Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
MELIHAT SECERCAH CAHAYA


__ADS_3

hari pun berganti, dimana ini adalah hari terakhir ade libur. karena besok sudah harus kembali berlatih perdana di musim baru. hari ini pun ade dan nicole berencana akan menemui guru les musik di salah satu sekolah musik jogja. setelah itu, mereka juga akan menemui coach seto untuk mendaftarkan aidan di academy elang jogja junior. ade yang sedang bersantai di ruang tv pun asik menonton film. sementara nicole masih berada di dapur bersama mbak surti dan amel yang sedang memasak untuk makan bersama pagi ini. sedangkan kedua anak kembar mereka masih terlelap di kamar. gak lama nicole pun datang membawakan kopi untuk sang suami. dengan segera dia menemani ade duduk di sofa sambil berbincang. kali ini nicole benar benar merasa bahagia berada di jogja. dia pun ingin lebih lama lagi berada di kota ini. bahkan dia juga ingin ade menetap di elang jogja sampai akhir karir nya. keinginan itu bukan tanpa alasan, nicole menilai kalau orang orang disini benar benar baik dan santun. budaya disini pun memang terjaga. apalagi selama di sini, nicole tidak merasakan kemacetan jalan dan juga polusi udara. suasana yang sejuk membuat dia ingin selalu berada di kota ini. nicole juga ingin mengenal lebih jauh lagi tentang kota ini.


dan gak lama, aidan dan nadia pun datang dengan wajah mereka yang baru bangun dari tidur. nicole pun langsung menyambut nya dengan pelukan kepada kedua nya. lalu nicole bertanya.


"kalian mau langsung mandi atau mau duduk dulu disini bareng mommy dan ayah? "


aidan langsung menjawab sambil merebahkan tubuh nya di paha nicole.


"aku masih ngantuk mom"


sementara nadia hanya diam dan langsung duduk di pangkuan ade sambil menatap layar tv. dengan Segera ade mencium anak perempuan nya yang semakin hari semakin cantik seperti mommy nya. ade juga berkata pada nadia.


"nanti kita pergi cari guru les untuk mu ya dek, setelah itu kita ke tempat teman ayah, ayah mau daftar kan kakak aidan di klub sepakbola nya"


nadia pun hanya mengangguk. sedangkan aidan bertanya dengan rasa penasaran nya.


"aku mau main bola yah? kan aku belum siap. ayah saja belum sempat mengajarkan ku"


ade dan nicole hanya tertawa. kemudian ade berkata untuk meyakinkan anak pertama nya itu.


"iya kak, ayah mau daftarin kamu dulu. setelah daftar, kakak akan berlatih bersama ayah dulu secara pribadi di rumah sebelum kamu resmi berlatih disana"


aidan masih belum mengerti, dia hanya tetap memandang ke arah atas langit langit rumah. gak lama amel pun datang dan berkata pada aidan dan nadia.


"kakak aidan, adek nadia, kita mandi dulu yuk. setelah itu kita makan."


nicole pun segera menyuruh kedua nya untuk mandi bersama amel. mereka pun sedikit merasa malas, namun tetap melakukan nya dengan segera beranjak menghampiri amel. ade dan nicole hanya geleng geleng saja melihat kelakuan kedua anaknya. amel juga berkata pada nicole.


"oiya non, makanan sudah siap di meja. silahkan"


nicole hanya membalas.


"iya terimakasih, nanti saya kesana setelah anak anak selesai mandi. biar kita makan bareng bareng"


amel dan si kembar pun segera menuju kamar untuk memandikan mereka sebelum makan bersama pagi ini.


sementara nadin dan doni masih sibuk mencari barang barang perlengkapan untuk melengkapi ruang kosong di rumah nya. dia pun mencoba menelepon nicole untuk bertanya soal tempat perabotan rumah tangga yang dekat.


"haloo cong... "


nicole pun membalas dengan berkata.


"iyoo kenapa nad?? "


lalu nadin menjelaskan.


"gue mau tanya dong, disini tempat peralatan rumah tangga dimana ya yang dekat? "


nicole pun memberitahu.


"ohh, coba lo ke daerah kates, disitu ada ikea. gua juga selalu belanja disana kok."


lalu nadin berkata.


"ohh gitu, yasudah nanti gue coba kesana deh sama doni"


nicole pun mencoba meminta tolong pada nadin.


"lo kapan mau kesana nya? gue titip dong"


lalu nadin menjelaskan dan bertanya.


"ini bentar lagi juga mau otewe. lo mau titip apa? "


nicole mengatakan.


"gue titip kasur tingkat buat anak anak dong yang seperti di rumah tangerang. karena mereka semakin besar, gue dan ade mulai merasa sempit ketika tidur bareng mereka"


nadin pun berkata.


"ohh oke, ada lagi gak? "

__ADS_1


nicole hanya menjawab.


"itu aja nad, nanti lo mampir yaa, ambil uang nya disini. "


nadin hanya tertawa dan berkata.


"gampang cong, biar nanti gue talangin dulu. tapi mereka bisa mengantar ke rumah kan ya? "


nicole pun menjelaskan.


"bisa kok, biasa juga gue di antar kok. sory ya ngerepotin. soalnya hari ini gue dan ade mau keluar daftarin aidan ke academy elang jogja, setelah itu ke sekolah musik untuk meminta guru les buat nadia"


mendengar itu nadin merasa senang. karena kedua keponakan nya benar benar akan memulai petualangan nya di dunia masing masing. gak lama panggilan pun berakhir.


aidan dan nadia pun sudah selesai dari mandinya dan sudah tampak rapih. lalu nicole berkata.


"cakep cakep banget sih anak mommy. cium dulu dong sini. mommy kangen kalian loh sudah lama kalian gak cium mommy"


aidan dan nadia pun langsung mendekati nicole lalu mencium nya secara bersamaan. ade yang melihat pun hanya tersenyum dan menganggap kalau mereka benar benar sumber kebahagiaan bagi diri nya. ade yang sedang terpaku melihat pun tiba tiba di kagetkan dengan kedua anak nya yang sudah memeluk diri nya. lalu ade mencium mereka dan berkata.


"anak ayah pintar pintar yaa. ayah sayang deh sama kalian."


gak lama mbak surti pun berkata.


"mas, non, makanan sudah siap"


lalu nicole membalas.


"iya mbak, sekalian panggil yang lain nya ya"


mereka pun langsung menuju ruang makan. ketika sampai di meja makan, nicole berkata pada ade.


"yank, seperti nya aidan dan nadia sudah bisa tidur terpisah deh. mereka harus memiliki kamar berdua."


ade pun setuju dengan rencana sang istri. lalu dia berkata.


"iya sayang, tapi tunggu mereka berusia 5 tahun yaa. untuk saat ini gak apa apa mereka bareng kita, tapi dengan kasur yang terpisah"


nicole pun mengangguk dan berkata.


sambil menikmati sarapan, mereka terus berbincang.


hingga mereka pun kini sudah siap untuk keluar mencari sekolah musik yang terkenal di daerah sini. kali ini nicole yang ingin menyetir. dengan alasan kangen dengan mobil BMW milik ade. ade pun hanya bisa mengikuti kemauan istrinya itu. mereka pun mulai berangkat dengan tujuan utama adalah sekolah musik.


setelah hampir setengah jam perjalanan, tibalah mereka di sekolah musik yang bernama "PURWACARAKA" segera lah mereka turun dari mobil dan langsung menuju dalam ruang informasi. setelah lama berbincang, akhir nya dapat lah kesepakatan dengan tiga guru sekaligus. yaitu guru piano, guru gitar, dan guru vokal. hari nya pun Berbeda beda di jadwal les nya. setelah selesai menyusun jadwal, mereka pun pamit dan bergegas menuju stadion tridadi di kota sleman untuk mendaftarkan aidan. dalam perjalanan, nicole bertanya pada ade.


"kamu mau taruh aidan di posisi apa yank nanti? "


ade pun menjelaskan.


"ada dua opsi sih, antara penyerang, atau juga bisa sebagai gelandang serang"


nicole pun bertanya apa alasan nya ketika ade memilih posisi itu.


"kenapa gak jadi kiper juga yank? bukan nya kamu lebih bisa memberi pengalaman mu secara pribadi kalau aidan di posisi kiper??"


akhirnya ade menjelaskan.


"justru kalau kiper itu menurut ku sulit sayang. aku gak mau aidan merasa berat dan hilang rasa percaya diri nya ketika mendapatkan menu latihan khusus seorang penjaga gawang. resiko menit bermain pun sulit di dapat. sudah cukup aku saja yang merasakan keras nya persaingan di bawah mistar. aku cuma mau melatih berbagi pengalaman bagaimana cara dia mencetak gol dan menciptakan peluang dengan otak. bukan cuma dari cara dia bisa bermain bola. tapi bagaimana caranya bola yang dari kaki nya bisa menjadi gol"


nicole pun tidak bisa berbuat banyak. karena menurut nya, ade lah yang lebih paham dan mengerti di bidang ini. lalu dia menyarankan.


"yasudah, aku sih lebih setuju sebagai seorang striker"


ade pun tersenyum dan kembali fokus pada perjalanan nya.


sesampainya di stadion tridadi, mereka langsung menuju sekretariat untuk bertemu sang pelatih dan beberapa staf nya. mereka pun saling menyapa bertanya kabar. coach seto begitu senang dengan kedatangan ade siang ini. apalagi setelah ade berhasil membawa tim kebanggan kota sleman menjadi juara. setelah lama berbincang dan bercanda. akhir nya ade segera memberitahu niat kedatangan nya.


"jadi saya kesini mau mendaftarkan aidan di academy ini coach. ini keinginan nicole yang mau aidan menjadi pesepakbola, sebenarnya sih saya mau nya aidan ada di dunia musik bersama nadia"


mendengar itu, coach seto pun menyambut dengan antusias dan beekata.

__ADS_1


"wahh, ini suatu kehormatan loh bagi saya pribadi. dan saya juga tidak menyangka kalau anak kembar mu sudah sebesar ini"


kemudian nicole kembali bertanya soal posisi apa yang pantas untuk aidan nanti.


"menurut coach, aidan baiknya di posisi apa? karena ade tidak ingin aidan di posisi kiper"


coach seto pun mencoba memberi opsi.


"nanti kita bisa coba di tiap posisi. setelah itu kita akan tahu dari cara aidan bermain. entah kenyamanan atau tingkat pergerakan nya di tiap posisi nanti. kalau menurut saya juga sih baiknya aidan di posisi penyerang. karena sudah di dukung dengan postur tubuh yang tinggi sejak usia sekarang ini"


akhirnya nicole pun yakin dengan keputusan ade tadi yang ingin aidan berposisi sebagai pemain depan. setelah selesai mengisi formulir, nicole berharap dan berkata lagi pada sang pelatih.


"tolong jadikan aidan pesepakbola profesional coach. aku cuma mau aidan menjadi penerus ayahnya. agar darah sepakbola di keluarga ini tidak putus. aku berharap coach seto bisa dengan sabar membimbing aidan"


coach seto pun mengerti niat baik nicole, lalu dia berkata.


"iya mbak, saya akan berusaha. apalagi aidan juga kan keturunan kiper nomor satu di indonesia, sudah pasti bakat itu akan lahir dengan sendiri nya"


akhirnya mereka pun pamit, dan akan langsung menuju rumah untuk bersantai.


dalam perjalanan pun nicole sudah membayangkan kedua anaknya ketika sibuk nanti. dia akan merasa senang dalam mendukung kegiatan kedua anaknya itu. gak lama mereka pun tiba di rumah. aidan dan nadia langsung berlari meneriakan nama amel untuk mengajak nya main di ruang bermain nya. nicole yang menlihat itu pun hanya merasa heran karena kedua anaknya begitu akrab dengan amel. sementara ade hanya ingin bersantai di ruang tv sambil menikmati beberapa makanan ringan disana. hingga waktu sore pun tiba, datang lah nadin yang akan memberitahu soal kasur pesanan nicole tadi pagi yang sudah ada di sana. nicole pun langsung meminta ade untuk segera menaruhnya di kamar agar malam ini aidan dan nadia bisa menggunakan kasur itu. sambil menunggu ade merapihkan itu, nicole dan nadin pun bersantai di halaman belakang. mereka tidak menyangka akan kembali sedekat ini. karena hampir beberapa tahun, mereka selalu di sibukan dengan kegiatan nya masing masing. nicole pun bertanya.


"laki lo mana? kok gak di ajak kesini? "


nadin menjelaskan.


"dia lagi latihan cong, karena memang dia dan anthony sudah lebih dulu bergabung di banding si borr"


nicole tidak mengetahui soal itu, dia pun sedikit heran dan bertanya.


"kok bisa sih? kenapa laki gue dapat libur nya panjang banget"


gak lama ade datang dan mendengar obrolan itu. lalu nadin mencoba berkata.


"coba lo tanya sama laki lo, dia yang lebih tahu"


akhirnya nicole beetanya pada ade.


"yank, kok yang lain sudah pada latihan. kenapa kamu baru besok mulai aktif nya?? "


akhirnya ade menjelaskan.


"iya, ada beberapa pemain yang mendapat libur lebih lama, di antaranya ada yonnes, kim, wahyu, dan juga aku. pelatih memberi libur panjang sebagai bonus tambahan karena kita sudah membawa tim ini juara. jadi tim pelatih cuma ingin fokus terhadap Para pemain baru dulu dalam kekompakan tanpa ada nya kita kita di skuad lama"


lalu nadin juga menambahkan.


"ridho juga gabung ke sini borr, kemarin sudah resmi latihan bareng tim"


ade yang mendengar itu pun semakin optimis dengan tim ini di musim baru nya.


mereka pun terus mengobrol disana hingga hampir maghrib. bahkan nadin pun tidak tahu kalau doni sudah berada di rumah. lalu nicole berkata.


"nad, laki lo sudah pulang belum? kasihan loh pulang latihan kalau tidak ada istri nya di rumah"


menyadari itu, nadin pun segera pamit. ade dan nicole pun berpindah tempat menuju ruang tv untuk bersantai sambil menyaksikan acara tv. aidan dan nadia pun ikut bergabung di sana. lalu ade mencoba memanjakan kedua anak nya itu. karena besok dia sudah mulai sibuk kembali bersama tim nya. dengan perlahan dan lembut dia membelai kedua anak nya sambil berkata.


"kakak, besok pagi kita latihan passing dulu ya di lapangan belakang. ayah mau ajarkan kamu dasar dasar menendang dan menyentuh bola"


aidan pun mengangguk dan membalas.


"iya ayah. aku sudah gak sabar mau cepat main bola sama ayah"


kembali ade membelai rambut putra nya itu. lalu dia juga berkata pada nadia.


"adek nadia, besok sebelum ayah pergi latihan, kita belajar latihan gitar lagi ya, agar lusa ketika guru les mu datang, adek nadia sudah tidak kaget lagi dalam mempelajari gitar"


nadia menjawab sambil menyandarkan kepalanya di paha ade.


"iya ayah. aku juga kan belajar nyanyi. nanti ayah ajari aku nyanyi juga yaa"


nicole benar benar merasa bahagia melihat kedua anak dan suaminya saling mendukung dan mau bekerja sama. dia hanya berkata dalam hati.

__ADS_1


"alhamdulillah ya allah, aku memiliki keluarga yang begitu sempurna. aku bahagia atas nikmat yang engkau berikan ini"


mereka pun asik menikmati tayangan film sambil bercanda di sana...


__ADS_2