
setelah melakukan sarapan, ade pun segera berbincang dengan yang lain. lalu thomas dan pemilik klub serta manager pun datang untuk menjenguknya. mereka pun sudah mengetahui kabar tentang operasi pagi ini.
dengan segera mereka memberi semangat pada ade, untuk bisa menerima kejadian ini. lalu pemilik klub masih penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya di lapangan kemarin, diapun segera bertanya pada ade langsung.
"awalnya gimana bisa terjadi benturan keras de?"
ade dengan mencoba mengingat lagi awal kejadian itu.
"bola sempat lepas dari blok, lalu bola ribon ke arah pemain itu pak, posisi 50-50 lah. makanya saya berani lompat untuk memeluk bola, sialnya, ketika bola sudah ada di pelukan, tiba tiba masuk lah ujung sepatu ke arah pelipis, di lanjutkan dengan benturan dengkul dia ke arah atas kepala yang menyentuh sangat keras. setelah itu saya pun gak sadar pak"
seketika semua orang yang berada di ruangan itu mulai berkaca kaca matanya, terutama nicole yang mendengar dan menyaksikan langsung kejadian itu. dia hanya sedih. dia pun dapat merasakan apa yang ade rasa saat ini.
pemilik klub dan manager pun melihat hasil foto lab dan rongent, mereka pun sangat kaget dengan hasil itu, karena memang hasilnya sangat mengejutkan. pantas dokter meminta harus di lakukan operasi.
waktu menunjukan pukul 07:30
dimana dokter dan para perawat sudah datang untuk membawa ade ke ruang operasi. ternyata, dokter itu pun mengenal baik dengan pemilik klub, bahkan pemilik klub pun berkata serius padanya.
"tolong selamatkan kiperku, saya percaya padamu! "
"siapp pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk penyembuhan ade"
ade pun sudah di pindah kan ke ranjang yang akan di dorong oleh perawat.
nicole yang melihat itu hanya bisa meneteskan air matanya. lalu dia meminta izin untuk menemani ade.
"dok, apa saya boleh mengantar ade ke ruang operasi? "
"boleh mbak, tapi tidak ikut masuk yaa"
akhirnya mereka pun segera menuju ruang operasi. nicole selalu memegang erat tangan ade. lalu berucap.
"cepat sembuh yaa sayang, kita akan segera menikah setelah kamu pulih"
ade hanya senyum, lalu perawat menahan nicole untuk tetap berada di luar ruangan.
ade sudah berada di dalam ruangan, operasi ini akan di tangani oleh dua dokter khusus dan empat perawat disana.
gak lama, datang nadin dan keluarga ade. mereka segera menunggu di bangku depan ruangan itu. nicole sangat terlihat cemas dan khawatir. tetapi mamah ade mencoba menenangkan nya. kemudian thomas dan yang lain pun tiba. mereka segera bergabung duduk dengan yang lain. sambil menunggu mereka pun berbincang. kadang mereka mengingat momen momen ketika ade menjadi pahlawan bagi jakarta united. nicole hanya tetap diam melamun menunggu kabar dari ruang operasi itu.
satu jam hampir berlalu, tetapi belum ada tanda tanda pintu terbuka dari ruangan itu. karena operasi kali ini bisa di bilang serius, dokter khusus pun di kerahkan, karena pusat penanganan di sekitar otak, jadi perlu fokus dan konsentrasi lebih untuk mengangkat gumpalan darah tersebut.
semua yang berada disitu pun mulai terlihat khawatir, karena sampai detik ini belum ada tanda tanda kabar dari operasi itu. akhirnya setelah hampir dua jam, pintu pun terbuka. nicole menjadi orang pertama yang menemui dokter itu, lalu dia langsung bertanya dengan perasaan waswas dan tegang.
"gimana dok operasi nya? apa ade baik baik saja? "
dokter masih tetap belum bicara, karena memang dia pun belum melepas sarung tangan nya. lalu dengan perlahan, dokter itu memberi penjelasan pada semua yang ada di situ.
"alhamdulillah operasi lancar, namun keadaan ade masih belum sadar saat ini. kami masih terus berusaha sebaik mungkin, agar ade cepat tersadar. setelah ini pun kami akan segera mengembalikan ade ke ruang vip nya, tetapi, hanya harus satu orang saja yang boleh menemani disana, hanya itu yang bisa saya sampaikan, semoga kalian semua bisa membantu kami dengan doa"
dokter tersebut pun kemudian pamit. akhirnya terlihat beberapa perawat sedang mendorong ranjang ade menuju ruangan vip nya, nicole dengan sangat panik melihat keadaan ade yang masih menggunakan alat bantu oksigen di hidung dan mulutnya matanya pun masih terpejam. nicole sangat lemas setelah melihat itu. kemudian dia segera membantu para perawat untuk mendorong ade ke ruangan nya.
setelah sampai di kamar vip, para perawat mulai mengaktifkan alat pendeteksi jantung dan alat infus baru. agar bisa melihat perkembangan ade kapan akan bisa siuman setelah operasi. detak jantung nya pun sangat normal, tetapi masih sedikit koma.
setelah selesai, perawat pun berkata.
"maaf mbak, kalau ada yang mau melihat keadaan pasien, hanya bisa dua orang saja secara bergantian, lalu jika ada yang menemani untuk jaga malam, hanya cukup satu orang saja ya, terimakasih"
nicole pun mengangguk, lalu para perawat pun pergi. gak lama pemiliki klub dan thomas pun pamit, seperti biasa hanya menyisakan satu official mereka untuk mengurus berbagai macam kebutuhan ade dan keluarga nya selama berada di rumah sakit ini.
nicole tidak mau sedikitpun menjauh dari ade. dia hanya tidak ingin meninggalkan ade dalam posisi ini, dia tetap harus berada di samping pacarnya. sementara mamah ade dan tari segera pamit, nadin pun ikut pamit, karena masih harus melanjutkan syuting nya. nicole tetap bertahan untuk fokus menjaga ade.
mamah ade pun berjanji akan datang setiap pagi menemui nicole disini, bukan tidak mau menjaga anaknya, tetapi karena peraturan rumah sakit yang membuat dia harus bolak balik kesini. mereka pun sudah berlalu.
gak lama berselang, datang lah ernii, roberto juga sabrina. dengan wajah khawatir, mereka langsung menanyakan keadaan ade pasca selesai operasi.
"gimana keadaan ade sayang? lancar kah operasinya? "
"operasi lancar mah, tapi masih butuh waktu untuk ade sadar, sementara ini ade masih belum sadar dari koma nya"
ernii hanya bisa mengelus dada, begitu juga roberto yang sangat terlihat panik dan khawatir.
__ADS_1
sabrina penasaran dengan keadaan calon kakak iparnya, dia segera meminta pada nicole untuk melihat ade di dalam.
nicole pun memberi izin, agar sabrina ke dalam dengan roberto.
nicole masih terlihat sedih dan sesekali meneteskan air mata, ernii yang sadar itu pun langsung memeluk putrinya.
"sabar sayang, tetap berdoa buat kesembuhan ade, mama yakin, ade pasti bisa melewati ini, apalagi ade kan orang yang hebat, dia juga kuat. mamah jamin, dia sedang tersenyum di alam bawah sadar sana"
nicole hanya tetap membayangkan saat saat bahagianya ketika bersama ade beberapa waktu lalu. kembali dia hanya bisa menangis melihat sosok ade yang sedang terbaring belum sadar saat ini. dia masih tidak percaya, karena sebelum kejadian ini, ade sangat bahagia ketika memberi cincin pada waktu itu. apalagi ketika nadin bercerita tadi malam, dimana dalam perjalanan menuju apartement, ade tidak biasa nya mendengar kan lagu dangdut di mobil nya. seketika nicole berfikir, "apa ini sudah menjadi pertanda dan firasat akan terjadi seperti ini? "
akhirnya roberto dan sabrina pun keluar dari ruangan itu. terlihat, sabrina sangat terpukul dengan keadaan ade, begitu juga roberto yang hanya terdiam sejak keluar dari ruangan itu.
lalu ernii pun segera bergantian menuju ruangan itu, dengan di temani nicole.
setelah sampai di dalam, ernii begitu terkejut melihat keadaan ade. ini benar benar membuat dia merasa sedih, karena, ade yang dia tahu selalu ceria dan santun. tetapi kini, ade hanya terbaring di rumah sakit sedang melawan koma nya.
akhirnya waktu pun sudah hampir sore, keluarga nicole pun bergegas pamit untuk pulang, tetapi sabrina mencoba untuk meminta izin untuk menemani nicole, dia tidak tega melihat nicole berjaga sendiri disini. nicole pun mengijinkan, tetapi dia harus meminta izin pada pihak rumah sakit agar membolehka dua orang berada di ruangan untuk berjaga.
roberto dan ernii pun bergegas pulang...
lalu seorang official datang pada nicole dan menawarkan sesuatu, karena dia akan keluar sebentar untuk membeli sesuatu,
"mbak, mau titip apa? saya mau ke warung dulu cari makan, ada yang mau pesan? "
"gak usah omm, silahkan omm makan dulu, karena omm juga belum makan dari tadi aku lihat, atau aku minta air minum dingin saja omm, dua dengan adik ku, terimakasih yaa omm"
ucap nicole membalas tawaran official itu.
nicole pun segera menuju ruang resepsionis untuk meminta izin agar sabrina di bolehkan menemani nya berjaga di kamar ade.
akhirnya pihak rumah sakit pun memberi izin, nicole bisa berjaga bareng sabrina disana.
kemudian kembali nicole menuju ruang vip itu untuk tetap berada di samping pacarnya.
waktu pun tak terasa semakin larut, hingga memasuki pukul 09:00 malam, akhirnya nicole dan sabrina memutuskan untuk segera tidur, nicole memilih tidur dekat dengan wajah ade menggunakan kursi, sabrina berada di sofa yang tadi malam di gunakan nadin...
tak terasa tiga hari sudah berlalu setelah operasi, tetapi ade masih belum sadar.
nicole hanya terus berdoa agar ade cepat sadar dari koma nya. bahkan dia pun suka berfikir, kalau saja ade tidak di operasi, mungkin dia masih bisa bercanda bersama sekarang ini, tetapi nyatanya, sampai saat ini dia hanya bisa memperhatikan pacarnya yang masih tertidur dengan tenang dan belum tersadar.
dimana dalam alam itu, ade terlihat sedang berjalan menuju suatu tempat yang sekeliling nya hanya berwarna putih pekat. disana dia melihat ada sebuah cahaya yang sangat terang, diapun mencoba menghampiri pusat cahaya itu, ternyata dia melihat sosok bapaknya yang sedang duduk di sebuah taman bunga, kemudian dia pun berlari memeluk bapaknya, lalu dia berucap.
"pak, ade kangen banget sama bapak, ade kangen nasihat bapak, ketika ade sedang malas latihan, bapak selalu memperingati tentang hal itu, kapan kita bisa seperti dulu lagi pak? " tanya ade dalam alam itu.
lalu bapak ade pun hanya tersenyum, dia pun berkata.
"kamu harus kuat, kamu pasti bisa kembali ke kehidupan mu, ayoo semangat, segera kembali ke tujuan mu. kamu juga harus tetap bisa menjaga mamah mu disana, mamah mu menunggu mu disana, jangan kamu pergi sebelum membahagiakan mamah mu nak"
ade hanya membalas dengan ucapan.
"maafin ade pak, selama ini ade belum bisa bahagia in bapak, bahkan ketika bapak tiada pun, ade gak sempat bertemu, ade minta maaf pak ade janji akan selalu merindukan bapak disini"
karena memang pada saat bapaknga meninggal, ade sedang ada pertandingan di padang, dimana ade sedang berada di permainan game itu, sehingga dia pun telat datang untuk menghadiri pemakaman bapaknya waktu itu. yaa begini lah player profesional, dia harus selalu menjaga sebuah kontrak nya sebagai pemain profesional.
dengan segera ade memeluk lagi bapaknya dengan sangat erat sekali, hingga akhirnya sosok bapak nya pun menghilang seketika...
lalu ade kembali melihat sebuah cahaya kecil di depan nya. dengan segera dia menuju cahaya itu, ternyata dari lubang cahaya itu terlihat sebuah kehidupan. dimana ade melihat banyak sekali orang orang sedang beraktifitas, tanpa sengaja, diapun melihat sosok nicole sedang tersenyum kepadanya, lalu nicole pun berjalan meninggalkan ade. dengan segera ade mengejarnya. terus mengejar sampai jarak mereka pun semakin dekat, ade mencoba meraih tangan nicole, nicole pun hanya senyum, dan akhirnya nicole berkata. "ayoo kembali kita susun kembali cerita kita, aku sayang banget sama kamu dee, karena disini pun mereka sayang pada kamu, kamu harus cepat balik pada kita semua"
ade hanya terpejam mendengar ucapan nicole, hingga akhirnya nicole pun kembali hilang dari genggaman tangan nya. lalu tiba tiba semua terlihat sangat gelap, sampai ade tidak bisa melihat di sekililingnya itu. hingga diapun tak sadarkan diri di alam itu.
lalu ade kembali bangkit dengan keadaan suasana yang lagi lagi berbeda, terlihat banyak sekali orang orang dekat nya yang sedang tersenyum padanya di alam itu.
diantaranya ada sosok mamah nya yang tersenyum melambaikan tangan ke arahnya, lalu nicole muncul dengan tawa canda yang sedikit terlihat lepas dalam tawa itu, terlihat dia sedang bercanda dengan sosok dirinya disana. lalu ada nadin yang memegang jersey nya lalu mengatakan "semangat borr! " juga ada sosok jans yang sedang berteriak memanggil namanya, dan terakhir ada thomas yang sedang merangkul pundaknya.
namun terdengar suara yang berucap di telinga ade.
"aku kangen kamu, aku kangen senyum mu, aku kangen canda tawamu, aku juga kangen semua yang kamu punya yank, ayoo bangun, kita akan kembali menyusun cerita kita, banguunnnn yank! bangun ade santana!! "
ternyata itu suara nicole yang berada tepat di telinga ade yang masih koma, nicole terus berusaha menjaga ade dalam tidurnya itu.
hingga akhirnya nicole melihat sedikit pergerakan dari jari jari ade, dia pun semakin memfokuskan pandangan nya pada jari jari itu.. hingga akhirnya perlahan tangan ade pun bergerak sedikit demi sedikit.
__ADS_1
dengan segera nicole memencet tombol emergency di ruang itu agar dokter dan perawat segera datang. nadin yang sedang tertidur pun tiba tiba bangun, karena kaget dengan nicole yang sedang grasak grusuk itu.
"lo kenapa cong???? " tanya nadin penasaran.
"tangan ade bergerak nad, tadi gue lihat, beneran serius"
"lo sudah tekan tombol? "
"sudah nad sudah"
"yasudah kita tunggu dokter tiba, biar kita tahu setelah dokter memeriksa nanti"
memang ternyata sekarang menunjukan pukul 03:15 pagi.
gak lama, dokter dan dua perawat pun masuk, lalu bertanya.
"ada apa mbak? "
dengan segera nicole memberitahu.
"tadi aku lihat tangan kanan ade bergerak dok, tolong di periksa dong mohon tolong"
"iyaa baik, mbak tenang dulu yaa, kami akan coba cek sebentar, silahkan duduk dulu mbak"
tetapi nicole tetap kekeh mau berada di samping ade sambil terus menggenggam tanganya itu.
setelah beberapa kali dokter memeriksa, ternyata nicole sadar bahwa ade sudah membuka matanya, sontak nicole memberitahu dokter.
"dok lihat dok, ade sudah sadar, dia sudah membuka matanya, lihat dok cepat lihat! "
dokter pun kembali memeriksa denyut jantung dan nadi ade, juga tekanan darah nya. setelah itu dokter memastikan bahwa ade sudah tersadar dari koma nya.
seketika nicole dan nadin secara bersamaan mengucap syukur, di barengi dengan tangis bahagia mereka. karena sudah hampir memasuki empat malam setelah operasi, ade baru sadar dari koma nya itu. lalu dokter berkata.
"alhamdulillah, pasien sudah sadar, tapi jangan terlalu banyak di ajak bicara dulu yaa, agar dia bisa segera melanjutkan istirahatnya, besok pagi kami akan kembali memberi perawatan intensif lagi, sementara kami akan memberikan obat dan vitamin terlebih dahulu agar pasien bisa memulihkan sedikit tenaga"
"iya dok silahkan, terimakasih yaa dok, sus"
ucap nicole dengan tangisan bahagianya itu.
dokter dan suster pun kembali bergegas meninggalkan ruangan itu.
dengan cepat nicole memeluk dan mencium ade dengan sangat bahagia. sementara ade hanya masih diam belum bicara. dia hanya merasa heran dan masih teringat sesuatu pada saat di alam sadar sana, dia masih mengingat sosok bapak nya yang hadir memberi petunjuk, arahan, nasihat juga pesan amanat untuknya. tanpa sadar, diapun meneteskan air mata, nicole yang melihat itu dengan segera menghapus air matanya ade yang mengalir di pipinya itu. lalu nicole coba bertanya.
"kamu kenapa nangis yank? sudah jangan nangis yaa, ada aku disini yang selalu menemani mu yank, ada mamah juga, ada nadin, kita sudah lama menunggu mu sadar dari koma mu yank. sekarang aku senang kamu sudah bisa kembali normal dan tersadar"
kembali nicole mencium dan memeluk ade.
tetapi nadin sudah menghilang, dia ternyata sedang memberi kabar pada officolial, kalau ade sudah tersadar dari koma nya. official pun senang mendengar itu, tanpa ragu diapun segera masuk untuk melihat kondisi ade.
sementara ade coba membuka mulutnya dan sedikit berkata.
"bapak, ade minta maaf... ade kangen pak, ade janji akan selalu jaga mamah.... "
nicole yang mendengar itu langsung tersenyum dan berkata.
"iya sayang, kita jaga mamah sama sama yaa, sudah jangan sedih lagi, aku akan selalu ada di samping mu untuk bahagiain mamah"
lalu ade coba meraih rambut nicole dan sedikit membelainya.
hingga akhirnya nicole pun menyuruh ade untuk segera tidur beristirahat, agar nanti pagi bisa sedikit baik keadaan nya.
"yasudah, kita lanjut bobo yuk yank, aku temenin yaa disni, nadin juga ada disini kok, dia setia menemaniku menjaga mu"
lalu ade sedikit menoleh ke arah nadin dan tersenyum padanya.
nadin hanya berkata pelan.
"semangat borr! "
kembali ade teringat di alam sana, karena kata kata itu seperti ucapan nadin di sana.
__ADS_1
akhirnya mereka pun memutuskan untuk beristirahat.
kembali nicole mendekatkan wajahnya pada wajah ade, lalu dia memeluk pacarnya dan mulai memejamkan mata nya perlahan demi perlahan.....