Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
JARI MANIS JADI SAKSI


__ADS_3

haripun berganti, di mana pagi ini, pagi pagi sekali ade sudah keluar rumah tanpa sepengetahuan nicole dan mamahnya.


dia pergi ke suatu tempat untuk membeli sesuatu.


diapun dengan enjoy menikmati perjalanan dengan mendengar lagu dari "JKT48" yang berjudul "rapshody"...


diapun mengikuti beberapa bait lagu tersebut. sesampainya di parkiran, diapun segera turun menuju tempat itu.


sementara nicole yang baru bangun, dengan segera keluar kamar, dia pun segera bergegas menuju belakang rumah, dia merasa ade sedang latihan kecil di sana. tetapi ketika sampai, dia hanya melirik lirik sekitar, karena tidak ada siapa siapa disana. lalu diapun menuju studio. seperti biasa, distudio itu tidak ada siapa siapa juga. akhirnya dia memutuskan untuk mandi saja.


setelah selesai mandi, dia masih belum melihat ade, dengan segera dia bertanya pada tari.


"ade kemana yaa? dari tadi aku cari gak ada"


"di garasi gak ada kak? siapa tahu lagi pacaran sama siti"


ucap tari, nicole pun lalu berkata.


"oiya, kenapa gak kepikiran yaa? "


akhirnya nicole kembali menuju garasi untuk mengecek ade disana. namun lagi lagi, tidak ada siapa siapa disana. diapun tersadar, ternyata mobilnya ade tidak ada satu disana. diapun menyimpulkan kalau ade pasti lagi keluar untuk berfoto foto dengan camera DSLR nya. tetapi kenapa ade tidak pernah mengajak nya ketika sedang berfoto.


dengan segera dia menuju ke dalam rumah lagi dan mengambil ponselnya, lalu menuju studio untuk menelfon ade disana.


setiba di studio, dengan segera dia menelfon. panggilan pun tersambung.


"halloooo yank, kamu dimana sih, selalu deh tiap pergi pagi gak pernah ajak aku"


ucap nicole dengan nada kesal.


"aku lagi di BSD sayang, lagi cuci mobil, kamu tadi masih tidur, makanya aku pergi sendiri"


ade mencoba mencari alasan, padahal dia tidak sedang mencuci mobilnya.


"masih lama gak? katanya liburan ini kamu ingin menghabiskan dengan ku? "


kembali nicole mengingatkan hal itu.


"setengah jam lagi aku sampai rumah sayang"


"yasudah, jangan lama lama! "


ucap nicole marah dan menutup panggilannya. ade hanya geleng geleng saja.


lalu nicole segera menyalakan komputer di studio untuk mendengar lagu lagu dan kembali melihat foto foto ade di sana.


lagi lagi dia melihat sebuah foto dengan ekspresi heran, karena foto itu membuat nicole bertanya tanya dalam hati.


"ini foto kapan? anak ini begitu terlihat muda dan polos sekali dengan senyum terbukanya"


memang foto itu menggambarkan ade sedang dalam keadaan tertawa lepas, foto itu pun di ambil secara candit...


lalu kembali dia melihat foto lain.


sekali lagi dia sangat terkejut sampai diapun hanya menutup mulutnya dengan tangan setelah melihat foto itu.


terlihat sebuah foto hasil rongent, dimana foto itu menggambarkan sebuah kaki dengan tulang yang retak dan jari tengah sedikit patah, nicole hanya bertanya tanya.


"ini kaki siapa? apa kakinya ade? "


lalu dia menscroll ke bawah, dan ternyata benar, ada lagi foto saat ade sedang cidera di rumah sakit, foto itu menggambarka ade sedang menggunakan tongkat pada saat berdiri di temani oleh beberapa official tim dan dokter rumah sakit, ada juga saat ade berada di kursi roda.


nicole begitu teekejut melihat foto foto itu, betapa tidak menyangka nya dia, kalau ade pernah cidera separah itu. bahkan sampai jarinya patah. dia membayangkan, betapa sulitnya ade pada waktu itu, berjuang untuk sembuh dan kembali bisa seperti sekarang ini. pasti benar benar butuh perjuangan besar untuk bisa pulih mengembalikan trauma nya itu.


dia pun memutuskan untuk segera mematikan komputer, dan ingin bertanya soal hal ini pada mamahnya ade.


sesampainya di depan tv, nicole pun menyapa dengan pelukan dan berucap.


"pagii mahh, lagi nonton apa sih? "


"mamah lagi lihat berita saja sayang, ade lagi ngapain? "


"ade sedang keluar mah, dia lagi cuci mobil katanya"


mamahnya pun heran, kenapa ade keluar tidak pamit. lalu nicole coba bertanya soal foto yang tadi dia lihat.


"mah aku mau tanya lagi dong"


"tanya apa sayang? ayo mamah siap jawab"


nicole tersenyum mendengar perkataan mamahnya ade, lalu melanjutkan kata.


"ade pernah cidera patah gak mah ketika bermain bola selama ini? "


karena menurut nicole, posisi penjaga gawang sangat jarang mengalami cidera serius, karena kiper hanya berada di satu posisi saja, tanpa harus ikut berlarian dan duel dengan lawan, tetapi kenapa ade pernah cidera seperti itu.


"pernah, tepatnya delapan bulan yang lalu, dia pernah mengalami patah jari kaki kanan nya ketika bertabrakan dengan pemain depan lawan, dia pun harus istirahat dari lapangan selama dua bulan penuh, dilanjutkan dengan fisio teraphi dan juga psiciater. itu masa masa sulit pemain bola ketika mengalami patah kaki"


nicole kaget dengan penjelasan itu, karena ade benar benar bisa melewati masa masa itu dengan cepat dan kembali ke penampilan terbaiknya.


"terus mah, perasaan ade gimana begitu dia tahu kakinya patah? "


"dia hanya banyak diam dan tidak mau keluar kamar, karena dia hanya takut kalau karir nya akan berhenti saat itu juga, dia merasa frustasi, sampai harus menjalani masalah ke psikiater, karena dia harus mengembalikan kepercayaan dirinya, dan juga harus membuang rasa trauma nya itu."

__ADS_1


"ketika pulih pun, dia gak boleh langsung menuju lapangan, dia hanya harus melakukan gym ringan di pandu oleh dokter tim, karena dia harus benar benar menghilangkan rasa trauma nya dahulu, ade pun sempat terlihat sangat trauma ketika kembali menginjak kakinya di arena lapangan"


sekali lagi, nicole hanya membayangkan, ternyata jadi pesepakbola benar benar beresiko, gak se enak yang semua orang bayangkan.


"lalu mah, ade sekarang, sudah sepenuhnya baik kan setelah cidera itu? apa ada bekas di bagian kaki nya yang patah itu? "


"alhamdulillah dia baik sekarang ini, karena dia selalu kerja keras, diapun sudah bisa menghilangkan trauma nya"


"kalau bekas sih ada sayang, coba nanti kamu perhatikan jari tengah nya dia yang agak sedikit naik dan belum bisa di tekuk,"


nicole semakin tidak tega mendengar itu dia hanya membayangkan, ade begitu kuat dan hebat dalam keadaan ini, profesi yang dia jalani benar benar beresiko hingga membuat dia sedikit cacat.


lalu di tengah obrolan mereka, tiba tiba ade muncul.


"hayyoooo, pada ngomongin gue yaaah"


mereka berdua pun kaget, lalu nicole segera mengomelinya.


"terus aja tiap pagi pergi sendirian!"


"aku mah mau pulang ajalah, kalo kamu perginya sendiri terus! "


"hahahaha" ade hanya membalas dengan tawa.


"sana jangan dekat dekat, aku males sama kamu"


lagi lagi nicole masih kesal.


akhirnya, dengan terpaksa ade mengeluarkan sesuatu untuknya, padahal rencananya sesuatu ini akan dia kasih nanti pada saat momen yang pas, tetapi dia memutuskan memberi sekarang saja, karena mumpung ada mamahnya juga agar jadi saksi.


ade pun segera mendekatkan diri pada nicole. namun nicole yang masih ngambek, segera menjauhinya.


"mana tangan kiri kamu? "


nicole masih diam tanpa memoedulikan nya.


ade langsung menarik tangan kiri nicole, dan segera ade memasangkan sebuah cincin di jari manis nicole, lalu berkata.


"WILL YOU MARRY ME ?"


seketika nicole kaget, begitu juga mamahnya ade yang melihat itu.


dengan perasaan yang sedikit degdegan, nicole mencoba menatap ade, kemudian dia pun menatap mamahnya ade.


mamah ade pun mengangguk ke arah nicole sebagai bentuk kode.


lalu dia berkata dengan senyum manisnya.


"YESS, I WANT BABBY"


lalu mereka pun saling berpelukan bertiga. nicole pun segera bertanya.


"kapan kamu memepersiapkan cincin ini? "


dengan pede ade menjawab.


"baru hari ini, tadi pagi pagi aku sengaja pergi tanpa kalian tahu"


"ohhh berarti kamu gak cuci mobil dong? "


"hahaha, kaga, aku sengaja boong, biar kamu gak curiga"


"huuuhhh, dasar yaa kamu, emang paling jago kalo soal rahasia"


mereka pun sangat senang dengan kejadian ini, terutama mamah ade, dia merasa kalau anaknya benar benar sudah mantap untuk memilih nicole sebagai teman hidupnya nanti.


lalu nicole kembali bertanya.


"aku boleh liat jari kaki mu gak yank, yang bekas cidera patah? "


ade pun kaget dengan pertanyaan itu. dia hanya merasa kalau mamahnya yang memberitahu.


"pasti kamu tahu dari mamah ya? "


"enggak yank, aku lihat di folder foto foto kamu yang di komputer mu itu loh"


ade pun segera memperlihatkan jarinya.


setelah melihat, nicole sangat kaget sekali dengan bentuk jari tengah kakinya ade yang memang sedikit naik, lalu dia bertanya lagi.


"masih sakit gak yank? apa gak berpengaruh ketika kamu sedang main? "


dengan nada penasaran nicole bertanya.


"sakit sih kaga,, cuma tidak bisa di tekuk saja, karena ini tulang nya sudah di baut, dan sempat di pen juga, jadi gak akan bisa nekuk"


nicole tanpa sadar meneteskan air mata setelah mendengar itu. dia berfikiran, pengorbanan ade terlalu besar untuk sebuah klub yang dia bela, demi menjaga gawang, dia sampai rela mengalami ini, benar benar berat menjadi seorang atlet profesional.


"sebenarnaya, masih banyak bekas luka di tubuhku ini yank, apalagi di bagian siku tangan, sudah langganan berdarah kalau latihan, tapi yang lebih banyak di area paha dan bawah pantat, karena sering jatuh saat melompat nangkap bola, cuma ini kan resiko pekerjaan, jadi nikmati saja prosesnya"


kembali nicole di buat salut dengan ucapan ade yang sangat santai seolah tidak pernah terjadi apa apa pada dirinya.


akhirnya ade memutuskan untuk bersantai di belakang rumah dengan membuat kopi terlebih dahulu dan menyiapkan rokoknya.

__ADS_1


nicole hanya geleng geleng melihat tingkah pacarnya itu.


lalu dengan semangat dia segera menelfon roberto untuk memberi kabar bahagia ini.


"hallooo pahhh... "


nicole berucap dengan nada yang beda.


roberto pun sedikit heran mendengar nicole bicara sedikit terdengar menangis.


"kamu kenapa menangus nak? ada masalah dengan ade? "


"enggak pah, aku bahagia, bahagia sekali pagi ini"


"lalu kenapa kamu menangis"


"ade memberikan ku cincin pah, dia juga memakaikan nya di jari manisku, terus dia bilang, "will you marry me" aku bahagia sekali pah"


roberto yang mendengar itu sangat senang, karena momen ini yang benar benar dia tunggu.


"serius sayang? papah ikut bahagia mendengarnya, semoga secepatnya ade memutuskan hari nya yaa sayang"


"iya pah, aku akan menjadi istri yang baik setelah menikah nanti"


"iyaa sayang, semangat yaa, yasudah, papah mau memberi kabar ini pada mamahmu dan juga sabrina yaa"


telfon pun mati.


lalu nicole hanya masih terdiam di depan tv, dengan segera dia mwnempelkan kepalanha di bahu mamahnya ade, mama ade pun langsung merangkulnya.


"trimakasih yaa mah, aku bahagia dengan kejadian ini, anak mamah memang selalu memberi kejutan yang tak pernah ada habisnya. aku tidak akan mengecewakan dia mah, dia sudah yakin memilihku, aku harus membalas lebih baik lagi"


"iya sayang, mamah dukung, kalau ada apa apa cerita sama mamah, insya allah mamah bantu, selagi masalahnya tidak terlalu rumit"


"iya mah makasih yaa, nicole sayang mamah"


disambut dengan pelukan mamahnya ade.


nicole segera pamit dan akan menemani ade bersantai di sana.


setelah sampai, kembali nicole bertanya.


"kamu sudah memutuskan kapan waktunya? "


ade hanya membalas singkat.


"belum"


"kira kira kapan kita akan mengumumkan ini pada mereka yank? "


"kasih aku waktu yaa, tunggu sampai kompetisi memasuki paruh musim, baru akan aku putuskan, karena sepertinya, aku gak akan sampai akhir kompetisi berada di jakarta united, aku akan segera memutuskan ke jogja secepatnya"


"berarti nanti kita tinggal disana yank?? "


"iyaa kemungkinan begitu, kenapa? kamu gak mau? "


tanya ade pada nicole.


"aku mau yank, kemana pun kamu pergi, dimana pun kamu memilih klub, aku akan selalu mendukung dan selalu ikut di sampingmu, aku juga udah memutuskan, jika nanti kita menikah, aku akan lebih fokus mengurus mu, aku akan berhenti bekerja sebagai artis dan model yank"


ade yang mendengar itu hanya sedikit menasehati.


"jangan berhenti, kamu berada di titik ini dengan karirmu itu kan proses perjuangan nya berat, jadi hargai usaha mu, jangan berhenti, toh jakarta jogja tidak terlalu jauh juga kan, jadi tidak ada masalah sama sekali dengan pekerjaan mu itu. tetap berkarya jangan terlalu dipikirin yaa"


"nanti baru kita pikirkan sama sama ketika kita di kasih rejeki keluarga baru sama sang pencipta, jadi santai saja sayang, enjoy"


nicole pun tersenyum mendengar penjelasan pacarnya, dia menganggap ade benar benar pengertian tentang masa depan nya dan calon rencana rumah tangganya itu.


akhirnya ade pun pamit untuk istirahat sebentar, dia hanya ingin memejamkan mata karena sedikit mengantuk setelah bagun pagi tadi. nicole pun mengiyakan dan berkata.


"yasudah, nanti mau dibangunkan jam berapa? aku mau temani mamah nonton tv yaa"


"sebangun nya aku saja yank, aku ke kamar yaa, kangen sama kamarku hehehe"


"iya yank, yuk ke aku antar, sekalian aku mau ke mamah"


mereka pun bergegas ke dalam rumah, ade segera menuju kamar, dan nicole segera menuju sofa depan tv...


"mamahhh.."


ucap nicole dengan senyum manja nya...


"kenapa sih, bahagia banget anak mamah"


"iya mah, aku sudah bicarakan soal kedepan nya nanti, kalau ade jadi pindah ke jogja, kita akan tinggal disana nanti mah"


"ohh gitu, mama senang dengarnya, lalu bagaimana dengan pekerjaan mu? "


"ade tetap menyuruhku berkarir mah, karena jakarta jogja menurut dia tidak terlalu jauh"


"alhamdulillah yaa sayang"


"iya mah"

__ADS_1


mereka pun semakin asik menikmati acara tv sambil sesekali bercanda di sana...


__ADS_2