Mengejar Cinta Sang Artis Idola

Mengejar Cinta Sang Artis Idola
KAULAH LAMUNAN ITU (ini cinta)


__ADS_3

singkat cerita, setelah melakoni pertandingan away yang cukup berat bagi ade, kini ade sudah dalam perjalanan pulang menuju rumah dengan mobil nya dari markas tim jubilo iwata. dalam perjalanan pun, ade selalu memikirkan nasib nya. karena dia merasa belum bisa tampil maksimal selama dua peerandingan di liga utama ini, dia juga merasa kalau liga jepang benar benar keras. keras disini dalam arti bukan kasar, tetapi persaingan tiap klub selalu menunjukan ingin menang dan ingin menjadi yang terbaik. situasi seperti ini lah yang baru ade rasakan. dia menilai, pantas saja beberapa pemain indonesia tidak pernah bisa bertahan lama ketika bermain di luar indonesia. sudah ada beberapa pemain yang bermain di liga luar, tetapi mereka hanya memiliki durasi paling lama satu tahun. selebihnya mereka balik lagi bermain di liga indonesia. ade juga memiliki keinginan kalau dia harus bisa bertahan di jepang dengan durasi kontrak nya ini. tapi ketika baru melakukan dua pertandingan di liga utama jepang, dia sempat memiliki rasa frustasi dan ingin menyerah. karena di dua pertandingan itu, posisi dia selalu mendapatkan tekanan dan serangan beetubi tubi sebagai penjaga gawang. karena dia menjadi pemain terakhir yang harus menggagalkan gol di sebuah pertandingan. apalagi usia nya juga sudah memasuki angka 30 tahun saat ini.


gak lama ade pun tiba di rumah nya. dia langsung meminta tolong pada pekerja nya untuk menurunkan beberapa barang perlengkapan bertanding nya yang berada di mobil. lalu dia segera masuk dan menemui istri tercinta nya. setelah bertemu, nicole menyambutnya dengan senyuman dan berkata.


"kiper ku sudah datang, peluk dulu dong yank"


ade hanya diam terpaku saat melihat nicole yang berpenampilan sangat cantik sekali siang ini. ade menilai nicole benar benar bertambah cantik saja. dia selalu di kejutkan dengan penampilan sang istri ketika tiba di rumah sehabis bertanding. lalu ade segera memeluk nya dan membalas dengan ucapan.


"kamu cantik banget sih bule.. aku jadi makin takut kehilangan kamu deh. "


kembali nicole merasa terbang, setelah sekian lama tidak di gombalin oleh suami nya itu. sambil memeluk, nicole hanya berkata.


"biasa deh, selalu bikin aku terbang. kamu sudah makan belum yank? "


"belum, anak anak ku mana? kok aku gak lihat mereka? "


"aidan sedang tidur bersama enzo, sedangkan nadia sedang les vokal di sekolah les nya kan hari ini. "


ade baru mengingat kalau nadia sedang les vokal di sekolah musik nya. memang tiap hari minggu, nadia di haruskan melakukan les musik di sekolahnya. lalu ade berkata.


"sama siapa dia kesana? "


"sendiri yank, tadi diantar supir. "


"yasudah, nanti biar aku yang jemput nya. sekarang aku mau melihat dua anak laki laki ku dulu. "


mereka pun langsung menuju kamar.


sesampainya di kamar, ade langsung mencium aidan yang sedang terlelap sambil memeluk guling. lalu dia juga mendekati enzo yang ternyata sudah terbangun. ade langsung menggendongnya dan berkata.


"anak ayah pintar banget. tahu aja kalau ayah pulang. kangen ya sama ayah? "


seperti biasa, enzo langsung memandang wajah ade sambil tertawa. itu membuat nicole merasa gemas dengan bayi nya yang super energik itu. lalu ade membawa nya ke ruang tengah untuk bersantai disana. nicole hanya menuju dapur untuk membuatkan minuman agar ade sedikit merasa segar siang ini. sambil menunggu nicole datang, ade dan enzo masih asik saling ngoceh dan bercanda disana. hingga suara enzo terdengar sangat keras sekali. itu membuat yang berada di rumah itu pun kaget ketika mendengar enzo tertawa sangat geli. nicole pun menjadi tidak sabar ingin cepat ikut bergabung disana. setelah sampai disana, ternyata ade sedang bercanda sambil menaruh wajah nya di perut enzo, mungkin itu yang membuat enzo tertawa geli. gak lama, aidan pun datang setelah bangun dari tidur nya. nicole langsung menyambutnya dan berkata.


"anak mommy sudah bangun? sini sayang, duduk mommy pangku. "


aidan langsung duduk di pangkuan nicole sambil memperhatikan ayah dan adiknya yang sedang bercanda. lalu ade bertanya pada anak pertama nya itu.


"kaka ada PR gak dari sekolah? "


aidan menjawab.


"sudah selesai ayah. aku dan nadia sudah mengerjakan nya kemarin. "


lalu ade kembali berkata.


"kaka belum cium ayah loh, gak kangen ya sama ayah? "


aidan hanya tersenyum dan langsung beranjak mendekati ade lalu mencium nya. di lanjutkan dengan nicole yang mengingatkan ade dengan berkata.


"kamu mau jalan jam berapa yank? satu jam lagi nadia selesai loh. "


ade hanya membalas.


"kalian ganti baju gih, kita jemput nadia sama sama, sekalian kita cari makan di luar, aku belum makan soalnya. "


nicole dan aidan pun langsung menuju kamar untuk berganti pakaian dan membersihkan wajah aidan yang masih terlihat baru bangun tidur itu. ade masih terus bercanda bersama enzo.

__ADS_1


dan tibalah waktu nya mereka menuju sekolah musik nadia di pinggiran kota shizuoka. dalam perjalanan, lagi lagi enzo selalu memandang pemandangan kota dari kaca mobil. nicole mencoba mengajak nya bicara.


"apa dek? kamu lihat apa? mobil besar ya? itu mobil bus dek. nanti kita naik ya kalau kamu sudah agak besar. "


enzo hanya terus memandang bus itu tanpa kedip. gak lama mereka pun tiba di parkiran sekolah musik nya nadia. ternyata nadia sudah menunggu bersama guru vokal nya sambil mengobrol. nadia tidak menyangka kalau yang menjemputnya adalah ayah nya yang sudah pulang setelah bertanding kemarin. ketika melihat sosok sang ayah, nadia langsung tersenyum dan terlihat bahagia sekali. karena dia juga merasa kangen dengan ayah nya. lalu nadia segera pamit pada guru vokalnya. ade juga ikut menyapa dan ikut berpamitan. mereka segera memasuki mobilnya. lagi lagi nadia kaget dengan keberadaan kaka dan adiknya yang sedang di gendong oleh sang mommy. ade segera melajukan mobilnya ke arah tempat makan yang bernuansa indonesia di daerah sana. suasana di dalam mobil pun semakin ramai dan seru saja setelah kehadiran nadia. mereka bercanda tiada hentinya. bahkan beban ade yang tadi dalam perjalanan pulang setelah bertanding pun seakan hilang ketika ade sedang berada bersama mereka. ade merasa ketiga anak nya dan sang istri lah yang menjadi sumber kekuatan nya selama ini. hingga akhirnya mereka tiba di tempat makan dan bernuansa kan tempat nongkrong juga. ketika baru memasuki ruangan, beberapa mata para pengunjung pun langsung menatap ke arah mereka dengan ekspresi bahagia. mungkin karena mereka bisa bertemu dan melihat sosok adesantana Secara langsung kali ini. apalagi setelah kemarin ade dan timnya berhasil menahan imbang klub papan atas cerezo osaka. ade dan nicole pun hanya bersikap biasa saja. lalu mereka memesan beberapa menu yang tersedia disana. sambil menunggu pesanan datang, nicole coba bertanya pada anak perempuan nya.


"gimana les nya tadi nak? have fun gak? "


nadia membalas.


"iya momm, aku juga senang karena kalian yang menjemputku. "


ade langsung merangkul dan mencium anak perempuan nya itu. ade juga merasa kangen sekali, karena memang selama ini hanya nadia yang terlalu dekat dengan nya. bahkan nadia juga yang selalu menasihati nya untuk tidak terlalu banyak merokok.


hingga tak terasa, mereka pun akhirnya kembali pulang menuju rumah. sesampainya di rumah, tujuan utama bukan lain yaitu ruang tv untuk mereka bersantai. sambil menikmati acara tv, tiba tiba nicole teringat dengan laporan nadin dan tari kemarin. lalu nicole coba membicarakan nya pada ade.


"yank, kamu sudah dapat info dari tari belum? "


ade langsung membalas.


"soal apa tuh? "


"itu loh yang tentang ketua federasi mengundang pemilik klub spartan ke kantor. mereka ingin membuat perjanjian profesional agar tim itu menjadi lebih pro lagi. mereka juga meminta lokasi dimana homebase dan stadion nya. "


ade yang mendengar pun langsung membalas.


"memang tari gak bisa mem backup nya? "


nicole mencoba menjekaskan.


"dia gak terlalu mengerti tentang sepakbola kata nya yank. jadi baiknya gimana ya?? "


"gimana kalau gini aja yank, biar tari yang datang, cuma kalau memang ketua federasi memberikan peetanyaan di luar pengetahuan tari, biar tari menghibungi kita. asalkan dengan syarat, ketua federasi bisa merahasiakan status kita. gimana menurut mu? "


ade merasa setuju dengan opsi itu, dia pun membalas.


"boleh juga kalau memang mau seperti itu. "


kembali nicole juga meminta izin pada nya untuk memberitahu soal ini pada nadin. bukan tanpa alasan nicole berani membuka tentang ini pada nadin. karena memang nadin benar benar dekat dengan mereka berdua. bahkan ade juga sudah menganggap nya sebagai adik sendiri.


"nadin juga kemarin memberitahu ku, katanya tim kita itu menjadi viral setelah video kita di unggah. banyak pemain dan pengamat sepakbola yang mencari tahu tentang klub itu. aku sih berniat memberitahu pada nadin. karena aku percaya dia. dia itu paling jago jaga rahasia loh yank. "


ade hanya tetap fokus bermain bersama enzo dan hanya membalas santai.


"iya gak apa apa, kasih tahu aja. asalkan kamu bisa menjamin ya. "


nicole langsung membalas.


"iya yank aku jamin kok. nanti aku coba telepon nadin dan tari. "


namun ade mencoba bertanya pada nicole soal perusahaan roberto yang ingin membeli lahan.


"kalau soal lahan yang sedang papah tawar gimana sayang? apa sudah sesuai dengan harga yang kita tawar? karena kita harus selesai dalam waktu dua tahun ini untuk membangun fasilitas sport center. agar tim kita bisa memenubi syarat kode etik klub dan bisa terdaftar di fifa dan afc. lisensi pun akan segera keluar. bahkan tim kita bisa langsung mendapatkan grade A statusnya nanti. "


akhirnya nicole memberitahu hal ini pada ade.


"sudah aman yank. papah juga bilang, bulan depan akan segera di mulai pembangunan nya. papah juga mengajak kerjasama dengan beberapa alat konstruktor di sana agar pembangunan berjalan cepat dan sempurna. arsitek nya pun langsung dari rusia dan inggris. model stadion yang akan kita miliki pun seperti stadion eropa yang tidak memiliki lintasan atletik. semacam stadion maguwoharjo lah. tapi kita lebih modern dari nya. "

__ADS_1


ade merasa lega dengan berita itu. akhirnya dia bisa bernafas lega saat ini.


gak lama nicole langsung menuju kamar untuk menelpon nadin dan memberitahu soal janjinya kemarin itu.


"halo nad, sibuk gak lo? "


"kaga cong. kenapa?"


"lo gak mau nagih janji nih? yasudah gue tutup telepon nya ya. "


mendengar itu, nadin langsung berkata cepat.


"eh iya iya. mana janji lo cong? "


nicole pun tertawa dan langsung memulai percakapan nya itu.


"jadi gini nad, tapi lo harus janji dulu. ya! sebelum gue cerita, lo harus janji. lo mau menjaga dan merahasiakan tentang ini. kesiapapun. termasuk doni juga. karena gue dan ade masih belum mau kalau mereka semua tahu. gue dan ade akan membuka ini ke media dan semuanya setelah ade pensiun dari sepakbola nanti. "


nadin yang merasa penasaran pun langsung berkata dan menyanggupinya.


"iya cong gue janji. gue akan simpan rahasia ini sampai si borr pensiun nanti. "


akhirnya nicole mulai berkata.


"oke lah. gini nad, tim spartan itu sebenarnya milik pribadi gue dan ade. kita sengaja membeli saham mereka 100%. karena kita bingung dengan uang kita yang harus di apakan? akhirnya gue dan ade menginvestasikan uang itu untuk membeli tim itu. tapi gue dan ade merahasiakan nya dari publik. lo tahu kan kenapa? karena ade tidak mau ramai dan memamerkan itu. jadi untuk sementara ini, tari lah yang menjadi pemilik bayangan tim itu sebelum semuanya akan tiba waktunya. "


nadin yang mendengar itu pun hanya menganga dan gak bisa berkata apa apa. dia benar benar kaget dan terkejut setelah mendengar pengakuan dari nicole. lalu kembali nicole memberitahu.


"kita juga sudah punya lahan untuk membangun stadion dan fasilitas olahraga tim. beberapa venue akan kita bangun mulai bulan depan. kebetulan yang menjadi sponsor utama tim itu pun adalah perusahaan bokap gue. jadi aman lah. gue percaya kalau bokap akan lebih tahu tentang pembangunan infrastruktur stadion dan perlengkapan arena olahraga lain nya. "


belum hilang kaget nya, lagi lagi nadin merasa semakin terkejut dengan ucapan nicole yang akan membangun stadion pribadi untuk klub nya itu. nadin merasa kalau dua sahabatnya itu memang gak pernah ada habis nya dengan uang yang mereka miliki. nadin hanya bisa berkata.


"gue bangga sama kalian. gue salut. betapa beruntung nya ketiga anak kalian yang akan memiliki masa depan yang begitu cerah dan terjamin. gue senang dengar nya cong. "


nicole hanya membalas.


"amiin... semoga ya. lo juga harus bisa jaga rahasia ini ya nad. kalau sampai ada yang tahu, berarti lo yang sebarin berita ini"


nadin hanya langsung meyakinkan dan menjanjikan pada nicole.


"iya cong selow. masih kaku aja lo. "


akhirnya panggilan pun terputus.


setelah beres, nicole kembali menuju ruang tv untuk berkumpul bersama suami dan anak anak nya disana. namun ternyata, enzo sudah pulas terlelap di keranjang bayi nya. sementara aidan dan nadia masih fokus menonton tv bersama sang ayah. aidan sambil merebahkan kepalanya di paha ade, sedangkan nadia berada di pangkuan ade dan tetap fokus juga melihat acara tv. nicole yang melihat pun langsung merubah posisi aidan agar pindah dan tiduran di paha nya. mereka sangat kompak ketika sedang menonton tv. apalagi dengan acara humor, mereka pasti akan tertawa bersama disana. sambil menyaksikan acara komedi, nicole kembali berkata pada ade.


"kamu besok latihan yank? "


"latihan pagi, karena pertandingan berikutnya akan bermain waktu malam. "


nicole pun meminta amel untuk merapihkan dan menyiapkan peralatan latihan ade. agar besok ade bisa langsung berangkat.


gak lama nadia juga mulai merasa ngantuk, dia berkata pada nicole.


"aku ngantuk momm."


nicole yang mendengar pun langsung membalas.

__ADS_1


"sini sayang, bobo di paha mommy. gantian dong, mommy juga kangen sama kamu. "


nadia langsung berpindah ke pangkuan mommy nya dan mulai memejamkan mata.


__ADS_2