuju lapangan, gak lama berselang, terlihat mobil bus jakarta united pun tiba, para pemain pun turun satu persatu.
ferro dengan pede nya menghampiri ade dan nicole.
"ciyeee, masih pacaran saja sudah selalu nempel begini, apalagi nanti kalau nikah, bisa ikut pertandingan away terus nih kayaknya neng nicole"
"hahahha" nicole hanya membalas dengan tawa. lalu dia menyapa ferro dan para pemain lain, gak ketunggalan thomas dan jans pun turut berjabat tangan dengan nicole dan menanyai kabar nya.
akhirnya ade dan nicole sudah berada di tribun penonton, ade dengan segera mempersiapkan perlengkapan latihan nya, lalu berkata.
"kamu tunggu dulu yaa, aku mau salin, aku titip hp, dan dompetku, semua ada di dalam tas itu"
"iyaa yank, semangat yaa kiper ku! "
__ADS_1
dengan segera ade meninggalkan nicole...