Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
MEMBUKA MATA HATI, MELANGKAH PASTI


__ADS_3

latihan pagi ini, jakarta united terus mematangkan taktik penyerangan. terutama pada "finishing touch" karena thomas masih belum puas dengan finishing pemain depan nya. thomas pun selalu aktiv menginstruksikan anak didik nya ketika melakukan tendangan ke arah gawang.


sementara di tribun, nicole masih asik memperhatikan pacarnya yang sedang sibuk di bawah mistar, sambil sesekali dia merekam aksi aksi ade yang sedang terbang menghalau bola. dia sangat heran sekali melihat pergerakan ade yang tanpa masalah dengan keadaan jari kaki nya yang masih belum bisa menekuk, tetapi dengan normal dia bergerak seperti itu. diapun semakin heran, karena ketika dia melihat ade sedang dalam pertandingan resmi, dia gak sesibuk ini, tapi, ketika latihan, ade begitu aktiv dan sibuk dengan pergerakan nya ini.


benar benar beda sekali dari pandangan nya selama ini, yang dia anggap kiper itu salah satu pemain berposisi yang paling santai, tetapi paling capek ketika saat latihan. dimana pada saat latihan, kiper benar benar memiliki menu latihan yang sangat melelahkan, di tambah mereka berada di satu arahan seorang pelatih khusus kiper. yang lebih membuat nicole tidak tega melihat ade, ketika ade melakukan push up, di lanjutkan dengan lari kanan kiri, lalu harus terbang melewati gawang kecil untuk menangkap atau menghalau bola tersebut. dia membayangkan, apa rasanya pagi pagi seperti ini, tubuhnya harus bekerja ekstra keras dalam aktivitas itu. dimana orang orang biasa pada umumnya melakukan sarapan dan menikmati kopi di pagi hari, tetapi ade harus melakukan hal se capek itu. kembali dia sangat salut dan memuji pekerjaan pacarnya.


ternyata menjadi atlet itu gak mudah dan gak enak, benar benar melelahkan sekali.


latihan pun selesai, tiba lah para pemain berkumpul, dimana thomas akan mengumumkan untuk pertandingan besok sore melawan bangkok city di stadion patriot chandrabaga bekasi jawa barat. alasan nya karena stadion utama gbk sedang di netralisir untuk acara konser besar.


"pagi semua, terimakasih sudah hadir latihan pagi ini, seperti biasa, saya tidak bosan bosan mengingatkan pada kalian, selalu jaga fisik, dan kondisi kesehatan, agar pertandingan nanti kita bisa fokus."


"mengenai pertandingan besok, kita tetap pada target kita, yaitu tiga poin, agar kita bisa lolos otomatis ke fase knock out, tetapi kita tetap harus waspada, karena bangkok city sudah menemukan permainan nya, mereka kemarin berhasil menang melawan selangor fa dengan skor 4-1"


"jadi kita hanya terpaut tiga angka dengan mereka dan juga tampines rovers, jika besok kita melakukan kesalahan, bukan tidak mungkin kita kalah dari tampines, dan tidak akan melangkah ke babak berikutnya"


karena di tiap grup, hanya di ambil satu tim sebagai perwakilan di babak knock out nanti.


jika jakarta united tidak meraih poin, otomatis mereka akan tersingkir. itupun kalau tampines bisa menang atas selangor, tapi di atas kertas, tampines pasti menang melawan selangor yang menjadi tim lemah di grup ini. karena tampines memiliki jumlah gol yang lebih banyak dari jakarta united. jakarta united hanya butuh hasil seri untuk langsung otomatis melaju ke babak itu. tetapi menurut pengalaman, klub indonesia selalu kesulitan ketika bertemu tim tim dari thailand, bahkan tingkat timnas pun, indonesia selalu sulit menang dari thailand.


"untuk para pemain yang akan main besok, akan saya umumkan ketika di aula apartement besok sebelum kita berangkat menunu bekasi"


ucap thomas dan menutup latihan pagi ini. para pemain segera bergegas menuju loker room untuk mandi dan bersiap pulang, ade segera menuju nicole, karena memang pakaian ganti nya berada di tas yang di titip pada nicole.


"capek banget ya yank? "


"enggak, sudah biasa kok"


ucap ade dengan keringat yang masih bercucuran dari wajah dan tubuhnya nya.


"semangat sayangku! "


nicole coba memberi semangat pada pacarnya, karena dia melihat ade sedikit merasa lelah pagi ini.


"iya trimakasih, aku mandi dulu yaa, kamu duluan saja nunggu di mobil, karena semua sudah langsung menunu bus ketika selesai mandi"


nicole pun menuruti perintah pacarnya, dan bergegas menuju parkiran untuk menunggu disana.


akhirnya ade pun tiba di parkiran, nicole menyambut dengan senyuman ketika melihat pacar nya sudah dengan tampilan segar setelah mandi, yang mengenakan gaya santai dengan memakai celana jeans pendek dan kaos nike berwarna putih. lalu dia berkata.


"aku saja yang nyetir yank, kamu masih capek, aku cuma mau kamu sedikit beristirahat dalam perjalanan menuju rumah ku"


ade pun senyum dan mengiyakan niat pacar bule nya itu. dengan segera ade mengambil tasnya yang berada di pundak nicole untuk di taruh nya di jok belakang.


kali ini nicole yang gantian membukakan pintu mobil untuk ade.


"apa sih pacar? jangan lebay deh"


ucpa ade sambil tertawa, dan di balas oleh nicole dengan ucapan.


"siapa yang lebay? sekali kali gapapa kan aku manjain kamu khusus hari ini"


ade hanya menggelengkan kepala dan segera masuk.


nicole pun segera melajukan mobil nya. dalam perjalanan kembali nicole bertanya.


"besok aku boleh datang ke stadion lagi kan yank? untuk melihat mu main"


"iya gapapa, tapi seperti biasa, kamu harus ke apartement dulu, agar kamu lebih aman menuju area stadion"


"iyaa yank, besok pun mungkin aku akan datang bareng mamah papah dan sabrina juga, mereka sudah merencanakan ingin datang melihat pertandingan mu besok. "


ade sedikit terkejut dengan ucapan nicole yang mengatakan roberto dan ernii akan datang, bahkan sabrina pun ikut hadir. dia hanya takut akan mengecewakan mereka jika hasil pertandingan jauh dari harapan.


"ohh gitu, wahh aku merasa terhormat di tonton langsung oleh omm bule nanti hehehe"


ade sedikit menenangkan diri...


"hahahah, apa sih kamu yank,"


ucap nicole. akhirnya mereka pun tiba di rumah nicole, kembali nicole memberi kode pada scurity nya untuk membuka kan gerbang.


setelah turun dari mobil, mereka segera masuk ke dalam, ternyata ernii roberto dan sabrina sedang asik sarapan bersama. dengan segera ernii menyambut dan menyuruh ade juga nicole untuk segera bergabung.


"aduhh aduuhh, anak anak mamah pagi pagi sudah datang, sekalian kita sarapan bareng sini"


"kamu gak latihan de!??"


tanya roberto. tetapi dengan pede nicole yang menjawab pertanyaan itu.


"sudah lah pah, ade selalu berangkat jam setengah lima kalau latihan pagi, kebetulan juga tadi aku ikut menemani dia latihan"

__ADS_1


"tumben kamu bisa bangun pagi? "


ledek roberto... kemudian sabrina coba menyapa ade.


"pagii kak adee... sini duduk, kita sarapan bareng, mau aku ambilkan gak? "


nicole yang mendengar itu hanya tersenyum sinis.


mereka pun segera melanjutkan makan nya. lalu roberto bertanya soal cerita nicole kemarin yang tentang cincin.


"jadi kapan kamu mau menentukan hari nya dee? jangan sampai cincin itu keburu berkarat kalau kelamaan"


ade sangat kaget mendengar itu, dia coba tenang sedikit demi sedikit lalu membalas.


"insya allah secepatnya omm, aku belum bisa ambil keputusan sekarang, karena mau lihat situasi dulu di tim, setelah itu aku akan tentukan semua nya. aku pun ingin nya secepatnya, karena aku juga tidak ingin meninggalkan kota ini tanpa ada nicole di samping ku"


"jadi kamu ambil tawaran klub jogja? "


"bukan tawaran sih omm, lebih tepatnya aku yang memilih akan kesana"


"terus, besok kita semua akan melihat kamu main, gapapa kan? "


"iya omm gapapa, oiya, sedikit info. besok sore pertandingan kita berlangsung di bekasi. bukan di gbk"


reberto dan yang lain kaget mendengar itu.


"memang kenapa harus di bekasi? ada masalah dengan gbk?? "


"kebetulan gbk mau di pakai untuk acara konser omm, jadi kita tak di beri izin main di sana."


"terus kita harus langsung ke bekasi atau bertemu mu dulu? "


nicole menjelaskan.


"kita besok menunggu nadin dulu sampai disini pah, lalu kita menuju ke apartement ade, dari situ kita berangkat bareng rombongan bus pemain dan beberapa keluarga pemain lain"


"ohh gitu, asik dong. papah bisa bertemu dengan para pemain lain nya"


"hahahah" mereka tertawa bersamaan.


setelah makan selesai, ade dan nicole memilih bersantai di ruang terbuka belakang rumah, sabrina pun tidak ketinggalan selalu mengikuti mereka berdua.


banyak sekali obrolan yang mereka bicarakan. kadang sabrina pun selalu menanyakan seputar pertandingan dengan ade. bahkan sabrina pun berkata.


nicole yang mendengar itu sedikit terharu dengan ucapan adiknta, diapun segera memeluk sang adik.


hingga akhirnya ade pun pamit untuk pulang, karena dia harus mempersiapkan untuk pertandingan besok. dia harus lebih banyak memiliki waktu sendiri.


setelah pamitan, dia segera melajukan mobilnya.


lalu nicole segera menelfon nadin untuk jajian tentang acara nobar besok.


"halloooooo cong, kenape? "


"besok lo kesini atau kita ketemu di apartement ade? karena besok main nya di bekasi nad, bukan di gbk"


"ohhh besok, mungkin ketemu di apartement saja, gue pun mungkin gak bawa mobil, gue nebeng bareng si borr aja"


"mmmhhh gitu, yaudah kita ketemu disana yaa, karena sabrina dan bokap nyokap gue juga mau ikut nad"


"wahhhh seru dong, rame pastinya yaa"


"iya nad, labih seru lagi kalau mamah ade pun ikut"


nicole coba beri opini. tapi nadin menjelaskan.


"gak akan mungkin itu bisa cong, ade gak akan memberi izin, karena dia akan lebih menghawatirkan mamahnya dari pada pertandingan nya. dia menilai ke amanan stadion belum sepenuhnya baik, makanya dia gak pernah kasih izin soal itu, tapi gak tahu kalau lo yang coba bilang"


"ohh gitu, iya nanti gue coba bilang sama dia"


"lo dmn memang cong? sudah di rumah apa masih di rumah ade? "


"gue udah di rumah, tadi pagi balik bareng ade sekalian ikut dia latihan pagi"


"yasudah, besok kita berkabar lagi yaa, beneran ajak adik bule lo yaa cong"


"iya nad"


ucap nicole dan memutuskan panggilan itu.


kembali nicole mengingat ucapan nadin yang mengatakan ade tidak memberi izin mamahnya untuk datang ke stadion.

__ADS_1


diapun akan mencoba membicarakan nya nanti setelah ade sampai rumah.


namun ketika sedang di kamar, sabrina pun menghampiri nya dan berkata.


"kak, aku gak punya jersey jakarta united untuk besok"


lalu nicole mencoba berkata.


"kamu boleh pakai jersey timnas ku yang ada nama ade di lemari ku"


"kakak pakai apa besok? "


"gue sama papah, sudah punya jersey ade ori pemberian dari ade"


"ihhhh curang kalian mah"


sabrina berucap dengan nada kesal dan segera melangkahkan menuju lemari pakaian


nicole, lalu dia mengambil jersey kiper berwarna biru muda timnas indonesia yang terdapat nama "ade santana" sabrina pun melanjutkan langkahnya keluar kamar nicole.


nicole pun segera menelfon ade, karena dia merasa ade sudah sampai.


"halooo pacar, kenapa? "


"aku mau ngomong yank boleh gak? "


"boleh, ngomong apa sih? "


"besok aku mau izin ajak mamahmu ikut nonton yank, boleh gak? "


ade terdiam sejenak. lalu berkata dengan tegas.


"gak usah repot repot sayang, biar mamah nonton dari rumah saja, mungkin lebih nyaman dan aman jika mamah ada di rumah"


"tapi kan ada aku dan nadin yang akan menjaga dan menjamin yank, kasihan mamah nonton di rumah tidak ada teman"


"gapapa, mamah sudah terbiasa menonton ku sambil khusuk berdoa di depan tv untuk melihat ku main, maaf aku belum bisa kasih izin kalau soal itu"


kembali dengan tegas ade memberi penjelasan pada nicole.


"yasudah yank, gapapa, aku ikut keputusan mu kok yank"


"iyaa, trimakasih yaa, aku cuma gak mau ada apa apa sama mamah nanti, karena mamah orang tua ku tinggal satu satu nya, aku gak mau ada terjadi apa apa sebelum aku bisa memperlihatkan pernikahan ku pada nya nanti"


nicole kembali di buat terkejut dengan pemikiran ade yang sangat jauh sekali pandangan nya, bahkan nicole pun tak terpikir soal itu. dia pun berkata dalam hati.


"benar juga, karena kalau mamah ada apa apa, bagaimana dengan pernikahan ku nanti jika mamah tidak hadir? "


"iya yank, yasudah kamu istirahat yaa, jaga kondisi buat besok, salam sama mamah, aku kangen banget gitu"


"iya siappp, nanti aku sampaikan. yasudah, aku mau beres beres siapin untuk besok yaa"


nicole pun segera menutup telfon nya.


kembali ade hanya geleng geleng dengan kelakuan pacarnya itu.


segera diapun menuju lemari sepatunya untuk memutuskan sepatu dan sarung tangan mana yang akan dia bawa besok.


diapun belum tahu akan main atau tidak dalam pertandingan besok, karena thomas baru akan mengumumkan nya besok ketika hari H...


tiba tiba ponselnya berdering kembali. kali ini nadin yang menelfon nya.


"oiittt, apa cut? "


ucap ade.


"besok lo jalan jam berapa borr? "


"pagi lah biasa, jam sembilan"


"gue ikut lo yaa bareng, gue gak bawa mobil, nicole pun sudah janjian sama gue bertemu di apartement besok"


"iyaa, seloowww, lo datang sebelum jam sembilan kalau gak mau gue tinggal"


"iyaa cerewet, jam enam juga gue jabanin besok mah! "


"hahaha, kepagian. yaudah besok kemari aja yaa gue lagi repot beberes nih"


"okehh borr"


ucap nadin dan menyudahi panggilan nya.

__ADS_1


setelah selesai, ade segera bergegas menuju kamar untuk istirahat.


__ADS_2